
Duke Boulois yang membuat Duchess Boulois tidak sadarkan diri pun melepaskan Melisha dari hukuman dan mengembalikan Melisha ke tempatnya semula.
Melisha yang sangat senang karena tanpa dirinya melakukan sesuatu ternyata Ayahnya telah melakukannya terlebih dahulu.
Melisha yang berpikir bahwa Mary telah berhasil bicara dengan Duke untuk membantunya tanpa harus menggunakan racun yang diberikannya memberikan Mary hadiah.
“Ambillah ini! Di dalam kantong itu ada seratus koin emas! Anggap itu sebagai bonus untuk kerja kerasmu!” ucap Melisha yang telah berganti pakaian menjadi Nona Bangsawan.
“Terima kasih, Nona. Terima kasih! Saya berjanji bahwa saya akan selalu loyal kepada anda!” ucap Mary dengan ekspresi wajah bahagia sambil memeluk kantong koin emas dengan sangat erat.
Melisha yang tak ingin dihina untuk kedua kalinya pun pergi menemui Duchess Boulois yang tak sadarkan diri dalam kamarnya.
Melisha yang ingin tetap terlihat sebagai gadis baik hati meski telah disakiti memberikan Duchess Boulois sebuah lukisan Seorang Dewi yang sedang menggendong bayi.
Namun siapa sangka ternyata Lukisan yang dibawa oleh Melisha bertujuan menyakiti Duchess Boulois karena cat pada Lukisan tersebut mengandung racun yang dapat membuat orang yang lemah akan menjadi semakin lemah hingga perlahan kehilangan nyawanya.
‘Orang yang telah menghina dan menghancurkan rencanaku tidak akan pernah aku berikan kematian yang mudah. Aku akan menyiksa kalian hingga kalian lebih memilih mati daripada hidup!’ pikir Melisha dengan senyum yang lebar.
Melisha yang telah menyelesaikan satu masalahnya memutuskan untuk mendapatkan kembali hati Joseph yang telah hilang.
Melisha yang pergi ke Kediaman Marquess Danzhweltz untuk bisa bertemu Joseph terpaksa harus menelan kekecewaan karena kehadirannya ditolak.
“Sial! Beraninya Kesatria rendahan itu memandang rendah diriku! Lihat saja. Saat aku menjadi Marchioness Danzhweltz nantinya, aku pasti akan menyiksanya dan memecatnya!” ungkap Melisha dengan ekspresi wajah yang marah.
“Nona, tenanglah! Anda tidak boleh kehilangan ketenangan anda. Lihatlah. Banyak orang yang melihat kita!” ucap Mary memberi peringatan.
Melisha yang tak punya pilihan terpaksa harus kembali dengan tangan kosong namun tiba-tiba seorang wanita muda berlari mengejar Melisha dan menghentikan keretanya dengan cara yang nekat.
Melisha yang sudah sangat kesal sebelumnya menjadi semakin kesal lalu keluar dari kereta kudanya dan berniat untuk menghukum pelayan tersebut tapi segera berhenti saat mengenali wajah pelayan yang menghentikannya.
__ADS_1
“Kau? Bukankah kau adalah Pelayan yang selalu menyeduh teh untukku saat ke Kediaman Marquess Danzhweltz.” Ucap Melisha dengan ekspresi bingung.
“Ada apa? Kenapa kau menghentikan kereta kudaku? Apakah kau lupa bahwa aku bisa membunuhmu dan seluruh anggota keluargamu jika aku menyatakan protes atas sikapmu ini!” sindir Melisha dengan ekspresi kesal.
Pelayan yang sangat sadar akan konsekuensi yang akan ditanggungnya jika membuat Seorang Bangsawan marah langsung berlutut di tanah lalu menjelaskan alasan dari setiap tindakannya.
Melisha yang tidak bisa percaya dengan yang didengarnya bahwa Joseph memutuskan untuk kembali ke Akademi Rinette demi mengejak cinta Larietta kembali menjadi sangat kesal lalu memberikan gelangnya kepada Pelayan tersebut sebagai hadiah.
“Terima kasih! Terimalah ini sebagai tanda terima kasihku!” ungkap Melisha dengan senyum lembut.
Melisha yang sangat marah dan kesal langsung menghancurkan apapun yang ada di dalam kamarnya hingga membuat Mary yang ada di sampingnya ketakutan.
