
Larietta yang tak menganggap serius perubahan wajah Theodore setelah mendengar jawaban darinya memutuskan untuk memberitau Theodore tentang rencananya.
“Theo, maaf! Aku akan kembali Ibukota besok!” ucap Larietta dengan wajah menyesal.
Theodore yang sangat terkejut mendengar pernyataan Larietta hanya diam mendengarkan tanpa memotongnya.
“Aku membuat kesepakatan dengan Ketua Akademi agar aku bisa lulus lebih awal dan untuk mewujudkan hal itu, aku harus kembali ke Ibukota!” ucap Larietta lagi.
Theodore yang tau jika Larietta melakukan perbincangan serius dengan Profesor Pavel tidak mengetahui isi dari pembicaraan tersebut karena tak satupun mata-matanya berhasil mendapatkan informasi tersebut.
Theodore yang sangat kecewa karena harus berpisah dari Larietta sadar bahwa dirinya tak boleh mengirim orang yang ingin pergi dengan wajah sedih.
Theodore yang menahan dirinya pun tersenyum lembut di hadapan Larietta dan menyatakan dukungannya.
“Aku mengerti. Aku akan berharap semua akan baik-baik saja. Jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan untukmu jangan ragu untuk mengatakannya!” ucap Theodore yang menggenggam tangan Larietta erat.
“Aku tak bisa langsung pergi menyusulmu tapi aku berjanji secepatnya aku akan ada di Ibukota dan kita dapat segera bertemu kembali!” tegas Theodore dengan sorot mata yang tajam.
Larietta yang sangat senang karena mendapatkan orang yang akan selalu mendukungnya dan menolongnya apapun keputusan yang dipilihnya merasa sangat bahagia.
“Aku berjanji!” ucap Larietta sambil menganggukkan kepalanya yakin.
Keesokan harinya, Theodore yang mengantar kepergian Larietta ke Ibukota langsung kembali ke ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaan pentingnya.
Theodore yang tak bisa menunggu untuk bertemu dengan Marquess Rodenherg nyatanya datang ke Kediaman Marquess Rodenherg tanpa pemberitahuan dengan menggunakan Sihir Teleportasi.
__ADS_1
“Si-Siapa kau? Beraninya kau menyelinap masuk ke Kediaman Marquess Rodenherg. Apa kau tidak tau jika aku bisa mencabut nyawamu sekarang?” ancam Marquess Rodenherg dengan wajah terkejut.
Theodore yang tidak takut sama sekali dengan ancaman yang diucapkan dengan percaya diri berjalan mendekat ke arah Marquess Rodenherg.
Marquess Rodenherg yang menyadari bahaya secara tak sadar mundur sebanyak Theodore berjalan ke arahnya.
“Be-Berhenti disana! Apa yang kau lakukan? Apa tujuanmu kemari?” tanya Marquess Rodenherg dengan suara terbata-bata dan wajah yang panik.
Theodore yang langsung berhenti berjalan setelah mendengar Marquess Rodenherg menanyakan hal yang sangat diinginkannya pun tersenyum kecil.
Theodore yang tidak peduli dengan reaksi dari Marquess Rodenherg langsung mengambil tempat duduk lalu menyilangkan tangannya di dada dengan wajah dingin.
“Aku tidak datang tanpa pemberitahuan. Aku sudah mengatakan bahwa aku ingin kita bertemu, Marquess!” jawab Theodore datar.
Marquess Rodenherg yang bingung dan tidak mengerti maksud ucapan Theodore terdiam sesaat seperti sedang berpikir lalu sebuah surat yang baru saja diterimanya lewat di dalam ingatannya.
Theodore yang sangat senang karena Marquess Rodenherg dapat dengan cepat mengingat dirinya pun tersenyum puas lalu melanjutkan pembicaraan yang diinginkannya.
“Itu benar dan aku tak punya banyak waktu untuk bicara jadi aku akan langsung ke intinya saja!” ucap Theodore dengan ekspresi serius.
Theodore yang menggunakan Sihir Teleportasi pun mengeluarkan beberapa lembar kertas dari langit dan menjatuhkannya ke tangan Marquess Rodenherg.
Marquess Rodenherg yang penasaran membaca kertas yang ada di tangannya tapi ekspresi wajah yang awalanya datar perlahan berubah menjadi pucat seperti kertas.
Marquess Rodenherg yang tidak menyangka jika semua kejahatan yang dilakukannya dapat dengan mudah terbongkar dengan barang bukti yang sangat akurat merasakan cemas ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
“A-Apa yang Duke Muda inginkan dariku?” tanya Marquess Rodenherg gagap.
“Aku ingin kau menolak permintaan Duke Boulois untuk menarik Larietta Issabele De Boulois kembali ke Kediaman Duke Boulois. Aku ingin Larietta secara sah bukan bagian dari Kediaman Duke!” tegas Theodore.
“Aku juga ingin kau mempercepat proses penambahan nama Melisha Valcov menjadi bagian dari Duke Boulois!” ucap Theodore dingin.
“Jika kau menerima permintaanku maka rahasiamu akan aman tapi jika kau menolak maka kau harus bersiap dengan akibat jika semua bukti ini aku berikan kepada Kaisar!” ancam Theodore dengan tatapan tajam.
Marquess Rodenherg yang merasakan darah mengalir terbalik di dalam tubuhnya dengan cepat berlutut di hadapan Theodore dan menyatakan bahwa dirinya menyerah.
“Sa-saya berjanji akan menuruti permintaan Duke Muda tapi saya mohon untuk menepati janji anda!” ucap Marquess Rodenherg dengan wajah ketakutan.
“Jangan khawatir! Aku pasti akan menepati janjiku!” ucap Theodore yang berdiri dari kursinya.
Thedore yang telah menyelesaikan urusan utamanya pun mengambil kembali kertas yang diberikannya kepada Marquess Rodenherg lalu kembali ke Asosiasi Eagle Eyes dalam sekejap mata.
Marquess Rodenherg yang sangat lega setelah selamat saat menghadapi malaikat mautnya merasa seluruh kekuatan di dalam tubuhnya menghilang.
Namun Marquess Rodenherg yang tak bisa menanggung resiko karena membuat Theodore marah bergegas memanggil Butlernya dan menyelesaikan permintaan Theodore secepat mungkin.
Beberapa hari berlalu, Larietta yang kembali ke Ibukota bersama Profesor Pavel dan Profesor Zachary secara diam-diam langsung melakukan audiensi dengan Kaisar sehari setelah dirinya sampai.
“Hormat hamba kepada Yang Mulia Kaisar pemegang kekuatan, kehebatan dan kejayaan Kerajaan Chillia!” ucap Larietta dengan salam dengan etika yang terbaik.
Kaisar yang sadar bahwa Larietta adalah Master Elemen Air terakhir yang dimiliki oleh Kerajaan Chillia dalam menghadapi masalah kekeringan berniat membuat Larietta berada dalam genggamannya.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah Kaisar sungguh dapat membuat Larietta sebagai bonekanya? Akankah Larietta berhasil mendapatkan keinginannya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...