Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 51. Tahanan Rumah


__ADS_3

Melisha yang tak ingin kehilangan semua kemewahan dan hidup bahagianya memutuskan untuk menemui Duke Boulois untuk meminta bantuan.


Melisha yang mengerahkan energi terakhirnya langsung berdiri dan berlari menuju ruang kerja Duke saat Duchess Boulois sedang bicara dengan Pelayannya.


'Aku tak akan menerima saja hidup yang sama seperti saat Baron Valcov masih hidup!'


'Aku tak ingin makan makanan hambar dan memakai gaun tipis dengan kualitas rendah!'


'Aku harus menemui Tuan Duke dan memohoh perlindungannya!'


Melisha yang tak akan menyerah dengan keadaan menggunakan sisa tenanga terakhirnya untuk dapat menemui Duke.


Namun Melisha yang kakinya keseleo saat terjatuh di hadapan Larietta tidak bisa berlari dengan baik hingga membuat Kesatria yang mengejarnya dapat menangkapnya dengan sangat mudah.


Melisha yang terus memberontak membuat Kesatria kesulitan sehingga tak bisa menahan dirinya untuk memukul Melisha.


Melisha yang terkejut karena tamparan yang tak pernah dirasakannya lagi setelah kematian Baron Valcov pun terdiam di tempatnya.


Melisha yang tidak dapat melepaskan diri tangan dua Kesatria yang memiliki perbedaan kekuatan dengannya membuat Melisha harus menyerah.


"Hah! Aarrrgghhh!"


Melisha yang kehabisan tenaganya pun diseret secara paksa ke hadapan Duchess Boulois tapi tidak disangka pandangan mata Melisha melihat Mary yang sedang bersembunyi di balik dinding dengan wajah ketakutan.


'Mary! Aku bisa memintanya untuk menemui Ayah dan mengatakan semua yang terjadi padaku!'


'Aku yakin Ayah pasti akan langsung berlari ke tempatku dan melindungiku karena aku adalah Putri yang terlahir dari wanita yang dicintainya!'


Melisha yang merasa memiliki kesempatan terakhir untuk meminta bantuan menyadari bahwa Kedua Kesatria yang memegang tangannya telah melemah.


Melisha yang menggunakan giginya menggigit salah satu tangan Kesatria pun akhirnya berhasil melarikan diri dan pergi ke tempat Mary berada.


"Mary, tolong, tolong temui Ayahku dan katakan padanya yang kau lihat! Aku mohon padamu!"


Namun sebelum Melisha berhasil menyelesaikan kalimatnya kedua kesatria yang telah berhasil mengetahui keberadaannya bergegas menangkap Melisha.


"aarrghg! Tidak! Lepaskan aku!"


Melisha yang langsung diseret ke hadapan Duchess terus memberontak hingga membuat Duchess Boulois marah dan menampar sisi lain dari pipi Melisha.

__ADS_1


"Sungguh merepotkan sekali!"


Mary yang langsung bersembunyi karena rasa takut tak ingin ketahuan Duchess Boulois pun berlari ke ruang kerja Duke menuruti permintaan Melisha.


'Aku harus pergi! Aku harus cepat sampai di ruang kerja Tuan Duke!' pikir Mary dengan tubuh bergetar ketakutan.


Sementra itu, Duchess Boulois yang menjadi semakin marah kepada Melisha karena terus mencoba melawan perkataan dan perintahnya.


Kesatria yang merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Melisha dengan baik hingga membuat Melisha beberapa kali berhasil kabur langsung meminta maaf kepada Duchess.


"Nyonya Duchess, maafkan kami. Kami terpaksa menampar wajah Nona Melisha karena Nona Melisha tidak ingin patuh pada perintah anda!" jawab salah satu Kesatria yang menahan Melisha.


Duchess yang tidak mempermasalahkan hal yang kecil memilih untuk bergegas menyelesaikan sumber masalah dalam hidupnya secepatnya.


"Itu tidak masalah karena anak tidak sah yang serakah dan tak tau posisinya ini sangat pantas menerima itu semua!" balas Duchess Boulois.


"Bawa dia ke Annex dan kurung dia disana! Biarkan dia tinggal disana sementara waktu! Kalian hanya boleh memberinya makan satu kali sehari!" perintah Duchess Boulois marah.


Duchess Boulois yang sangat senang karena dirinya berhasil membalas Melisha yang telah menipunya selama ini pun berbalik arah kembali ke kamarnya dengan senyum bahagia yang terus terpancar di wajahnya.


Sementara itu, Duke Boulois yang sedang berada di ruang kerjanya menahan amarahnya saat Butler Arman memberikan laporan tentang semua yang terjadi di dalam Kediamannya.