“Br*ngsek! Aku tidak akan pernah menyerah. Joseph adalah milikku dan aku akan pastikan dia menjadi milikku!” ungkap Melisha dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku tidak bisa diam saja! Aku harus ke Kota Rinette untuk menemui Joseph dan bicara padanya secara langsung!” ucap Melisha dengan tekad yang kuat.
Melisha yang tidak bisa pergi ke Kota Rinette sendirian tanpa akomodasi dan lainnya pergi menemui Duke Boulois untuk meminta izinnya.
Namun siapa sangka Melisha yang telah berdiri di depan pintu dan bersiap untuk masuk tiba-tiba mendengar pembicaraan antara Duke Boulois dan Arman.
"Tuan, anda tidak bisa mengabaikan protes yang dilakukan oleh Bangsawan lain jika tidak anda akan berada dalam situasi yang bahaya!" ucap Butler Arman memberi peringatan.
"Aku tau. Oleh karena itu, aku sudah mengirimkan surat pembatalan pencabutan nama Larietta dari Keluarga Duke Boulois terutama saat aku mengetahui bahwa Larietta adalah Master Elemen!" tegas Duke Boulois.
"Tapi aku akan tetap melanjutkan proses memasukkan Melisha ke dalam registrasi Keluarga Duke. Aku ingin mendapatkan hak yang sama dengan Larietta karena bagaimanapun Melisha adalah Putriku!" ungkap Duke Boulois dengan ekspresi serius.
Melisha yang mendengar rencana Duke Boulois menjadi kesal lalu berbalik arah kembali ke kamarnya dan meminta Mary untuk meninggalkan dirinya sendiri.
"Larietta! Kau adalah duri dalam hidupku! Aku akan pastikan akan membuatmu menghilang dari dunia ini!" ucap Melisha dengan sorot mata yang menunjukkan dendam yang sangat besar.
__ADS_1
Sementara itu, Larietta yang melihat Master Z datang ke Asramanya buru-buru menemuinya karena khawatir akan membuat Master Z marah.
“Maaf telah mengganggumu tapi aku datang karena ingin mengajakmu melihat perkembangan kafe secara langsung!” ungkap Master Z dengan ekspresi datar.
Larietta yang sebenarnya ingin tau detailnya dengan senang hati menerima tawaran Master Z dengan senyum lebar.
Master Z yang mengulurkan tangannya ke arah Larietta langsung disambutnya karena berpikir bahwa Master Z akan mengantarnya ke kafe dengan menggunakan kereta kuda tapi nyatanya keduanya datang menggunakan Formasi Sihir Teleportasi.
“Apakah kau sudah siap, Nona Larietta? Kita akan pergi sekarang!” ungkap Master Z yang menarik tangan Larietta lalu merangkul pinggangnya.
Keduanya yang dapat sampai di kafe hanya dalam waktu satu menit nyatanya memotong waktu tempuh setengah jam menggunakan kereta kuda.
Namun hal itu tidak membuat Larietta senang karena Larietta yang tidak siap merasa mual dan pusing di saat bersamaan akibat efek dari melakukan teleportasi hingga membuat Master Z merasa bersalah.
“Ma-Maaf! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud membuatmu menjadi seperti ini!” ucap Master Z dengan ekspresi bersalah.
“Hah! Aku menerima maafmu Master tapi aku harap kau tidak melakukan hal ini kedua kalinya!” ucap Larietta dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
Master Z yang tak bisa bicara banyak karena semua adalah kesalahannya pun mengangguk patuh di hadapan Larietta.
Larietta yang awalnya kesal langsung merubah ekspresinya saat melihat interior dari kafenya sama persis dengan yang dibayangkannya.
“I-Ini sangat luar biasa! Ini adalah gambaran nyata dari kafe yang aku impikan!” ungkap Larietta dengan ekspresi wajah bahagia.
“Aku senang karena Nona Larietta merasa sangat puas tapi yang aku ingin tunjukkan tidak hanya ini. Aku ingin Nona mencoba makanan dan minuman yang ada di kafe kita!” tegas Master Z sambil menepuk tangannya dua kali lalu beberapa pelayan datang membawakan makanan dan minuman.
Larietta yang sangat mencintai kopi dengan berbagai macam cara pembuatannya tak sabar mencicipi semuanya tapi tepat saat kopi itu masuk ke tenggorokannya rasa pahit dan tak enak menyerang tenggorokannya.
“A-Apa ini? Kenapa rasanya pahit sekali dan tidak enak! Jangan-jangan... Tidak! in tidak benar!” gumam Larietta penuh optimis.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Larietta? Akankah Larietta menghapus kopi dalam daftar menunya atau mencari solusinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...