Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 35. Countess Themrine


__ADS_3

Lorca yang melihat Larietta dari jauh langsung berlari menghampirinya dan menjawab pertanyaan yang tak sengaja di dengarnya.


"Benar sekali. Semua Murid Akademi berkumpul di Acara tersebut!"


"Ini mungkin Acara untuk Murid Baru Akademi Rinette tapi Acara ini menarik perhatian semua orang!"


Larietta yang terkejut dengan orang yang tiba-tiba berjalan di sampingnya langsung memasang wajah dingin dan tatapan mata tajam.


Lorca yang melihat ekspresi yang dibuat oleh larietta menjadi takut dan khawatir jika tindakannya membuat Larietta marah dan tersinggung sehingga buru-buru meminta maaf.


"Ma-maafkan aku. A-aku tidak bermaksud mengejutkan Nona. A-aku hanya...."


"Aku hanya ingin menyapa Nona da-dan aku tidak bisa menahan diri untuk menjawab pertanyaan Nona saat aku tau jawabannya!"


Larietta yang tidak mempermasalahkan sikap Lorca yang tiba-tiba muncul di sampingnya menjadi aneh tapi Larietta yang menyadari bahwa pandangan semua orang tertuju padanya langsung mengendalikan dirinya.


"Kau tidak perlu meminta maaf, Tuan Lorca. Kau tidak melakukan kesalahan apapun!"


"Disini sangat ramai dan aku tidak suka keramaian jadi bisakah kita bergegas masuk dan mencari tempat."


Lorca yang awalnya sedih dan cemas langsung berubah ceria saat mendapatkan tawaran dari Larietta yang tanpa disadarinya ada orang lain yang mengawasi keduanya sejak awal.


"Benarkah itu, Nona? Kalau begitu aku sangat senang mendengarnya!"


"Silahkan! Anda duluan, Nona Larietta!"


"Terima kasih!"


Theodore yang sebenarnya ingin menghampiri Larietta saat dirinya melihat Larietta berjalan sendirian langsung menghentikan langkahnya.


"Sial! Kenapa si mata empat itu menghampiri Larietta lebih dulu?"


"Hah! Aku sangat ingin menemui Larietta dan bicara padanya tapi jika aku kesana Larietta pasti akan merasa tidak nyaman!"


"Sebaiknya aku melihat dari jauh dan mencari kesempatan!"


Di saat yang sama, Ketua Akademi Rinette yang sedang berada di dalam ruangannya memanggil beberapa Professor untuk datang menemuinya.


"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkumpul disini di saat semuanya sedang sangat sibuk dengan Acara Penerimaan Murid Baru tapi..."


"Tapi hal yang harus aku katakan ini adalah hal yang sangat penting!"


Namun di saat Ketua Pavel menjelaskan alasannya seorang Profesor wanita dengan wajah yang mempesona dan tubuh yang seksi memotong perkataannya dengan wajah kesal


"Ada apa ini Ketua? Anda sudah tau jika kami sangat sibuk tau anda masih meminta kami berkumpul!"


Professor Zachary yang sudah bisa menebak alasan pemanggilan semua profesor oleh Ketua Pavel dengan cepat menutup mulut Profesor yang menurutnya sangat tidak sopan.

__ADS_1


"Sebaiknya kau menutup mulutmu Countess Themrine atau kau akan menjadi satu-satunya orang yang tak tau apapun disini!"


Countess Themrine adalah Kepala Keluarga Themrine, Yusria Pearl Themrine, dan juga Seorang Elementalis. Meskipun dirinya terlihat muda dan cantik di luar tapi sebenarnya telah berumur lebih dari enam puluh tahun.


"Hmmm, jangan bicara tidak sopan padaku Professor Zachary. Meskipun aku terlihat muda tapi aku adalah Seniormu!"


Ketua Pavel yang tidak ingin mendengarkan pertengkaran apapun mencoba menghentikan keduanya yang membuat keduanya bergegas meminta maaf.


"Hentikan kalian berdua!"


"Profesor Yusria, tolong jaga sikapmu disini!"


"Maafkan kami!"


Ketua Pavel yang merasa sedikit lega pun kembali duduk dan melanjutkan pembicaraannya yang tertunda hingga akhirnya membuat beberapa profesor yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut.


"Aku ingin menyampaikan bahwa tahun ini kita akan membuka empat kelas yaitu kelas pedang, kelas sihir, kelas administrasi dan kelas Elemen." ucap Ketua Pavel dengan ekspresi wajah serius.


"A-Apa? Benarkah itu Ketua?" teriak Countess Themrine.


"Ini sungguh berita yang sangat bagus karena sudah sangat lama Kelas Elemen ditutup!" ucap Profesor Lexion.


"Tapi apakah kita memiliki Murid untuk Kelas Elemen?" tanya Profesor Carl.


Ketua Pavel yang merasakan pandangan penasaran semuanya tertuju padanya pun menarik nafas panjang lalu mengatakan yang menjadi inti permasalahan.


