Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 47. Kepergian Joseph


__ADS_3

Bangsawan lain yang menghadiri Acara tersebut pun diam-diam mempertanyakan hasil tes yang dilakukan oleh Pendeta Tinggi Tabas.


'Apakah benar Pendeta Tinggi Tabas membuat perjanjian dengan Nona Melisha?'


'Aku tidak tau tapi mendengar kesaksian itu membuatku tidak bisa mempercayai hasilnya!'


'Bukankah orang-orang dari Gereja selalu bersikap angkuh dan sombong di hadapan kita Para Bangsawan?'


'Itu benar sekali. Mereka selalu memiliki seribu alasan untuk menolak datang saat dipanggil tapi saat diberikan uang, semuanya langsung bersikap berbeda!'


'Kita tidak bisa mengatakan apapun karena orang-orang dari Gereja biasanya berasal dari Rakyat Biasa yang tak pernah belajar Etika!'


Larietta yang sangat senang mendengar kalimat-kalimat menghina dari semua Bangsawan yang suka bergosip di hadapan orang lain mengamati ekspresi musuhnya satu per satu.


'Hmmm, sebaiknya aku melakukan sesuatu karena sepertinya Melisha memilih untuk diam sementara waktu hingga masalah berlalu daripada harus melakukan tes kedua!'


Larietta yang mengeluarkan sebuah kalung dari dalam penyimpanannya pun menunjukkannya di depan semua orang.


"Pendeta Tinggi Bastian, apakah kau tidak percaya diri untuk melakukan tes dari tanganmu sendiri?"


"Atau kau mengakui bahwa tes yang dilakukan oleh Pendeta Tinggi Tabas sebagai kebohongan?"


"Hmmm, jika seperti itu maka tidak ada gunanya aku menyimpan ini, bukan?"


Duke Boulois dan Melisha yang melihat kalung hijau yang ada di tangan Larietta langsung membuka matanya sangat lebar.


Melisha yang tak menyangka jika kalung peninggalan Ibunya satu-satunya yang telah hilang sejak dirinya sampai di Kediaman Duke akan berada di tangan Larietta.


"Kembalikan kalung itu! Kalung itu milik Ibuku!" teriak Melisha lantang.

__ADS_1


Larietta yang tersenyum melihat respon Melisha yang begitu cepat dengan barang yang tak sengaja ditemukannya memulai rencana lainnya.


"Milik Ibumu? Apakah kau bercanda, Melisha? Kalung ini bukan milikmu!" tegas Larietta.


"Kau mencurinya. Kau mencuri satu-satunya kalung peninggalan Ibuku, Larietta. Kembalikan padaku!" teriak Melisha dengan nada tinggi.


"Kenapa aku harus memberikannya padamu? Kalung ini bukan milikmu!" ucap Larietta lagi.


Melisha yang berjalan maju dan berniat mengambil kalung yang ada di tangan Latietta secara paksa tiba-tiba terhenti saat Theodore mengarahkan pedang ke arah Melisha.


Larietta yang terhibur dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan Melisha memberikan kode kepada Theodore untuk mundur.


"Kalung ini bukanlah milikmu atau milik Ibumu karena di dalam kalung ini terdapat wajah Duke Boulois!"


"Agh, tapi jika kau sungguh berpikir jika ini adalah barang peninggalan Ibumu, itu berarti Ibumu sungguh memiliki hubungan khusus dengan Tuan Duke karena menyimpan foto dan namanya di dalam kalung ini!"


Larietta yang membuka bagian dalam dari kalung yang ada di tangannya membuat semua orang yang hadir semakin heboh.


'Tidak disangka Tuan Duke yang terkenal setia ternyata memiliki wanita lain selain Duchess!'


'Tidak hanya memiliki wanita lain tapi juga memiliki anak dari wanita selingkuhannya!'


Melisha yang tak bisa mengatakan apapun hanya bisa mengepalkan tangannya dengan sangat erat menahan emosi.


"Semua bukti telah ditunjukkan dan kau menolak untuk membuktikan diri, Melisha, lalu untuk apa mengumumkan pengadopsianmu padahal kau sebenarnya adalah anak tidak sah dari Ayahku!" tegas Larietta.


Duke Boulois yang marah dengan situasi yang menjadi tidak terkendali dan reputasi Keluarga Duke Boulois yang jatuh ke tanah meneriaki Larietta yang ada di depannya.


"Larietta! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila melakukan ini semua?"

__ADS_1


"Apakah kau tidak tau jika yang kau lakukan telah menghancurkan reputasi Kediaman Duke?"


Larietta yang tak tahan selalu disalahkan padahal dirinya adalah korban yang sebenarnya akhirnya benar-benar menunjukkan emosinya.


"Aku? Sudah gila? Benar sekali! Aku sudah gila karena menyimpan kebusukan yang Ayah dan Melisha simpan!"


"Siapa yang sebenarnya menghancurkan reputasi Kediaman Duke, aku atau keegoisan Ayah?"


"Bagaimana bisa Seorang Duke dan juga Master Sihir tingkat Empat mengusir Putri Sahnya demi menjadikan Putri H*ramnya sebagai Penerus Kediaman Duke?"


"Apakah Ayah pikir Bangsawan lain yang hadir di Acara ini bisa menerima anak tidak sah sebagai Penerus Kelurga Duke Boulois, salah satu Pendiri Kerajaan Chillia?"


Saat Larietta mempertanyakan kredibilitas dari Duke Boulois, Joseph yang sangat membenci anak tidak sah angkat bicara.


"Apakah semua yang dikatakan oleh Latietta adalah benar, Tuan Duke?"


"Apakah kau sungguh ingin menjadikan Putri yang terlahir dari Selirmu sebagai Penerus Keluargamu?"


Melisha yang mendengar pertanyaan yang dikeluarkan oleh Joseph segera berbalik arah dan berjalan ke arah Joseph lalu meyakinkannya.


"Jo-Joseph ...!"


"Jangan menyentuhku!" teriak Joseph.


"Anak yang terlahir dari Selir tak memiliki status yang sama denganku yang terlahir dari Pernikahan yang sah!" tegas Joseph.


Joseph yang pertama kali dalam hidupnya membenci air mata yang keluar dari wajah Melisha pun menyesali perbuatannya.


"Anda tidak mengatakan apapun Tuan Duke itu berarti jika semua bukti dan ucapan dari Larietta benar jadi aku akan menyatakan bahwa rencana pertunangan dengan Nona Valcov dibatalkan!" tegas Joseph yang berjalan keluar meninggalkan Ruangan Dansa.

__ADS_1


#Bersambung#


Hmmm, Joseph meninggalkan Kediaman Duke Boulois? Bagaimana dengan nasib Melisha selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2