
Larietta yang melihat Duchess Boulois terduduk di sampingnya menjadi sangat terkejut dan mengkerutkan alisnya lalu dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi datar.
Larietta yang tak ingin menunjukkan kelemahannya pada Duchess Boulois berbalik arah berdiri di depan Duchess.
Duchess Boulois yang sangat senang melihat Larietta berdiri di depannya baik-baik saja bicara sendiri yang membuat Larietta menajamkan pandangannya.
“La-Larietta... Ka-Kau baik-baik saja... I-Ibu sangat senang me-melihatmu hi-hidup lebih baik!” ucap Duchess Boulois terbata-bata sambil menundukkan kepalanya dan mengggenggam tangannya erat.
“Benarkah? Hmmm, bukankah harusnya aku berterima kasih pada Nyonya Duchess? Ini semua karena Nyonya Duchess. Jika Nyonya Duchess tidak diam saja saat aku diusir maka aku pasti sudah berada dalam Penjara seperti yang lainnya!” sindir Larietta dengan senyum lembut.
Duchess yang mendengarkan kata-kata pedas Larietta dibalik senyum lembutnya merasakan kesedihan, penyesalan dan sedikit kebahagiaan.
Larietta yang tidak peduli dengan siapapun yang ada di Duchy Boulois menjadi semakin tidak tahan berada lebih lama lagi disana.
“Hentikan! Jangan memasang wajah seperti itu di depanku dan membuatku seperti seorang Penjahat yang telah mengabaikan Ibunya yang telah melahirkannya!” ucap Larietta dengan sarkastik.
“Kau yang telah memilih anak selir sebagai Putri Kandungmu jadi terimalah semua ini. Ibu yang telah membunuh Putrinya secara perlahan tak pantas menjadi Ibu! Kau harus menerima hukuman ini seumur hidupmu!” ucap Larietta dengan tatapan dingin.
Larietta yang melihat Duchess Boulois menitikkan air matanya menandakan penyasalan yang sangat mendalam memutuskan segera pergi.
Larietta yang tidak menyangka jika dirinya akan meneteskan air mata setelah semua yang dikatakannya pun mengorganisir kembali perasaannya lalu melangkah maju ke depan.
“Aku telah membalaskan dendammu dan aku telah membuat orang yang berbuat jahat padamu menyesal. Aku harap kau bisa tenang disana dan membiarkan menjalani hidupmu untuk diriku!” ucap Larietta pada Larietta asli sambil menghapus sisa air mata.
Meskipun Larietta telah berhasil membuat keputusan untuk dirinya di masa depan tapi ternyata sangat sulit melupakan semua yang dialami saat menjadi Larietta.
Theodore yang melihat Larietta yang sedang dalam kondisi yang tidak baik memutuskan untuk diam dan tetap berada di samping Larietta menunggu Larietta menceritakan semuanya sendiri.
‘Aku akan selalu menunggumu. Aku tak akan memaksamu untuk cerita karena kebahagiaanmu adalah yang terpenting bagiku!’ pikir Theodore yang sedang membantu Larietta menaiki kereta kuda.
Larietta yang tak ingin mengatakan apapun tentang yang terjadi di dalam Penjara memilih untuk menatap ke luar jendela meskipun tak ada yang bisa dilihatnya.
Theodore yang tak bisa melihat Larietta terus bersedih sangat ingin menghilangkan sedikit bebannya merasa sangat tidak berdaya.
“Besok adalah Persidangannya. Apakah aku boleh mengantarmu ke Persidangan?” tanya Theodore dengan senyum yang ramah.
Larietta yang merasa sangat senang karena Theodore sangat memperhatikan dirinya pun mengangguk pelan sambil tersenyum.
Theodore yang tau jika senyuman itu adalah senyuman yang dipaksakan merasa lebih baik hingga akhirnya keduanya tak saling bicara hingga sampai di Kediaman Sementara Larietta.
“Kita sudah sampai. Aku akan menjemputmu besok pagi. Selamat malam. Aku mencintaimu!” ucap Theodore yang semakin berani mengumbar perasaannya sambil mencium punggung tangan Larietta.
Larietta yang tak bisa menjawab pernyataan cinta dari Theodore hanya bisa menundukkan kepalanya lalu berjalan masuk dengan Anna berjalan di belakangnya.
