
Berita tentang Larietta yang masuk ke Akademi Rinette setelah diusir dari Kediaman Duke Boulois menjadi berita utama.
“Apakah Putri Boulois sungguh masuk Akademi Rinette?”
“Itu semua benar. Putriku yang diterima di Kelas Sihir melihat Putri Boulois menghadiri Pesta Dansa yang hanya bisa dihadiri oleh Murid Akademi Rinette?”
“Ini sungguh berita yang sangat menggemparkan! Tidak disangka Nona Muda yang diusir dari Kediamannya menemukan pijakan yang kuat!”
Semua orang yang penasaran dengan kelas yang diambil oleh Larietta tidak ada yang mengetahui informasi tersebut sehingga membuat Pengikut Duke Boulois bereaksi.
“Apa ini? Apakah Putri Boulois sungguh masuk Akademi Rinette?”
“Kita harus menemui Tuan Duke dan mengkonfirmasi masalah ini!”
Di sisi lain, Duke Boulois yang tidak menanggapi permintaan Istrinya dan memilih mengabaikannya pun memanggil Butler menemuinya.
“Apakah sudah mendapatkan informasi tentang Larietta, Arman?” tanya Duke Boulois.
“Ya, Tuanku. Saya mendapatkan informasi bahwa Nona Larietta memasuki Akademi Rinette tapi saya tidak mendapatkan informasi tentang kelas yang diambil oleh Nona Larietta!” tegas Butler Arman.
Duke Boulois yang sangat kesal karena tindakan Larietta yang tidak terduga akan membawanya dalam situasi sulit tanpa sadar mematahkan pena yang ada di tangannya.
“Aku ingin sendiri! Jangan biarkan siapapun datang menemuiku!” perintah Duke Boulois.
“Ya, Tuan Duke!” jawab Butler Arman sopan.
Duke Boulois yang ingin membuat Melisha sebagai Putri Angkatnya setelah kepergian Larietta terpaksa harus menunda keinginannya saat kabar Larietta memasuki Akademi Rinette menyebar.
Di saat Duke Boulois sedang memikirkan rencana selanjutnya tiba-tiba pintu ruang kerjanya diketuk yang membuat Duke Boulois kesal.
“Pergi! Aku tidak ingin menemui siapapun sekarang!”
Melisha yang mendengar ucapan Duke Boulois kehilangan nyalinya tapi keinginan untuk menang dari Larietta membuat Melisha menelan ketakutannya.
“Du-Duke... I-ini Melisha. A-apakah saya boleh masuk?” tanya Melisha gagap.
Duke Boulois yang mendengar suara Putri dari wanita yang dicintainya ingin bertemu dengannya langsung melembut.
Duke Boulois yang mempersilahkan Melisha masuk lalu memintanya duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.
“Duduklah, Melisha. Ada apa? Kenapa kau datang menemuiku?” tanya Duke Boulois lembut.
Melisha yang awalnya takut berubah ceria saat melihat ekspresi dan sikap Duke Boulois yang tetap baik dan lembut kepadanya.
Melisha yang tak ingin basa-basi jika inti pembicaraannya adalah Larietta menatap tajam ke arah Duke Boulois.
__ADS_1
“A-Ayah! Tolong bantu aku agar aku bisa masuk Akademi Rinette! Aku juga ingin belajar di Akademi sama seperti Larietta!”
Duke Boulois yang tidak menyangka jika dirinya akan mendengar permintaa Melisha yang menurutnya sangat sulit pun menghela nafas panjang.
“Hah! Melisha! Masuk Akademi Rinette tidak semudah yang ada di dalam pikiranmu!”
“Kau tidak bisa masuk ke dalam Akademi Rinette karena pengaruhku seperti kau masuk ke dalam Pergaulan Bangsawan Kelas Atas dengan menghadiri Pesta besar!”
“Bahkan Keluarga Kerajaan tidak bisa memaksa Ketua Akademi Rinette ataupun Profesor disana untuk menerima Pangeran Atau Putri!”
Melisha yang tidak ingin menyerah begitu saja akan keinginannya pun berlutut di lantai dan menangis memohon di hadapan Duke Boulois.
“A-Aku mohon Ayah! Tolong bantu aku! Sekali ini saja!”
Duke Boulois yang tidak bisa menerima apapun yang akan mempermalukan Keluarga Duke meskipun itu Putri yang sangat dicintainya pun memukul meja yang ada di hadapannya.
“Jangan bersikap kekanak-kanakan Melisha!”
“Jangan meminta sesuatu yang tidak bisa kau dapatkan hanya dengan memohon dan menangis!”
“Berdirilah dan kembalilah ke kamarmu!”
“Ayah tidak bisa membantumu untuk masuk ke dalam Akademi Rinette!”
