
Joseph yang awalnya bahagia bisa bersama Melisha langsung mengubah suasana hatinya menjadi buruk saat nama wanita yang sangat dibenci olehnya terdengar.
“Aku tidak tau! Biarkan saja! Kita nikmati saja Pesta ini!” ucap Joseph tidak peduli.
Melisha yang tidak senang dengan sikap Joseph yang cuek dan tidak merespon perkataannya menjadi kesal lalu memasang wajah sedih.
“Benarkah tidak apa-apa? Apakah nama baik Marquess Danzhweltz dan Duke Boulois tidak akan terpengaruh?” tanya Melisha dengan wajah sedih.
“Me-Melisha hanyalah orang luar dan berasal dari koata kecil jadi Melisha tidak mengerti apapun ta-tapi apakah ini benar Joseph?” gumam Melisha khawatir.
“Apakah Nona Larietta boleh mempermalukan Joseph sebagai Tunangan untuk datang ke Pesta Kerajaan dengan pria lain?” ungkapnya dengan wajah sedih.
Joseph yang melihat Melisha bersedih pun terpancing emosi lalu mengepalkan tangannya dengan sangat erat untuk menahan emosinya.
“Melisha! Semua yang kau katakan itu benar! Aku adalah Pewaris Marquess Danzhweltz dan aku tidak bisa direndahkan oleh siapapun!” tegas Joseph.
“Tunggulah disini! Aku akan memberikan Larietta pelajaran yang berharga!” ungkap Joseph dengan sorot mata yang tajam.
Joseph yang berhenti di depan Duke dan Duchess Boulois pun meminta waktu keduanya untuk bicara dan menyampaikan keberatannya.
“Tuan Duke apakah anda punya sedikit waktu untuk bicara?” tanya Joseph datar.
“Ada apa Joseph? Katakan saja!” ucap Duke Boulois dengan senyum.
“Agh! Tidak ada hal yang besar hanya saja apakah Putri Seorang Duke diperbolehkan bersama Pria lain saat memiliki Tunangan? Apakah itu tidak akan memberikan reputasi buruk nantinya?” sindir Joseph.
Duke Boulois yang sangat menjaga reputasi Kediaman Duke Boulois tidak bisa menahan emosinya dan berjalan ke arah Larietta.
Melisha yang mengawasi semuanya dari jauh pun tersenyum puas dan mengharapkan hal buruk terjadi pada Larietta.
Sementara itu, Larietta yang sedang berdiri bersama Theodore sambil tersenyum tidak menyadari bahwa badai yang sangat besar kan datang ke arahnya .
“Terima kasih Tuan Theodore. Terima kasih karena telah menerima permintaan saya!” ucap Larietta tulus.
“Jika Nona Larietta sungguh berterima kasih, maukah Nona berteman denganku?” tanya Theodore.
Larietta yang tidak menyangka akan mendapatkan tawaran untuk berteman bahkan dari lawan jenis menjadi sangat terkejut.
‘Duke Chartreux tidak pernah disebutkan di dalam Novel dan tidak terlibat dengan Melisha ataupun Joseph. Aku rasa tidak masalah menerima tawaran baik ini.’
“Tentu saja, Tuan Theodore!” jawab Larietta dengan senyum ceria.
“Kalau begitu tolong panggil saya dengan Theo, bukankah kita adalah teman sekarang?” tanya Theodore dengan wajah polos.
“Baiklah Theo. Panggil saja aku Larietta mulai sekarang!” balasnya.
Duke Boulois yang tiba-tiba berdiri di hadapan Larietta membuat Larietta yang sedang bahagia menjadi terkejut dan takut.
“A-Ayah!” ucap Larietta gagap.
“Kembali ke Kediaman Duke Boulois sekarang Larietta!” perintah Duke Boulois.
__ADS_1
Larietta yang sangat terkejut mendengar perintah yang diberikan Duke Boulois padanya secara tiba-tiba pun mengkerutkan alisnya.
'A-Apa yang terjadi? Kenapa Ayah tiba-tiba datang dan memintaku kembali?'
Larietta yang tak sengaja melihat Melisha dan Joseph yang berdiri berdampingan tak jauh darinya dengan senyum penuh kemenangan membuat Larietta menyadari semua yang terjadi.
‘Me-Melisha! Joseph!’
‘Kalian berdua....!'
'Kalian berdua sungguh menjengkelkan dan menyebalkan!’
Larietta yang telah menyerah pada cerita di dalam Novel yang dibacanya dan berniat pergi dengan tenang akhirnya menyadari kesalahannya.
‘Aku tidak mengganggu hubungan kalian tapi kalian berdua terus menerus membuatku berada tersudut!’
‘Kalian berdua yang membuatku menjadi Penjahat maka Penjahat sesungguhnya yang akan kalian temui!’
Larietta yang tidak ingin pergi bergitu saja dari Pesta Ulang Tahun Putra Mahkota dan menjadi bahan lelucon Bangsawan lain pun menegakkan punggungnya.
