
Larietta yang telah memakai jubah hitam pun pergi bersama Anna menuju sebuah Toko Perhiasan tanpa diketahui oleh Kesatria Leon.
“Aku ingin menjual ini semua! Berapa banyak yang akan aku dapatkan?” ucap Larietta.
Pemiliki Toko Perhiasan yang melihat Perhiasan berkilau di depan matanya pun memasang alat di mata kirinya dan mengambil perhiasan tersebut dengan tangan yang telah memakai sarung putih.
Larietta yang melihat Pemilik Toko Perhiasan itu memeriksa Perhiasan yang dibawanya dengan sangat telitit menjadi sangat gugup tapi tetap berusaha tetap tenang.
‘Kendalikan dirimu Larietta! Kau harus bisa bersikap tegas dan dingin agar tidak ada yang akan meremehkanmu!’ pikir Larietta.
Larietta yang mengatahui bahwa uang yang akan didapatkannya dari Perhiasan yang dijualnya cukup tinggi langsung mengubah sikapnya saat Pemilik Toko memberikan harga yang rendah.
“Aku akan membayarmu dua ribu dukato untuk semua kalung ini!” ucap Pemilik Toko.
‘Hah! Dua ribu dukato? Apa kau bercanda?’ pikir Larietta dengan mata tajam.
‘Kalung ini memiliki kualitas yang tinggi dan setidaknya harganya yang diberikan setidaknya mencapai empat ribu dukato sementara kau memberikanku dua ribu dukato?’
Larietta yang mengetahui harga asli Perhiasan itu pun membongkar trik kotor yang dilakukan Pemilik Toko Perhiasan untuk menipunya.
“Sepertinya reputasi dari Toko Perhiasan ini sangat tidak sesuai!” sindir Larietta.
“Kau memberikan harga yang sangat murah untuk barang dengan kualitas terbaik? Apakah kau ingin menipuku?” teriak Larietta kesal.
“Nona sebaiknya kau menjaga perkataan dan cara bicaramu! Toko Perhiasanku tidak pernah menipu siapapun!” tegas Pemilik Toko.
“Perhiasan yang Nona jual memiliki cacat. Oleh sebab itu, harganya menjadi turun! Lihatlah goresan kecil pada rantainya!” ucap Pemilik Toko percaya diri.
“Hah? Tidak pernah menipu? Jangan membodohiku!” ucap Larietta dingin lalu menggenggam pergelangan tangan Penjaga Toko dengan erat.
Larietta yang memanggil Black pun menggunakan kekuatannya untuk mengancam Pemilik Toko Perhiasan hingga akhirnya sebuah benda kecil tajam keluar dari sela jari Pemilik Toko Perhiasan.
“Kau bilang tidak pernah menipu orang-orang lalu apa ini?” tanya Larietta dingin.
“Kau menggunakan alat kecil ini utuk menggores Perhiasan milikku lalu memberikanmu keuntungan berlipat setelah menipuku. Apakah kau pikir trik murahanmu ini akan selamanya berhasil, Bos?” sindir Larietta.
Larietta yang tidak senang ditipun oleh orang pun memutuskan untuk tidak memeras Pemilik Toko tanpa rasa kasihan.
“Bos! Sebaiknya kau memberikanku tujuh ribu dukato untuk harga Perhiasanku yang telah kau buat cacat atau aku akan melaporkanmu kepada Petugas yang pada akhirnya akan membuat reputasi dan Tokomu ini hancur!”
__ADS_1
Pemilik Toko yang merasa terancam dan terintimidasi dengan Larietta menjadi takut dan merasakan keringatnya keluar sangat banyak.
“Ja-Jangan lakukan itu! A-aku akan memberikan uangnya!” ucap Pemilik Toko tergesa-gesa.
Larietta yang berhasil mendapatkan jumlah uang yang melibihi targetnya merasa sangat senang dan keluar dari Toko Perhiasan tersebut dengan senyum yang lebar.
Sementara itu, Pemilik Toko Perhiasan yang akhirnya merasa tenang setelah kepergian Larietta pun kehilangan kekuatan kakinya dan merasakan sakit pada kepalanya.
‘Hah! Aku sugguh telah salah memilih orang hingga akhirnya aku harus menderita kerugian!” ucap Pemilik Toko.
Larietta yang memiliki tujuan lain untuk bertemu dengan Tuan Z pun berpisah dengan Anna yang kembali ke Butik.
Larietta yang tidak takut berjalan sendirian karena kekuatan barunya akhirnya sampai di sebuah Bar.
Larietta yang duduk di salah satu kursi yang kosong ternyata langsung didatangi oleh seorang pelayan.
Larietta yang tidak berniat minum tapi ingin bertemu dengan Tuan Z pun mengucapkan kata sandi yang membuat Pelayan membawa Larietta ke tempat lain.
