
Theodore yang kembali ke Duchy Chartreux dalam lebih awal membuat semua orang terkejut hingga membuat Butler yang bertanggungjawab merasa bersalah.
“Ma-Maafkan ketidaksopanan saya, Tuan Muda. Saya akan segera mempersiapkan semuanya!” ucap Butler dengan kepala tertunduk.
“Sudahlah! Aku tak datang untuk bermain. Ikuti aku ke ruang kerja. Kau harus menjelaskan padaku detail yang terjadi!” ucap Theodore dengan sorot mata yang tajam.
Butler yang tak punya pilihan mengangguk pelan dan berjalan mengikuti Theodore di belakangnya lalu memberikan kode kepada Pelayan untuk mempersiapkan teh dan makanan ringan.
Setelah semuanya selesai, Theodore meminta Pelayan yang berdiri di dalam ruangannya keluar dan meninggalkan dirinya dan Butler.
“Aku tak suka basa-basik. Katakan kebenarannya padaku. Apa yang terjadi pada Tua B*ngka itu? kenapa dia bisa tiba-tiba meninggal?” tanya Theodore dengan ekspresi dingin.
“Tu-Tuan Duke over dosis alkohol yang menyebabkannya terkena serangan jantung dan kepalanya membentur meja lalu meninggal di tempat!” ucap Butler dengan wajah bersalah.
Theodore yang sudah mengetahui bahwa Ayahnya yang tidak kompeten itu akan kehilangan nyawanya karena hal yang bodoh tapi tidak pernah menyangka jika Ayahnya akan sungguh menerimanya sangat cepat.
“Aku mengerti. Persiapkan Penguburannya secepat dan serapi mungkin. Aku harus segera kembali ke Ibukota!” ucap Theodore dengan suara tegas.
Butler yang menerima perintah hanya mengangguk perlahan lalu pergi mempersiapkan semuanya.
‘Tuan Duke Muda pasti ingin segera kembali untuk Nona Larietta. Aku harus bergerak cepat dan tak boleh membiarkan Nona Larietta berpaling dan membuat Duchy Chartreux dalam kegelapan selamanya!” ucap Butler dengan percaya diri.
Tak hanya Butler bahkan Kepala Pelayan setuju dengan pemikirannya dan keduanya menjadi kombinasi yang sangat bagus.
Pemakaman Duke Chartreux yang seharusnya dilaksanakan tiga hari kemudian berkurang dan menjadi satu hari.
Tetua Keluarga yang mendukung Duke Chartreux berdatangan satu per satu dan menyatakan kesedihannya dan mendukung Theodore menjadi Duke Chartreux secepatnya.
Theodore yang terpaksa harus menyelesaikan banyak pekerjaan yang ditinggalkan Ayahnya yang tidak kompeten melihat Olivier yang akhirnya datang membawa sesuatu untuknya.
“Surat? Apakah itu surat dari Larietta untukku?” tanya Theodore yang buru-buru menyingkirkan berkas yang ada di depannya.
“Tidak, Tuan. Ini adalah surat dari Kerajaan. Silahkan dibaca!” ucap Olivier dengan ekspresi wajah seris.
__ADS_1
Theodore yang membaca surat dari Kaisar pun tertawa sangat keras dan tersenyum licik lalu memberikan tugas khusus kepada Olivier.
“Persiapkan semuanya untuk menghadiri Pesta Kerajaan tiga minggu lagi. jangan lupa untuk menghubungi Larietta untuk kerjasama!” ucap Theodore dengan ekspresi serius.
‘Kaisar sungguh licik. Dia menggunakan kesempatan ini untuk tidak hanya untuk mendapatkan Larietta tapi juga mendapatkan diri tapi tidak masalah. Jika hal ini seperti yang tertulis maka tak akan ada masalah di masa depan!’ pikir Theodore dengan wajah serius.
Di sisi lain, Joseph yang diusir keluar dari Kediaman Marquess Danzhweltz menjadi sangat marah dan kesal.
“Sial! Beraninya tua bangka itu melakukan ini padaku dan menjadikan p*lacur itu sebagai Pewaris!” teriak Joseph dengan wajah marah.
“Aku tak akan pernah berbaik hati lagi! Aku akan men*bas leher tua b*ngka itu dan menjual j*lang itu lalu mendapatkan kembali yang seharusnya milikku!” ucap Joseph dengan tangan terkepal erat.
Joseph yang memendam kebencian kepada Ayahnya yang telah menghianati Ibunya dan Iriana yang terlahir dari wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan itu mencapai batasnya.
Joseph yang memiliki hubungan baik dengan Keluarga dari sebelah Ibunya mencoba meminta tolong dan menggunakan Kesatria Khusus yang setia padanya untuk melakukan pemberontakan.