Larietta yang tak ingin diperlakukan tidak adil sendirian meninggikan suaranya dengan sengaja untuk menarik perhatian semua orang dan menyatakan pendapatnya.
“Aku tidak mau Ayah!” tegas Larietta.
“Kenapa aku harus kembali? Aku tidak melakukan kesalahan apapun!” teriak Larietta.
Duke Boulois yang tau jika Larietta memiliki sifat yang sangat keras kepala menjadi sangat kesal saat perkataannya dibantah di hadapan semua orang.
“Tidak! Aku tidak akan kembali!” jawab Larietta.
“Kenapa aku harus kembali sementara aku baru saja sampai di Pesta ini?" tanya Larietta.
"Aku bahkan belum mengucapkan apapun kepada Yang Mulia Putra Mahkota!” teriak Larietta.
“Hentikan omong kosongmu Larietta! Apa kau tidak puas menghancurkan reputasi Duke Boulois dengan memasuki Ruang Pesta dengan pria yang bukan tunanganmu?” tanya Duke Boulois.
Larietta yang sudah bisa menduga alasan dirinya dipaksa kembali pun menjadi sangat yakin dengan yang akan dilakukannya.
“Kenapa aku yang menghancurkan reputasi Kediaman Duke Boulois?”
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun!"
“Kenapa Ayah meletakkan semua kesalahan padaku?”
“Jika Ayah malu karena aku datang dengan pria yang bukan Tunanganku lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Apakah aku harus diam saja saat melihat Tunanganku memilih datang ke Pesta bersama Nona Valcov?”
Semua orang yang mendengar Larietta menyebut nama Melisha pada perdebatannya dengan Duke Boulois pun mengalihkan pandangannya kepada Melisha.
‘Semua yang dikatakan oleh Nona Larietta benar. Nona Larietta tidak melakukan kesalahan, dia hanya sedang menyelamatkan reputasinya!’
__ADS_1
‘Benar sekali! Justru Nona yang menjadi pasangan Tuan Muda Joseph terlihat sangat tidak tau diri!’
‘Sungguh menjijikkan! Tidak hanya menumpang sebagai pengemis, wanita itu bahkan merayu Tunangan Nona Larietta!’
Pandangan tidak menyenangkan dan wajah tidak senang seperti melihat sebuah benalu pengganggu membuat wajah Melisha menjadi pucat.
'Ti-Tidak! Jangan menatapku seperti itu!'
'Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu!'
Joseph yang tidak bisa melihat Melisha dipermalukan oleh semua orang pun mencoba melindungi Melisha dari semua serangan.
“Hentikan omong kosongmu, Larietta!"
"Jangan membawa nama Melisha dalam perdebatanmu dengan Tuan Duke!"
"Jangan menutupi perbuatan burukmu dengan menjadikan Melisha sebagai korban!”
Joseph yang tidak senang Melisha dipermalukan dan diperlakukan tidak adil karena perasaannya memutuskan untuk menjadi saksi untuk ketidakbersalahan Melisha pada hubungannya dan Larietta.
“Melisha adalah wanita yang penyayang dan memiliki hati yang baik seperti malaikat. Dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu!”
“Melisha tidak pernah menggodaku ataupun merayuku!"
"Dia tidak pernah menerima cintaku dan dia bahkan selalu memintaku untuk melihat kembali padamu, Larietta!"
"Ta-tapi melihat sikapmu yang seperti ini membuatku yakin bahwa hatiku tidak pernah salah dalam menilai seseorang!”
Larietta yang mendengar Joseph menyatakan perasaannya di hadapan semua orang pada Melisha pun tersenyum kecut.
Larietta yang tidak menyangka jika Joseph akan menjadi pria yang sangat bodoh dan naif pun tertawa lantang dan menatap rendah ke arah Joseph dan juga Melisha.
"Hahaha.....!"
"Berhati baik seperti Malaikat?"
"Tidak pernah merayu dan menggodamu?"
Semua orang yang melihat Larietta tertawa pun mulai menggosipkannya dan mengatakan hal buruk tentangnya.
‘Apa yang terjadi? Kenapa Nona Larietta tertawa?’
‘Aku tidak tau. Apa jangan-jangan Nona Larietta telah kehilangan akalnya karena Tuan Muda Joseph memilih wanita lain?’
Larietta yang melihat Melisha menahan kekesalannya dan tatapan bingung di wajah Joseph serta ekspresi tidak senang pada Duke Boulois membuat Larietta merasa muak.
"Jangan bercanda denganku Joseph Paul Danzhweltz!"
"Tidak ada seorangpun wanita baik-baik yang akan datang ke Pesta bersama Pria yang telah bertunangan kecuali wanita itu adalah pel*c*r!
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Joseph, Duke Boulois dan Melisha diam saja mendengar penghinaan dari Larietta? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...