
Setelah pertemuannya dengan Master Z, Larietta menjalani hidupnya dengan santai dan tak melakukan apapun sambil menikmati uang bulanan yang dijanjikan oleh Profesor Zachary.
“Hmmm, kehidupan seperti ini adalah yang aku inginkan!” gumam Larietta.
“Agh, tapi uang yang diberikan oleh Profesor Zahchary hanya memberikan kehidupan sederhana dan bukan kehidupan mewah!” ucap Larietta menarik nafas panjang.
“Aku harus bisa berhasil dalam bisnis ini jika aku ingin hidup mewah dan nyaman!” ungkap Larietta menatap langit sambil menyeruput tehnya di balkon Asrama.
Sementara itu, Joseph yang datang ke Kediaman Duke, Boulois diterima dengan sangat baik dan langsung diantar ke Aula Utama.
Melisha yang mendengar kabar bahwa Joseph datang menemuinya langsung berlari menemui Joseph dengan wajah gembira.
“Joseph!” panggil Melisha.
“Melisha!” balas Joseph.
“Maafkan aku yang baru bisa menghubungimu, ada beberapa masalah yang terjadi!” ucap Joseph tiba-tiba memasang wajah lelah.
Melisha yang berpikir bahwa sesuatu terjadi yang menyebabkan Joseph tidak menghubunginya semenjak Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota menjadi penasaran.
“Masalah? Masalah apa? Apakah ini karenaku?” tanya Melisha.
“Maafkan aku. Ini semua pasti karenaku. Ini semua salahku sehingga situasi ini menjadi semakin rumit!” ucap Melisha sedih.
“Ini bukan salahmu. Kau tidak melakukan kesalahan apapun, Melisha!” ucap Joseph menenangkan.
“Sungguh? Apa kau sungguh bepikir begitu?” tanya Melisha yang dibalas dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Joseph yang merasa bersalah karena meragukan semua ucapan Melisha meminta maaf yang dengan cepat dijawab dengan ekpsresi wajah polos.
Melisha yang berhasil mengusir Larietta dari Kediaman Duke belum bisa menjadi tenang saat nama Larietta belum secara sah dikeluarkan dari Keturuna Duke Boulois.
Melisha yang ingin menguatkan posisinya di Kehidupan Bangsawan membutuhkan status sebagai Pasangan Joseph sehingga Melisha memutuskan untuk memberikan sedikit tekanan kepada Joseph.
“Meskipun Joseph mengatakan tidak tapi semua orang tidak bisa berpikir sepertimu!” ucap Melisha.
“Aku akan selalu disebut sebagai Orang Asing yang mengusir Pemilik dari rumahnya sendiri!” tegas Melisha.
Joseph yang tidak bisa melihat Melisha bersedih bahkan sampai harus mengeluarkan air mata langsung menghiburnya.
“Tidak ada yang akan berpikir ataupun bicara seperti itu. jika mereka melakukan itu maka aku tidak akan tinggal diam!” tegas Joseph.
Melisha yang menunggu kata-kata penegasan itu keluar dari mulut Joseph pun tersenyum licik.
“Tidak ada yang benar-benar berada di pihakku! Aku hanyalah orang asing di Kediaman Duke dan Putri dari Seorang Baron miskin tanpa ada kekuasaan ataupun wilayah!”
Joseph yang menyadari situasi dari situasi menggigit bibir bawahnya dengan sangat erat lalu mengambil resiko demi Melisha.
“Kau adalah wanita yang aku cintai dan hanya kau yang aku mau, Melisha!” tegas Joseph.
“Kau hanya banyak bicara seperti pria lain tapi tidak pernah melakukan aksi nyata!” ucap Melisha dengan nada sedikit naik.
“Kalau begitu, aku akan mengumumkan kepada semua orang bahwa kau adalah Tunanganku dan Marchioness Danzhweltz di masa depan!” tegas Joseph.
“Apakah kau sungguh-sungguh Joseph?” tanya Melisha terharu.
__ADS_1
“Aku terlah berjanji padamu dan aku tidak mungkin melanggarnya!” ucap Joseph lagi.
Melisha yang tidak bisa menghilang rasa bahagianya pun memeluk Joseph dan keduanya saling menatap lalu semakin dekat.
Beberapa hari berlalu, Larietta yang tidak menyangka jika Akademi Rinette akan segera memulai hari pertama belajar terpaksa harus meninggalkan kehidupan malasnya sementara waktu.
“Nona, aku yakin anda pasti akan menjadi pusat perhatian karena kecantikan anda. Oleh karena itu, aku akan melakukan yang terbaik untuk mendandani anda!” ucap Anna membara.
“Lakukan dengan sederhana saja, Anna. Aku tidak ingin mengundang musuh yang tidak perlu selama disini!” ucap Larietta cuek.
Anna yang tidak peduli dengan ucapan Larietta tetap mendandani Larietta dengan mengerahkan seluruh kemampuannya.
“Selesai! Nona, anda terlihat sangat cantik!” ucap Anna puas.
“Hmmm, benar sekali! Aku sungguh cantik tapi Anna bukankah aku sudah bilang untuk memberiku riasan yang sederhana!” ucap Larietta pasrah.
“Apa yang bisa aku lakukan Nona. Anda sangat cantik sehingga apapun yang anda pakai akan selalu terlihat cantik!” ungkap Anna dengan ekspresi tak berdaya.
Larietta yang berjalan meninggalkan Asrama pun memasuki Akademi Rinette untuk mengikuti Acara Penerimaan Siswa Baru.
“Tidak disangka jika tempat ini akan sangat ramai! Apakah semua Murid datang ke Acara ini?” tanya Larietta penasaran.
Larietta yang berjalan sendirian tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berada di dekatnya dan menjawab pertanyaannya dengan cepat.
“Kau benar. Semua orang hadir dalam Acara ini karena mereka semua penasaran dengan talenta yang berhasil memasuki Akademi Rinette!”
#Bersambung#
__ADS_1
Siapa orang yang berada di samping Larietta? Apakah Larietta akan menjalani kehidupannya dengan lancar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...