Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 25. Gosip Besar


__ADS_3

Theodore yang sedang berada di Markas Asosiasi Eagle Eyes dengan identitas sebagai Tuan Z yang terkenal dingin ternyata tak bisa menjaga ketenangan saat Olivier menyampaikan kabar tentang Larietta.


“Tuan Muda, Putri Larietta telah diusir dari Kediaman Duke Boulois dan pagi ini beliau akan meninggalkan Kediaman itu!” ucap Olivier datar.


“Apa? Apakah Larietta telah meninggalkan Kediaman Duke sekarang?” tanya Theodore terkejut.


“Berdasarkan informasi, Putri Larietta akan segera pergi!” jawab Olivier.


“Sial! Kenapa informasi ini sangat telat?” gumam Theodore kesal.


“Olivier! Aku ingin kau disiplinkan semua informan! Aku tak ingin hal seperti ini terjadi lagi terutama informasi tentang Larietta!”


Theodore yang sangat marah dan kesal dengan sikap Duke Boulois yang lebih berpihak pada Melisha pun memberikan tugas khusus kepada Olivier sebelum kepergiannya.


“Olivier! Bocorkan informasi tentang Melisha Valcov kepada semua orang dan lakukan dengan rapi!”


“Ingat untuk tidak membuat reputasi Melisha Valcov dan Kediaman Duke Boulois hingga terjatuh ke tanah!”


“Baik, Tuan!” ucap Olivier patuh.


Theodore yang tak bisa membiarkan Larietta pergi begitu saja langsung mengganti identitasnya dan pergi ke Kediaman Duke Boulois dengan tatapan mata yang tajam dan wajah dingin.


‘Tunggu aku Larietta! Aku akan segera datang untuk menolongmu!’


Sementara itu, Olivier yang pergi menemui beberapa Informan dari Asosiasi Eagle Eyes langsung memberikan tugas yang diberikan oleh Theodore.


"Langsung sebarkan berita ini ke semua orang dan semua kalangan!"


"Jangan lewatkan satu tempat pun dan jadikan berita ini menjadi headline utama!"


"Buatlah pernyataan tentang keraguan identitas Nona Melisha Valcov yang merupakan Putri Baron Valcov!"


"Sebarkan gosip seolah Baroness Valcov memiliki hubungan gelap dengan Duke Boulois dan Nona Melisha Valcov adalah hasil dari hubungan terlarang mereka!"


"Sebarkan juga bahwa Duke Boulois bersikap tidak adil kepada Nona Larietta sehingga membuat Nona Larietta meninggalkan Kediaman Duke!"


Informan yang berasal dari berbagai jenis kelamin, umur dan profesi membuat berita tentang Melisha dan Duke Boulois tersebar sangat cepat.


Lalu Informan yang berkeja sebagai Pelayan membagikan gosip tersebuat ke sesamanya dan juga Nona serta Nyonya Bangsawan yang dilayaninya.


"Apakah kau sudah mendengar gosipnya bahwa Nona Melisha Valcov adalah anak tidak sah Duke Boulois?"


"Aku juga mendengarnya dan karena itu juga Nona Larietta meninggalkan Kediaman Duke!"


"Sungguh kasihan sekali Nona Larietta!"


"Nyonya! Nona! Ada gosip terbaru dari Kediaman Duke Boulois dan katanya Nona Melisha yang dikatakan sebagai tamu ternyata Putri tidak sah Duke dengan Pelayan!"


Hanya dalam waktu hitungan beberapa jam semua orang mengetahui gosip yang beredar hingga membuat banyak orang membicarakan tentang asal usul Melisha dan kepergian Larietta yang meninggalkan Kediaman Duke.


Bahkan cerita tentang Joseph yang tergoda oleh Melisha di Acara Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota menjadi perbincangan dan hal itu sampai ke telinga Marquess Danzhweltz.

__ADS_1


Karlior Isar Danzhweltz adalah Marquess Danzhweltz yang merupakan Komandan Kesatria Istana Kerajaan dan juga Ayah kandung dari Joseph.


Marquess Danzhweltz yang tidak senang akan sesuatu yang akan menghancurkan reputasi Kediaman Maequess Danzhweltz menjadi sangat kesal.


"Apa maksud semua omong kosong ini? Apakah Joseph sungguh memilih wanita kelas rendah seperti itu daripada Putri Sah Duke Boulois?"


"Aku tidak bisa menerima ini! Joseph harus segera mengkonfirmasinya atau reputasi Kediaman Marquess Danzhweltz akan ikut hancur!"


"Panggil Joseph sekarang!"


"Baik, Tuan Marquess!" jawab Butler sopan.


Di saat yang sama Joseph yang ingin menepati janjinya dengan Melisha untuk menjadikannya wanitanya satu-satunya berniat menemui Ayahnya.


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! Aku tidak bisa bersama Larietta! Hatiku telah memilih Melisha sebagai cintaku!"


"Aku harus segera menemui Ayah untuk membatalkan Pertunangan dengan Larietta dan mengirim Lamaran kepada Melisha!"


Butler yang telah sampai di kamar Joseph pun mengetuk dengan sopan dan menyampaikan perintah.


