Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 41. Dua Pengagum


__ADS_3

Larietta yang senang karena kunci dalam kebahagiaan Melisha ada di pihaknya sekarang pun memutuskan menggunakan semua yang dimilikinya.


“Master!”


“Apakah kau bisa mendapatkan bukti bahwa Melisha telah berbohong tentang identitasnya?”


“Apakah kau bisa membuktikan bahwa Gereja dan Melisha bersekutu untuk menipu semua orang?”


Master Z yang bisa menebak bahwa Larietta menginginkan kehancuran untuk Melisha dan Kediaman Duke dengan cepat menganggukkan kepalanya.


“Aku bisa mendapatkan semuaya jika Nona menginginkannya!” tegas Master Z.


“Tapi.... Apakah anda yakin ingin melakukan ini?” tanya Master Z cemas.


“Aku tidak bermaksud untuk menggurui ataupun sombong tapi apakah Nona sudah memikirkan akibat dari tindakan anda?” tanya Master Z serius.


Larietta yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Kediaman Duke Boulois karena jiwanya yang terbang memasuki Dunia Novel dan kebenciannya pada karakter Melisha pada kenyataannya membuat Larietta tidak memiliki belas kasih.


“Pendeta Tinggi yang melakukan kesalahan jadi mereka harus mendapatkan hukumannya karena meskipun mereka melayani Tuhan jika mereka pendosa maka mereka tetap harus dihukum, bukan?” sindir Larietta.


“Aku tidak peduli pada apapun! Aku tidak membutuhkan Kediaman Duke Boulois untuk mendukungku! Aku bisa melindungi dan mendukung diriku sendiri!” tegas Larietta.


“Aku pun telah diusir dari Kediaman Duke dan nama belakangku bukan lagi Boulois maka aku tidak ada hubungannya dengan mereka!” ucap Larietta serius.


“Kehancuran ataupun Kejayaan Kediaman Duke Boulois tidak ada hubungannya denganku!” tegas Larietta.


Master Z yang mendapatkan keyakinan akan pernyataan Larietta pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda kesanggupan untuk mengambil misi yang diberikan Larietta.


“Jika Nona telah memikirkannya maka sebagai Pebisnis maka tidak ada alasan bagiku untuk menolak permintaan!” ucap Master Z tersenyum.


Larietta yang telah selesai membicarakan masalah pribadinya langsung mengubah ekspresi menjadi seorang seorang pebisnis handal.


“Aku senang karena Master menyetujui permintaan saya. Saya berjanji bahwa saya pasti akan membagi 10 persen pendapatan Hak Paten dari Alat Sihir yang sedang dikembangkan!” tegas Larietta.


“Jadi sekarang bisakah kita lanjut dengan bisnis yang sedang kita bangun? Aku punya sebuah cara untuk menarik perhatian orang-orang untuk membeli makanan dan minuman yang kita jual!” ucap Larietta percaya diri.


Larietta yang menjelaskan semua tekhnik penjualan yang dilakukannya di kehidupan sebelumnya kepada Master Z membuat Master Z semakin kagum padanya.


“Ini sungguh cara yang sangat bagus! Aku sudah bisa membayangkan reaksi Bangsawan dan Rakyat Biasa dengan pemasaran ini!” puji Master Z.


Master Z yang melihat Larietta seperti cangkang yang kosong saat ini menjadi sangat khawatir tapi tak bisa melakukan apapun dengan identitasnya saat ini sehingga saat Larietta pergi Master Z hanya bisa diam dan mengepalkan tangannya dengan erat.


Sementara itu, Larietta yang memutuskan beristirahat di Asrama ternyata diam selama perjalanan kembali membuat Master Z yang terus memperhatikan dari jauh bertindak.


“Sial! Perasaan ini membuatku seperti orang bodoh!” ungkap Master Z.


Larietta yang larut dalam pikirannya kembali memikirkan semua yang terjadi membuat rencana untuk masa depannya.


‘Hah! Aku tidak khawatir dengan Master karena Author membuatnya sebagai orang yang memiliki kemampuan yang hebat tapi...!’

__ADS_1


‘Tapi aku tidak tau bagaimana caraku bisa datang ke Pesta Kedewasaan Melisha di Kediaman Duke tanpa masalah karena aku yakin Ayah bodoh dan Melisha yang licik akan melakukan apapun untuk menghalangi kedatanganku!’


‘Meskipun aku memiliki bukti kebohongan Melisha, semuanya akan sia-sia jika aku tidak bisa membongkarnya di Acara Kedewasaan Melisha!’


‘Aku ingin menghancurkan hari bahagia dan harapan Melisha hingga berkeping-keping!’


Saat Larietta meninggalkan Asosiasi Eagle Eyes, Master Z langsung berubah menjadi Theodore kembali dan pergi menemui Larietta.


“Larietta!”


Larietta yang melihat Theodore datang seperti menemukan setitik harapan yang telah sirna dan menyambut kedatangan Theodore dengan senyum ceria tak ingin melewatkan kesempatan yang ada.


“Apakah kau sudah makan? Apakah kau mau makan denganku? Di dekat sini ada kafe yang sangat enak dan aku yakin kau pasti akan menyukainya!” ucap Theodore menghibur.


“Tentu saja!” balas Larietta.


Larietta yang duduk berhadapan dengan Theodore di sebuah Restoran yang awalnya sepi mendadak sepi hanya dalam hitungan detik.


Larietta yang tidak merasa asing dengan yang dilakukan Theodore pun menikmati makanannya sambil mencari cara untuk membicarakan tentang Pesta Kedewasaan Melisha.


