
Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota yang terlihat megah dan mewah ternyata tidak menarik bagi Larietta.
Larietta yang telah siap dengan segala yang akan terjadi padanya pun memutuskan untuk kembali ke Kediaman Duke.
Theodore yang khawatir pada Larietta memberikan saran kepada Larietta untuk menginap di tempat lain tapi ditolak dengan tegas oleh Larietta.
“Terima kasih untuk sarannya tapi aku lebih memilih untuk kembali dan menghadapi apapun yang terjadi!” tegas Larietta.
“Kau telah membuat keputusan dan aku tidak bisa mengubahnya. Aku harap kau tidak menolak untuk aku mengantarmu kembali!” bujuk Theodore.
“Maafkan aku Theo tapi aku juga harus menolak tawaranmu! Aku akan kembali sendiri dengan kereta kuda yang aku naiki saat kemari!” tegas Larietta.
Theodore yang tidak bisa memaksa Larietta pun menyerah sambil menggigit bibir bawahnya lalu mengantar Larietta sampai di kereta kudanya.
Larietta yang baru saja sampai di Kediaman Duke Boulois tidak menyangka jika dirinya akan langsung dipanggil ke ruang kerja Duke.
“Maafkan saya Nona tapi anda dipanggil Tuan ke ruang kerjanya sekarang!” ucap Arman, Butler Kediaman Duke Boulois.
“Baiklah! Aku akan segera kesana setelah mengganti pakaianku!” jawab Larietta.
“Tuan meminta Nona untuk segera ke ruang kerjanya tepat setelah anda sampai!” balas Arman.
Larietta yang sangat kesal karena tidak diberi kesempatan untuk beristirahat meski hanya sebentar saja menahan diri dan berjalan mengikuti Arman.
Larietta yang dibawa ke ruang kerja melihat Melisha yang sedang menangis dan Duchess yang sedang menenangkannya membuat Larietta ingin berkata kasar tapi memilih diam.
Duke Boulois yang melihat Larietta tetap berada di ruang pesta sementara Melisha kembali dengan wajah sedih menjadi sangat marah.
Duke Boulois yang juga tidak terima dengan sikap Larietta yang mengabaikan perintahnya dan membuat nama baik Keluarga Duke Boulois menjadi hancur menjadi marah.
“Larietta apakah kau mengakui kesalahanmu?” tanya Duke Boulois.
“Kesalahan? Kesalahan apa yang aku perbuat Tuan Duke yang terhormat? Aku tidak melakukan kesalahan apapun!” ucap Larietta cuek.
Duke Boulois yang sangat kesal dengan sikap Larietta pun memukul meja yang ada di depannya hingga memiliki cap lima jari di meja tersebut.
Melisha yang tau jika Duke Boulois sedang memberikan peringatan terakhir kepada Larietta tidak ingin Larietta menyerah dan masalah yang dibuat Larietta selesai begitu saja pun langsung berlari dan berlutut di samping Larietta.
“Ini bukan salah Nona Larietta, Tuan Duke! Ini semua salahku, tolong jangan bertengkar lagi!” ucap Melisha dengan wajah memelas dengan air mata.
Larietta yang melihat akting Melisha yang terlihat sangat menjiwai ingin sekali bertepuk tangan dan memberikan pujian.
__ADS_1
‘Wow! Jika Melisha terlahir di kehidupanku yang lalu, aku yakin dia pasti bisa menjadi aktris terkenal dengan aktingnya itu!’
‘Hmmm, kau ingin Duke semakin marah padaku, bukan? Jadi aku akan mengabulkan permintaanmu karena aku sudah tidak ingin tinggal di tempat ini lagi!’
Larietta yang tidak berniat untuk mengalah ataupun menyerah tanpa perlawanan lagi pun mengikuti skenario Melisha.
“Nona Valcov sudah mengakui kesalahannya Tuan Duke jadi aku sudah terbukti tidak bersalah.”
“Nona Valcov sudah mengaku menjadi wanita penggoda. Dia menggoda Joseph dan berniat mengambil Tunanganku lalu menunjukkannya pada semua orang. Oleh karena itu, dia menerima ajakan Joseph!”
Melisha yang tidak menyangka jika Larietta akan mengatakan semua yang direncanakannya secara langsung menjadi terkejut hingga berhenti menangis begitupula dengan Duke dan Duchess yang terdiam dengan perkataan Larietta.
Larietta yang sengaja ingin memancing kemarahan Duke Boulois memutuskan untuk melakukan hal gila yang seharusnya dilakukan Larietta sebagai Pemeran Antagonis.
Larietta yang melihat satu teko teh di atas meja tak jauh darinya pun berjalan ke arah meja lalu mengambil teko tersebut dan menyiramkan air tersebut ke kepala Melisha.
