Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 71. Undangan Permaisuri


__ADS_3

Waktu berlalu, Larietta yang berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Kaisar padanya langsung kembali ke Ibukota.


Larietta yang sengaja mempercepat penyelesaian tugasnya karena mendapatkan kabar bahwa Melisha dan Joseph akan segera menggelar Pertunangan menemui Master Z di Ibukota.


Larietta yang sudah mengetahui bahwa Master Z adalah Theodore awalnya sangat terkejut lalu menerima kenyataan setelah mengingat karakter di dalam Novel.


“Aku kira Theo adalah karakter sampingan yang tak terikat dengan Melisha tapi nyatanya Theo adalah Mastrer Z!” gumam Larietta dengan tangan terlipat di dada.


“Aku sudah curiga sejak awal karena status Theo yang tinggi tapi tak masuk sedikit pada alur cerita kenyataannya ada sebuah rahasia besar di baliknya!” ucap Larietta dengan sorot mata tajam.


Larietta yang akhirnya berdiri di depan Master Z langsung duduk di sofa tanpa dipersilahkan dan melipat tangannya dengan sorot mata yang tertuju langsung ke arah Master Z yang ada di depannya.


Master Z yang merasakan sikap Larietta sangat tak biasa menjadi sangat gugup dan khawatir di saat bersamaan.


Olivier yang ada di ruangan itu bergegas menyingkir karena merasakan bahaya muncul dan membiarkan Larietta dan Master Z berdua saja.


Larietta yang tak ingin mengungkapkan identitas Master Z sebenarnya sebelum Master Z mengaku jujur padanya mengucapkan satu kalimat yang membuat Master Z dalam kondisi terburuknya.


“Master! Apakah ada yang ingin kau katakan padaku sebelum kita mulai membicarakan masalah bisnis?” sindir Larietta dengan ekspresi dingin.


Master Z yang tiba-tiba terpikirkan bahwa Larietta sudah mengetahui identitasnya pun menggigit bibir bawahnya dan mengepalkan tangannya erat.


Master Z yang telah membuat keputusan di awal untuk berkata jujur pun turun dari sofa dan berlutut di depan Larietta seperti seorang terdakwa.


Master Z yang melepaskan penutup kepalanya di hadapan Larietta dalam hitungan detik mengubah penampilannya ke wujud aslinya.


“Maafkan aku!” ucap Master Z dengan kepala tertunduk ke bawah.

__ADS_1


Larietta yang berpikir bahwa dirinya tak akan terkejut setelah melihat semuanya secara langsung kenyataannya tetap terkejut dengan perubahan yang ada di depan matanya.


“Maafkan aku menyembunyikan ini semua. Aku sungguh tidak bermaksud untuk membohongimu. Aku... aku... aku mengaku salah!” ucap Theo yang pada akhirnya mengaku salah.


Larietta yang melihat Theodore dengan jubah dan gaya Master Z tapi penampilan berbeda membuatnya merasa aneh.


“Aku tau. Kau sudah berusaha memberitauku tapi aku terlalu sibuk untuk bisa menyadarinya. Maaf.” ucap Larietta menarik nafas panjang.


Theodore yang tak bisa menerima permintaan maaf Larietta karena menurutnya kesalahan ada padanya dengan cepat memohon ampun.


Larietta yang melihat Theodore memasang mimik wajah seperti anak anjing yang dimarahi oleh Tuannya pun tertawa kecil.


“Kau sungguh lucu, Theo. Apa kau tau bagaimana penampilanmu sekarang?” tanya Larietta sambil tertawa yang membuat Theodore semakin murung.


“Maafkan aku! Aku tidak bermaksud menggodamu. Aku tidak marah padamu jadi kembalilah ke tempatmu dan bisakah kau pasang kembali penutup kepalamu, Theo. Melihatmu dalam pakaian Master Z membuatku merasa aneh!” ucap Larietta tersenyum kaku.


Larietta yang sangat lega menjadi rileks dan kembali dengan ekspresi wajah serius seperti seorang pebisnis profesional.


“Ini lebih baik. Aku tak ingin hubungan pribadi mempengaruhi kerjasama kita. Aku harap Master bisa profesional di samping hubungan khusus yang kita miliki di identitas yang lain!” tegas Larietta.


“Aku mengerti. Jika itu yang diinginkan olehmu maka aku akan menyetujuinya!” ucap Master Z dengan tatapan lurus ke depan.


“Apapun identitasku, jangan lupa bahwa aku akan selalu ada bersamamu!” ucap Master Z lagi dengan percaya diri.


Larietta yang tersenyum puas dengan kalimat yang diucapkan Master Z padanya pun membicarakan tentang rencana keduanya selanjutnya hingga malam tiba.


Master Z yang mengubah identitasnya menjadi Theodore pun mengantar Larietta kembali ke Kediaman sementaranya.

__ADS_1


“Istirahatlah. Aku akan mengantarmu ke Istana besok pagi!” janji Theodore sambil mencium punggung tangan Larietta saat berpamitan.


Larietta yang tinggal di salah satu Villa milik Keluarga Kerajaan dimana Keluarga Bangsawan Tinggi menginap saat menghadiri Perjamuan Kerajaan tiba-tiba mendapatkan berita tak terduga.


“Nona! Nona! Nona! Akhirnya anda kembali juga!” teriak Anna dengan wajah yang panik sambil memegang sebuah surat di tangannya.


“Ada apa Anna? Apakah ada sesuatu yang terjadi di Kediaman Duke Boulois?” tanya Larietta yang mengkerutkan alisnya tidak senang.


“Bukan itu. Anda mendapatkan surat dari Istana Kerajaan!” ucap Anna yang menyerahkan surat yang ada di tangannya.


Larietta yang melihat simbol dari Keluarga Kerajaan dengan pita merah muda pada amplop yang ada di tangannya dapat dengan mudah menyadari identitas dari Pengirim surat.


Anna yang sangat takut saat nama Keluarga Kerajaan disebutkan hanya berdiri di samping Larietta dengan wajah yang cemas.


“Anna! Kau harus membantuku bersiap lebih pagi karena kita harus pergi ke Istana Permaisuri lebih dulu sebelum menemui Yang Mulia Kaisar!” ucap Larietta dengan ekspresi serius.


Larietta yang tak mengetahui karakter Keluarga Kerajaan termasuk Permaisuri dan Putra Mahkota pun menghubungi Theodore dengan alat komunikasi.


“Theo, apakah aku bisa meminta informasi tentang Permaisuri dan Putra Mahkota sebelum kereta kuda yang dikirim menjemputku datang?” tanya Larietta serius.


“Jangan khawatir. Informasi yang kau butuhkan akan ada seperti yang kau inginkan!” jawab Theodore dengan senyum lembut.


“Terima kasih!” balas Larietta bahagia.


#Bersambung#


Apa yang diinginkan Permaisuri pada Larietta? Bagaimana pertemuan Larietta dengan Kaisar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2