Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 69. Perjanjian dengan Kaisar


__ADS_3

Larietta yang melihat pria paruh baya dengan rambut dan bola mata berwarna emas di hadapannya semakin yakin bahwa dirinya sungguh bertemu dengan Kaisar.


Ethan Lhoid Chillia adalah Kaisar di Kerajaan Chillia yang memerintah sejak umur sembilan belas tahun setelah membunuh semua saudaranya dalam perebutan Takhta Kerajaan.


Larietta yang tidak mendapatkan gambaran apapun tentang sifat Kaisar dan Keluarga Kerajaan di dalam Novel yang dibacanya hanya berharap bahwa semua informasi yang didapatkannya benar.


‘Aku mendapat informasi dari Master bahwa Kaisar adalah orang yang kejam dan berdarah dingin yang tak segan mengangkat pedangnya membunuh orang yang tak disukainya!’ pikir Larietta.


‘Theo juga berpesan untukku agat tidak menurunkan kewaspadaanku di depan Kaisar meski hanya sejenak atau aku akan tertelan hidup-hidup!’ pikir Larietta dengan sorot mata tajam.


Larietta yang mengangkat kepalanya dan berdiri dengan tegap di hadapan Kaisar dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi dingin mendengar pertanyaan yang tak masuk akal.


“Nona Muda Boulois, senang bisa bertemu dengan anda. Saya harap Daerah Duchy akan selalu aman dan makmur!” ucap Kaisar dengan senyum ramah.


Larietta yang tak tau alasan Kaisar menanyakan pendapat di saat semua orang di Kerajaan Chillia sudah mengetahui hubungannya dengan Kediaman Duke Boulois.


“Maafkan atas kelancangan saya Yang Mulia tapi saya bukan lagi Nona Muda dari Kediaman Duke Boulois. Saya telah dikeluarkan dari Duke Boulois!” tegas Larietta dengan tubuh yang tegap.


Kaisar yang terkejut dan terpesona dengan keberanian Larietta pun tersenyum ceria lalu mengubah sikapnya secara drastis.


“Agh, maafkan ketidaktahuanku, Nona Larietta.” Ucap Kaisar dengan wajah pura-pura menyesal.


“Itu tidak masalah, Yang Mulia!” jawab Larietta dengan senyum lembut.


Larietta yang tak ingin menunjukkan kelemahannya di depan Kaisar memutuskan untuk tidak memasang ekspresi wajah yang tidak biasa.


Kaisar yang memfokuskan dirinya pada keselamatan Kerajaannya dari kekeringan dan untuk mendapatkan kepercayaan dari Rakyatnya memutuskan untuk memenangkan Larietta.


“Nona Larietta sungguh memiliki hati yang baik. Tak hanya parasnya tapi hatinya pun sangat cantik yang rela membantu orang-orang yang kesulitan!” ucap Kaisar dengan senyum.


“Anda terlalu memuji, Yang Mulia. Saya hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Saya tak dapat disamakan dengan Yang Mulia yang begitu hebat dan memiliki segalanya!” balas Larietta dengan senyum yang tak kalah manis.


Kaisar yang sangat yakin jika Larietta memiliki sesuatu yang diinginkan untuk mengelurkan tangannya membantu Kerajaan yang tak ada hubungan dengannya mengusir Profesor Pavel dan Profeso Zachary keluar.

__ADS_1


“Sekarang kau bisa mengatakannya dengan lebih leluasa Nona Larietta. Apa yang kau inginkan sebagai imbalan menemukan sumber air baru di Daerah yang mengalami kekeringan?” tanya Kaisar secara langsung.


Larietta yang tidak menyangka jika Kaisar akan mengusir dua Profesor besar di Akademi Rinette dengan mudah untuk bicara dengannya menjadi puas.


“Yang Mulia sudah mengatakannya jadi saya tak akan berputar-putar. Saya ingin kehancuran Kediaman Duke Boulois!” tegas Larietta dengan sorot mata yang dingin.


“Jika saya tak bisa mendapatkannya maka menghancurkannya adalah hal sangat saya inginkan!” jawab Larietta dengan senyum jahat.


Kaisar yang tidak menyangka jika Larietta yang dilihatnya masih muda dapat memiliki pemikiran yang sangat kejam.


Kaisar yang melihat Larietta berdiri di depannya seolah melihat dirinya di masa lalu yang membunuh semua Keluarganya untuk menaiki Takhta.


Namun sebelum Kaisar mengatakan sesuatu untuk menjawab keninginannya, Larietta telah mengatakan sesuatu yang membuat Kaisar tertawa bahagia.


