
Melisha yang tidak jadi menemui Duke Boulois di siang hari memutuskan untuk meminta izin di malam harinya.
Melisha yang tau akan sangat sulit baginya untuk pergi ke Kota Rinette untuk bisa bertemu dengan Joseph berencana menggunakan senjata utamanya.
Melisha yang masuk ke dalam ruang kerja Duke Boulois langsung memasang wajah sedih dan mengatakan semua hal yang akan membuat Duke Boulois simpati padanya.
"Ayah, apakah aku boleh pergi ke Kota Rinette? Aku ingin mengikuti ujian Akademi Rinette? Aku ingin menunjukkan pada semua orang bahwa aku juga bisa menjadi Murid Akademi Rinette, Ayah!" ucap Melisha dengan wajah sedih.
"Aku ingin membuat Ayah bangga padaku dan aku ingin agar orang-orang tak menatap rendah diriku yang merupakan anak tidak sah!" ungkap Melisha dengan mata yang berbinar seolah siap menangis.
Duke Boulois yang tak ingin melihat Melisha menangis karena sedih menggigit bibir bawahnya lalu menarik nafas panjang.
"Ayah mengerti. Ayah akan mengizinkanku. Ayah akan mempersiapkan semuanya jadi jangan bersedih!" ucap Duke Boulois dengan suara yang lembut sambil mengelus kepala Melisha perlahan.
"Terima kasih, Ayah. Kau yang terbaik." ucap Melisha dengan senyum yang sangat lebar.
Di sisi lain, Larietta yang telah memberitau Master Z tentang rahasianya pun mulai mengeringkan semua biji kopi dengan Spirit Elemen Api dan dalam waktu setengah jam semuannya biji kopi sudah siap untuk digiling.
__ADS_1
Master Z yang juga mengikuti saran Larietta langsung membatalkan transaksi pembelian biji kopi yang belum kering dan menggantinya dengan yang sudah kering.
Larietta yang bahagia karena semuanya berjalan dengan lancar memutuskan untuk kembali ke Asrama dan beristirahat.
Beberapa hari berlalu, Larietta yang telah melakukan pembukaan kafe baru miliknya menggunakan strategi marketing yang sama di kehidupan sebelumnya.
Larietta yang memiliki kafe bernama "Violet" membuat papan tanda yang sangat besar dengan logo huruf V berwarna ungu.
Tindakan Larietta yang sangat tidak biasa dan tak pernah dilakukan nyatanya membuat semua orang menjadi penasaran sehingga saat hari pertama pembukaan kafe terdapat banyak sekali antrian.
Larietta yang datang bersama Anna untuk melihat perkembangan kafe miliknya di hari pertama merasa sangat senang dengan antusias orang-orang.
"Nona sungguh hebat. Saya menjadi semakin kagum pada anda!" ungkap Anna dengan wajah yang berseri-seri.
Di saat yang sama, Melisha yang baru sampai di Kota Rinette menjadi sangat bingung dengan jalanan kota yang sangat ramai.
"Ada apa ini? Apakah telah ada festival di Kota ini? Kenapa semua orang berkumpul di jalanan?" gumam Melisha dengan wajah penasaran.
__ADS_1
Meskipun penasaran Melisha yang sangat lelah karena telah melakukan perjalanan yang cukup jauh dengan menggunakan kereta kuda dan teleportasi sihir.
Melisha yang tinggal di Kediaman besar yang disewa oleh Duke Boulois merasa cukup puas terutama saat dirinya mengetahui bahwa Larietta tinggal di Asrama yang kecil dan sempit.
"Mary, aku punya tugas khusus untukmu. Aku ingin kau mencari tau tentang jadwal Joseph dan apa yang dilakukannya!" ucap Melisha dengan tegas.
Mary yang berdiri di depan Melisha langsung menganggukkan kepalanya lalu pergi melaksanakan tugas dari Melisha.
Sementara itu, Joseph yang ternyata tak menyerah untuk mendapat Larietta kembali terus mengirimkan hadiah ke Asrama Larietta tapi selalu ditolak atau dikirim ulang oleh Anna.
"Nona, hari ini Tuan Muda Danzhweltz mengirim hadiah lagi berupa satu buket mawar merah yang sangat indah!" ucap Anna dengan wajah datar.
"Anna, kau tau yang harus dilakukan bukan? Aku rasa aku tak perlu menjelaskannya ladamu!" ucap Larietta dengan wajah malas.
#Bersambung#
Bagaimana pertemuan Melisha dan Joseph? Akankah Joseph kembali pada Melisha? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1