Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 32. Penolakan Marquess Danzhweltz


__ADS_3

Larietta yang tidak ingin menggoda Lorca lagi dan ingin fokus pada rencananya pun memasang wajah serius.


“Hmmm, baiklah. Kita akan mulai bicara serius sekarang!”


“Tuan Lorca berniat untuk membalas kebaikanku maka hanya ada satu cara untuk membalasnya tapi apakah Tuan Lorca bersedia melakukannya?”


Lorca yang melihat Larietta memasang wajah tidak percaya dengan tangan terlipat di dada menjadi gugup dan menelan salivanya beberapa kali.


Lorca yang awalnya khawatir jika ketiga orang yang selalu mengganggunya akan datang lagi dan memperlakukannya lebih parah ternyata tidak datang ke Akademi sama sekali menjadi lega.


‘Aku harus yakin pada disiku sendiri. Aku harus membalas kebaikan Putri Boulois karena jika tidak maka saat ini aku akan selalu dibuli!’


Lorca yang kemudian mengetahui bahwa ketiga orang yang selalu mengganggunya tidak akan muncul di hadapannya untuk sementara waktu karena mengambil cuti dan kembali ke wilayahnya pun tak bisa menghilangkan ekspresi bahagia di wajahnya.


“Nona tidak perlu khawatir. Saya telah berjanji akan membalas kebaikan Nona jadi apapun yang Nona minta pasti akan saya lakukan asalkan itu masih berada dalam kemampuan saya!” tegas Lorca.


Larietta yang sangat menunggu jawaban itu dari mulut Lorca pun mengangkat bibirnya ke atas dan mengembangkan senyum bahagia.


“Jangan cemas Tuan Lorca karena permintaan saya adalah hal yang sangat Tuan Lorca kuasai!” jawab Larietta.


“Aku ingin Tuan Lorca bersedia bekerja pada saya sebagai Penyihir Pribadiku selama satu tahun dan aku berjanji bahwa aku akan memberikan bayaran yang adil!” ucap Larietta percaya diri.


Lorca yang sangat terkejut dengan tawaran yang diberikan kepadanya secara mendadak langsung terbatuk hingga menumpahkan teh yang sedang diminumnya.


“Uhuk! Uhuk! Uhuk!”


“A-apa kau baik-baik saja?” tanya Larietta cemas.


“Sa-Saya baik-baik saja, Nona.” Jawab Lorca cepat.


Larietta yang melihat Lorca sangat terkejut dan terbebani dengan tawarannya langsung memasang wajah sedih.


“Ma-maafkan saya. Tuan pasti sangat terkejut dengan menawarkan saya dan karena anda telah berjanji akan membalas saya makanya saya menawarkan ini.”


“Ta-tapi jika anda berpikir ini berlebihan, anggap saja saya tidak pernah mengatakan ini!”


Larietta yang berdiri dari tempat duduknya berniat pergi meninggalkan Restoran tersebut tapi tiba-tiba dihentikan oleh Lorca yang ternyata menerima tawarannya.


“Tu-Tunggu Nona!”


“Sa-Saya bersedia! Saya bersedia bekerja dengan anda!”


Larietta yang sangat bahagia dengan jawaban Lorca langsung memasang wajah bahagia dan tersenyum sangat lebar.


Larietta yang telah mempersiapkan semuanya pun mengeluarkan sebuah surat perjanjian di hadapan Lorca.


“Ini adalah surat perjanjian kita. Di sini ada dua salinan. Tuan bisa membaca isinya dan bertanya jika ada poin yang tidak anda mengerti!”


“Anda juga bisa menambahkan isi poin di dalam surat perjanjian ini jika ada sesuatu yang ingin Tuan tambahkan!”

__ADS_1


Lorca yang terkejut kembali pun mengambil surat perjanjian yang diberikan oleh Larietta dan membacanya.


“A-apakah anda meminta saya untuk membuat sebuah alat dengan menggunakan sihir?” tanya Lorca penasaran.


“Benar sekali! Jangan khawatir. Alat yang aku minta buatkan bukanlah alat yang berbahaya!” jawab Larietta sambil tersenyum lembut.


“Jika anda tidak percaya, anda bisa membaca kelanjutan poin di dalam surat perjanjian tersebut. Disana sudah ada pinalti jika aku memintamu membuat alat sihir yang tidak pantas!” ucap Larietta lagi percaya diri.


Lorca yang terus membaca isi surat perjanjian yang diberikan Larietta menjadi sangat terkejut dengan jumlah uang yang akan didapatnya.


“No-Nona.... A-Apa kau serius dengan jumlah uang ini?” teriak Lorca dengan wajah terkejut.


“Tentu saja. Jangan khawatir. Aku akan membayarmu sebanyak jumlah yang tertulis!” tegas Larietta.


“Aku pun akan memberikanmu uang royalti sebesar 10 persen untuk setiap alat yang anda buat setiap bulannya setelah kontrak kerja berakhir!” ungkap Larietta.


Lorca yang tidak bisa mempercayai penglihatannya langsung meletakkan cap jari tangannya pada stempel kosong di sisi lain surat perjanjian.


“Bagus sekali! Pilihan yang sangat bijak, Tuan Lorca!”


Larietta yang sangat senang karena salah satu dari rerncananya untuk menghancurkan Melisha telah tercapai pun menyimpan surat perjanjian tersebut segera.


