Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 28. Kelicikan Melisha


__ADS_3

Duchess Boulois yang telah berdiri di depan pintu Kediaman Duke Boulois menyambut kedatangan kereta dari Gereja yang mengirimkan Pastornya.


“Selamat datang di Kediaman Duke Boulois, Pendeta Tinggi!” ucap Duchess Boulois sopan.


“Terima kasih karena telah menerima undangan saya, Roelin Daez Boulois, Pendeta Tinggi Bastian dan Pendeta Tinggi Tabas!” ucap Duchess Boulois lagi.


Melisha yang juga ada di tempat itu menundukkan kepalanya saat menyambut kedatangan kedua Pendeta Tinggi pun tersenyum lembut saat kedua Pendeta mengalihkan pandangan kepadanya.


‘Aku akan melakukan apapun untuk mencapai tujuanku meskipun harus memberikan tubuhku pada orang lain!’


‘Aku tidak akan membiarkan yang telah ada di depan mataku hilang begitu saja!’


Pendeta Tinggi Tabas dan Pendeta Tinggi Bastian yang langsung diantar ke tempat tinggal sementara mereka pun beristirahat sejenak.


“Nyonya Duchess telah mempersiapkan ruangan ini sebagai tempat peristirahatan Kedua Pendeta Tinggi!” ucap Rieta.


“Nyonya Duchess harap, kedua Pendeta Tinggi akan merasa nyaman!” ungkap Rieta lagi.


Pendeta Tabas yang sangat bosan jika terus berada di dalam kamar hingga malam tiba pun memutuskan untuk berjalan-jalan.


“Aku sangat bosan disini! Aku jalan-jalan sebentar!” ucap Pendeta Tinggi Tabas.


“Baiklah! Aku akan tetap disini mengirim pesan kepada Pendeta Agung!” ucap Pendeta Tinggi Bastian.


Mary yang sudah mengawasi kamar Kedua Pendeta Tinggi langsung menemui Pendeta Tinggi Tabas yang keluar.


“Maafkan kelancangan saya, Pendeta Tinggi!”


“Apakah anda memiliki waktu sebentar? Nona saya ingin bertemu dengan anda!”


Pendeta Tinggi Tabas yang sudah terpesona dengan kecantikan Melisha menjadi penasaran dengan Nona Muda yang dimaksud.


“Apakah Nona Muda yang kau layani adalah Nona Muda Valcov yang menyambut kedatanganku tadi?” tanya Pendeta Tinggi Tabas.

__ADS_1


“Ya, Pendeta Tinggi!” jawab Mary.


“Kalau begitu antarkan aku!” ungkap Pendeta Tinggi Tabas.


Melisha yang telah mengirim Mary untuk membawa Pendeta Tinggi Tabas untuk bicara dengannya secara pribadi menjadi sangat senang saat melihat tamu yang diharapkan muncul.


“Selamat datang Pendeta Tinggi! Mohon maafkan ketidaksopananku yang mengundang Pendeta Tinggi tanpa persiapan yang matang!”ucap Melisha menyesal.


Pendeta Tinggi yang melihat Melisha mengundangnya ke kamarnya secara rahasia dengan pakaian yang sedikit terbuka membuat Pendeta Tinggi Tabas tersenyum licik.


“Pesiapan yang tidak matang tidak membuatku kecewa justru penasaran akan alasan Nona Valvoc mengundangku datang kemari secara diam-diam?” sindir Pendeta Tinggi Tabas.


“Saya hanya ingin meminta sedikit bantuan dari Pendeta Tingg Tabas terkait Tes yang akan dilaksanakan esok hari!” ucap Melisha serius.


Pendeta Tinggi Tabas yang sudah menduganya pun memutuskan untuk mengambil keuntungan atas pemintaan Melisha.


“Nona Valcov, saya tidak bermaksud buruk tapi tidak ada hal yang gratis di dunia ini!” ucap Pendeta Tinggi Tabas.


