Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 36. Pelajaran


__ADS_3

Larietta yang telah kembali ke Asramanya tiba-tiba mendengar suara ketukan dari luar yang membuat Anna bergegas membuka pintu.


Anna yang memuka pintu langsung membeku di tempatnya saat beberapa Pelayan masuk membawa beberapa Gaun, Perhiasan, Sepatu dan lainnya.


"No-Nona... A-Apa ini?" tanya Anna.


"Ini semua pasti Hadiah dari Theo. Anna, bisa kau lihat semua barang-barang itu!” ucap Larietta memberikan tugas.


“Serahkan saja padaku, Nona!” jawab Anna serius.


Larietta yang masih duduk bersantai di depan jendela membiarkan Anna mengurusi semua barang yang diberikan Theodore kepadanya.


‘Hmmm, aku harap Pesta Dansa malam ini akan berjalan lancar! Aku merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang padaku!’


‘Mereka semua pasti sudah mengetahui tentang diriku yang telah keluar dari Kediaman Duke dan bukan bagian dari Keluarga Duke Boulois!’


Malam pun tiba, Larietta yang telah selesai berdandan menyadari bahwa dirinya sangat cantik yang membuat Anna tidak berkedip memandang dirinya.


“No-Nona, anda terlihat sangat cantik! Tidak disangka ternyata gaun yang dipilih oleh Tuan Muda Theodore sangat cocok denganmu!” puji Anna.


“Kau benar. Gaun ini membuat kulit semakin bercahaya dan makeup yang kau aplikasikan membuat wajahku semakin menawan. Terima kasih, Anna! Ucap Larietta tulus.


“Hmm, saya senang jika Nona menyukainya!” jawab Anna bahagia.


Tak lama dari pembicaraan keduanya, pintu asrama yang tertutup tiba-tiba berbunyi dan Larietta yang menyadari orang yang datang langsung menyambut kedatangannya.


Theodore yang terpesona dengan kecantikan Larietta memasang wajah malu dan memuji Larietta lalu memberikan hadiah yang telah dipersiapkannya.


“Ini adalah hadiah untukmu. Semoga kau menyukainya Larietta.” Ucap Theodore.


“Terima kasih. Bunganya sangat cantik dan wangi!” balas Larietta malu.


“Kau terlihat sangat cantik malam ini ta-tapi bukan berarti kau tidak cantik sebelum-sebelumnya hanya saja, ka-kau....!” ucap Theodore terbata-bata.


“Hahaha... aku mengerti. Terima kasih!” jawab Larietta.


Keduanya yang telah siap pun bergegas ke tempat Pesta Dansa diadakan dan Larietta yang berjalan memasuki Ruang Acara bersama Theodore menarik perhatian semua orang.


Tatapan orang terhadap Larietta terbagi menjadi dua yaitu tatapan mata kekaguman dan tatapan mata iri.


Larietta yang tidak peduli dengan tatapan orang-orang padanya memilih untuk menerima tawaran Theodore yang ingin melakukan dansa pertama dengannya.


“Bolehkah saya menerima kehormatan sebagai pasangan dansa pertama anda, Nona?” tanya Theodore sopan.


“Tentu saja!” jawab Larietta singkat.


Gerakan kaki yang mengikuti alunan lagu membuat kedunya terlihat sangat menikmatinya dan membuat keduanya terlihat sangat menonjol.

__ADS_1


“Apakah kau gugup, Larietta?” tanya Theodore penasaran.


“Sedikit tapi sekarang sudah lebih baik!” jawab Larietta.


“Aku senang mendengarnya.


Keduanya yang mendengar suara musik yang telah berhenti membuat keduanya mundur ke belakang untuk menunjukkan bahwa dansa keduanya telah selesai.


“Terima kasih karena telah menerima tawaranku!” ucap Theodore bahagia.


“Kau pasti lelah. Aku akan mengambilkanmu minum!” ucap Theodore yang dibalas dengan anggukan oleh Larietta.


Larietta yang telah berpisah dari Theodore tidak menyangka jika banyak orang yang meminta berdansa dengannya bahkan Lucas pun mengajaknya berdansa.


“Maafkan aku Tuan Lucas tapi aku sangat lelah sekarang. Bisakah kita berdansa lain kali saja?” ucap Larietta dengan wajah bersalah.


“Tentu saja. Kesehatanmu yang utama Larietta tapi berjanjilah bahwa lain kali kau pasti akan menerima tawaranku!” ucap Lorca dengan senyum terpaksa.


“Aku berjanji!” jawab Larietta cepat yang membuat wajah Lorca melunak.


Tak lama setelah kepergian Lorca, Theodore yang telah membawakan minuman datang menghampiri Larietta.


“Ini minumanmu!”


“Terima kasih!”