Air teh yang jatuh dari atas kepala Melisha pun turun membasahi gaun Melisha hingga membuat Larietta yang sedang dalam posisi berlutut tak tahan dan berdiri.
“Larietta!” ucap Melisha dengan nada yang meninggi.
Larietta yang tidak senang Melisha bicara padanya dengan sikap seolah dirinya memiliki kekuasaan pun menampar pipi Melisha dengan sangat keras.
“Jaga sikapmu Nona Valcov! Jangan kau tinggikan nada suaramu di hadapanku! Kau hanyalah anak seorang Baron miskin yang status Bangsawannya telah jatuh!”
Pipi Melisha yang awalnya mulus berubah menjadi memerah dengan cap lima jari dari Larietta yang membuat Larietta tersenyum puas.
‘Sekarang kau tak akan bisa meninggalkan kamarmu untuk satu minggu ke depan dan kau akan merasakan nyeri di tempat aku menamparmu setiap malam!’
Duke Boulois yang melihat Larietta menyirami Melisha dengan teh dan menampar wajah Melisha pun menjadi sangat marah.
“Larietta Issabele De Boulois!”
Larietta yang tidak peduli dengan kemarahan Duke Boulois pun melemparkan teko yang ada di tangannya ke lantai hingga membuat Duchess dan Melisha menjadi terkejut dengan ekspresi wajah tak percaya.
“Kenapa Tuan Duke? Apakah ada yang salah dengan ucapanku?” tanya Larietta.
Duke Boulois yang kesabarannya telah habis pun ingin menampar balik Larietta tapi terhenti saat mendengar Larietta bicara.
“Agh, apakah Tuan Duke akan menampar Putrinya karena aku menampar seorang tamu yang mencuri Tunangan Putrinya sendiri?” sindir Larietta.
Duke Boulois yang tidak bisa membuat ucapan Larietta menghancurkan nama baik Melisha pun menahan dirinya.
__ADS_1
“Kembali ke kamarmu sekarang dan kau dilarang keluar hingga seminggu hari ke depan!”
Larietta yang tidak akan menerima hukuman begitu saja terutama karena dirinya tidak melakukan kesalahan apapun pun mempertanyakan integritas Duke Boulois.
“Aku tidak melakukan kesalahan apapun jadi kenapa aku harus dikurung selama satu minggu sementara orang yang sebenarnya bersalah justru bebas melakukan apapun!”
“Apakah ini yang dinamakan keadilan?”
Melisha yang mendengar pertanyaa Larietta tentang keadilan pun mendidih hingga kedua tangannya terkepal dengan sangat erat.
‘Kita sama-sama Putri Seorang Duke tapi kau sejak lahir diperlakukan seperti Putri sementara aku seperti Babu!’
‘Kau mendapatkan semua yang kau inginkan dengan mudah sementara aku harus bekerja dengan sangat keras!’
‘Kau memiliki semuanya sejak lahir sementara aku tak memiliki apapun untukku!’
‘Apakah itu namanya keadilan? Jika ini adalah keadilan maka aku akan mengubahnya menjadi adil menurutku!’
Duke Boulois yang tidak bisa menahan dirinya lagi pun mengusir Larietta dari Kediaman Duke Boulois dan Larietta yang tidak ingin tinggal lebih lama lagi menggunakan kesempatan untuk melepaskan diri.
“Kau mempertanyakan keadailan padaku lalu apa kau pikir kau bisa tinggal di luar sana sendirian!” teriak Duke Boulois.
“Tentu saja aku bisa. Kenapa tidak?” tegas Larietta percaya diri.
“Baik, kalau begitu tinggalkan Kediaman ini dan kau bukan lagi bagian dari Keluarga Duke Boulois!” ucap Duke Boulois serius.
Duchess Boulois yang mendengar Larietta diusir dengan cepat menolaknya sementara Melisha tersenyum penuh kemenangan.
“Tidak!” teriak Duchess Boulois.
“Suamiku, tolong tarik kembali keputusanmu! Larietta hanya salah bicara dan dia tidak serius!” ungkap Duchess Boulois dengan wajah khawatir.
Laritetta yang tak ingin Duke Boulois merubah keputusannya dan kesempatannya untuk bebas hilang begitu saja dengan cepat menyankal pernyataan Ibunya.
“Aku tidak salah bicara, Ibu. Aku mengatakan kebenarannya!” ucap Larietta dingin.
“Aku akan meninggalkan Kediaman ini keesokan paginya dan aku tidak akan pernah kembali kemari!”
Larietta yang merasa sangat lelah dan tak ingin berdebat lagi pun berbalik arah lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan anggun dan kepala terangkat ke atas.
#Bersambung.
__ADS_1
Apakah Larietta sungguh membuat keputusan yang tepat? Apakah Larietta sungguh-sungguh akan meninggalkan Kediaman Duke Boulois saat matahari terbit? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...