
Joseph yang sedang bersiap melakukan latih tanding tiba-tiba menjadi sangat marah saat mendengr laporan dari Ajudannya.
"Apa kau bilang? Bodoh! Bagaimana bisa kalian tidak bisa memaksa seorang Pelayan untuk menurut?" teriak Joseph dengan suara lantang.
"Maafkan kami, Tuan Muda!" ucap Ajudan dengan kepala tertunduk.
Joseph yang sangat marah pun melampiaskan amarahnya pada semua orang yang menjadi lawan tandingnya.
Joseph yang memukul mundur semua lawan bertandingnya hingga tak bisa bergerak ataupun melawan pun memandang rendah semuanya.
"Hah! Kenapa semua orang sangat bodoh bahkan tak bisa melakukan sesuatu yang begitu mudah?" sindir Joseph dengan wajah kesal lalu pergi.
Joseph yang tak bisa mendapatkan hati Larietta kembali meskipun telah memberikan semua hadiah mahal, indah dan langka menjadi semakin emosi.
Joseph yang berniat menemui Larietta di Asramanya terdiam di tempatnya saat melihat Melisha berdiri di depannya dengan senyum yang lembut sambil membawa sekeranjang makanan.
"Joseph... Selamat siang!" ucap Melisha dengan senyum terbaiknya di bawah sinar matahari dengan angin berhembus menerbangkan rambut Melisha yang terlihat semakin cantik.
Joseph yang melihat Melisha yang begitu cantik di depannya pun terpana sehingga membuat wajahnya memerah.
Melisha yang tau jika dirinya dapat memikat Joseph dengan kecantikannya dan air matanya lalu bertindak sebagai seorang korban pun tersenyum licik.
"Maafkan aku yang datang secara tiba-tiba tanpa memberitaumu terlebih dahulu tapi aku tidak bisa melakukan apapun karena aku merindukanmu!" ungkap Melisha dengan wajah malu-malu.
"Aku tau kau sangat kecewa karena kejadian itu tapi pada kenyataannya aku sendiripun tak tau jika aku adalah Putri dari Tuan Duke." ucap Melisha dengan wajah sedih.
"Aku yang seorang yatim piatu tiba-tiba kedatangan orang baik yang menawarkan diri sebagai Penjagaku karena mengenal Ibuku lalu menerimaku sebagai Tamu. Bagaimana aku bisa curiga pada orang yang begitu baik?" ungkap Melisha yang menangis di depan Joseph.
Joseph yang merupakan seorang pria tidak bisa melihat seorang wanita menangis di depannya pun menawarkan sapu tangan kepada Melisha.
'Hah! Aku ingin mempercayai air mata dan setiap ucapan yang dikatakan Melisha tapi hati kecilku berteriak mengatakan semuanya palsu!' pikir Joseph.
__ADS_1
Joseph yang terjatuh dalam dilema berniat kembali ke Kediamannya dan menghindari Melisha sementara waktu untuk memikirkan ulang semuanya tapi Melisha yang dapat membaca jalan pikiran Joseph dengan cepat membuat keputusan.
"Aku tau bahwa ini adalah hal yang sangat sulit untuk diterima bahkan aku pun begitu!" ucap Melisha menundukkan kepalanya.
"Aku yang selama ini berpikir bahwa Baron Valcov adalah Ayahku tapi nyatanya bukanlah Ayah kandungku adalah sesuatu hal yang membuatku sangat terkejut dan membingungkan tapi aku mencoba untuk mengambil hal positif!" ucap Melisha lagi.
"Paling tidak aku tidak sendirian di dunia ini. Aku masih memiliki seorang Ayah yang akan menjagaku!" ucap Melisha yang tersenyum getir.
Joseph yang merasa kasihan pun menarik nafas panjang lalu mengajak Melisha bicara di tempat lain karena melihat rekannya telah mulai bergerak ke arah mereka.
"Hah! Aku mengerti. Sepertinya banyak hal yang perlu kita bicarakan jadi bagaimana jika kita ke tempat lain sekarang, Nona?" ucap joseph yang melembut sambil mengulurkan tangannya untuk mengantar Melisha.
Melisha yang sangat senang karena semua usahanya datang jauh ke Kota Rinette membuahkan hasil yang bagus.p
"Tentu saja!" jawab Melisha dengan senyum lebar ceria.