__ADS_1
Larietta yang tak ingin melakukan apapun dan hanya ingin terbaring di tempat tidurnya menolak saran dari Anna.
“Nona, apakah makan malamnya aku bawakan kemari?” tanya Anna dengan wajah cemas.
“Aku tidak lapar, Anna. Aku sangat lelah. Aku hanya ingin istirahat. Bisakah kau tinggalkan aku!” ucap Larietta dengan tubuh yang sangat lelah.
“Saya mengerti. Selamat beristirahat, Nona!” ucap Anna yang kemudian yang berjalan keluar sambil menutup pintu kamar dengan perlahan.
Larietta yang sangat lelah dengan semua yang terjadi pun memejamkan matanya dan merileksasikan tubuhnya pun tenggelam dalam mimpinya.
Keesokan paginya, Larietta yang merasa lebih baik setelah menerima semua kenyataan itu pun bersiap-siap untuk pergi ke Persidangan bersama Theodore.
“Apakah kau sudah siap?” tanya Theodore dengan wajah cemas sambil mengulurkan tangannya memandu Larietta.
“Tentu saja!” ucap Larietta dengan percaya diri.
Larietta yang berpikir bahwa Persidangan tentang Kejahatan Duke Boulois akan dilaksanakan secara tertutup menjadi sangat terkejut dengan banyaknya rakyat biasa yang berkumpul untuk melihat Persidangan.
“Apakah Persidangannya dilaksanakan secara terbuka?” tanya Larietta dengan ekspresi terkejut dan mata yang terbuka lebar.
“Awalnya Persidangan ini ingin dilakukan secara tertutup tapi banyak sekali protes yang dilakukan sehingga Kaisar memutuskan untuk membukanya secara terbuka.” Ucap Theodore dengan pandangan lurus ke depan.
“Apakah kau yang melakukan ini semua, Theo?” tanya Larietta yang penasaran.
Theodore yang tidak menjawab pertanyaa Larietta hanya tersenyum lembut yang membuat Larietta berpikir sesuka hatinya.
‘Hmmm, seperti yang dikatakan oleh Anna. Meskipun aku adalah rakyat biasa dan Putri dari Seorang Kriminal, kenyataan bahwa aku adalah Master Elemen menutup mata dan mulut orang-orang yang ingin berkata buruk!’ pikir Larietta.
Larietta yang duduk di samping Theodore menyadari bahwa tatapan semua orang tertuju padanya merasa sangat terbebani tapi Theodore yang ada di sampingnya membuat semuanya menjadi lebih baik.
“Apakah kau gugup? Jangan khawatir. Tak akan ada seorangpun yang akan bisa menjeratmu dalam Persidangan ini! Aku mempertaruhkan namaku sebagai Pemimpin dari Guild Informasi terbesar di Kerajaan Chillia!” ucap Theodore percaya diri.
“Aku baik-baik saja. Aku percaya padamu. Terima kasih!” ucap Larietta yang membalas genggaman tangan Theodore.
Di saat suasana menjadi lebih baik pintu Persidangan yang ada di bagian timur terbuka yang memperlihatkan kedatangan Duke Boulois, Duchess Boulois dan Melisha.
Larietta yang melihat ketiganya masuk bersamaan dan diletakkan di tempat terdakwa merasa sangat puas.
‘Aku telah bertekad untuk mengganti akhir dari Novel ini semenjak kau menunjukkan wajah aslimu Melisha dan hari ini adalah pembuktian dari perkataanku!’ ucap Larietta dalam hati dengan mata yang tajam.
Melisha yang melihat Larietta duduk di samping Theodore dengan gaun indah dan perhiasan yang berkilau menjadi sangat kesal dan membenci Larietta.
‘Aku tidak akan pernah menerima perlakuan ini. Bagaimana bisa aku harus menderita lagi sementara Larietta hidup nyaman seperti itu?’ pikir Melisha dengan tangan terkepal erat dan gigi yang merapat kuat.
__ADS_1
Larietta yang sangat senang melihat Melisha yang terjatuh dalam perangkapnya terdiam saat mendengar pengumuman Kaisar memasuki Ruang Persidangan.
“Hidup Yang Mulia Kaisar. Matahari Kerajaan Chillia. Semoga Yang Mulia sehat selalu dan terus berjaya!” ucap semua orang secara bersamaan sambil membungkukkan tubuhnya sopan.
