
Joseph yang tidak terima wanita yang dicintainya dihina dan dipermalukan di depan semua orang oleh wanita yang sangat dibenci menjadi marah.
"Larietta!" teriak Joseph.
Theodore yang masih berdiri di samping Larietta dan hanya diam saja sejak awal pun mulai bereaksi tapi dihentikan oleh Larietta segera.
"Kau tidak perlu ikut campur Theo. Aku bisa menangani ini sendiri!" ucap Larietta dingin.
"Baiklah. Aku serahkan semuanya padamu dan jika kau membutuhkan sesuatu jangan lupa bahwa aku akan selalu ada di sisimu!" ungkap Theodore serius.
"Tentu saja! Terima kasih!" Jawab Larietta singkat.
Larietta yang sudah sangat muak dengan sikap Joseph yang tidak punya pendirian pun menyindir Joseph dengan senyum kecil dan tatapan mata menghina.
"Ada apa Joseph? Apa kau marah? Apa kau tidak senang jika aku menghina Nona Valcov?" sindir Larietta.
Melisha yang hanya diam melihat Joseph membelanya dan Larietta yang terus menghina dirinya akhirnya tak tahan lalu mengeluarkan air mata dan memasang wajah sedih untuk membalas Larietta.
"Tidak! Kenapa kau mengatakan ini padaku Larietta? Kenapa kau menyalahkanku dan menjadikanku penjahatnya?"
"Jika kau tidak senang aku didampingi oleh Joseph, kau bisa katakan padaku. Aku pasti akan menolaknya dan akan senang melihatmu dan Joseph bersama!"
Larietta yang mendengar Melisha dengan mudahnya menangis dan memutar balikkan fakta kemudian menjadikannya penjahat karena menjadi penghalang pada dua orang yang saling mencintai untuk bersatu tersenyum sinis.
Larietta yang melangkah maju ke arah Melisha pun mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap air mata yang keluar di wajah Melisha dengan lembut.
"Nona Valcov! Hapus air matamu yang berharga itu!"
Melisha yang tidak menyangka Larietta dapat bersabar dan menahan diri menjadi sangat terkejut hingga membuat tubuhnya menjadi kaku.
"Nona Valcon, sepertinya kau telah salah paham pada ucapanku!"
"Meskipun kau memberikan Joseph padaku, aku pun tak akan mau menerimanya kembali karena aku tak biasa menerima sesuatu yang telah dipakai oleh orang lain!"
"Pria yang bahkan tak bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan melindungi wanita yang dicintainya. Aku sangat tidak menyukainya!"
__ADS_1
Melisha yang tidak menyangka Larietta menolak Joseph pun mengedipkan mata beberapa kali dan menatap tidak percaya yang membuat Larietta sangat senang dan menikmati ekspresi itu.
'Terkejut bukan? Jangan khawatir Melisha aku masih memiliki hal lain yang akan membuatmu semakin terkejut!'
Joseph yang merasa harga dirinya dipertanyakan di hadapan orang-orang menjadi marah tapi sebelum Joseph mengatakan sesuatu Duke Boulois yang diam saja menyatakan ketidaknyamanannya.
"Larietta! Apa yang kau bicarakan?"
"Apakah belum cukup kau mempermalukan Kediaman Duke Boulois dan sekarang kau menjadikan Kediaman Marquess Danzhweltz bahan tertawaan?"
Larietta yang melihat Duke Boulois dengan teguh menutupi kesalahan Melisha dan membuatnya menjadi terdakwa menjadi kesal.
'Hah! Tuan Z kali ini prediksimu salah!'
'Ayahku yang dingin ini bukannya tidak tau apapun!'
'Aku yakin dirinya mengetahui semua kenyataan tentang identitas asli Melisha!'
Larietta yang merasa kasihan pada Larietta yang asli yang selalu mengharapkan kasih sayang dari Ayah yang bahkan tak pernah menganggapnya sebagai Putri menjadi semakin emosi.
Larietta yang tidak diam saja melihat Melisha tersenyum puas diam-diam saat Duke Boulois membelanya dan menyalahkan Larietta pun memasang wajah sedih lalu mengeluarkan air mata.
Larietta yang tak pernah menunjukkan sisi lain dari dirinya pada semua orang pun membuat semua orang yang hadir terkejut dan merasa kasihan
"Kenapa? Kenapa Ayah melakukan ini pada Larietta?"
"Kenapa Ayah selalu menyalahkan Larietta untuk semua kesalahan yang tidak pernah Larietta lakukan?"
"Kenapa Larietta yang disalahkan saat Joseph tergoda pada wanita lain dan memilih wanita itu?"
"Kenapa Ayah selalu membela Melisha dan mengabaikan Larietta?"
"Larietta adalah Putri kandung Ayah, Putri Tunggal Duke Boulois!"
"Melisha hanya tamu dan dia datang ke Kediaman Duke karena rasa bersalah Ayah!"
__ADS_1
"Ta-tapi kenapa Ayah memperlakukan Melisha berbeda?"
"Apakah Melisha sungguh hanya tamu di Kediaman Duke Boulois, Ayah?"
Melisha yang mendengar Larietta mempertanyakan identitasnya pada Duke Boulois di depan semua orang mengubah wajahnya menjadi pucat.
Duke Boulois yang tidak bisa membiarkan Larietta menyebarkan gosip buruk tentang Kediaman Duke Boulois menjadi marah
Duke Boulois yang tak bisa menahan amarahnya pun mengangkat tangannya dan bersiap untuk menampar Larietta.
Larietta yang sudah bersiap menerima pukulan dari Duke Boulois pun menutup matanya tapi rasa sakit dari tamparan yang dipikirnya akan dirasakan ternyata tak kunjung datang.
Larietta yang penasaran dengan yang terjadi pun membuka matanya dan melihat Theodore berdiri di hadapannya dan menahan tangan Duke Boulois yang siap memukul dirinya.
"The-Theo....!" gumam Larietta.
Theodore yang menyembunyikan identitas lain dirinya sebagai Tuan Z sangat mengetahui kenyataan yang diungkapkan Larietta.
Theodore yang tidak bisa melihat Larietta kembali pada posisis terendahnya saat kenyataan buruk itu terbongkar menjadi sangat marah.
"Tuan Duke, harap anda menjaga etika anda! Ini adalah Istana! Pesta Ulang Tahun Yang Mulia Putra Mahkota!"
Duke Boulois yang kemudian sadar dengan yang telah dilakukannya pun menarik tangannya lalu berbalik arah dan pergi meninggalkan ruangan pesta.
Duchess Boulois yang melihat Larietta yang menangis ditenangkan oleh Theodore ikut merasakan kesedihan dalam setiap kata-kata Larietta.
"Pu-Putriku....!"
Namun Duchess Boulois yang tidak bisa melihat sikap dingin dari Suaminya pun mengepalkan tangannya lalu berbalik arah dan berjalan mengikuti Duke Boulois meninggalkan ruangan pesta.
Larietta yang melihat sikap Duke dan Duchess Boulois yang begitu dingin dan tak peduli perasaan Putrinya menatap kecewa.
#Bersambung#
Bagaimana tanggapan Joseph setelah mendengar pertanyaan Larietta? Apakah Joseph akan masih mencintai Melisha setelah semua yang terjadi? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1