
Melisha yang sangat senang karena Acara Pesta Kedewasaannya akan dilaksanakan dalam waktu dekat bergegas mempersiapkannya dengan sangat detail.
"Rieta, bisakah kau mengundang Nyonya Berty untuk datang membuatkan Gaun untukku?" tanya Melisha penuh harap.
"Aku tau jika Nyonya Berty adalah perancang pribadi Kediaman Duke. Jadi aku ingin dia membuatkan Gaun untukku nanti!" ucap Melisha ceria.
"Saya akan segera menghubunginya dan menyampaikan pesan Nona!" jawab Rieta sopan.
Sopan yang meninggalkan kamar Melisha langsung memasang ekspresi dingin dengan wajah tidak senang dan tangan terkepal erat menahan amarah.
'Hah! Menyebalkan sekali! Kenapa aku harus melayani Bangsawan Rendah seperti itu sebagai Majikanku?'
"Hmmm, aku harap Nona Larietta segera kembali dan menunjukkan siapa Pemilik Kediaman Duke Boulois sebenarnya!'
Melisha yang sengaja menyebarkan berita tentang pengadopsiannya ternyata mendapatkan respon yang sangat baik.
Nona Muda Bangsawan yang tidak bisa melawan Kediaman Duke Boulois satu per satu mengirimkan undangan Pesta Minum Teh dan meyakinkan diri untuk hadir di Pestanya.
Mary yang sejak awal memutuskan untuk mengikuti Melisha merasa sangat bahagia karena Pelayan lain memperlakukannya dengan hormat.
'Sungguh keputusan yang bagus mengikuti Nona Melisha!'
'Aku harus bersikap baik dan mengambil hati Nona Melisha agar masa depanku cerah di Kediaman Duke ini!'
"Nona, anda sangat hebat sekali. Aku yakin jika mimpi Nona untuk menjadi Bunga di Pergaulan Kelas Atas Bangsawan akan segera terwujud!" puji Mary.
"Terima kasih, Mary. Jangan khawatir. Saat aku mendapatkan posisi itu dan menemukan suami yang hebat, aku akan membawamu bersamaku. Aku akan menjadikanmu Pelayan Pribadiku!" janji Melisha.
__ADS_1
"Terima kasih, Nona. Melayani anda adalah keberkahan bagiku!" jawab Mary tersenyum ceria.
Di sisi lain, Joseph yang mendapatkan surat balasan dari Melisha bergegas menuju Kediaman Duke sambil membawa satu buket bunga mawar besar.
"Bunga yang indah untuk wanita yang indah!" ucap Joseph.
"Terima kasih, Joseph. Ta-Tapi kau tidak perlu melakukan ini. Aku tidak ingin membuatmu kerepotan!" jawab Melisha dengan wajah pura-pura tidak nyaman.
"Apa yang kau katakan? Tidak pernah ada repot untuk membuat wanita yang kita cintai bahagia." tegas Joseph.
"Terima kasih!" balas Melisha tersenyum ceria.
Melisha yang mengajak Joseph untuk minum teh bersama di Taman Bunga Kaca langsung memasang wajah sedih saat membicarakan Marquess Danzhweltz yang sedang sakit.
"Joseph, maafkan aku yang tak sempat mengunjungimu. Aku ikut sedih mendengar tentang Tuan Marquess. Aku harap dia segera pulih!" ucap Melisha sedih.
"Aku tidak menyalahkanmu karena aku tau kau pasti sibuk dengan semua persiapan! Jangan khawatir tak akan ada yang akan menyalahkanmu!" balas Joseph.
'Hmmm, sudah cukup lama Ayah terbaring di tempat tidur dan sepertinya sudah waktunya dia pensiun!'
Joseph yang datang ke Kediaman Duke Boulois tak hanya karena ingin menemui Melisha tapi juga ingin bertemu dengan Duke itu sendiri.
"Maafkan aku, Melisha. Aku masih ada urusan penting dengan Tuan Duke jadi aku harus segera pergi!" ucap Joseph menenangkan.
"Bicara? Apakah ada hal buruk yang terjadi?" tanya Melisha dengan wajah khawatir.
"Tidak! Tidak ada hal buruk karena tujuan kedatanganku untuk menepati janji yang telah aku buat padamu!" tegas Joseph mencium punggung tangan Melisha.
__ADS_1
Butler Arman yang telah menyampaikan keinginan Joseph bergegas membawa Joseph ke ruang kerja dan meninggalkan Melisha sendiri.
"Jangan khawatir. Aku akan segera kembali dengan kabar baik!" ucap Joseph yang membut Melisha bahagia.
Di sisi lain, Larietta yang sengaja ingin menyembunyikan kenyataan bahwa dirinya adalah Master Elemen hingga Hari Kedewasaan Melisha pergi menemui Ketua Pavel.
"Aku mengerti. Aku akan melakukan seperti yang kau inginkan karena ini adalah salah satu perjanjian yang telah dibuat!" ucap Ketua Pavel.
"Terima kasih, Katua!" jawab Larietta bahagia.
"Saya berjanji setelah ini selesai, saya akan belajar dengan giat!" tegas Larietta.
Larietta yang telah mendapatkan izin yang dibutuhkannya memutuskan menemui Master Z di Asosiasi Eagle Eyes.
"Master, maafkan aku! Sepertinya aku tidak bisa berada di Kota Rinette untuk beberapa minggu ke depan jadi aku serahkan semuanya padamu!" ucap Larietta menyesal.
"Jangan terlalu khawatir. Selesaikan saja urusan anda, Nona! Saya akan mengurus semuanya!" ucap Master Z percaya diri.
"Terima kasih. Aku tau Master adalah orang yang dapat diandalkan dan aku tidak perlu khawatir ataupun ragu!" ucap Larietta tersenyum ceria.
Hari berganti Larietta yang telah siap dengan perjalanan kembali ke Ibukota sedang duduk menunggu kedatangan Theodore di depan Asrama
"Hmmm, aku tidak tau apa yang ada di dalam pikiran Tuan dan Nyonya. Bagaimana bisa mereka melakukan ini pada Putri Kandung mereka sendiri?" tanya Anna tak percaya.
"Kau jangan tanya aku karena aku pun tak tau alasannya!" jawab Larietta malas.
Larietta dan Anna yang melihat Theodore datang bersama kereta kuda dengan lambang Duke Chartreux pun menaikinya dan pergi ke Ibukota bersama.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa rencana Joseph sebenarnya? Akankah rencana itu dapat berhasil? Tebak jawabannya di kolom komentar y..