“Kekuatan Keluarga Duke Boulois tidak bisa menekan Kekuatan yang ada di dalam Akademi Rinette!”
Melisha yang tak ingin kehilangan kasih sayang Duke Boulois padanya hanya karena keinginan kecilnya memilih menghapus air matanya dan bersikap bahwa dirinya baik-baik saja.
“Ma-Maafkan Melisha yang telah melewati batas, Ayah!”
“Melisha bersalah dan Melisha meminta maaf!”
“Melisha berjanji, Melisha tidak akan melakukan hal seperti ini lagi!”
Duke Boulois yang senang karena Melisha tidak menjadi anak yang keras kepala seperti Larietta berbalik arah dan memeluk Melisha.
“Ini bukan salahmu. Maafkan Ayah juga karena Ayah tidak bisa mengabulkan permintaanmu!” ungkap Duke Boulois lembut.
“Sungguh, Ayah sangat ingin mengabulkan semua permintaanmu tapi kenyataannya ada beberapa hal yang sulit dikabulkan!” ucap Duke Boulois sedih.
“Melisha mengerti, Ayah! Maaf karena telah mengganggu waktumu, Ayah!” ucap Melisha dengan wajah sedih.
Duke Boulois yang tidak bisa melakukan mengabulkan permintaan Melisha menarik nafas panjang dan membiarkan Melisha kembali ke kamarnya setelah memberikannya sedikit harapan.
“Kau mungkin tak bisa masuk Akademi Rinette tapi Ayah berjanji akan membuatmu menjadi Putri Duke Boulois satu-satunya segera menggantikan Larietta!”
__ADS_1
“Oleh karena itu, Ayah mohon untuk bersabarlah sedikit lagi!”
“Baik, Ayah!” ungkap Melisha dengan senyum ceria.
Duke Boulois yang tak ingin membuat Melisha kecewa untuk kedua kalinya memanggil Butler Arman menemuinya.
“Panggil Duchess ke ruang kerjaku sekarang!”
Sementara itu, Melisha yang kembali ke kamarnya dengan suasana hati yang buruk pun terbaring di tempat tidurnya dengan tatapan kosong.
“Hah! Tidak bisa masuk Akademi Rinette meski dengan pengaruh Duke sungguh menyebalkan!”
“Tapi janji yang dibuat Duke pasti akan terwujud jadi sebaiknya aku bersabar dan mengabaikan semuanya!”
Di sisi lain, Larietta yang pergi ke ruang kerja Lorca melihat Lorca yang sangat fokus hingga tak tau akan kedatangannya.
“Hmmm, apakah ini Alat Sihir yang aku minta buatkan?” tanya Larietta.
Lorca yang terkejut dengan kedatangan Melisha yang tiba-tiba bicara di sampingnya kehilangan keseimbangannya hingga akhirnya membuat dirinya terjatuh ke lantai.
“Aaaarrgghhh! Aduh!”
Larietta yang merasa bersalah karena mengagetkan Lorca langsung meminta maaf lalu memuji hasil kerja keras Lorca hingga membuat Lorca malu.
“Ma-Maafkan aku! Aku sungguh tidak bermaksud mengejutkanmu!” ucap Larietta sedih.
“Ti-Tidak! Ini bukan salah anda Nona. I-ini semua karenaku yang terlalu fokus sehingga tak tau jika Nona datang. Maafkan ketidaksopananku!” ucap Lorca buru-buru.
“Aku baik-baik saja. Hmmm, apakah ini alat sihir yang aku minta Tuan Lorca buatkan?” tanya Larietta penasaran.
“Be-Benar tapi alat sihir ini belum sempurna. A-aku masih harus melakukan uji coba!” tegas Lorca.
“Benarkah? Aku tidak menyangka jika desain yang aku gambar nyatanya akan sangat sesuai dengan yang aku harapkan! Tuan Lorca, kau sangat hebat!” puji Larietta.
Lorca yang malu tapi senang karena akhirnya ada orang yang menghargai kerja kerasnya pun menjelaskan kemajuan dalam proses pembuatan alat sihir yang diminta Larietta.
“No-Nona jangan khawatir. Aku berjanji bahwa aku akan menyelesaikan pembuatan alat sihir ini sebelum kafe yang dibangun Nona selesai!” tegas Lorca.
“Apa kau serius Tuan Lorca?” tanya Larietta tersenyum ceria.
“Tentu saja!” ucap Lorca percaya diri.
Larietta yang sangat senang karena rencananya berjalan dengan lancar memilih pergi dan membiarkan Lorca melanjutkan pekerjaannya lalu pergi ke Asosiasi Eagle Eyes.
#Bersambung#
__ADS_1
Akankah Duke Boulois sungguh berhasil membuat Melisha menjadi Putri Angkatnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...