
Melisha yang tidak menyangka jika mimpinya untuk bisa datang ke Acara yang sangat besar dan bisa menginjakkan kakinya di Istana Kerajaan menjadi kenyataan hingga membuatnya sangat bahagia.
Melisha yang berjalan dengan kepala terangkat dan tubuh yang tegap serta senyum bahagia yang tak berhenti ditunjukkannya berjalan memasuki Istana.
'Sebagai Putri Seorang Baron aku tidak mungkin memiliki kesempatan untuk datang ke Istana dan membuatku hanya bisa bermimpi!'
'Tapi itu adalah masa lalu karena sekarang aku pasti bisa mewujudkan mimpiku menjadi Bunga Pergaulan Kelas Atas!'
'Aku akan mencapai posisi yang lebih tinggi dari posisi Putri Seorang Baron meskipun aku harus menghancurkan orang lain!'
Melisha yang berdiri di depan pintu gerbang menuju Ruangan Pesta melihat seorang penjaga yang membuka pintu untuknya dan Joseph lalu mempersilahkan keduanya memasuki ruangan pesta.
"Tuan Muda Joseph Paul Danzhweltz dan Nona Melisha Valcov memasuki ruangan!"
Tatapan mata yang saling bertemu membuat Melisha mengembangkan senyum bahagia sambil meletakkan tangannya di lengan Joseph keduanya berjalan memasuki ruangan dengan percaya diri.
'Ini adalah awal permulaan debutku di Pergaulan Kelas Atas. Aku pasti bisa! Aku pasti biss! Ayo semangat Melisha!'
Semua orang yang mengalihkan pandangannya pada pintu gerbang yang dibuka kembali pun melihat Melisha dan Joseph berjalan memasuki ruangan bersama.
Sikap Joseph yang dingin dan kemampuan pedangnya yang hebat membuatnya menjadi orang yang sulit untuk didekati.
Namun semua gosip buruk itu menghilang saat Joseph mengubah sikapnya di depan Melisha yang terlihat seperti Seorang Pria yang sedang jatuh cinta.
'Siapa Nona Muda yang datang bersama Tuan Muda Danzhweltz?'
'Aku tidak tau tapi satu yang pasti dia bukanlah Putri Larietta dari Kediaman Duke Boulois!'
Nona dan Tuan Muda Bangsawan yang ingin memiliki hubungan baik dengan Joseph pun mulai mendekati Melisha.
"No-Nona Valcov... Perkenalkan, saya Charlotte Aster Rodenherg dari Kediaman Marquess Rodenherd!”
“Dan saya Elaen Sher Benedict dari Kediaman Viscount Benedict!”
“Senang bertemu dengan anda, Nona.!" balas keduanya.
Melisha yang sangat senang ada orang yang mengajaknya bicara terlebih dahulu saat dirinya menghadiri Pesta untuk pertama kali menjadi sangat bahagia.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan Kedua Nona, Nama saya Melisha Valcov!" ucap Melisha dengan senyum ceria.
"Agh, Nona Valcov, anda terlihat sangat cantik dengan gaun itu!"
"Benarkah? Terima kasih! Joseph memberikannya padaku secara khusus sebagai hadiah!"
Melisha yang tau jika alasan Nona dan Tuan Muda Bangsawan mendekatinya duluan karena Joseph pun tidak menyia-nyiakan kartu yang dimilikinya dan menggunakan nama Joseph sesuka hatinya.
Melisha yang bahagia karena berpikir jika namanya telah memasuki Pergaulan Kelas Atas tidak menyangka jika kebahagiaan itu hanya sementara.
Senyum bahagia yang diperlihatkan Melisha pun menghilang seketika saat Penjaga Gerbang membuka pintu dan mengumumkan nama yang tak diharapkan kehadirannya untuk muncul.
“Tuan Muda Theodore Lier Chartreux dan Nona Larietta Issabele De Boulois memasuki ruangan!”
Larietta yang datang dengan memakai gaun berwarna merah muda dengan permata besar berwarna merah muda terlihat sangat cantik dan mempesona.
Larietta yang tidak menyangka jika di detik-detik dirinya memasuki ruangan pesta akan mendapatkan hadiah yang sangat mengejutkan dari Theodore.
Theodore yang telah mengakui bahwa dirinya tertarik dan sangat haus akan informasi tentang Larietta membuatnya tak bisa melepaskan pandangan matanya dari Larietta.
