Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 15. Pertemuan Pertama


__ADS_3

Larietta yang ketakutan karena tidak menyangka akan bertemu dengan orang jahat tidak menyangka akan mendengar Undine bicara.


"Master tenanglah! Kami ada bersamamu!" ucap Undine.


"Un-undine... Apakah kau ada disini?" tanya Larietta bingung.


"Aku ada di Dunia Elemen Master tapi kita tetap bisa berkomunikasi karena terikat kontrak!" ucap Undine menenangkan Larietta.


"Kami bisa membantumu mengalahkan orang jahat itu Master dengan memanggil kami dan meminjam kekuatan kami!" ucap Undine.


Larietta yang tak punya pilihan lain sangat tau jika dirinya memanggil dan menggunakan kekuatan Undine maka energinya akan terkuras sangat cepat dan membuatnya sangat lelah.


'Aku tak punya pilihan lain! Jika tidak maka aku terhapus dari Dunia ini!' pikir Larietta.


Lariett yang tak punya pilihan lain pun berdiri tegap dan mengangkat kepalanya menatap kelima orang jahat yang menghadangnya lalu memanggil Undine.


"Undine! Ku serahkan semuanya padamu!"


"Baik, Master!"


Undine yang melakukannya sendiri karena Larietta belum bisa mengendalikan kekuatannya sepenuhnya pun membunuh orang jahat itu satu per satu.


"Aaaarrrggghh! Pergi dariku!"


"Aaaarrrgghhh! Tidak! Tolong!"


Larietta yang tidak pernah melihat orang mati di depan matanya seumur hidupnya menjadi sangat terkejut hingga kehilangan kekuatan kakinya.


"Hah! Hah! Sedikit lagi! Aku mohon kuatkan dirimu, Choi Shin!" gumam Larietta dengan wajah yang berubah pucat.


Undine yang berhasil melenyapkan tiga dari lima orang jahat merasa jika Larietta telah sangat lelah pun mundur dan bertahan di hadapan Larietta.


"Ma-Master!"


"Ma-maafkan aku Undine! Se-Sepertinya aku tidak sanggup lagi!"


Larietta yang merasakan pandangannya telah mengabur hampir terjatuh ke tanah dan tiba-tiba seorang pria muncul menangkap tubuh Larietta.


"Maafkan ketidaksopananku Putri! Izinkan aku membantumu!" ucap Theodore.


Theodore yang tidak bisa menghilangkan pikirannya pada Larietta pun mengejar Larietta yang telah pulang lebih awal.


Theodore yang mendengar suara teriakan tak jauh dari tempatnya pun mempercepat langkahnya dan saat melihat Larietta yang akan jatuh pun berlari menangkap tubuhnya.


Theodore yang melihat ada sesuatu terjadi sebelum kedatangannya memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang ada di depan matanya terlebih dahulu.


"Kalian sungguh sangat berani untuk menyerang Nona Bangsawan. Apakah kalian pikir jika kalian akan bebas setelah melakukan ini semua?"


"Orang yang telah membuat Nona Larietta dalam kondisi seperti ini harus menerima hukumannya!"

__ADS_1


Theodore yang sangat marah pun mengeluarkan Sihirnya dan menyerang dua orang lainnya dengan petir dan membuat keduanya kehilangan nyawanya dalam hitungan detik.


Theodore yang meletakkan Larietta bersandar di samping gerobak pun menghampirinya dan melihat Larietta ternyata telah sadar.


"No-Nona apakah anda baik-baik saja?" tanya Theodore dengan wajah cemas.


"Terima kasih banyak untuk bantuannya Tuan. Saya akan selalu mengingat kebaikan anda!" ucap larietta dengan sopan.


Theodore yang melihat Larietta memperlakukannya seperti orang asing merasa sangat terganggu hingga menggigit bibir bawanya menahan diri.


"Nona tidak perlu bicara seperti itu. Ini bukanlah hal yang sulit." ucap Theodore dengan senyum lembut.


"Hmmm, bolehkah saya tau nama Nona?" tanya Theodore.


"Agh, maafkan ketidaksopananku. Aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku adalah Theodore Lier Chartreux." ucap Theodore sopan.


Larietta yang tidak menyangka akan bertemu dengan Putra Duke Chartreux dalam situasi yang aneh langsung mengendalikan dirinya dan memperkenalkan dirinya dengan benar.


"Namaku adalah Larietta Isabelle De Boulois, Tuan." jawab Larietta yang membuka tudung jubahnya.


Theodore yang melihat Larietta menjadi terbuka dengannya menjadi sangat senang dan dengan agresif mendekati Larietta dengan identitasnya yang asli.


"Senang bertemu denganmu Nona Larietta!" ucap Theodore sambil mencium punggung tangan Larietta.


"Disini tidak aman. Izinkan saya mengantar anda kembali!” tawar Theodore dengan senyum lembut.


Larietta yang tidak ingin ada orang lain yang tau jika dirinya pergi diam-diam menolak dengan lembut tapi Theodore yang tidak ingin menyerah begitu mudah pun memberikan tawaran lain.


“Tu-tunggu! Aku tidak akan memaksa jika Nona tidak mau tapi bolehkah saya bertanya?” ucap Theodore.


