Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 57. Ketegasan


__ADS_3

Theodore yang kurang tidur karena harus mengerjakan dua hal penting secara bersamaan memiliki mata lelah dengan lingkaran hitam yang sangat banyak.


Theodore yang bahkan harus terkurung di dalam ruang kerjanya selama beberapa hari merasa berada di dalam Neraka terutama saat dirinya tak bisa melihat wajah Larietta.


"Hah! Pekerjaan ini sungguh membuatku menderita! Aku jadi tidak bisa bertemu Larietta!" gumam Theodore dengan ekspresi wajah kecewa.


Olivier yang berdiri di depan Theodore merapikan beberapa dokumen merasa sedikit kasihan kepada Tuannya.


"Akan tebih baik jika Tuan Muda mengajak Nona Larietta untuk memeriksa pekerjaan kafe karena Pembangunan kafe hampir selesai dan hanya 10 persen maka semuanya selesai!" ucap Olivier dengan ekspresi datar.


Theodore yang senang dengan saran yang diberikan oleh Olivier langsung berdiri mengambil jas miliknya lalu bergegas pergi menemui Larietta.


Namun sebelum Theodore berhasil melangkah pergi dari tempat kerjanya, Olivier yang masih berdiri di tempatnya bergergas memberi peringatan.


“Master, jangan lupa mengganti identitasmu!” ucap Olivier dengan suara datar.


“Terima kasih! Aku akan memberimu cuti 3 hari dan bonus setelah semua ini selesai!” ungkap Theodore buru-buru.


“Terima kasih, Bos!” jawab Olivier dengan wajah bahagia.


Sementara itu, Larietta yang tau jika berita tentang Duchess Boulois jatuh sakit pasti akan sampai ke Akademi Rinette tidak sadar jika berita tersebut telah tersebar dalam waktu satu hari.


Larietta yang sudah mulai mengikuti pelajaran di Akademi Rinette tidak lepas dari sorot mata orang-orang yang menyukai gosip.


'Apa kau pikir Nona Larietta sudah mengetahui berita tentang Duchess yang jatuh sakit?'


'Aku tidak tau tapi sepertinya Nona Larietta sudah mengetahuinya tapi berpura-pura tidak tau apapun!'


Larietta yang tidak peduli dengan apapun yang terjadi pada Kediaman Duke Boulois memilih mengabaikan perkataan orang-orang.


Larietta yang tau jika tak akan ada seorangpun yang akan berani mengatakan sesuatu padanya secara langsung merasa lebih baik.


'Terlalu banyak lalat dan serangga pengganggu. Akan lebih baik jika lalat dan serangga itu dimusnahkan!' pikir Larietta yang mengangkat kepalanya menatap beberapa orang yang membicarakannya secara diam-diam.


Namun tidak disangka, Joseph yang memutuskan untuk cuti tiba-tiba membatalkan cutinya dan memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya.

__ADS_1


Joseph yang berjalan di lorong melihat Larietta yang sedang duduk membaca buku dibicarakan oleh beberapa orang secara diam-diam menjadi kesal.


'Dasar orang-orang idiot! Apakah mereka tidak bisa untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain?' tanya Joseph dengan tangan terkepal erat menahan emosi.


Joseph yang urat lehernya keluar mendengar kata-kata yang diucapkan orang-orang tentang Larietta memilih untuk tidak diam saja dan membela Larietta.


"Hentikan! Apakah kalian tidak malu membicarakan seseorang sambil menutupi mulut kotor kalian dengan kipas?" sindir Joseph dengan suara yang meninggi.


Larietta yang terkejut dengan kedatangan Joseph membelanya secara tiba-tiba memasang wajah datar dengan alis yang mengkerut.


'Apa yang dilakukan Joseph disini? Hah!' ucap Larietta dalam hati sambil menghembuskan nafas pendek.


Larietta yang melihat semua orang yang diam-diam membicarakannya pergi dengan cepat pun menutup bukunya lalu berdiri dari kursinya mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih untuk bantuannya, Tuan Muda Danzhweltz." ucap Larietta sopan sambil membungkukkan kepalanya.


Joseph yang melihat Larietta memperlakukannya seperti orang asing merasakan sakit di dadanya lalu mengepalkan tangannya erat.


Larietta yang tak tertarik untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan Joseph memutuskan untuk segera pergi.


"Saya permisi, Tuan Muda!" ucap Larietta dengan sopan lalu berbalik arah pergi meninggalkan Joseph sambil membawa bukunya.


"Tu-Tunggu....!" panggil Joseph sambil menggerakkan tangannya seolah ingin meraih tangan Larietta.


