
Melisha yang tak bisa diam saja saat melihat semua orang menatapnya dengan tatapan dingin bahkan Joseph menjaga jarak darinya menggigit bibir bawahnya.
'Tidak! Aku tidak akan diam saja! Aku tidak akan biarkan yang ada di depan mataku menghilang begitu saja!'
Melisha yang tak ingin dianggap sebagai penjahat oleh semua orang karena merebut milik Putri Sah mulai mengeluarkan air mata andalannya.
"Larietta! Kenapa? Kenapa kau melakukan ini padaku?"
"Maaf! Maafkan aku yang telah merebut kasih sayang orangtuamu darimu tapi sungguh aku tidak bermaksud seperti itu!"
"Aku pun sebenarnya tak menerima rencana ini tapi karena Tuan Duke dan Nyonya Duchess yang memaksa makanya aku terpaksa menerimanya!"
"Jika kau tidak senang maka aku pasti akan menolak semua rencana ini tapi... Tapi kenapa kau terus menyebarkan kebohongan ini?"
Larietta yang terkejut dengan setiap kata dan sikap yang dilakukan Melisha di hadapan semua orang secara spontan membuatnya kagum.
'Wow! Jika kau menjadi artis, aku yakin kau pasti akan menjadi artis terkenal Melisha dengan kemampuan akting sedihmu itu!'
Sementara itu, Pendeta Bastian yang menghadiri Pesta Kedewasaan Melisha bersama Pendeta Tabas atas undangan dari Duke Boulois dengan cepat berdiri membela Melisha.
"Nona Larietta! Tolong tarik kembali ucapan anda dan nyatakan bahwa bukti yang anda tunjukkan adalah palsu!"
Larietta yang sudah menduga bahwa Pendeta Bastian yang merupakan salah satu Pendeta yang melakukan tes pada Melisha akan melakukan pembantahan pun tersenyum.
"Kenapa aku harus melakukannya? Semua yang aku katakan dan juga bukti itu adalah kebenaran!" tegas Larietta.
Pendeta Tinggi Bastian yang tidak senang dengan sikap sombong Larietta pun menjadi marah lalu menatap tajam dan dingin ke arah Larietta.
__ADS_1
"Nona sungguh berani tapi apakah Nona tidak takut akan hukuman Tuhan karena telah berbohong dan memfitnah Pendeta Tinggi dengan pernyataan anda?" tanya Pendeta Tinggi Bastian.
"Aku tidak perlu takut karena aku tidak berbohong tapi Pendeta Tinggi dari Gereja yang melakukan tes pada Melisha yang berbohong!" tegas Larietta.
Pendeta Tinggi Tabas yang tak ingin kredibilitasnya dipertanyakan oleh Nona Muda yang tidak tau apapun angkat bicara.
"Nona, tolong jaga ucapanmu! Anda tidak bisa menuduh orang lain tanpa bukti!" ucap Pendeta Tinggi Tabas.
"Bukti? Hmmm, aku punya buktinya!" jawab Larietta percaya diri.
Larietta yang berbalik arah melihat Anna muncul sambil melemparkan seorang pelayan ke depan ke hadapan semua orang.
"Pelayan ini adalah saksi mata adanya transaksi ilegal antara Melisha dan Pendeta Tinggi Tabas!" ucap Larietta dengan tangan terlipat di dada.
Anna yang memegang erat ikatan tali dari Pelayan yang ada di depannya itu pun menginjak punggung Pelayan tersebut dengan sangat erat dan memaksanya untuk mengaku.
"To-tolong jangan! A-aku akan mengatakannya!" jawab Pelayan tersebut takut.
"Na-namaku Yvone dan aku adalah Pelayan di Kediaman Duke. Di hari Pendeta Tinggi Tabas dan Pendeta Tinggi Bastian datang ke Kediaman, aku melihat Mary, Pelayan Pribadi Nona Melisha bersikap mencurigakan!"
"Aku yang tak peduli mencoba mengabaikannya lalu tiba-tiba aku meliha Pendeta Tinggi Tabas memasuki kamar Nona Melisha diam-diam!"
"A-aku tak mendengar apa yang mereka katakan ka-karena aku takut ketahuan jadi aku keluar meninggalkan Kediaman Duke!"
Pendeta Tinggi Tabas yang tidak menyangka ada saksi mata yang bebas mengubah ekspresinya menjadi marah dan cemas di saat bersamaan.
Pendeta Tinggi Bastian yang mengamati ekspresi semua orang menurunkan nada suaranya lalu bicara dengan Larietta dengan lembut.
__ADS_1
"Apakah Nona sangat yakin dengan pernyataan Pelayan ini? Pelayan ini bahkan tak mendengar isi pembicaraan Pendeta Tinggi Tabas dan Nona Melisha." jawab Pendeta Tinggi Bastian.
Larietta yang menyadari bahwa semua orang yang terlibat dengan Melisha sangat bodoh karena terus menyangkal semua bukti yang ada tak bisa menahan tawanya lagi.
"Hahahaha... Agh, maafkan aku! Aku sungguh tak bisa menahan tawaku!"
"Pendeta Tinggi, apakah menurutmu orang yang tak akan membicarakan hal ilegal akan menemui seseorang diam-diam, bicara berdua saja di ruangan tertutup dan pribadi?" sindir Larietta.
"Pendeta Tinggi, daripada kita semua menduga-duga bagaimana jika kita mengulangi hasil tesnya? Anda bisa melakukan tesnya sendiri!" saran Larietta.
Melisha yang tak bisa mengambil resiko jika identitasnya akan ketahuan semua orang dengan cepat menolak saran dari Larietta.
"Tidak! Kenapa aku harus melakukannya lagi? Aku sudah melakukan tes itu satu kali dan hasilnya adalah negatif!" tegas Melisha.
Larietta yang tau jika Melisha sedang ketakutan saat ini dan sikap Duke Boulois yang sangat dingin pada Melisha terus memaksa Melisha melakukan yang diinginkannya.
"Kenapa? Apakah kau takut jika rahasiamu akan terbongkar Melisha?" sindir Larietta.
"Apa maksud ucapanmu Larietta? Rahasia apa? Aku tak memiliki rahasia apapun hanya saja aku tidak mau melakukan tes itu untuk kedua kalinya!" tegas Melisha.
Di saat Larietta ingin lebih menekan Melisha tiba-tiba Joseph yang diam sejak awal karens terkejut dengan berita yang tak terduga pun bicara.
"Jika kau tidak berbohong ataupun punya rahasia, sebaiknya kau menerima usulan Nona Larietta!" ucap Joseph dingin.
#Bersambung#
Akankah Melisha akan melakukan tes untuk kedua kalinya? Bagaimana hasil tes tersebut? Tebak jawaban di kolom komentar ya..
__ADS_1