
Setelah mengantar Susi dan Thomas pulang, baru Eka pulang. Sepanjang perjalanan supir taxi melirik Eka.
"Neng, kok baru pulang? Ini sudah jam 9 malam."
"Iya pak. Tadi ada urusan sama teman dan guru. Setelah itu antar teman-teman saya pulang baru saya pulang."
"Neng ngga takut kalau terjadi apa-apa?"
"Maksudnya pak? Kan saya diantar sama bapak sampai rumah saya. Apa yang mesti saya takutkan?'
"Rumah neng jauh. Dan ini argo sudah sampai 200ribu. Memangnya neng punya uang?"
"Ada pak. Insya Allah ada pak untuk bayar argo taxi bapak."
Eka sudah memberitahu ayah dan kakeknya kalau ia sedang dalam perjalanan pulang.
Eka baru sadar ternyata supir taxi salah arah. Yang harusnya lurus ternyata supir taxi berbelok ke arah kiri.
"Loh pak. Kok kita lewat sini. Arah rumah saya kan lurus tapi kenapa bapak belok."
"Lewat sini lebih cepat neng. Tenang saja neng kan katanya punya uang jadi saya lewat sini."
"Tapi ini ke arah yang salah pak. Saya tidak melihat ada mobil atau motor lewat sini."
"Neng diam saja. Neng masih gadiskan? Nah bapak senang sama yang masih segar-segar. Nanti neng tidak usah bayar yang penting bapak senang. Heheheh."
"Pak, jangan macam-macam. Saya tahu maksud bapak. Saya minta bapak putar balik mumpung belum terlalu jauh. Kalau bapak tidak mau putar balik jangan salahkan saya kalau bapak melihat yang menyeramkan di depan sana."
"Hahahahha. Bapak sudah sering lewat sini tidak ada yang menyeramkan. Anak kecil mau nakut-nakutin orang tua. Sudah kamu ikut saja. Kamu enak, bapak senang."
"Bapak, dengarkan! Berhenti sekarang dan sorot dengan lampu jauh. Saya tidak mau menakuti bapak. Tapi ada laki-laki tua yang menyeramkan di depan sana dan dia akan melakukan hal yang tidak bapak inginkan!"
"Ok, saya ikuti kemauan neng, tapi neng harus menuruti kemauan bapak."
"Sudah jangan bicara dulu. Bapak berhenti."
Bapak supir berhenti dan menyorotkan lampu jauh.
"Astaghfirullah apa, apaaa itu? Neng itu apa, Neng, neng tolong neng."
Si bapak menengok ke belakang dan ia melihat Eka berubah wujud menjadi nenek-nenek tua.
"Aaaaaaaa, tolong-tolong. Ampun neng, ampun nenek saya jangan diapa-apakan. Saya mohon ampun. Ampun."
"Putar balik sekarang. Kecuali kalau mau terjadi sesuatu sama bapak."
"Iya neng, iya."
"Eka, karena kamu sudah bantu aku. Aku akan duduk di sebelah bapak supir. Dia akan lihat aku sampai akhirnya keluar dari jalan ini."
"Iya terima kasih Siska."
"Pak, putar balik, lihat kesamping bapak."
"Astaghfirullah.... ya Allah. Kamu siapa? Neng ini siapa lagi?"
__ADS_1
"Putar balik sekarang juga! Saya hamil akibat perbuatan laki-laki seperti bapak. Dan saya baru meninggal seminggu yang lalu."
Bapak supir keluar dari mobil dan berteriak ketakutan.
"Yah, dia pergi terus aku gimana pulang."
"Kamu tidak bisa menyetir mobil Eka?"
"Bisa tapi masih belajar belum lancar banget."
"Aku temani kamu dan setelah ketemu jalan besar kamu bisa keluar dari mobil ini. Dan cari taksi yang lain."
"Aku coba ya. Bismillah."
Eka pindah ke kursi depan dan memutar balik taxi tersebut. Sepanjang jalan Eka membaca ayat-ayat Al-Quran supaya selamat sampai ketemu jalan besar.
Tidak berapa lama Eka sudah sampai di pertigaan. Beberapa bapak-bapak yang melihat Eka keluar dari taxi menghampiri Eka.
"Neng, kok neng yang bawa taksinya. Supirnya kemana?"
