Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 7. Tanda Master Elemen


__ADS_3

Larietta yang hanya diam saat Anna membantunya pagi itu pun mengingat kembali yang terjadi padanya semalam dan yang dikatakan Undine padanya.


‘Jika semua yang dikatakan Undine maka saat ini aku adalah Master Elemen dan memiliki enam Elemen kontrak!’


‘Tapi kenapa aku tidak memiliki tanda apapun di dahiku sebagai Seorang Master Elemen?’


Larietta yang larut dalam kebingungannya pun tersadar saat Ann memanggilnya beberapa kali dengan wajah cemas.


“No-Nona... Apakah anda baik-baik saja?” tanya Anna cemas.


“Agh! Jangan cemas, Anna. Aku baik-baik saja!” ucap Larietta menenangkan.


“Aku hanya sedikit lelah karena terlalu banyak membaca semalam!” lanjut Larietta dengan senyum lembut.


Larietta yang melihat menu sarapan pagi telah tersusun rapi di hadapannya pun meminta Anna meninggalkannya sendiri.


“Aku ingin makan sendiri. Kau bisa kembali Anna. Aku akan memanggilmu jika aku membutuhkan sesuatu!” ucap Larietta.


“Baik, Nona!” jawab Anna sopan.


Larietta yang tidak bisa tenang sebelum mendapatkan jawabannya pun memanggil Undine dan tak lama kemudian Undine muncul lalu menjawab pertanyaannya.


“Undine!”


“Undine, melihatmu di hadapanku sekarang membuatku yakin bahwa aku sungguh telah membuat kontrak denganmu!”


“Tapi aku sungguh membuat kontrak dengan kelima Elemen lainnya?”


Undine yang tidak bisa bicara seperti orang norma pun berkomunikasi dengan Larietta dengan menggunakan telepati.


“Tentu saja, Master! Jika kau tidak percaya kenapa tidak memanggil semuanya?”


Larietta yang terkejut dengan saran Undine pun menolak saran Undine karena Larietta menyadari sesuatu setelah memanggil Undine pertama kali.


‘Aku tidak bisa melakukan itu sekarang! Jika aku melakukannya, aku bisa kehilangan kesadaran dan membuat Anna cemas nantinya!’


‘Aku tidak ingin mengambil resiko dengan tubuhku yang lemah! Sebaiknya aku memprioritaskan yang penting lebih dulu!’


Larietta yang penasaran karena dirinya tidak memiliki tanda sebagai Master Elemen padahal telah membuat kontrak dengan enam Elemen pun menanyakannya kepada Undine.


“Undine, aku punya pertanyaan. Apakah kau bersedia menjawabanya?” tanya Larietta penasaran.


‘Tanyakan saja, Master!’ jawab Undine datar.


“Kenapa aku tidak memiliki tanda air di dahiku sebagai tanda bahwa Undine telah menjadi Elemen kontrakku?” tanya Larietta.


“Larietta memiliki tandanya sekarang!” jawab Undine.

__ADS_1


Larietta yang terkejut dengan yang diucapkan oleh Undine pun berdiri dari tempatnya dan mencari cermin yang ada lalu melihat dahinya.


Larietta yang sungguh melihat tanda air di dahinya sebagai tanda bahwa dirinya adalah Master Elemen menjadi semakin bingung.


“Ba-Bagaimana ini bisa terjadi? Se-sebelumnya aku tidak memiliki tanda apapun di dahiku?” tanya Larietta.


Larietta yang mengharapkan jawaban akan pertanyaannya pun berbalik arah dan menatap Undine dengan mata penuh harap.


“Master tidak memilikinya karena Master istimewa!”


“Master tidak sama dengan manusia biasa yang hanya bisa membuat kontrak dengan satu elemen seumur hidupnya!”


“Oleh karena itu manusia biasa akan memiliki satu tanda permanen di dahinya karena dirinya hanya bisa memanggil satu Elemen!”


“Master membuat kontrak dengan Enam Elemen secara bersamaan!”


“Tanda di dahi Master akan muncul saat Master memanggil Elemen yang Master inginkan!”


“Tanda itu akan berubah-ubah berdasarkan kekuatan Elemen yang Master gunakan!”


Larietta yang terkejut dengan kenyataan yang tak terduga itu pun kehilangan kekuatan kakinya hingga terpaksa harus bersandar pada meja yang ada di sekitarnya.


Larietta yang kehabisan Energi saat memanggil Undine membuat Undine menghilang dan membuat Larietta terpaku ke dalam pemikirannya.


Sementara itu, Duchess Boulois yang mengetahui bahwa masa hukuman Larietta telah berakhir pun memberi perintah kepada Kepala Pelayan.


“Larietta pasti sangat bosan terkurung di dalam kamarnya!”


“Baik, Nyonya!” jawab Rieta sopan sambil membungkukkan tubuhnya.