“Aku pasti akan menghancurkan semua orang yang telah membuatku menjadi seperti ini!” ucap Joseph dengan dendam yang membara.
Joseph yang juga mendapatkan informasi bahwa Larietta membantu Marquess Danzhweltz dan Iriana bersama Theodore memutuskan untuk juga membalas keduanya.
Di sisi lain, Joseph yang berpikir jika Melisha sungguh mencintainya dan akan selalu bersamanya apapun yang terjadi menjadi sangat terkejut dengan kenyataan yang diterimanya.
Melisha yang telah menjadi Rakyat Biasa sama sepertinya nyatanya memilih untuk meninggalkannya dan memilih pria lain umurnya jauh lebih tua dengan kekayaan dan kekuasan.
Joseph yang sangat kecewa dan sakit hati setelah semua yang dilakukannya dan diberikannya kepada Melisha membuatnya sampai pada kesimpulan penting.
“Orang yang terlahir dari Selir tak akan pernah bisa dipercaya karena darah kotor yang mengandung keegoisan, keserakahan, dan kecemburuan mengalir di dalam pembuluh darahnya!” ucap Joseph dengan tangan terkepal erat.
Sementara itu, Larietta yang mendapatkan kabar bahwa Duke Chartreux meninggal merasa sedih dan turut berduka atas kehilangan yang dirasakan Theodore.
“Theo... Aku sangat merindukanmu. Aku harap kita dapat segera bertemu!” gumam Larietta dengan wajah yang sedih dan suara yang sarau.
Larietta yang hanya bisa melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu Theodore kembali memutuskan untuk fokus pada bisnis yang telah dibangunnya.
__ADS_1
Larietta yang tak hanya membuat kafe untuk menjual makanan dan kopi ternyata juga menjual Alat-Alat Sihir yang diproduksi olehnya sendiri.
“Ini sungguh luar biasa Lorca. Penjualan untuk beberapa alat sihir yang kau buat sungguh menakjubkan!” puji Larietta dengan wajah bahagia.
“Aku senang mendengarnya. Aku juga senang Larietta bahagia!” ucap Lorca dengan wajah bahagia dan senyum yang lembut.
Lorca yang mencintai Larietta secara sepihak menyadari bahwa Larietta lebih dulu mengenal Theodore dan memiliki kedekatan.
Meskipun begitu, Lorca yang masih pesimis memutuskan untuk tetap mengejar Larietta hingga dirinya mengetahui kenyataan bahwa Larietta telah memilih prianya.
‘Mencintai sepihak memang menyakitkan apalagi harus melihat orang yang kita cintai bersama pria lain tapi bisa dekatmu itu adalah kebahagiaan bagiku, Larietta!’ pikir Lorca.
‘Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmua karena satu-satunya yang aku inginkan adalah kebahagiaanmu!” pikir Lorca lagi dengan kepala tertunduk.
Larietta yang tidak memiliki ide mengenai isi yang ada di kepala Lorca berpikir hanya fokus pada bisnisnya.
“Lorca, apakah kau ingin dengan surat perjanjian yang pernah kita buat? Hmmm, waktu ternyata berjalan sangat cepat!” gumam Larietta dengan ekspresi sedih.
Larietta yang teringat dengan perjanjian yang dibuatnya bersama Lorca memutuskan untuk mengakhiri kontak seperti yang tertera.
“Sebentar lagi masa kontrak berakhir. Aku telah berjanji akan memberikan bagianmu setelah semaunya selesai jangan khawatir. Aku pasti akan menepati janjiku!” ucap Larietta dengan senyum yang lebar.
Lorca yang tidak senang akan kenyataan bahwa diriya akan kesulitan bertemu ataupun bicara dengannya memutuskan untuk melakukan sesuatu.
“Aku percaya padamu Larietta. Meskipun kita tak memiliki kontrak lagi, bisakah kita menjadi teman sekaligus pasangan bisnismu.” Ucap Lorca memberikan penawaran.
“Aku akan membantumu membuat alat sihir yang ingin kau inginkan dengan menggunakan semua yang aku miliki. Tentu saja masalah uang dan keuntungan dapat kita bicarakan!” ucap Lorca dengan sorot mata yang tajam.
Larietta yang tak tau maksud lain dari Lorca menerima saran tersebut dengan terbuka dan senyum yang sangat lebar.
"Benarkah? Jika seperti itu maka kita dapat bertemu tiga hari lagi dan kita bisa membicarakan isi perjanjian di dalam kontrak pada hari itu secara detail!" ucap larietta dengan senyum yang selalu terukir.
"Tentu saja. Saya sangat menunggu hari itu tiba." jawab Lorca yang kemudian berdiri dan menjabat tangan Larietta seolah benar-benar pasangan bisnis yang sebenarnya.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah rencana Joseph akan berhasil? Akankah hubungan Larietta dan Theodore akan mencapai selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..