"Iya pak. Tadi supirnya mau berbuat kurang ajar sama saya. Tiba-tiba dijalan sana dia melihat kakek-kakek yang menyeramkan dan nenek-nenek yang katanya duduk di sebelah saya juga mbak-mbak yang duduk di kursi sebelah terus dia keluar dan lari ketakutan. Saya juga. Sampai akhirnya saya yang bawa mobilnya. Supirnya ngga tahu kemana."
"Alhamdulillah si neng tidak papa. Terus jam segini kok baru pulang?"
"Iya pak. Tadi pulang sekolah saya habis melayat teman saya yang meninggal. Terus ibunya teman saya juga sakit akhirnya kami urus untuk masuk rumah sakit. Makanya pulangnya kemalaman."
Tiba-tiba handphone Eka berdering
"Assalamu'alaikum kakek."
"Eka, kamu dimana? Kok belum sampai rumah?"
"Ya sudah kamu tunggu sebentar. Kakek sama ayah akan jemput kamu."
"Iya kakek."
"Neng, maaf. Neng bawa teman?"
Eka melihat Siska.
"Iya pak, sepertinya. Saya merasa teman saya yang meninggal menemani saya. Kenapa pak?"
"Saya bisa melihat di sebelah neng ada anak sebaya neng dan mukanya pucat."
"Oh gitu."
"Untungnya neng ngga bisa lihat. Tadi kita lihat mobil itu belok, kita teriak kalau jalan itu buntu bisa masuk ke hutan kota. Kita kejar tapi kita balik lagi. Kita tidak berani kesana. Seram."
"Ya pak. Memang seram dan gelap. Alhamdulillah saya selamat pak. Karena sebenarnya tadi supir taxinya mau memperkosa saya. Terus tiba-tiba dia lihat hantu, makanya dia keluar dan lari entah kemana."
Tidak berapa lama mobil kakek datang. Ayah dan kakek turun dari mobil
"Eka, alhamdulillah kamu selamat."
Salah seorang bapak mengenali kakeknya Eka.
__ADS_1
"Loh kakek. Ini neng siapanya kakek?"
"Ini cucu kakek. Terima kasih kalian sudah menolong cucu kakek."
"Iya kakek. Tadi cucu kakek yang bawa mobil taxi itu balik kesini. Sebelumnya masuk ke jalan itu."
Eka menceritakan kejadiannya yang tadi ia alami kepada kakek dan ayah juga bapak-bapak.
"Alhamdulillah kamu tidak papa. Sebentar lagi itu supir taxi akan datang. Kakek mau dengar penjelasan dari dia. Kita tunggu ya Eka."
"Sudahlah kakek. Eka sudah ngantuk. Besok Eka sekolah."
"Sabar, tunggu sebentar lagi."
Sayup-sayup terdengar teriakan minta tolong.
"Nah itu dia. Teriak minta tolong."
Bapak-bapak yang tadi mendatangi taxi yang dibawa Eka.
"Tolong-tolong. Ya Allah. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat jalanan ramai!"
"Kenapa bang?"
"Tadi saya dikerjain sama anak sekolah dan saya di todong pisau. Makanya saya kabur dari taxi. Ternyata saya salah jalan. Mana itu jalan seram lagi. Hiiiii banyak setannya."
"Abang ngga bohong?"
"Sumpah Demi Allah bang, Allah masih melindungi saya. Dia minta uang sama saya."
"Neng sini neng."
Eka sama kakek menghampiri bapak-bapak.
"Maksud abang si neng ini?"
Bapak supir taxi melihat kakek menggandeng nenek-nenek tua dan Siska yang sebenarnya adalah Eka.
"Astaghfirullah itu setan nenek-nenek. Itu setan, itu setannya."
"Kamu ngomong jujur? Ini cucu saya daripada kamu dihantui oleh penunggu di jalan itu."
"Sumpah pak. Itu setannya dia nodong saya. Bapak menggandeng neng, nenek-nenek dan anak seumuran neng!"
"Sekali lagi ngomong yang jujur kecuali kamu mau melihat setan terus."
Bapak supir taxi melihat ke bapak-bapak yang masih disitu. Tetapi yang ia lihat ada sekumpulan setan yang menyeramkan.
"Astaghfirullah, kalian semua setan."
Si bapak berlari ke jalan raya sambil teriak minta tolong dan tiba-tiba
"Braaakkkk"
Bapak supir taxi tertabrak truk yang lewat dan kepalanya kelindas ban truk.
__ADS_1
Semua yang melihat kaget
"Innalillahi!"