Melisha yang pergi bersama Joseph ke sebuah restoran dengan memesan restoran sampai beberapa ke depan membuat keduanya sebagai satu-satunya pengunjung.
Melisha yang terkenal dengan reputasi sebagai wanita penyayang dan berhati malaikat mulai memainkan perannya untuk membuat dirinya terlihat lebih baik daripada Larietta.
"Aku tau jika berita ini juga pasti akan membuat Larietta terkejut sama sepertiku dan aku ingin memiliki hubungan yang baik dengannya." ucap Melisha yang menundukkan kepalanya sambil memegang cangkir teh yang ada di depannya.
"Kau tau bukan bahwa aku sangat ingin dekat dengan Larietta bahkan sebelum aku tau bahwa kami bersaudara dan saat aku tau rasa itu semakin besar karena sepertinya akan sangat menyenangkan bisa berbelanja dan pergi bersama saudara perempuanmu!" ucap Melisha memasang wajah sedih.
"Aku tau Larietta sangat membenciku tapi aku selalu berharap suatu saat nanti kami bisa saling menyayangi!" ucap Melisha lagi meneteskan air matanya.
Joseph yang akhirnya tersentuh dengan kebaikan Melisha dan sepenuhnya percaya dengan yang dikatakan oleh Melisha pun meminta maaf.
Joseph yang tadinya berpikir bahwa Larietta adalah korban sekarang justru berpikir sebaliknya dan berniat memberikan pelajaran kepada Larietta.
Di sisi lain, Larietta yang baru saja menyelesaikan kelasnya tiba-tiba melihat Theodore berjalan dengan tubuh yang sangat lemas.
__ADS_1
"Theo, apa kau sakit? Wajahmu terlihat sangat lelah?" tanya Larietta dengan ekspresi khawatir.
"Agh, a-aku baik-baik saja hanya kurang tidur karena banyak sekali tugas dari Professor!" ucap Theodore yang menutupi kenyataan bahwa dirinya bergadang mempersiapkan pembukaan Kafe Violet.
Theodore yang merasa jika hidup kembali setelah melihat Larietta di depannya pun memberikan sebuah informasi yang dikumpulkannya.
"Larietta! Apakah kau mendengar berita tentang Nona Valcov akhir-akhir ini?" tanya Theodore yang memperhatikan respon Larietta.
"Agh, aku tidak mendengar kabar apapun mungkin karena aku jarang memperhatikan sekitar terutama pada orang-orang yang tak penting menurutku!" ucap Larietta tidak peduli.
"Aku mengerti tapi aku akan tetap memberitaumu bahwa Nona Valcov dan Tuan Muda dari Kediaman Marquess Danzhweltz tampaknya telah menyelesaikan permasalahan keduanya dan bersiap untuk menggelar Pesta Pertunangan yang mewah!" tegas Theodore dengan sorot mata tajam.
Larietta yang tidak terkejut sama sekali seperti telah mengetahui bahwa Melisha dan Joseph akan tetap bersama pada akhirnya tidak memberikan reaksi apapun di depan Theodore.
Meskipun begitu Larietta yang masih memiliki sisa tenaga memberikan sedikit komentarnya tentang informasi yang didapatkannya.
"Hmmm, bukankah mereka adalah pasangan serasi, Theo? Seorang Tukang Selingkuh dan Seorang Penipu, keduanya adalah pasangan yang ditakdirkan dari Tuhan untuk bersama!" sindir Larietta dengan senyum merendahkan
Theodore yang mengingat semua yang dikatakan Larietta saat dirinya menjadi Master Z menyadari bahwa dirinya telah melakukan sebuah kesalahan.
Theodore yang akhirnya memahami bahwa Larietta adalah wanita yang kuat, hebat dan pintar sehingga berita yang beredar tak akan mempengaruhinya sama sekali.
Theodore yang telah salah menilai Larietta pun meminta maaf dengan mengulurkan tangannya mencium punggung tangan Larietta.
"Aku minta maaf padamu Larietta dan aku harap untukmu tidak melupakan Kediaman Duke Chartreux akan selalu mendukungmu!" ucap Theodore dengan senyum lembut.
"Terima kasih!" ucap Larietta tersenyum.
#Bersambung#
Apa yang sedang direncanakan kedua sisi? Sisi manakah yang rencananya akann berhasil? Larietta dan Theodore atau Melisha dan joseph? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1