Kepala Pelayan yang menyampaikan pesan Duchess Boulois kepada Anna pun memberitau Larietta yang sedang sibuk di meja kerjanya.


“Nona, ada pesan dari Duchess!”


“Beliau meminta Nona untuk datang ke Aula Utama karena Nyonya Duchess telah mengundang Desainer terkenal dan Ahli Perhiasan terbaik!”


Larietta yang sedang membuat rencana masa depannya tiba-tiba menghentikan tindakannya lalu menatap Anna dengan senyum kecut di bibirnya.


“Ibu mengundangku kesana hanya sebatas formalitas!”


“Ibu tidak sungguh-sungguh mengharapkan kedatanganku, Anna!”


Anna yang mengetahui perlakuan tidak adil yang dilakukan Duke dan Duchess Boulois kepada Putri Kandungnya menjadi semakin sedih saat mendengar Larietta mengatakan yang ada di dalam hati dan pikirannya.


“No-Nona....!”


“Jangan bersedih, Anna. Aku baik-baik saja.”

__ADS_1


“Aku tidak akan terluka lagi karena aku sudah menerima kenyataan ini!”


“Oleh karena itu, aku memutuskan untuk meninggalkan Kediaman ini dan semua yang ada di sini!”


Larietta yang telah membuat rencana lain untuk masa depannya yang lebih penting daripada melihat perhatian Duchess Boulois pada Melisha pun menolak undangan tersebut.


“Anna! Tolak undangan tersebut!”


“Katakan bahwa aku telah membuat rencana lain yang tidak bisa dibatalkan!”


“Hmmm, satu hal lagi Anna! Tolong kemasi semua Perhiasan milikku kecuali pemberian dari Kakek dan Nenekku dan jangan lupa siapkan kereta kuda juga untukku!”


Anna yang percaya pada Larietta pun menganggukkan kepalanya lalu menuruti permintaan Larietta tanpa bertanya.


‘Aku akan pergi menemui Tuan Z dan menemukan informasi penting tentang Melisha!’


Sementara itu, Duchess Boulois yang sedang duduk bersama Melisha pun tersenyum ceria memilih Gaun dan Perhiasan yang terpajang cantik dan rapi di ruangan itu.


“Nyonya memiliki kulit yang sangat indah. Melisha sangat yakin bahwa Gaun berwarna Emas ini akan sangat indah jika Nyonya pakai!” ucap Melisha dengan senyum lembut.


“Benarkah itu? Kalau begitu aku akan mengambil Gaun itu!” ucap Duchess Boulois dengan senyum bahagia.


“Melisha, kau tidak perlu memilihkan Gaun atau Perhiasan untukku. Carilah Gaun dan Perhiasan untukmu pribadi!” sambil memberikan kode untuk menunjukkan semua yang terbaik pada Melisha.


Duchess Boulois yang tidak menunggu Larietta datang lagi dan langsung memilih Gaun dan Perhiasan yang indah untuk Melisha membuat Anna yang datang menyampaikan pesan kecewa.


‘Aku senang Nona menolak undangan ini! Jika tidak Nona pasti akan terluka melihat sikap Duchess yang pilih kasih!’


Anna yang hanya ingin kebahagiaan untuk Larietta pun membungkukkan tubuhnya menyampaikan pesan dari Larietta lalu meninggalkan ruangan tersebut tanpa melihat reaksi dari Duchess Boulois.


“Maafkan hamba yang mengganggu, Nyonya. Nona Larietta tidak bisa turun karena Nona Larietta memiliki janji lain!” ucap Anna sopan.


“Apa? Janji lain? Janji apa yang lebih penting daripada bertemu dengan Ibu kandungnya sendiri?” teriak Duchess Boulois marah.


“Nyonya tenanglah! Anda tidak boleh marah-marah Nyonya jika tidak anda akan sakit kepala lagi!” ucap Melisha sambil merangkul bahu Duchess Boulois.


“Terima kasih, Melisha. Aku senang kau ada disini!” ucap Duchess Boulois senyum lega.


“Sama-sama, Nyonya!” jawab Melisha dengan senyum lebar.


Anna yang telah melakukan tugasnya dengan baik pun pergi keluar Kediaman Keluarga Boulois bersama Larietta.


“Anna, apakah kau sudah membawa semuanya?” tanya Larietta.


“Jangan khawatir, Nona. Saya sudah membawa semuanya dan saya pun telah mengurus semuanya!” ucap Anna percaya diri.


“Bagus! Aku tau aku dapat mengandalkanmu!” ucap Larietta dengan tatapan mata tajam lurus ke depan.

__ADS_1


#Bersambung#


Siapa Tuan Z itu sebenarnya? Akankah Tuan Z menerima permintaan Larietta? Tebak jawabannya di kolom komentar.


__ADS_2