Melisha yang senang karena dirinya memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan dengan Pendeta Tinggi Tabas pun memberikan tawaran terbaiknya.


“Hmmm, jika hanya itu tawarannya maka pembicaraan ini tidak perlu dilanjutkan kembali!” ucap Pendeta Tabas yang langsung berdiri.


Melisha yang tidak ingin kesempatan emas yang ada di depan matanya menghilang sia-sia menggenggam tangannya dengan sangat erat dan mendengarkan permintaan Pendeta Tinggi Tabas.


“Saya bersedia akan melakukan apapun yang dikatakan oleh Pendeta Tinggi Tabas asalkan Pendeta Tinggi bersedia membantu saya!” ucap Melisha menyerah.


Pendeta Tinggi Tabas yang senang karena semua berjalan sesuai dengan rencananya pun berjalan maju dan berdiri di samping Melisha.


“Diterima atau tidaknya Permintaan Nona Valcov tergantung pertunjukan anda malam ini!”


Melisha yang memahami maksud dari Pendeta Tinggi Tabas pun menggigit bibir bawahnya lalu tersenyum lembut.


“Tentu saja! Saya akan pastikan Pendeta Tinggi akan sangat puas!” ucap Melisha percaya diri.

__ADS_1


Melisha yang langsung meminta Mary untuk mempersiapkan dirinya untuk malam pentingnya dengan Pendeta Tinggi Tabas pun mengirim Mary menjauh saat malam tiba.


Melisha yang telah memakai gaun malam berwarna hitam dengan bahan yang sangat tipis sehingga dapat menonjolkan beberapa bagian terbaik di tubuhnya.


"Aku yakin gaun ini dapat membuat Pendeta Tinggi Tabas terpesona!"


"Aku harus bisa membuat Pendeta Tinggi tabas bersedia membantuku karena aku tidak bisa membiarkan semua orang mengetahui identitasku yang sebenarnya!"


Melisha yang sedang gugup menunggu di dalam kamarnya tiba-tiba mendengar suara ketukan dari luar pintunya.


"Itu pasti Pendeta Tinggi! Aku harus segera membuka pintu."


Melisha yang berpikir itu adalah Pendeta Tinggi Tabas pun membuka pintu kamarnya dengan ekspresi wajah menggoda dan senyum yang indah.


Pendeta Tinggi Tabas yang telah berdiri di depan kamar Melisha dan melihatnya dengan gaun malam yang seksi menjadi terkejut dan tak bisa melepaskan pandangan wajahnya.


"Nona Valcov, sepertinya anda sudah sangat mempersiapkan diri!" sindir Pendeta Tinggi Tabas.


"Tentu saja. Bukankah performaku yang menentukan apakah permintaanku dapat dikabulkan!" jawab Melisha tersenyum menggoda.


"Jika seperti itu maka aku harus melakukan usaha terbaikku untuk memuaskan Pendeta Tinggi Tabas yang hebat!" ucap Melisha malu.


Pendeta Tinggi Tabas yang tak bisa menunggu lebih lama lagi menutup pintu kamar Melisha dan menguncinya lalu menarik Melisha ke dalam pelukannya.


Pendeta Tinggi Tabas yang mencium bibir Melisha dengan lembur lalu agresif pun mendorong Melisha terbaring di tempat tidur.


"Hmmm, manis! Manis sekali!" gumam Pendeta Tinggi Tabas sambil tersenyum licik.


Pendeta Tinggi Tabas yang melihat gaun hitam Melisha yang terbuka membuat Pendeta Tinggi Tabas semakin ter*ngsang.


Pendeta Tinggi Tabas yang membuka gaun malam Melisha secara perlahan menjadikannya makan malam pembuka sebelum makan malam bersama Duke dan Duchess Boulois.


#Bersambung#

__ADS_1


Bagaimanakah akhirnya? Akankah Pendeta Tinggi Tabas bersedia membantu Melisha? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2