“Maafkan aku, Larietta. Aku harus pergi tapi aku berjanji bahwa aku akan segera kembali!” ucap Theodore dengan sorot mata sedih.


“Jangan khawatir. Aku pasti akan baik-baik saja!” ucap Larietta meyakinkan.


Larietta yang ditinggal oleh Theodore memutuskan untuk menyingkir dan mencari tempat yang sepi.


Namun di saat Larietta sedang bersantai di sudut Pesta Dansa tiba-tiba dirinya mendengar beberapa Nona Bangsawan membicarakannya dengan sengaja.


“Tidak disangka jika kita akan bertemu dengan Nona Bangsawan yang telah diusir dari Kediamannya!” sindir Nona Charlotte Aster Rodenherg.


“Hahaha... Putri yang tidak diusir oleh orangtuanya dan bahkan lebih memilih orang asing. Jangan-jangan bukanlah Putri Kandungnya sebenarnya makanya seperti itu!” ungkap Nona Elaen Sher Benedict.


Larietta yang mengenali wajah dua orang Nona Bangsawan yang sedang membicarakannya itu tersenyum sinis.


‘Kekanak-kanakan sekali!’ pikir Larietta.


Larietta yang tidak akan diam saja saat ada orang yang membulinya memutuskan menggunakan cara lain yang lebih anggun untuk memberikan pelajaran.


Larietta yang diam-diam memanggil Undine memberikan perintah kepada Undine untuk mengeluarkan air yang ada di tangan Elaen dan mencipratkannya ke Gaun Charlotte.


“Aaaarrggghhh, gaunku!” teriak Nona Charlotte dengan suara lantang.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membuatku malu?” teriak Nona Charlotte marah.


“Ti-Tidak! A-aku tidak melakukan apapun! A-Air itu keluar sendiri!” ucap Nona Elaen membela diri.


“Apa kau pikir aku bodoh? Tidak mungkin air bisa keluar sendiri begitu saja!” ungkap Nona Charlotte dengan nada suara tinggi.


Charlotte yang guannya telah rusak terpaksa meninggalkan Pesta Dansa yang diikuti dengan Elaen di belakangnya.


“Charlotte! Tunggu aku!” teriak Nona Elaen takut.


“Pergi! Aku tak ingin melihatmu!” ucap Nona Charlotte dengan wajah marah.


Larietta yang menyaksikan pertunjukan menarik yang ada di depannya pun tersenyum puas lalu duduk santai kembali sambil menikmati minuman yang ada di tangannya.


Sementara itu, Countess Themrine yang melihat semuanya sejak awal menatap tajam dan dingin ke arah Larietta.


“Kau tidak akan pernah berubah! Orang yang memiliki hati yang jahat akan selalu berbuat kejahatan!” ungkap Countess Themrine kecewa.


Profesor Zachary yang tidak ingin Countess Themrine salah paham dengan Larietta mencoba membela Larietta.


“Countess! Sebaiknya kau tidak perlu terburu-buru untuk membuat keputusan tentang baik dan buruknya seseorang hanya dari luarnya saja!”


“Tidak akan ada asap jika tidak ada api dan aku yakin Nona Larietta melakukan itu pasti punya sebuah alasan!”


Countess Themrine yang telah membuat penilaian tentang Larietta bahkan sejak lama tidak bisa menerima saran dari Profesor Zachary.


“Alasan? Alasan apa itu? Apakah membuli orang lain dengan kekuatan yang kau miliki itu dibenarkan? Aku rasa itu tidak jadi jangan mencoba menasehatiku. Aku tau yang aku lakukan!”


Countess Themrine yang kehilangan selera untuk mengikuti Pesta Dansa memilih keluar dan mencari udara segar.


“Hah! Bagaimana bisa anak yang memiliki tempramen buruk dan kesabaran setipis tisu di bagi dua bisa memiliki kekuatan yang langka?”


“Ini sungguh tidak bisa dipercaya! Tuhan sungguh tidak adil!”


Setelah Acara Pesta Dansa, berita Larietta yang masuk ke Akademi Rinette setelah meninggalkan Kediaman Duke Boulois menyebar dengan cepat.


Melisha yang sedang menikmati waktu bahagianya karena tidak akan pernah melihat ataupun mendengar Larietta langsung berdiri saat Mary datang menyampaikan kabar untuknya.


“Nona! Nona! Nona!” panggil Mary terburu-buru.


“Ada apa Mary? Jangan memanggilku seperti itu! katakan padaku ada apa?” tanya Melisha cuek.


“Kabar buruk, Nona. Nona Larietta ternyata masuk ke Akademi Rinette setelah meninggalkan Kediaman Duke!” ucap Mary dalam satu tarikan nafas.


“Apa?” teriak Mary.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan oleh Melisha selanjutnya? Akankah Melisha bisa menyaingi Larietta? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2