“Theo! Apakah aku boleh bertanya?” tanya Larietta setelah makan.


“Katakan saja! Aku akan menjawab apapun!” tegas Theodore.


“Apakah Kediaman Duke Cahrtreux menerima undangan Pesta Kedewasaan Nona Melisha Valcov?” tanya Larietta hati-hati.


Larietta yang tidak ingin disalahartikan dan membuat dirinya dalam situasi yang sulit dengan Theodore buru-buru mencari alasan tapi langsung terdiam saat Theodore mengatakan sesuatu.


“Kediaman Duke Chartreux menerima undangan tersebut dan aku berniat datang jika Larietta mau menjadi pasanganku!” ungkap Theodore.


Larietta yang merasa aneh dengan Theodore yang secara terang-terang ingin membantunya menjadi curiga lalu kembali bersikap biasa saja.


“Tu-tungu! Apakah kau menawarkanku ini karena memiliki niat lain?” sindir Larietta.


“Tidak! Tidak! Tidak! Ini salah!”sangkal Larietta buru-buru.


“Maafkan aku! Maafkan ketidaksopananku! Apapun alasanmu mengulurkan tangan itu bukan urusanku! Aku minta maaf karena ikut campur!” ucap Larietta dengan senyum canggung.


Theodore yang tidak senang dengan suasana yang ada di sekitar mereka pun mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


“Apakah menerima bantuanku bergitu sulit untukmu, Larietta?”


“Aku memang memiliki niat dan tujuan lain tapi aku bersumpah bahwa itu bukanlah niat yang buruk!”


Larietta yang melihat tatapan mata sedih dan terluka dengan ekspresi wajah serta sikap yang malu-malu membuat Larietta menyadari alasan Theodore melakukan semaunya untuknya.


‘Apa ini? Bukankah itu ekspresi orang yang sedang jatuh cinta?’


‘Apakah ini karena Theodore menyukaiku?’

__ADS_1


Larietta yang tidak ingin ketahuan telah menyadari perasaan Theodore untuknya mengalihkan wajahnya ke arah lain.


‘Hah! Situasi apa ini?’


‘Apakah aku akan menerima uluran tangan Theo dan memanfaatkan kepolosannya?’


Larietta yang sedang dalam situasi sulit dan tak memiliki solusi lain pun menerima tawaran Theodore dengan anggukan kepala setuju.


Larietta yang terbaring di tempat tidurnya dengan mengabaikan kerepotan Anna mempersiapkan kepergian Larietta kembali ke Kediaman Duke tiba-tiba mendengar orang yang datang.


“Anna, kau tidak perlu sampai seperti ini! Kita hanya akan berada di Ibukota selama satu hari lalu kembali ke Kota Rinette!” ucap Larietta khawatir.


“Berapa lama pun Nona pergi tapi ini adalah hal yang sangat penting! Ini menyangkut keberhasilan pembalasan anda, Nona!” ucap Anna penuh semangat.


“Agh, baiklah. Kau lakukan apapun yang kau mau Anna. Aku serahkan semuanya padamu tapi sebelum itu sebaiknya kau buka pintunya dan cari tau siapa yang datang!” perintah Larietta pasrah.


“Baik, Nona!” jawab Anna ceria.


Lorca yang mendengar kabar tentang Acara Kedewasaan wanita yang mengambil semua milik Larietta yang telah menjadi Penyelamatnya bergegas ke Asrama Larietta.


Lorca yang mendapatkan surat undangan berniat mengulurkan tangan untuk membantu Larietta tapi sayang ditolak dengan tegas.


“Ma-Maafkan kelancanganku Nona tapi aku mendengar gosip yang beredar dan Kediaman Count Vanachel mendapatkan undangan Pesta Kedewasaan Nona Melisha Valcov! Jika Nona mau, saya bisa membawa Nona untuk datang ke Acara tersebut!” tawar Lorca.


“Saya menghargai niat baik anda, Tuan Lorca tapi saya telah memiliki pasangan dalam Acara tersebut!” ucap Larietta.


“A-Apakah pasangan Nona adalah Tuan Muda Theodore dari Kediaman Duke Chartreux?” tanya Lorca hati-hati.


“Benar!” tegas Larietta.


Lorca yang tidak tau apa yang terjadi padanya menjadi sangat tidak senang saat Larietta bersama dengan pria lain.


“Apakah Nona tidak bisa membatalkannya dan datang bersamaku?” tanya Lorca.


“Ma-Maaf! Maafkan aku yang tidak tau diri!” ucap Lorca buru-buru.


Larietta yang merasa bersalah seperti menjadi wanita jahat pada Lorca pun menarik nafas panjang lalu menjelaskan alasannya memilih Theodore.


“Maafkan aku! Aku tidak bisa membatalkan rencana yang telah aku buat dengan Theo karena aku punya alasan tersendiri!” ucap Larietta bersalah.


“Alasan? Apakah alasannya karena Tuan Muda Theodore berasal dari Kediaman Duke?” tanya Lorca.


“Benar! Hanya Seorang Duke atau Pewaris Duke yang bisa melawan Seorang Duke!” tegas Larietta.


“Jika aku pergi bersama Theo, tidak akan ada seorangpun Penjaga atau Pelayan di Kediaman Duke yang akan mencari masalah denganku!” ucap Larietta lagi.


Lorca yang sudah menyadari perbedaan yang sangat jauh antara dirinya dan Theodore hanya bisa menahan diri dan mengepalkan kedua tangannya dengan snagat erat.


#Bersambung#

__ADS_1


Tidak disangka ternyata Larietta punya dua pengagum! Siapakah Pria yang akan dipilih oleh Larietta akhirnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2