Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 21. Identitas Melisha Sebenarnya


__ADS_3

Joseph yang sangat terkejut mendengar pertanyaan Larietta dan melihat sikap dingin Duke Boulois pun ikut menjadi ragu.


Joseph adalah Putra Tunggal marquess Danzhweltz tapi bukan anak satu-satunya karena kenyataannya Joseph memiliki Adik Perempuan dari hasil perselingkuhan Marquess Danzhweltz.


"Joseph! Ini adalah adik perempuanmu, Irina. Perlakukan dia dengan baik!"


Joseph yang kehilangan Ibunya karena Marchioness mengalami depresi hingga akhirnya bunuh diri membuat Joseph sangat membenci orang-orang yang terlahir dari perselingkuhan.


"Orang yang terlahir dari darah kotor tak pantas untuk memasuki tempat ini!"


"Tinggalkan ruangan pesta ini atau aku akan membuat tangan dan kakimu patah saat duel denganku!"


"Jangan pernah menunjukkan batang hidungmu di hadapanku atau kau akan menerima akibatnya!"


Joseph yang tidak bisa menerima kematian Ibunya menjadikannya orang yang berbeda bahkan saat sebuah petunjuk tentang identitas Melisha terbongkar Joseph tak bisa menerimanya.


"Melisha!"


"Maafkan aku!"


"Aku tidak bermaksud meragukanmu tapi apakah yang menjadi perdebatan Larietta benar?"


"Apakah kau bukan Putri dari Baron Valcov tapi Putri tidak sah dari Duke Boulois?"


Melisha yang sangat terkejut pada pertanyaan Larietta dan sikap semua Bangsawan padanya langsung khawatir saat Joseph menanyakan kenyataan dari ucapan Larietta.


Melisha yang tau jika Joseph sangat membenci anak yang terlahir dari perselingkuhan membuatnya menutup rapat kenyataan.


"Apa kau meragukanku sekarang, Joseph?" tanya Melisha yang siap meneteskan air mata.


"Aku adalah Putri Baron Valcov bahkan nama belakangku adalah Valcov dan bukan Boulois!" tegas Melisha.


Melisha yang terkejut saat melihat seorang pria dengan pakaian yang sangat indah dan mahal menemuinya di Kediamannya yang hampir hancur merasakan familiar pada pria tersebut.


"Apakah anda Nona Valcov, Putri dari Baron Valcov?" tanya Duke Boulois dingin.


"I-iya!" jawabnya gagap.


Melisha yang dapat mengingat wajah pria yang ada di depannya karena wajahnya ada di dalam diari Ibunya pun bertanya-tanya.


"Ma-maaf! Apakah kau teman dari Ibuku?"


"Aku melihat wajahmu di dalam diarinya!"


Melisha yang sangat polos memberikan diari milik Ibunya begitu saja dan menyerahkan kotak yang selalu terkunci pada Duke Boulois.

__ADS_1


"Ini adalah diari dan kotak milik Ibuku, Tuan!"


Melisha yang tidak tau apapun menjadi semakin bingung saat kunci dari kotak yang terkunci dimiliki oleh Duke Boulois.


"Ko-kotaknya terbuka?"


Duke Boulois yang tiba-tiba memasang wajah sedih sambil memeluk diari dan sepucuk surat yang terkunci di dalam kotak pun menatap Melisha dengan penuh kasih sayang.


"Apakah kau Melisha Valcov?" tanya Duke Valcov.


"Ya!" jawab Larietta tegas.


"Aku adalah Ayah kandungmu!" ungkap Duke Valcov sambil memeluk Melisha.


Melisha yang dibawa ke Kediaman Duke Boulois dalam keadaan bingung ternyata tak mendapatkan sambutan baik dari semua orang bahkan Pelayan memperlakukannya sangat buruk.


"Kenapa aku dibawa kemari tapi diperlakukan sangat buruk?"


"Kenapa mereka semua memperlakukan dengan tidak adil?"


Melisha yang menangis di dalam kamarnya pun mengambil diari dan surat milik Ibunya yang tak berani disentuhnya lalu membacanya perlahan.


Melisha yang sangat terkejut dan tak percaya dengan kenyataan yang ada diketahuinya mulai mempertanyakan nasibnya.


"Ja-jadi selama ini, orang yang aku anggap Ayahku ternyata adalah orang asing!"