“Hmmm, apakah Nona sudah ada pendamping untuk datang di Acara Ulang Tahun Putra Mahkota?” tanya Theodore.


“Jika Nona belum memilikinya, maukah Nona menjadikan saya sebagai Pendamping anda?” tanya Theodore lagi.


“Agh, Nona tidak perlu menjawabnya sekarang. Nona bisa menjawabnya nanti. Saya bersedia menunggu konfirmasi dari Nona Larietta!” ucap Theodore.


Larietta yang hampir melupakan tentang Acara yang sangat penting yang akan menjadi titik balik dari kehidupannya pun menjawab pertanyaan Theodore dengan sopan.


“Jika Tuan tidak keberatan maka saya akan memikirkannya kembali. Saya sungguh harus segera pergi sekarang. Saya permisi!” ucap Larietta yang menutup kembali kepalanya.


Larietta yang tidak bisa fokus terus memikirkan tawaran dari Theodore sehingga Larietta menjadi tidak sadar jika dirinya telah sampai di Butik.


Anna yang melihat kedatangan Larietta menjadi sangat senang dan memeluk Larietta dengan sangat erat dan air mata yang mengalir sangat banyak.


“Maafkan aku, Anna. Aku baik-baik saja jadi tenanglah” ucap Larietta.


Anna yang dapat tenang kembali setelah mendengar kalimat yang keluar pun membantu Larietta menyembunyikan jubah hitam miliknya.


“Nyonya, apakah kau telah mempersiapkan rancangan untuk Acara Ulang Tahun Putra Mahkota?” tanya Larietta penasaran.

__ADS_1


“Tentu saja, Nona. Nona hanya perlu melihat dan memilih. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menjadikan Nona sebagai wanita tercantik di Acara tersebut!” ucap Nyonya Betty dengan percaya diri.


Larietta yang merasa tenang karena Nyonya Betty memiliki ingatan yang tajam dan kecekatan dalam bekerja.


Di saat Larietta sedang melihat beberapa sketsa desain Gaun yang dibuat khusus untuknya tiba-tiba terdengar suara berisik dari luar.


“Suara apa itu? Apa yang telah terjadi?” tanya Larietta penasaran.


Nyonya Betty yang tidak ingin ada orang yang mengganggu kenyamanan Larietta pun berdiri dan pergi menuju sumber suara.


Namun sebelum Nyonya Berty membuka pintu tiba-tiba seorang pria muda menerobos masuk ke dalam.


“Larietta Isabelle De Baolois!” teriak Joseph dengan nada tinggi.


“Apa yang kau katakan pada Melisha sehingga dia menjadi sangat sedih?” tanya Joseph dengan tatapan mengintimidasi.


Larietta yang suasana hatinya telah kembali ceria karena memilih gaun serta aksesorisnya kembali menjadi hancur setelah nama Melisha diucapkan kembali.


“Apa yang aku katakan? Hah! Bukankah tidak penting yang aku katakan?” sindir Larietta.


“Pendapat yang terpenting bagimu adalah pendapat Nona Valcov tapi jika kau penasaran maka aku akan mengatakannya padamu!” ucap Larietta dengan tatapan dingin.


“Aku hanya memintanya untuk menyadari status dan posisinya di Kediaman Duke. Apa aku salah?” tanya Larietta dengan senyum licik.


Joseph yang tidak senang mendengar Melisha dipermalukan oleh Larietta menjadi marah dan melampiaskan amarahnya pada Larietta.


“Kau sungguh wanita jahat! Kenapa kau mengatakan hal yang sangat menyakitkan itu kepada Melisha yang memiliki hati yang lembut dan baik?” ucap Joseph.


“Apakah mengatakan kenyataan adalah sebuah kejahatan?” tanya Larietta yang meninggikan nada suaranya.


“Joseph Paul Danzhweltz! Tolong jaga sikapmu!” teriak Larietta.


“Meskipun kau adalah Tunanganku tapi kau tetap harus menjaga etika kesopananmu padaku. Jangan lupa bahwa aku adalah Putri Tunggal Duke Boulois, salah satu dari ketiga Duke yang menjadi Pelindung Kerajaan Chilia!” tegas Larietta dengan mata yang tajam.


Joseph yang tidak bisa menjawab perkataan Larietta lagi hanya bisa menahan diri dan berbalik arah pergi meninggalkan Larietta.


Namun sebelum kepergiannya, Joseph yang tidak senang dengan sikap angkuh Larietta memberikan pengumuman pada Larietta.


“Jika kau sangat bangga dengan status dan posisimu maka silahkan mencari pendamping lain di Acara Ulang Tahun Yang Mulia Putra Mahkota karena aku akan mendampingi Nona Melisha Valcov dalam Acara tersebut!” tegas Joseph.


Nyonya Betty dan Anna yang mendengar perkataan Joseph langsung bereaksi lalu meminta Larietta untuk melunak dan berdamai dengan Joseph.


“No-Nona! Anda tidak boleh seperti ini!”


“Nona tidak boleh datang ke Acara itu sendirian!”


“Benar! Jika Nona tidak memiliki pendamping maka semua Nona Bangsawan akan membicarakan Nona di Acara tersebut!”


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Larietta selanjutnya? Akankah Larietta menuruti saran dari Nyonya Berty dan Anna? Tebak jawabannya di kolom komentar ya....


__ADS_2