Villainess Wants Happy Life

Villainess Wants Happy Life
BAB 27. Profesor Pavel


__ADS_3

Melisha yang tak ingin Duchess mengetahui rahasianya pun langsung mengeluarkan air mata di hadapan Duke tepat saat pintu ruang kerja Duke tertutup.


“Ada apa Melisha? Kenapa kau menangis seperti ini? Apa yang dikatakan Duchess padamu?”


“Ini semua salahku, Ayah! Melisha mohon, Ayah. Tolong biarkan Melisha meninggalkan Kediaman ini!”


“Tidak! Aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi! Kau sudah cukup menderita dan aku tidak bisa melihatmu menderita lagi!”


“Ta-tapi Ayah...!”


“Tidak ada tapi Melisha. Aku sudah membuat keputusan dan tak akan ada seorangpun yang bisa menentangnya! Aku adalah Duke di Kediaman ini jadi semua harus menurut pada keputusanku!”


Melisha yang sangat senang dengan respon yang diberikan oleh Duke Boulois pun tersenyum puas tapi Melisha yang tidak ingin terkenal dengan citra buruk menolak kebaikan Duke.


“Melisha sangat senang karena Ayah sangat menyayangi Melisha tapi Melisha tak ingin identitas Melisha ketahuan!”


“Melisha ingin menjadi bagian dari Duke Boulois dengan harga diri dan bukan dengan repuasi yang hancur!”


“Melisha tidak bisa tetap tinggal disini sementara Duchess dan Pelayan yang lain meragukan Melisha lalu bersikap tidak sopan!”


Duke Boulois yang tidak bisa melihat Melisha terus menangis pun mengalah dan bersedia mengikuti keinginan Melisha.


“Ayah mengerti. Ayah akan bicara dengan Duchess dan membiarkan masalah ini berlalu!”


“Tidak! Tunggu, Ayah! Ayah tidak perlu melakukan itu, Melisha hanya perlu Ayah berjanji untuk memenuhi permintaan Melisha tanpa bertanya!”


“Baiklah. Jika itu bisa membuatmu tersenyum kembali maka Ayah setuju!”


Melisha yang puas dengan jawaban Duke langsung memeluk Duke dengan sangat erat lalu kembali ke kamarnya.


“Mary! Cari tau siapa orang yang akan dikirim oleh pihak Gereja untuk melakukan tes lalu cari orang yang bisa menjadi tangan kanan kita!” perintah Melisha.


“Baik, Nona!” jawab Mary tegas.


Melisha yang merasa sedikit lega dan merasa sangat lelah setelah ketegangan yang terjadi padanya pun tertidur.


Sementara itu, Joseph yang kembali ke kamarnya setelah menemui Marquess Danzhweltz langsung merasakan pusing pada kepalanya.


“Apakah semua yang dikatakan oleh Ayahku itu benar?”


“Apakah Melisha sungguh menipuku dan selama ini dirinya hanya berpura-pura?”


Joseph yang tidak bisa diam saja dan menunggu sampai kenyataan terungkap memberikan tugas kepada Asisten Pribadinya untuk mencari tau.


“Saya pasti akan mendapatkan informasi yang Tuan inginkan dan saya tidak akan mengecewakan anda, Tuan Muda!”

__ADS_1


Beberapa hari berlalu, Larietta yang akhirnya sampai di Kota Rinette tempat akademi Rinette berada langsung pergi ke alamat yang diberikan oleh Profesor Zachary padanya.


Larietta yang langsung diberikan kunci saat surat dari Profesore Zachary diberikan kepada Penjaga Gedung menjadi sangat terkejut dengan ruangan yang akan ditinggalinya.


“Hmmm, apakah ini tempat tinggalku nantinya?” tanya Larietta bingung.


‘Kamar ini bahkan jauh lebih besar dari kos-kosan yang aku sewa di kehidupanku yang lalu!’ pikir Larietta.


‘Profesor Zach sungguh sangat baik padaku!’ ungkapnya.


Larietta yang melihat Anna yang ingin menangis saat melihat tempat yang akan ditinggali keduanya sementara waktu mencoba menghibur Anna.


“Disini tidak terlalu buruk, bukan Anna?”


“Lihatlah! Pemandangan dari jendela sangat indah dan disini juga sangat nyaman!”


“Jangan memasang wajah seperti itu. Aku sungguh baik-baik saja.”


“Aku justru lebih bahagia tinggal disini daripada di Kediaman Duke yang besar tapi penuh dengan drama! Sungguh melelahkan!”


Anna yang memahami maksud Larietta adalah keberadaan Melisha yang seperti duri dalam daging membuat Anna menyerah.


Anna yang akan selalu bahagia asalkan Larietta juga bahagia pun tersenyum ceria di hadapan Larietta untuk menghilangkan kecemasan Larietta.