Theodore yang melihat larietta yang datang sangat cantik tidak ingin menunjukkan Larietta pada siapapun tapi Theodore yang tak bisa melakukan itu menahan dirinya.
Theodore yang mengeluarkan sebuah kotak besar perhiasan dari dalam jasnya pun menunjukkannya pada Larietta.
"Ini adalah hadiah untuk Nona karena telah bersedia menerima permintaan saya! Saya mohon untuk tidak ditolak!" ucap Theodore.
Larietta yang tidak pernah melihat batu permata yang sangat besar berwarna merah muda di Kerajaan Chillia menjadi terkejut.
Namun Larietta yang telah terbiasa dengan hal indah daj mewah dengan cepat menguasai dirinya dan menerima pemberian itu dengan senang hati.
Theodore yang hadiahnya diterima menjadi sangat bahagia lalu mengambil kalung tersebut dan memasangnya di leher Larietta.
Permata Merah Muda yang menggantung di leher mulus Larietta terlihat sangat cocok dan pas dengan Gaun merah muda yang dipakai olehnya.
Melisha yang balik menatap Theodore yang tak dilihatnya dengan jelas di pertemuan pertama mereka pun menyadari bahwa Theodore adalah pria yang sangat tampan yang bisa menggoyahkan hati wanita manapun yang melihatnya.
Theodore yang memakai setelah dengan berwarna merah muda dengan rambut hitam terlihat sangat tampan dan bersinar di bawah sinar bulan.
__ADS_1
Larietta yang tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang sama dengan idolanya di kehidupannya sebelumnya merasakan jantungnya berdegup sangat kencang dan wajahnya memerah seperti tomat.
'Tidak disangka aku akan bertemu dengan pria yang sangat tampan dan berkarisma seperti Tuan Muda Theodore!'
'Aaarrgghhh! Tuan Muda Theodore sungguh tipeku!'
Laretta yang berjalan memasuki ruangan pesta dengan Theodore di sampingnya menjadi tidak percaya diri tapi Larietta yang tak melupakan tujuannya mencoba bertahan hingga akhir.
Semua Bangsawan yang sangat menyukai gosip dan bicara tidak bisa menutup mulutnya untuk berkata saat melihat Theodore yang tak pernah hadir di Pesta manapun muncul bersama Larietta yang memiliki reputasi sebagai Wanita Iblis.
‘Apa kau lihat itu? Tuan Muda Theodore menjadi pendamping Putri Larietta!’
'Hah! Keduanya pun terlihat sangat serasi dengan gaun dan jas berwarna merah muda!'
‘Lihatlah perhiasan yang ada di leher Putri Larietta! Apakah itu Permata merah muda yang sangat langka?'
'Permata itu terlihat sangat indah dan bersinar di leher Putri Larietta!'
“Aaarrgghh! Aku sangat iri pada Putri Larietta!’
Melisha yang melihat semua orang berhenti memuji dirinya dan berganti pujian untuk Larietta membuat hatinya menjadi panas.
'Sial! Kenapa kau harus selalu muncul di saat semua perhatian tertuju padaku? LARIETTA!' pikir Melisha dengan meremas salah satu bagian gaunnya.
Melisha yang tidak ingin Larietta merasakan kebahagiaan meskipun hanya sebentar saja pu membuat rencana untuk melenyapkan senyum tersebut.
'Kau selalu menjadi penghalang untukku bersinar maka aku pun akan menghancurkanmu, Larietta!'
Melisha yang tau jika Larietta sangat mencintai Joseph dan tak bisa hidup tanpa Joseph pun memutuskan untuk menggunakan Joseph untuk mempermalukan Larietta
'Kau sangat mencintai Joseph, bukan? Jika seperti itu maka aku akan tunjukkan padamu bahwa kau tak akan pernah bisa memiliki Joseph!'
'Kau akan menangis dan memohon padaku Larietta!'
Melisha yang mengalihkan pandangannya ke arah Joseph pun membuat Joseph yang tidak melihat Larietta untuk mengalihkan sedikit perhatiannya
“Jo-Joseph! A-apa yang sedang dilakukan Nona Larietta disana? Kenapa dia memasuki Pesta dengan Pria lain padahal dirinya memiliki Tunangan?” tanya Melisha gagap.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah Melisha berhasil menghilangkan senyum di wajah Larietta atau sebaliknya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..