“Tapi aku ingin Yang Mulia membiarkan ketiganya tetap hidup. Aku ingin mereka berada di dalam Neraka karena kematian adalah hukuman yang paling ringan untuknya!” ucap Larietta dingin.


“Aku mengerti. Jika saatnya tiba maka aku berjanji akan melakukan seperti yang kau inginkan!” ucap Kaisar dengan senyum lebar.


Larietta yang mengingat pesan dari Theodore tidak ingin menurunkan kewaspadaannya meskipun telah mendapatkan keinginannya.


Kaisar yang tidak senang dengan Larietta yang meminta melakukan Sumpah tertinggi karena selama ini tak pernah ada orang yang memintanya melakukan itu.


Meskipun begitu Kaisar tidak keberatan melakukan yang diinginkan Larietta asalkan Larietta mau membantunya dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Chillia.


‘Master Elemen sangatlah langka karenanya dimanapun Master Elemen lahir akan selalu diterima.’ Pikir Kaisar dengan sorot mata yang tajam.


“Aku bersumpah atas nama Dewi Airelle bahwa aku Ethan Lhoid Chillia, Kaisar di Kerajaan Chillia, akan mengampuni nyawa Duke, Duchess, dan Nona Boulois pada saatnya tiba!” sumpah Kaisar.


Larietta yang sangat puas dengan yang dilakukan oleh Kaisar dengan cepat membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


Larietta yang melanjutkan perbincangan mengenai wilayah yang mengalami kekeringan bersama Kaisar dan dua Profesor Akademi Rinnete akhirnya dapat kembali di malam hari.


“Agh, tubuhku sakit semua!” gumam Larietta sambil terbaring di tempat tidur tanpa melepaskan pakaian dan menghapus make-up nya lagi.

__ADS_1


Anna yang melihat Larietta terbaring dengan cepat menarik tubuhnya dan memaksa Larietta membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Larietta yang awalnya menolak akhirnya menyadari bahwa keputusan yang tepat mengikuti saran Anna karena dirinya merasa sangat rileks saat berendam di air hangat di dalam bak mandinya.


“Aaarrgghh.... Ini surga... Aku sangat suka dengan suhu ini!” guma Larietta yang bersandar sambil memejamkan matanya.


Larietta yang telah berendam setengah jam menjadi semakin rileks saat Anna memijat tubuhnya yang terasa sakit hingga tertidur dengan sangat lelap malam itu tanpa diketahuinya ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam kamarnya.


Theodore yang menyelesaikan semua pekerjaannya dengan hanya tidur selama satu jam dan melakukan Sihir Teleportasi untuk bisa sampai di Ibukota lebih cepat.


Theodore yang merasa jika semua semua usahanya dapat terbayar lunas saat melihat Larietta terbaring tidur sangat pulas di depannya.


“Aku sangat merindukanmu, Larietta. Satu hari tak melihatmu rasanya sungguh menyiksaku!” ucap Theodore dengan suara rendah lalu mencium kening Larietta.


Keesokan paginya, Larietta yang tak ingin menunda pencarian sumber air di tiga titik kekeringan terparah di Kerajaan Chillia bergegas pergi.


“Aku harus menyelesaikan ini semua sebelum hari Pertunangan Melisha karena aku ingin melihat wajahnya memerah menahan kesal karena namaku lebih terkenal dibandingkan berita Pertunangannya!” gumam Larietta dengan senyum licik.


Larietta yang terus berpergian dan berpindah tempat nyatanya masih meluangkan waktu untuk saling bertukar pesan dengan Theodore dan bertukar informasi dengan Master Z.


“Hmmm, kenapa aku merasa jika tulisan tangan Theo dan Master sangat mirip dan hanya dibedakan pada penulisan di huru “g”!” gumam Larietta yang membandingkan surat dari Theodore dan Master Z.


Theodore yang telah memutuskan untuk memberitau Larietta tentang rahasianya sengaja memberikan beberapa petunjuk untuk membuat Larietta menyadari rahasianya.


Theodore tak hanya mengajak Larietta menonton pertunjukan tentang dirinya tapi juga menunjukkan bahwa dirinya tak hanya Master Pedang tapi juga Master Sihir.


Larietta yang perlahan merasa curiga dengan identitas Master Z yang bisa saja adalah Theodore yang mengubah warna rambut dan mata dengan Sihir.


“Hmmm, apakah Theo sebenarnya adalah Master? tanya Larietta dengan wajah bingung.


Namun kesibukan dan rencana masa depan yang tak bisa ditunda membuat Larietta mengesampingkan perdebatannya tentang identitas sesungguhnya Master Z.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Larietta sungguh berhasil menemukan sumber mata air di Daerah Kekeringan? Akankah rahasia Theodore akan terungkap? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2