“Anna, makan sianglah duluan karena aku akan pulang terlambat!”


“Aku harus pergi ke Akademi Rinette untuk mengisi formulir pendaftaranku!”


“Jangan khawatirkan saya, Nona. Anda bisa mengandalkan saya. Nona, semangat! Anda pasti berhasil!”


Larietta yang tak ingin ada orang yang tau tentang dirinya ke Akademi Rinette hingga prosesnya selesai pun memutuskan memakai topi besar untuk menutupi pandangan orang.


Larietta yang menikmati pandangan penasaran orang tapi tak bisa memaksa untuk melihat wajahnya karena gaun yang dipakainya pun sampai di ruangan Ketua Akademi dengan lancar.


“Masuklah!” ucap Ketua Akademi datar.


Profesor Pavel adalah Ketua dari Akademi Rinette dan juga seorang Master Elemen yang bisa mengendalikan Api.


Profesor Pavel yang telah mendapatkan surat dari Profesor Zachary tentang keberadaan Master Elemen lainnya dengan cepat meminta Profesor Zachary untuk melakukan apapun untuk membawa Master Elemen tersebut ke Akademi Rinette.


“Senang bertemu denganmu Nona Larietta! Duduklah!” ucap Profesor Pavel dengan senyum lembut.


Larietta yang mendengar gosip tentang Profesor Pavel yang sangat garang dan menyeramkan menjadi sangat takut awalnya tapi saat melihat orangnya langsung semua asumsi itu menghilang.


‘Hmmm, Profesor Pavel sangat berbeda dari informasi yang didapatkan oleh Anna!’

__ADS_1


‘Aku senang jika memiliki Guru yang baik sebagai Profesorku!’


Profesor Pavel yang tidak meragukan ucapan Profesor Zachary sama sekali hanya merasa sangat penasaran dengan Elemen yang dimiliki oleh Larietta.


“Kau hanya perlu mengisi ini dan kau akan resmi menjadi Murid Akademi Rinette lalu kau akan menjadi Murid di kelas Elemen satu-satunya setelah puluhan tahun berlalu!” ucap Profesor Pavel.


“Terima kasih, Profesor!” jawab Larietta.


“Hmmm, aku tidak meragukan surat rekomendasi yang kau bawakan tapi aku sangat penasaran dengan Elemen yang kau miliki.” Ucap Profesor Pavel malu.


“Apakah kau bisa menunjukkannya padaku?” tanya Profesor Pavel penasaran.


Larietta yang mengetahui karakter Profesor Pavel sebagai orang yang dapat diandalkan dan dipercaya pun menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya.


Larietta yang tidak hanya menunjukkan satu Elemen tapi justru semua Elemen yang dimilikinya.


Profesor Pavel yang sangat terkejut dan tidak bisa percaya dengan yang dilihatnya langsung berlari ke arah Larietta dan menunjukkan ketulusannya.


“Nona Larietta! Kau tidak pernah salah memilih Akademi Rinette!”


“Selama aku masih hidup, aku pasti akan melindungimu dan melakukan apapun demi kebaikanmu!”


Larietta yang tidak menyangka Profesor Pavel akan berkata seperti itu langsung menjadi malu dan sangat berterima kasih di saat bersamaan sehingga membuat Profesor Pavel berpikir cepat untuk membalas orang yang menyakiti Larietta.


‘Kediaman Duke Boulois sungguh bodoh! Aku bersumpah akan membuat Kediaman Duke Boulois terlarang di Akademi Rinette!’


Larietta yang tak ingin kemampuannya yang sebenarnya yang dimilikinya diketahui semua orang langsung meminta merahasiakannya.


“Kenapa kau ingin melakukan ini? Jika kau mengatakannya maka tak akan ada seorangpun yang akan memandang rendah dirimu!” ucap Profesor Pavel.


“Aku masih belum cukup kuat dan aku belum bisa mengendalikan Kekuatanku dengan baik, Profesor.”


“Jika semua orang tau maka aku akan menjadi target kejahatan orang yang tidak menyukaiku!”


“Oleh karena itu, Profesor, aku mohon untuk merahasiakan tentang diriku yang seorang Master Enam Elemen. Katakan saja jika aku hanyalah Master Elemen Air.”


Profesor Pavel yang menyerah pada keputusan Larietta pun mengangguk setuju dan berjanji untuk merahasiakanya kecuali di saat darurat maka dirinya terpaksa mengingkari janjinya.


Larietta yang telah menyelesaikan urusan administrasinya di Akademi Rinette pun memutuskan untuk pergi ke tempat lain.


Larietta yang masih memiliki satu hal lain yang harus dilakukannya saat sampai di Kota Rinette pun pergi ke Markas Asosiasi Eagle Eyes.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Larietta di Markas Eagle Eye di Kota Rinette? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2