Warisan

Warisan
Gangguan dari Nenek


__ADS_3

"Aduh, ini siapa yang tidur di sebelah aku sih! Eka masih setengah ngantuk dan merasa ada yang tidur di sebelahnya".


Posisi tidur Eka yang miring menghadap tembok dan masih mengantuk membuat Eka enggan untuk membalik badannya, baru saja Eka hendak melanjutkan tidur, tiba-tiba badannya seperti ada yang menarik dan membuat posisi tidur yang tadinya menghadap tembok menjadi telentang dan saat Eka membuka mata ternyata sudah berdiri di pinggir tempat tidurnya seorang nenek yang rambutnya digelung keatas dan menatapnya dengan tajam


"Astagfirullah, Nenek siapa! Eka langsung bangun dan duduk, seluruh badannya merinding"


Fani dan Fadli yang masih di ruang belajar mendengar teriakan Eka dari kamar segera masuk ke kamar Eka dan menyalakan lampu kamar Eka.


"Eka, kamu kenapa?! Kenapa malam-malam teriak!" Fadli membentak Eka karena terganggu dengan teriakan Eka"


"Maaf Kak, tapi itu, itu, itu ada Nenek yang melotot ke Eka". Suara Eka bergetar karena ketakutan".


Fadli segera keluar dari kamar Eka dan berlari kebawah untuk memanggil ayah dan bunda.


Fani mendekati Eka, dan memeluk Eka, tetap saja badan Eka bergetar hebat. Eka melihat Nenek itu berubah wujud semakin menyeramkan dimana kepala Nenek sudah putus dan jatuh ke tempat tidurnya. Dan tangan si Nenek menarik kaki Eka. Fani mempererat pelukannya ke Eka, ia merasakan tarikan yang keras yang membuat tubuh Eka meliuk dan dingin.


Ayah dan Bunda terbangun saat Fadli mengetuk pintu kamar dan mereka langsung naik ke atas ke kamar Eka.


"Eka, nyebut nak, Astagfirullah, astagfirullahaladzim! Ya Allah lindungi anak hamba, Eka dari bahaya! Ayah dan Bunda melihat badan Eka yang meliuk seperti ular dan Fani masih memeluk Eka. Ayah dan Fadli segera membantu Fani.


"Astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim, Ya Allah, usirlah Nenek ini agar jangan ganggu Eka".


Bunda segera berdzikir untuk Eka. Tiba-tiba Ayah, Fani dan Fadli terhempas dan Eka terlepas dari pelukan mereka. Ayah segera bangun dan menarik tangan Eka karena setengah badannya tertarik ke bawah tempat tidur Eka. Ayah merasakan kekuatan besar saat menarik tangan Eka.

__ADS_1


"Allahu Akbar", Fani dan Fadli segera membantu Ayah memegang dan menarik tangan Eka sambil berteriak Allahu Akbar.


"Alahu Akbar La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil azhimi" Ayah, Bunda, Fadli dan Fani serta Eka serentak berteriak bersamaan.


Ayah, Fadli dan Fani merasakan tidak ada tarikan lagi. Dan seperti ada yang mendorong tubuh Eka keluar dari bawah kasur.


Eka terlihat lemas, Ayah segera mengangkat Eka Dan mendudukkan Eka di sebelah Bunda. Bunda segera memberikan air minum kepada Eka. Setelah mengucapkan Bismillah Eka segera minum air yang diberikan Bunda dan langsung tertidur.


Ayah, Bunda, Fadli dan Fani bernapas lega karena akhirnya Eka bisa lepas. Ayah segera menggendong Eka dan keluar dari kamar Eka diikuti Bunda, Fadli dan Fani lalu turun ke bawah. Ayah membaringkan Eka di kasur Ayah dan Bunda, tidak berapa lama terdengar adzan subuh. Mereka berempat segera mengambil wudhu sholat subuh berjamaah.


Mbah Kung sudah duduk di sebelah Eka yang sedang tertidur. Ayah yang baru selesai sholat menengok ke arah Eka yang masih tertidur dan merasakan kehadiran almarhum ayahnya.


"Bunda, hari ini Eka tidak usah masuk sekolah dulu. Biar dia istirahat. Fadli dan Fani mana?" Ayah mencari keberadaan Fani dan Fadli.