"Tuan Muda, Tuan Marquess memanggil anda ke ruangannya sekarang!" ucap Butler datar.


"Ayah memanggilku? Baiklah. Aku kesana sekarang. Lagipula ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya!"


Joseph yang tak tau suasana hati Marquess Danzhweltz yang buruk dengan percaya diri memasuki ruangan dan menyatakan keinginannya.


"Ayah! Aku senang kau memanggilku karena ada yang ingin aku katakan padamu!"


Marquess Danzhweltz yang tidak menyangka jika Putranya sangat bodoh menjadi sangat marah hingga tak bisa menahan dirinya untuk menampar wajah Joseph.


Joseph yang terkejut dengan perlakuan Marquess padanya membuka mata sangat lebar dengan ekspresi wajah tak percaya.


Joseph yang ingin protes dengan perlakuan marquess langsung terdiam saat Marquess Danzhweltz menunjukkan berita yang ada di surat kabar.


"Apakah kau sudah gila?"


"Apakah otakmu sudah tidak bekerja lagi?"


"Apakah kau tidak memikirkan dirimu sendiri makanya kau meminta hal yang tidak masuk akal?"


Joseph yang membaca setiap berita yang ada di dalam surat kabar menjadi sangat terkejut dan menatap Marquess dengan ekspresi meminta penjelasan.


'Bagaimana bisa berita ini menjadi begitu besar?'


'Apa maksud semua ini? Apakah Melisha berbohong padaku? Tapi Melisha bukanlah wanita seperti itu!'


Marquess yang memahami perdebatan yang ada di dalam pikiran Joseph pun menarik nafas panjang lalu kembali ke tempat duduknya.


"Kau sangat tidak menerima keberadaan Irina sebagai bagian dari Kediaman Marquess Danzhweltz karena dia adalah anak yang terlahir dari Perselingkuhan!"


"Lalu bagaimana denganmu yang bahkan ingin menjadikan Putri dari hasil Perselingkuhan sebagai wanitamu. Apakah kau bersikap tidak adil pada Irina?"

__ADS_1


Joseph yang mendengar pertanyaan dan sindiran yang ditunjukkan padanya hanya bisa menundukkn kepalanya dengan tangan terkepal erat.


"Jangan masuk ke dalam jebakan wanita yang terlihat polos seperti kelinci putih tapi ternyata rubah yang sangat licik!"


"Aku tidak akan pernah membatalkan Pertunanganmu dengan Larietta dan aku pun tak akan menerima wanita yang berdarah rendah seperti itu selama hidupku!"


Di tempat yang berbeda, Larietta yang berniat pergi ke Kota hingga sampai di tempat peristirahatan pertama menjadi terkejut saat melihat sebuah kereta kuda yang tiba-tiba berhenti di depannya.


“No-Nona!”


Larietta yang tidak menyangka Theodore akan muncul di hadapannya dan menjadi orang pertama yang ditemuinya setelah meninggalkan Kediaman Duke Boulois memasang wajah terkejut.


“The-Theo!”


Theodore yang menggunakan sihir teleportasi dan tidak memperhatikan penampilannya dengan cermat membuatnya terlihat sangat seksi saat menyisir rambutnya ke belakang di hadapan Larietta.


“Larietta! Kenapa kau tidak memberitauku saat kau ingin meninggalkan Kediaman Duke? Bukankah kita sepakat untuk menjadi teman? Hah!”


Larietta yang terpesona dengan ketampanan Theodore menjadi malu hingga wajahnya berubah menjadi merah lalu mengalihkan wajahnya ke arah lain.


“Ma-Maaf! Kejadiannya terlalu cepat jadi aku...!”


Theodore yang sangat sedih dan kecewa pun menarik nafas panjang dan mengalah lalu menawarkan bantuan.


“Hah! Baiklah! Aku mengerti!”


“Aku tidak akan membahas hal ini lagi lebih jauh tapi aku harap kau tidak akan menolak bantuanku untuk mengantarmu!”


“Izinkan aku membantumu, Larietta!”


Larietta yang tak ingin membuat orang lain terbebani karenanya dengann tegas menolaknya tapi Anna yang tak tau apapun bergegas menerima bantuan tersebut.


“Maafkan aku tapi aku tidak bisa menerimanya!” tegas Larietta.


“Nona! Terima saja tawaran Tuan Muda Chartreux!” ucap Anna.


Larietta yang terkejut dengan Anna yang bicara dengan cepat menghentikannya tapi Anna yang memasang wajah memelas membuat Larietta menyerah.


“Anna! Kita tidak bisa merepotkan orang lain!” ucap Larietta yang membuat Anna cemberut.


“Kau tidak merepotkanku sama sekali! Aku akan merasa sangat senang jika kau mau menerima bantuanku!” jawab Theodore buru-buru.


“Lihatlah Nona! Tuan Muda Chartreux pun tidak keberatan sama sekali!” timpal Anna.


“Hah! Baiklah! Mohon bantuannya Theod!” ucap Larietta pasrah.


“Serahkan saja padaku!” jawab Theodore tersenyum bahagia.


#Bersambung#


Keputusan apa yang akan dibuat Joseph nantinya? Apakah Joseph akan tetap memilih Melisha atau menyerah? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2