"Kita berhasil menemukan seorang pengguna elemen dan anak itu akan menjadi Murid di Akademi kita tahun ini tapi ada sedikit masalah!" ucap Ketua Pavel.


"Benar! Master Elemen ini adalah Putri Tunggal Duke Boulois, Larietta Issabele De Boulois." tegas Ketua Pavel.


"A-Apa? Apa yang kau katakan itu sungguhan Ketua?" tanya Countess Themrine.


Countess Themrine yang pernah bertemu dengan Larietta di sebuah Acara memasang wajah tak percaya karena semua ingatan tentang pertemuan pertamanya dengan Larietta dapat teringat jelas.


Countess Themrine yang tak bisa berkata-kata saat melihat Larietta melepaskan amarahnya pada Seorang Pelayan yang membuatnya kesal.


"Hah! Bagaimana bisa gadis dengan kesabaran setipis tisu seperti itu adalah Master Elemen?" tanya Countess Themrine frustasi.


Profesor Zachary yang diam-diam mendengarkan ucapan Countess Themrine yang sangat kecil itu memilih mengabaikannya.


Ketua Pavel yang telah berjanji akan menjadi pendukung Larietta dan memenuhi semuanya pun mengatakan semuanya kepada semua Profesor.


"Aku rasa semuanya sudah mengetahui bahwa Master Elementalis sangatlah langka dan itu sangat berbeda dengan Master Pedang dan Master Sihir!"


"Oleh karena itu, saat aku mengetahui ada Seorang Master Elemen baru, aku langsung mengajukan penawaran untuk membuatnya bersedia memasuki Akademi Rinette!"


"Akademi Rinette akan memberikan semua dukungannya kepada Putri Boulois baik itu tempat tinggal, finansial dan perlindungan!"

__ADS_1


Countess Themrine yang mendengar ucapan Ketua Pavel pun terdiam dengan ekspresi wajah membatu sambil menggigit bibir bawahnya.


Profesor Zachary yang melihat ekspresi wajah tak senang di wajah Countess Themrine diam-diam mengawasi.


Beberapa jam belalu, Larietta yang memilih duduk di kursi belakang karena tak ingin menarik perhatian semua orang merasa sangat aneh.


"Hmmm, orang-orang ini! Apakah mereka tidak bisa bersikap biasa saja!"


"Kenapa mereka harus menunjukkan ketidaksenangan mereka padaku begitu nyata?"


Lorca yang tidak ingin duduk berjauhan dengan Larietta memilih untuk di samping Larietta begitupula dengan Theodore yang tiba-tiba muncul.


"Agh, duduk disini jauh lebih baik! Aku bisa menghindari serangga yang selalu bertebrangan!"


Larietta yang melihat Theodore berada disampingnya menjadi sangat terkejut tapi tak bisa menutupi perasaan bahagianya karena bisa bertemu dengan orang yang dikenalnya.


'Theo bukan salah satu karakter yang mendedikasikan dirinya pada Melisha di cerita Novel jadi tak ada informasi apapun tentangnya!'


'Meskipun begitu aku sangat senang karena dia ada disini!'


Larietta yang tidak menyangka jika Theodore adalah Murid Akademi Rinette menjadi penasaran dengan kelas yang diambilnya.


"Theo!" panggil Larietta.


"Hai, Larietta! Kita bertemu lagi!" balas Theodore dengan senyum lembut.


"Ya, tidak disangka ternyata kita akan bertemu lagi disini. Apakah kau juga Murid Baru Akademi Rinette?" tanya Larietta penasaran.


"Bukan! Aku dua tahun lebih awal darimu dan aku mengambil Kelas Pedang di Akademi Rinette!" jawab Theodore.


"Agh, jadi kau adalah Seniorku di Akademi Rinette Theo!" ucap Larietta.


Theodore yang mengetahui tradisi dari Akademi Rinette setelah Acara Penyambutan Murid Baru mengambil kesempatan itu untuk mencuri awal dari Lorca yang secara tidak langsung telah dianggapnya sebagai Rival.


"Larietta! Apakah kau tau jika setelah Acara ini berakhir, Akademi akan mengadakan Sebuah Pesta Dansa?"


"Jika kau masih belum memiliki pasangan, bolehkah aku mendapatkan kehormatan untuk menjadi pasanganmu?"


Larietta yang tidak mengetahui apapun tentang Pesta Dansa yang akan diadakan dengan cepat menerima tawaran Theodore.


'Aku adalah Murid Baru dan Theo telah dua tahun belajar di Akademi Rinette jadi lebih baik jika aku menerimanya karena Theo pasti akan membantuku saat Pesta Dansa!'


"Tentu saja! Ayo kita menjadi pasangan!"


Theodore yang senang Larietta tak menolak tawarannya langsung tersenyum penuh kemenangan yang membuat Lorca yang ada di samping Larietta mengepalkan tangannya erat.


"Kalau begitu aku akan meminta Pelayanku untuk mengirimkan Gaun dan menjemputnya nanti malam!"

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana akhir dari Pesta Dansa nanti? Akankah semuanya berjalan lancar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2