"Apa yang harus saya lakukan Tuan Duke? Haruskah saya melepaskan Nona Melisha dan melawan perintah Nyonya Duchess?" tanya Butler Arman dengan wajah bingung.


"Kita tidak bisa secara terang-terangan menghentikan yang dilakukannya karena akan berakibat buruk nantinya!" ungkap Duke Boulois dengan mata tajam.


Duke Boulois yang tak memiliki perasaan apapun kepada Duchess dan hanya bersikap sopan selama ini mulai merasa muak dengan topeng itu.


'Sudah saatnya menghilangkan topeng baik itu. Mari kita selesaikan ini selamanya!' pikir Duke Boulois dengan senyum licik.


Di saat yang sama, Mary yang awalnya ingin menemui Duke Boulois atas perintah Melisha langsung terdiam membeku di tempatnya.


'Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku akan terus berada di sisi Nona Melisha atau mengabaikannya?' pikir Mary bingung.


Mary yang tak bisa membuat keputusan terburu-buru karena semuanya demi masa depannya memutuskan untuk bicara dengan Melisha terlebih dahulu.


Melisha yang dikurung di dalam ruangan yang sempit, gelap dan penuh debu merasakan gatal di seluruh tubuhnya.


Melisha yang terpaksa tidur dan duduk di lantai yang berlapiskan selembar kain tipis dan bau membuat Melisha ingin muntah.

__ADS_1


'Urg-Uurg!'


"Sial! Bau apa ini?" tanya Melisha sambil menutup hidungnya dengan ekspresi wajah yang jijik.


Melisha yang telah lama hidup dalam kemewahan dan kenyamanan merasa bahwa hukuman yang diberikan oleh Duchess Boulois sudah seperti di dalam Neraka.


Melisha yang tidak diberi makanan apapun hari itu hanya bisa terbaring di lantai yang kotor dengan perut yang lapar lalu tiba-tiba terdengar suara hewan dari beberap kotak yang ada di hadapannya.


Melisha yang melihat seekor tikus dengan tubuh yang cukup besar keluar langsung berteriak ketakutan dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.


"Aaaarrrgghh! Tolong, tolong keluarkan aku dari sini! Aku mohon!" ucap Melisha dengan tubuh yanh bergeter ketakutan.


Melisha yang diabaikan setelah berteriak meminta tolong pun terjaga semalaman karena bayangan tikus besar yang dapat keluar kapanpun menggigit tubuhnya.


Mary yang diam-diam menemui Melisha di Annex saat tengah malam pun mengetuk pelan jendela kecil yang ada perlahan.


Melisha yang terjaga dengan kewaspadaan yang tinggi dengan cepat mendengar ada suara ketukan yang berasal dari luar jendela.


Melisha yang sangat takut akan tikus menguatkan dirinya lalu berjalan ke sumber suara dan melihat Mary yang sedang berdiri di samping jendela dengan menggunakan jubah hitam yang besar.


'Ma-Mary! Bagaimana? Apa yang Ayahku katakan? Dia pasti sedang dalam perjalanan kemari untuk membebaskanku, bukan?' ucap Melisha penuh semangat.


Mary yang tak ingin ketahuan dan tak ingin diusir dari Kediaman Duke oleh Duchess karena membantu Melisha dengan cepat memberikan kode kepada Melisha untuk tenang.


Melisha yang memahami maksud kode yang diberikan pun menganggukkan kepala mengerti lalu bicara dengan suara yang pelan.


'Maafkan saya yang berkata sedikit kasar kepada Nona tapi Tuan Duke tidak akan datang kemari untuk melepaskan anda!' jawab Mary menyesal.


'A-Apa? Lalu apakah Ayah membiarkanku hidup dalam penghinaan seperti ini?' tanya Melisha yang langsung dibalas dengan anggukan kepala.


Melisha yang tak bisa diam saja menerima nasib buruk yang akan diterimanya dengan cepat membuat sebuah kesepakatan dengan Mary dengan perjanjian yang akan menguntungkan keduanya.


'Mary, aku tak memiliki siapapun yang berada di pihakku. Oleh karena itu, aku mohon, tolong aku!' ucap Melisha dengan wajah menangis.


'Mary, aku berjanji jika aku akan menjadikanmu Kepala Pelayan di Kediaman Duke dan kalung ini adalah uang muka untuk bantuanmu!' bujuk Melisha.


Mary yang sangat menyukai Perhiasan yang mahal dan mewah dengan cepat menyadari harga yang mahal dari kalung yang ada di tangannya memutuskan untuk berada di sisi Melisha.


'Serahkan semuanya padaku, Nona. Aku akan melakukan semua yang Nona perintahkan!' tegas Mary dengan wajah bahagia dan tatapan mata yang tak lepas dari perhiasan yang ada di tangannya.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Melisha? Akankah rencana Melish berhasil? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2