“Aku ingin memesan Anggur merah manis yang memabukkan!” ucap Larietta.
“Maaf. Anggur merah tidak tersedia di lantai satu. Silahkan ikuti saya ke lantai dua ke Ruang VIP!” ucap Pelayan dengan senyum lembut.
Larietta yang masuk ke dalam setelah pintu terbuka langsung melihat seorang pria muda dengan rambut berwarna putih dengan mata berwarna merah.
Larietta yang dapat memastikan dengan pasti pria yang duduk di depannya adalah orang yang dicarinya dari ciri-ciri karakter yang ada di dalam Novel menjadi semakin antusias.
“Silahkan duduk Nona Boulois!” ucap Tuan Z dengan senyum yang ramah.
Larietta sudah bisa menebak bahwa Tuan Z sudah bisa menebak identitasnya pun membuka tudung kepalanya dan menatap lurus ke depan ke arah Tuan Z.
“Kekuatan informasi yang dimiliki oleh Tuan Z sungguh hebat!” ucap Larietta datar.
“Anda dapat mengetahui identitasku dengan sangat mudah dalam waktu yang singkat!” ungkap Larietta dengan senyum tipis.
“Saya akan menganggap semua yang dikatakan oleh Nona Boulois sebagai pujian! Terima kasih!” ucap Tuan Z sambil menundukkan kepalanya sopan.
“Sama-sama!” jawab Larietta singkat.
Larietta yang tidak bisa berada di tempat itu cukup lama karena khawatir Kesatria Leon akan curiga dan Anna akan dalam masalah pun memutuskan bicara secara langsung tanpa basa-basi.
__ADS_1
“Saya sangat mengagumi kekuatan informasi yang dimiliki oleh Tuan Z. Oleh karena itu, saya ingin meminta bantuan kecil dari Tuan Z!”
“Tolong cari tau semua informasi tentang Nona Melisha Valcov!”
“Informasi yang lebih rinci yang tak ada seorangpun yang tau termasuk rahasia gelapnya!”
“Aku ingin mengetahui semuanya!”
Larietta yang mengetahui karakter Tuan Z dari deskripsi Novel yang dibacanya pun mengeluarkan Perhiasan Kalung dengan Permata besar berwarna biru di tengahnya dengan beberapa Permata biru kecil lain di sekitarnya.
Larietta yang tau jika Master Z sangat menyukai uang dan akan menerima permintaan pelanggannya yang dapat membayar dengan harga tinggi.
‘Aku sengaja tidak menjual Perhiasan ini karena Harganya yang jauh lebih mahal dari Perhiasan sebelumnya dan aku harap Tuan Z mau menerima tawaranku!’
Tuan Z yang mendapatkan informasi tentang Larietta menjadi sangat terkejut dengan Larietta yang ada di depannya sehingga membuat Tuan Z penasaran.
“Hmmmm, sepertinya rumor yang beredar tentang Nona Boulois berbeda sekali!” tanya Tuan Z.
Larietta yang menyadari bahwa Tuan Z mencurigai identitasnya pun mencoba meyakinkan Tuan Z akan kebenaran dirinya.
“Gosip hanyalah buah bibir yang disebarkan oleh orang bodoh dan dipercaya oleh orang idiot!” sindir Larietta.
Tuan Z yang menyadari maksud ucapan Larietta pun tertawa sangat keras dan merasa semakin tertarik dengan Larietta.
“Baiklah! Saya akan menerima permintaan Nona Boulois tapi saya tidak ingin menerima Perhiasan ini sebagai bayaran!” ucap Tuan Z.
Larietta yang bingung dengan maksud perkataan Tuan Z pun mengkerutkan alisnya dan menatap tajam lurus ke depan.
“Saya ingin sebuah informasi yang sama sebagai bayarannya! Informasi tentang Nona Boulois yang tak diketahui orang lain!” ucap Tuan Z dengan senyum tampan.
Larietta yang lemah dengan pria yang berwajah tampan langsung terpesona tapi dengan cepat mengendalikan dirinya.
“Agh! Ehem! Jika Tuan Z ingin informasi sebagai bayarannya maka itu tidak masalah!” ucap Larietta dengan senyum lebar.
‘Memberitau beberapa hal kepada Tuan Z bukanlah hal yang sulit lagipula aku dapat menjual Perhiasan ini dan menambah jumlah uang yang aku miliki!’ pikir Larietta.
“Bagus! Kalau begitu kita sepakat! Aku akan memberi tau jika informasi itu telah aku dapatkan!” ucap Tuan Z dan keduanya pun saling bersalaman.
#Bersambung#
__ADS_1
Siapa Tuan Z sebenarnya? Informasi apa yang akan diberikan oleh Larietta sebagai bayaran? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...