Kaisar yang melihat Larietta ada di depannya di samping Thedore pun tersenyum licik lalu melaksanakan tugasnya.
“Persidangan dimulai!” ucap Kaisar dengan suara yang lantang.
Persidangan yang berjalan sangat lancar dan cepat membuat semua orang yang menghadiri Persidangan dapat dengan mudah mengetahui akhir dari Persidangan tersebut.
Departemen Penyelidikan yang telah melakukan investigasi secara menyuluh nyatanya menunjukkan Bukti dan Saksi yang kuat.
“Ini semua fitnah! Ini tidak benar, Yang Mulia! Mohon Yang Mulia mencari kebenarannya!” teriak Duke Boulois dengan wajah yang cemas.
Melisha yang tidak terima hanya dirinya yang dijadikan penjahat dan tinggal di dalam Penjara sementara Larietta dapat hidup bebas dan penuh dengan kemewahan.
‘Aku tidak terima. Aku tidak bisa menerima semua ini!’ ucap Melisha dalam hati dengan pandangan mata lurus ke depan dengan tangan terkepal erat.
“Aku tidak bersalah. Aku tidak tau apapun. Larietta! Dia adalah Putri Sah dari Kediaman Duke Boulois dan orang yang berdiri disini adalah Larietta bukan aku!” teriak Melisha sambil menunjuk ke arah Larietta yang membuat seluruh mata tertuju pada Larietta.
Larietta yang sudah bisa menduga bahwa Melisha akan melakukan itu pun tertawa di hadapan semua orang yang membuat Melisha mengkerutkan alisnya.
“Aku memang Putri Sah dari Kediaman Duke Boulois tapi aku telah dikeluarkan dari Kediaman itu dan saat ini kau adalah Putri dari Kediaman Duke Boulois meskipun terlahir dari Perselingkuhan!” sindir Larietta dengan senyum kecil.
Duchess Boulois yang diam saja sejak awal masuk ke dalam Persidangan akhirnya bereaksi setelah Larietta mengatakan kenyataan yang ingin dilupakannya.
“Apa yang aku katakan itu benar bukan, Tuan Marquess Rodenherg?” tanya Larietta dengan senyum yang lembut.
“Tentu saja, Nona Larietta. Secara resmi, Nona Melisha adalah Putri dari Kediaman Duke Boulois dan Nona Larietta bukan bagian dari Kediaman Duke. Oleh karena itu, Nona Larietta tak bisa dituntut dalam Persidangan ini!” tegas Marquess Rodenherg dengan tubuh yang tegap.
Melisha yang tidak terima Larietta bisa bebas dari hukuman dengan sangat mudah ingin selalu melakukan protes lagi dihentikan oleh Kaisar.
“Semua yang dikatakan oleh Marquess Rodenherg sangat jelas dan tak ada yang perlu diperpanjang. Hakim! Apakah kau sudah membuat keputusanmu?” tanya Kaisar dengan tatapan mata yang tajam.
“Ya, Yang Mulia!” ucap Hakim Persidangan, Count Arachne, yang merupakan Hakim Senior yang telah pensiun tapi dipanggil menjadi Hakim Besar atas permintaan Theodore karena terkenal adil dan bijaksana.
Count Arachne yang telah membuat keputusan dalam Persidangan itu pun berdiri dengan tegap dan membacakan hasil keputusannya.
“Duke Boulois yang telah terbukti melakukan berbagai macam kejahatan dihilangkan status Bangsawannya dan seluruh kekayaan akan kembali ke Kerajaan!” ucap Count Arachne dengan suara lantang.
“Duchess Boulois dan Nona Melisha yang terlibat kejahatan akan mendapatkan hukuman yang sama!” ucap Count Arachne sambil menatap ketiga terdakwa utama di depannya secara bergantian.
“Semua Pekerja dan Kesatria yang bekerja di Duchy Boulois harus membayarkan ganti rugi sebesar seribu koin emas atau dipenjara selama sepuluh tahun dan dilarang bekerja dimanapun di Kerajaan Chillia!” ucap Count Arachne tegas.
__ADS_1
#Bersambung#
Bagaimana kehidupan ketiganya setelah menjadi rakyat biasa? Apakah Larietta akan segera mencapai kebahagiaannya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...