
Theodore yang telah sampai di Kota Rinette dalam waktu sehari dengan menggunakan Sihir Teleportasi menjadi semakin sibuk setiap harinya hingga Larietta tiba.
“Bagaimana kemajuan pembangunan Kafenya?” tanya Theodore dengan ekspresi wajah serius.
“Semuanya berjalan dengan sangat lancar. Orang-orang yang mulai tertarik dengan kafe yang akan segera dibuka setelah pemasangan beberapa gambar menu secara bergantian!” jawab Oilvier dengan tatapan lurus ke depan.
“Itu bagus! Percepat semuanya karena aku ingin menunjukkan kepada Larietta hasil kerja kita selama dia berada di Ibukota!” tegas Theodore dengan tatapan tajam.
Namun Theodore yang ternyata tak bisa seratus persen fokus pada pengerjaan bisnis yang sedang dilakukannya bersama Larietta mendapat kabar yang sangat mengejutkan.
“Apakah kau sudah mengkonfirmasi berita ini?” tanya Theodore dengan wajah penasaran.
“Tentu saja. Mata-mata yang kita letakkan di Kediaman Duke memberikan pengakuannya!” jawab Olivier dengan suara tegas.
Theodore yang mendapatkan kabar bahwa Duchess Boulois jatuh pingsan lalu sakit hingga kesulitan berbaring di tempat tidur mulai mengkhawatirkan Larietta.
“Lakukan investigasi menyeluruh! Caritau apa yang sebenarnya terjadi dan gosip yang beredar di Ibukota saat ini!” ucap Theodore memberi perintah.
Theodore yang tau jika Larietta sangat kecewa kepada orangtuanya tapi berita tentang Duchess Boulois yang jatuh sakit dan Duke Boulois yang begitu menyayangi anak tidak sah menjadi cemas.
‘Aku harap Larietta tidak terlalu bersedih seperti saat aku memberitaukan kenyataan buruk tentang identitas Nona Melisha!’ pikir Theodore dengan pandangan lurus jauh keluar jendela.
Sementara itu, Larietta yang akhirnya sampai di Kota Rinette setelah melakukan perjalanan yang panjang menjadi sangat bersemangat saat melewati Kafe miliknya yang hampir selesai.
__ADS_1
'Jika sesuai rencana maka awal pembelajaran, Kafe ini bisa resmi dibuka!' pikir Larietta.
Larietta yang sangat lelah selama perjalanan karena hanya bisa tidur dan makan di dalam kereta kuda jadi sangat merindukan tempat tidur.
Larietta yang langsung terbaring di tempat tidur tepat setelah dirinya sampai membuat Anna yang terus memperhatikan tingo
kah laku Larietta tertawa kecil.
"Hehehe.... Nona, kau terlihat seperti anak kecil jika seperti itu!" gumam Anna dengan nada bercanda.
"Anda sangat lelah karena perjalanan panjang. Apakah Nona mau aku memijat punggung dan pundakmu?" tanya Anna dengan niat yang tulus.
Larietta yang memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dengan cepat menolak tawaran Anna meskipun sebenarnya dirinya sangat ingin dipijat.
"Au tau juga sangat lelah sama halnya dengan diriku jadi lebih baik kau juga istirahat! Biarkan saja barang-barang itu, kita bisa membereskannya besok pagi!" ucap Larietta dengan suara yang lembut.
Anna yang merasa sangat beruntung memiliki Nona Muda seperti Larietta untuk dilayani dengan cepat menganggukkan kepalanya mematuhi perintah Larietta.
Keesokan harinya, Larietta yang tidur seharian menjadi sangat segar dan penuh dengan tenaga sehingga memutuskan untuk menemui Master Z.
Larietta yang tidak ada seorangpun yang tau tentang tujuan kepergiannya pun memakai jubah hitam panjang dan melepas jubahnya saat berdiri di hadapan Master Z.
“Lama tidak berjumpa, Master!” sapa Larietta dengan senyum yang lembut.
__ADS_1
“Tapi apa terjadi sesuatu padamu? Kau terlihat sangat lelah. Apakah kau memiliki misi khusus dari pelanggan yang spesial?” tanya Larietta dengan pertanyaan tanpa niat apapun.
Master Z yang tidak bisa fokus dengan yang sedang dikerjakannya saat ini semenjak informasi terakhir yang diberitau oleh Olivier padanya memasang senyum pahit di bibirnya.
“Agh, kau benar. Sepertinya hampir sebulan lamanya sejak terakhir kita bertemu, Nona!” jawab Master Z sambil tersenyum.
“Hmmm, aku tidak mendapatkan permintaan khusus saat ini karena aku memiliki syarat unik untuk memilih pelanggan!” ungkap Master Z dengan senyum lebar.
Larietta yang mengetahui kepribadian Master Z dari Novel yang dibacanya pun tersenyum canggung lalu memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan.
‘Hah! Setelah melakukan pertemuan beberapa kali hingga menjadi partner bisnis membuatku lupa bahwa Master Z adalah orang yang memiliki kepribadian unik!’ pikir Larietta dengan ekspresi wajah yang canggung.
“Sebaiknya aku mengubah topik pembicaraan sebelum situasi yang ada di dalam ruangan ini berubah menjadi semakin tidak nyaman!’ pikir Larietta lagi dengan senyum kaku.
Namun sebelum Larietta berhasil membuka percakapan baru Master Z telah menyerahkan sebuah amplop padanya.
“Apa ini Master?” tanya Larietta dengan ekspresi wajah penasaran.
“Bukalah dan kau akan mengetahui isinya!” ucap Master Z yang bersikap sangat misterius membuat Larietta menjadi sangat gugup.
#Bersambung#
Apa sebenarnya isi dari amplop yang diberikan oleh Master Z kepada Larietta? Bagaimana tanggapan Larietta terhadap isi dari amplop tersebut? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1