Larietta yang tak ingin bertemu ataupun bicara dengan Joseph memilih berpura-pura tidak mendengar panggilan Joseph dan terus berjalan mengabaikan Joseph.


'Jika di dalam tubuh ini adalah Larietta yang asli, dia pasti akan segera berbalik dan memasang wajah memerah malu tapi sayang Larietta yang asli sudah tiada!' ucap Larietta dalam hati yang berhenti sejenak lalu melanjutkan langkahnya.


Joseph yang tak suka diabaikan oleh lawan bicaranya mencoba menghentikan Larietta dengan menggenggam tangannya tapi Larietta yang telah menjadi sangat peka karena sering berlatih dapat dengan mudah menghindari Joseph.


“Tak ada yang perlu kita bicarakan, Tuan. Saya sangat lelah jadi mohon izinkan saya undur diri!” jawab Larietta sopan sambil membungkukkan tubuhnya.


Joseph yang kesal karena Larietta lagi-lagi mengabaikannya dan memilih untuk menghindarinya pun mengangkat pedangnya ke arah Larietta dengan harapan dapat menghentikan langkah Larietta.


“Maaf tapi kau tak boleh pergi dari sini, Larietta! Kita harus bicara!” tergas Joseph dengan ekspresi wajah dingin.

__ADS_1


Larietta yang tidak takut sama sekali dengan ancaman Joseph diam-diam memanggil Undine dan menyirimkan air dingin dari atas kepala Joseph.


Joseph yang terkejut dengan adanya air yang mengguyur dirinya dalam jumlah yang sangat banyak hingga membasahi seluruh tubuhnya refleks menurunkan pedangnya.


“Aku bukanlah wanita lemah seperti yang kau pikir! Kau mungkin Master Pedang Aura tapi jangan lupa bahwa aku adalah Master Elemen, Joseph!” tegas Larietta dengan kepala terangkat.


“Semuanya telah berakhir! Tak ada alasan bagi kita untuk saling menghubungi! Aku bukan lagi Putri Duke Boulois dan aku pun bukan Tunanganmu lagi jadi tak ada alasan bagi kita untuk saling menghubungi!” ungkap Larietta sambil menatap tajam mata Joseph.


Joseph yang tak bisa berkata ataupun membantah ucapan Larietta hanya bisa menahan diri dengan tangan terkepal sangat erat.


Larietta yang kembali ke Asramanya langsung berbaring di tempat tidurnya karena merasa sangat lelah bukan karena memanggil Undine tapi karena menghadapi Joseph yang sangat keras kepala.


“Hah! Apakah dia pikir hanya dengan hadiah dan beberapa kata bisa mengembalikan Larietta asli? Itu mustahil!” gumam Larietta dengan wajah kesal.


“Aku tak akan mengampuni siapapun yang telah membuat Larietta asli menderita dan membuat hidupku sulit!” tegas Larietta dengan penuh semangat.


Larietta yang ingin memejamkan matanya tiba-tiba mendengar suara dari luar jendela kamarnya menjadi penasaran dan pergi mencari tau.


Larietta yang melihat seekor burung kecil mengetuk kaca jendela kamarnya dengan patuhnya yang kecil merasa kasihan sehingga memutuskan untuk membuka jendela kamarnya.


Burung kecil yang sangat pintar itu dengan cepat berhenti di atas tangan Larietta lalu menunjukkan sebuah catatan kecil yang terikat di kakinya.


“Apa itu? Apakah kau datang ingin menyampaikan surat dari Tuanmu untukku?” tanya Larietta penasaran.


Larietta yang langsung memiliki rasa penasaran yang tinggi pun mengambil kertas catatan kecil itu lalu membacanya.


Larietta yang sangat terkejut dengan identitas orang yang mengirimkan catatan itu bergegas menuju jendela dan mengintip ke luar jendela.


Larietta yang melihat seorang pria dengan jubah hitam yang juga menutupi kepalanya dengan penutup hitam dapat dengan mudah mengenali wajah orang tersebut dari gayanya.


“Apakah itu Master? Apa yang dilakukannya disini?” tanya Larietta pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang aneh.


Larietta yang tak ingin membuat Master Z menunggu terlalu lama langsung mengambil topinya dan memakainya lalu berlari ke luar menemui Master Z.


“Master? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Larietta bingung karena di dalam Novel Master Z tak pernah keluar dari tempatnya merasa sangat aneh.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Master Z akan bicara jujur atau berbohong? Apa yang akan dikatakan oleh Master Z nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2