"Iya Ayah, Fadli dan Fani sedang mandi dan siap-siap untuk berangkat sekolah, mereka nanti berangkat bareng Ayah. Bunda ngga mau mereka kenapa-napa kalau berangkat sendiri".


"Ayah, selamat pagi. Jam berapa sekarang Ayah? Maaf, Eka terlambat bangun". Eka bangun dari tidurnya dan melihat Ayahnya di kamar.


"Pagi Eka, sekarang jam 05.20, hari ini kamu tidak usah masuk sekolah dulu. Kamu masih kelihatan capek dengan kejadian semalam. Nanti ayah telpon ke sekolahmu dan bilang bahwa hari ini kamu ijin tidak masuk sekolah".


"Ngga Ayah, hari ini aku mau masuk sekolah karena hari ini aku ada ulangan harian dan aku tidak mau ulangan susulan. Aku mau mandi dulu". Eka segera lompat dari tempat tidur dan keluar kamar Ayahnya.


Eka menuju ke dapur dan mengucapkan selamat pagi ke Bunda yang sedang memasak untuk sarapan pagi setelah itu Eka berjalan menuju tangga hendak ke kamarnya. Eka melihat keatas dan melihat Nenek yang semalam ada di samping tempat tidurnya. Eka tidak berani naik, hanya terdiam menatap keatas dan Nenek itu juga melihat Eka dengan tersenyum tetapi senyumnya terlihat menakutkan.

__ADS_1


Ayah yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur. Ayah melihat Eka berdiri terpaku menatap ke atas. Ayah langsung Menghampiri Eka dan membisikkan Allahu Akbar Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi ke telinga Eka. Beruntung Ayah sempat memegang pundak Eka karena Eka langsung pingsan saat Ayah selesai mengucapkan lafaz sehingga Ayah langsung menopang Eka yang sudah pingsan.


Bunda yang baru saja meletakkan nasi goreng di meja makan melihat Ayah yang sedang menggendong Eka dan menuju ke ruang depan. Bunda langsung berlari menghampiri Ayah yang menggendong Eka dan masuk ke kamar kemudian membaringkan Eka di tempat tidur.


"Ayah, kenapa lagi dengan Eka? Bunda terlihat panik dan menangis.


"Tenang dan sabar Bunda, kita semua doa buat Eka supaya tidak di ganggu lagi". Ayah berusaha menenangkan Bunda.


Fadli dan Fani yang baru turun dan mendengar kepanikan dari kamar Ayah dan Bunda segera datang.


"Ayah, kenapa lagi dengan Eka? Fadli terlihat panik melihat Eka yang terlihat pucat dalam kondisi pingsan.


Ayah menceritakan kepada Bunda, Fadli dan Fani kejadian yang baru saja menimpa Eka di bawah tangga.


"Ayah, apakah warisan turun temurun keluarga ayah tidak bisa di putus? Mau sampai kapan Eka akan mengalami hal ini. Kasihan Eka". Bunda menangis dan teringat kejadian-kejadian aneh dan menyeramkan dari Eka masih kecil sampai sekarang masih terus menerus mengganggu Eka.


Ayah tidak bisa berkata apa-apa dan ayah sendiri sebenarnya juga tidak mau Eka mendapatkan kejadian-kejadian aneh dan diluar nalar tersebut.


"Ayah dan Bunda, bolehkah hari ini Fani tidak masuk sekolah. Fani mau bantu Bunda untuk jaga Eka, Ayah hari ini masuk kerja, Fadli hari inj ada tes dari sekolah yang tidak bisa ditinggali, sedangkan Fani tidak ada ulangan atau pun tes seperti Fadli".


Ayah dan Bunda mengangguk.


"Fani, tolong jaga adikmu, biar Ayah dan Fadli makan dan segera berangkat. Ibu nanti bawakan sarapanmu ke sini ya".

__ADS_1


"Ngga usah Bunda, Fani makan nanti saja bareng Eka kalau Eka sudah bangun. Ayah, Bunda dan Fadli dulu saja makan. Fani akan jaga Eka".


Ayah, Bunda dan Fadli menganggukkan kepala berbarengan dan mereka bertiga keluar kamar meninggalkan Fani dan Eka.


__ADS_2