Larietta yang tidak memiliki kepentingan lain lagi dan merasa sangat lelah setelah berjalan-jalan seharian memutuskan kembali ke Asrama.


“Agh, sepertinya tidak ada lagi yang harus kita bicarakan!”


“Aku sangat lelah jadi aku akan kembali lebih dulu!”


Lorca yang sangat senang dengan keuntungan yang didapatkannya tidak menyadari bahwa Larietta telah menyiapkan sesuatu yang akan membuat hidupnya berat untuk satu tahun ke depan.


“Aku pasti akan selalu menunggu kabarmu, Putri Boulois!” jawab Lorca.


Larietta yang tidak ingin mendengar nama yang membuatnya merasa sangat sesak dan tersiksa pun memberikan peringatan tegas kepada Lorca.


“Hmmm, panggil aku Nona Larietta saja! Aku sudah membuang nama belakangku!” tegas Larietta.


“Maafkan aku. Aku sungguh tidak tau!” ucap Lorca murung.


“Aku mengerti tapi aku harap hal ini tidak terjadi lagi di masa depan Tuan Lorca!” ucap Larietta.


“Aku berjanji!” tegas Lorca.


“Terima kasih!”


Larietta yang berdiri dan berjalan membelakangi Lorca tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu berbalik arah ke arah Lorca.


“Hmmm, Tuan Lorca! Aku harap anda tidak membuat kesepakatan lain dengan orang lain selama bekerjasama denganku karena jika itu terjadi maka aku akan menuntut anda!” tegas Larietta.


Lorca yang terkejut dengan mata terbuka lebar dengan wajah yang berubah pucat dengan cepat menganggukkan kepalanya yang membuat Larietta merasa lega.

__ADS_1


Larietta yang puas dengan reaksi yang diberikan oleh Lorca pun berjalan pergi meninggalkan Restoran dengan kepala terangkat.


‘Aku sudah mewujudkan satu dari beberapa rencanaku yang lain untuk hidup bahagia dengan uang yang melimpah!’


Sementara itu, Joseph yang melihat Ajudannya kembali dengan laporan yang telah ditunggunya menjadi sangat bersemangat.


“Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan hasilnya?” tanya Joseph buru-buru.


“Ya, Tuan Muda. Ini adalah hasil laporannya dan ini adalah surat dari Nona Valcov untuk anda!” jawab Ajudan.


Joseph yang penasaran dengan laporan mengabaikan surat dari Melisha dan saat mengetahui bahwa Melisha tidak memiliki hubungan darah dengan Duke Boulois pun membuka surat dari Melisha.


Joseph yang merasa bersalah pada Melisha pun berdiri dari kursinya lalu memberikan perintah kepada Ajudannya.


“Siapkan kereta kuda untukku! Aku akan ke Kediaman Duke Boulois sekarang!” tegas Joseph.


Joseph yang mengabaikan ucapan Ayahnya memilih pergi menemui Melisha tapi saat Joseph ingin melewati gerbang Kediaman Marquess tiba-tiba Penjaga Gerbang menghentikannya.


“Ada apa ini? Kenapa keretanya tidak berjalan?” tanya Joseph bingung.


“Ma-Maafkan saya, Tuan Muda tapi Penjaga Gerbang menolak membuka gerbangnya!” jawab Supir hati-hati.


“Apa yang kalian lakukan? Buka gerbangnya sekarang!” perintah Joseph.


“Maafkan kami, Tuan Muda. Tapi Tuan Marquess mengatakan untuk tidak mengizinkan anda meninggalkan Kediaman Marquess sementara wakatu!” ucap Penjaga Gebang bergantian.


Joseph yang sangat marah pun masuk kembali ke dalam kereta kuda dan berjalan menemui Ayahnya dengan wajah marah.


“Apa maksud semua ini Ayah? Apakah kau ingin menahanku keluar?” tanya Joseph marah.


“Aku tidak mengizinkanmu meninggalkan Kediaman ini sementara waktu paling tidak skandal yang kau budat mereda!” tegas Marquess Danzhweltz.


“Skandal apa maksud Ayah? Semua yang tertulis dan dikatakan orang-orang bahkan ucapan Larietta semuanya salah!” ucap Joseph dengan nada suara meninggi.


“Melisha bukanlah Putri tidak sah dari Tuan Duke! Dia adalah Putri Sah dari Baron Valcov!” tegas Joseph yang tidak terima hukumannya.


Marquess yang sakit kepala karena percakapannya dengan Joseph pun memijat dahinya perlahan lalu memasang wajah dingin di hadapan Joseph.


“Lalu apa? Apakah karena dia bukan anak tidak sah dari Duke Boulois jadi kau akan menjadikannya wanitamu?” tanya Marquess Danzhweltz dengan tatapan menghina.


“Apakah kau pikir wanita dengan latar belakang rendah seperti itu bisa menjadi Marchioness Danzhweltz?” sindir Marquess Danzhweltz.


“Selama aku masih hidup dan menjadi Kepala Keluarga Marquess Danzhweltz. Aku akan menentang hubungan kalian!” tegas Marquess Danzhweltz.


Joseph yang sangat marah pun berbalik arah lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut sambil membanting pintu.


‘Jika aku tidak bisa memiliki Melisha selagi kau masih hidup maka sebaiknya kau menyusul Ibu saja, Ayah!’ pikir Joseph dengan senyum licik.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang direncanakan oleh Joseph sebenarnya? Bagaimana rencana Melisha selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2