"Aku juga berhak atas semua ini! Aku juga memiliki darah Duke!"


"Aku akan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku dan hakku!"


Melisha yang telah membuat tujuan hidupnya menghapus air matanya lalu berjalan menemui Duke Boulois yang ada di ruang kerjanya.


"Du-Duke! Bolehkah saya masuk?" tanya Melisha.


"Masuklah!"


Melisha yang tau bahwa hanya Duke Boulois yang dapat mengubah nasibnya di Kediaman itu pun mencoba mengambil hatinya dengan bersikap lemah.


"Ada apa Melisha? Kenapa kau datang?" tanya Duke Boulois lembut.


"Me-Melisha mohon Duke, tolong biarkan Melisha kembali ke Kediaman Baron Valcov!" ucap Melisha sambil berlutut.


"Melisha tak pantas berada disini!" ungkapnya lagi.


Duke Boulois yang tidak ingin Melisha pergi bergegas pergi ke arah Melisha dan membantunya berdiri lalu meyakinkannya untuk tinggal.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Apakah Pelayan merendahkanmu? Apakah Larietta dan Duchess mempersulitmu?"


"Kumohon jangan pergi. Kau satu-satunya yang ditinggalkan Bella padaku! Aku tak tau harus mengatakan apa padanya nanti di surga jika aku menelantarkanmu!"


Melisha yang mendapatkan keinginannya menjadikan rasa cinta Duke Boulois padanya dan rasa bersalah padanya untuk mendapatkan kekuasaan.


Melisha yang mengetahui bahwa anak tidak sah akan selalu ditolak di Pergaulan Kelas Atas meminta Duke Boulois menutup rapat identitasnya yang sebenarnya.


"Jika Tuan Duke sungguh ingin aku tetap disini maka jangan katakan pada orang-orang aku adalah Putrimu!"


"Biarkan aku tinggal disini sebagai tamu dan jadilah Godfather untukku!"


"Lalu pada saatnya tiba angkatku sebagai Putrimu dan jadikan aku bagian dari Duke Boulois!"


Duke Boulois yang menerima permintaan Melisha tanpa syarat membuat Melisha sangat bahagia dan sikap Duke yang selalu berpihak padanya membuat kehidupannya di Kediaman Duke membaik.


Kemudian saat Melisha jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Joseph memutuskan untuk menjadikan Joseph miliknya.


Namun Melisha yang tau jika Joseph memiliki masa kelam dengan anak tidak sah dari Marquess Danzhweltz membuatnya bersumpah untuk menutup rapat kenyataan itu.


Melisha yang tak ingin kehilangan Joseph karena perkatan Larietta memutuskan untuk tidak menolak ataupun meminta Joseph menjauh.


"Ma-Maafkan aku! Ini semua karenaku! Jika saja aku tidak menerima tawaran Duke maka semua ini tak akan terjadi!"


"Larietta tak mungkin meragukan identitasku dan Larietta tak mungkin menjadi seperti ini!"


"Ini semua karena keserakahanku yang tak seharusnya memiliki hati pada pria yang telah bertunangan!"


"Maafkan aku, Joseph! Sebaiknya mulai sekarang kau jauhi aku!"


Joseph yang tidak menyangka jika memiliki perasaan yang sama dengannya dan hanya berbohong selama ini karena merasa tidak nyaman dengan Larietta menjadi sangat bahagia.


"Kau tidak serakah Melisha! Kau hanya memperjuangkan cintamu dan aku pun akan melakukan hal yang sama!"


"Aku akan membatalkan Pertunanganku dengan Larietta dan menjadikanmu milikku seutuhnya!"


"Aku akan bicara pada Ayahku dan semuanya akan segera membaik!"


Melisha yang tidak menyangka Joseph sungguh melakukan seperti yang diinginkannya pun memeluk joseph.


Joseph yang melupakan kode yang diberikan Larietta tentang identitas Melisha sebenarnya pun memeluk Melisha dengan erat dan menciumnya.


"Aku mencintaimu Joseph!"


"Aku pun sangat mencintaimu Melisha!"

__ADS_1


#Bersambung#


Akankah Marquess Danzhweltz sungguh akan menerima permintaan Joseph? Akankah Pertunangan antara Larietta dan Joseph dibatalkan? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2