Warisan

Warisan
Kecelakaan


__ADS_3

Hari Senin, Eka diantar sama ayahnya dan sampai sekolah masih pagi. Hanya ada beberapa anak di sekolah. Eka masuk ke kelas dan melihat Siska temannya sudah duduk di bangku dan tasnya ada di atas meja. Siska yang sedang menunduk langsung mengangkat kepalanya dan melihat Eka yang baru datang lalu tersenyum. Eka membalas senyum Siska. Siska kok mukanya pucat, apa dia sakit? batin Eka.


Setelah meletakkan tasnya Eka keluar kamar mandi dan ada mbak yang sedang membersihkan kamar mandi sekolah. Setelah itu Eka masuk ke dalam kelas dan tidak melihat Siska yang tadi duduk di bangkunya. Siska mungkin keluar kelas, pikir Eka. Satu persatu teman Eka datang. 10 menit sebelum bel berbunyi, Siska baru datang bersama Ira dan membawa tas. Eka yang melihat Siska masuk kelas bersama Ira, kaget. Lalu yang tadi pagi aku lihat siapa? Kata ayah harus kontrol diri, harus jaga sikap, ngga boleh teriak. Allah lindungi Eka.


Selama pelajaran berlangsung, Eka melihat ada seorang anak perempuan yang berjalan mondar mandir di depan kelasnya. Saat Eka melihat anak perempuan itu, dia menatap dan melambaikan tangannya ke Eka, reflek Eka balas melambai dan tersenyum. Bu Tuti yang sedang menerangkan pelajaran melihat Eka yang melambaikan tangan, tapi Bu Tuti tidak melihat ada orang di luar. Eka sebentar-sebentar menatap jendela karena anak itu masih berdiri disana dan menunjuk ke arah pintu kelas Eka.


"Eka, kamu sedang apa? Kenapa tidak memperhatikan saat Ibu sedang menerangkan?


"Maaf Bu Tuti, di depan ada anak perempuan sepertinya anak baru, dan dia menunjuk ke arah pintu kelas".


Bu Tuti segera keluar kelas untuk melihat siapa yang ada di depan pintu seperti yang Eka katakan, saat Bu Tuti keluar, ternyata tidak ada siapapun. Bu Tuti merasa jengkel dengan Eka, lalu Bu Tuti melanjutkan menerangkan pelajarannya.


Seperti biasa, saat jam istirahat Eka duduk di taman sendiri. Tiba-tiba ada yang mendekati Eka dan ternyata anak perempuan yang tadi berjalan di depan kelasnya.


"Kamu siapa? Kenapa tadi ganggu aku saat jam pelajaran? Dan kenapa baju seragam kamu banyak darah?


"Aku Ina Rahayu, tadi pagi aku kecelakaan di jalan depan sekolahmu. Aku sekarang ada di rumah sakit di kamar jenazah, orang tuaku belum ada yang tahu kalau aku kecelakaan?


"Terus?"


"Aku mau minta tolong untuk kasih tahu ke orang tuaku. Ayahku sedang berjualan di pasar. Ibuku sedang bekerja mencuci baju di rumah tetangga. Polisi belum menemukan alamat rumahku, karena saat awal masuk sekolah, pindah rumah dan belum kasih tahu ke sekolah".


"Bagaimana caranya aku kasih tahu ke orang tuamu. Aku tidak tahu alamat rumahmu. Aku kasih alamat rumahku kekamu Aku minta tolong, agar ayah ibuku bisa datang ke rumah sakit Medika Lestari. Polisi saat ini baru menuju ke rumahku".


"Sebentar alamat rumahmu dimana? aku akan kasih tahu guruku, biar dia mau bantu cari alamat rumahmu". Eka segera berlari ke kelas diikuti oleh Ina, dan mencatat alamat rumah Ina.


Eka segera ke ruang guru dan mencari Pak Hadi. Pak Hadi mendengarkan cerita Eka, bahwa tadi pagi ada kecelakaan di depan sekolah dan ada anak yang meninggal.


"Dari mana Eka tahu ada kecelakaan di depan sekolah dan ada yang meninggal?

__ADS_1


"Anak yang meninggal ada di sebelah Eka, Pak. Tadi saat pelajaran Bu Tuti, Ina namanya, mondar-mandir di depan kelas Eka.


"Iya, Eka tadi buat Bu Tuti bingung? Memangnya benar ada kecelakaan di depan sekolah? Coba panggil Pak Satpam". Ucap Bu Tuti.


"Iya memang benar ada kecelakaan Bu, ketabrak bis saat akan menyebrang jalan, anak perempuan, saat jam 07.00. Polisi tadi datang dan langsung dibawa ke rumah sakit". Kata Pak Panji.


"Maaf Pak Hadi, Bu Tuti, Pak Panji dan semua guru. Ina saat ini ada di rumah sakit Medika Lestari, ada di kamar jenazah. Ina kasih alamat rumahnya. Ina minta tolong agar orang tuanya datang ke rumah sakit dan mengambil jenazahnya.


"Memangnya Eka tahu alamat rumahnya dimana? Tanya Pak Hadi.


"Ini alamatnya Pak Hadi, tadi Ina yang kasih tahu. Eka minta ijin untuk datang ke rumah orang tuanya Ina, kasihan mereka tidak tahu kalau anaknya kecelakaan".


"Alasan saja kamu, bilang saja kamu ijin pulang cepat, mana ada orang sudah meninggal bisa kasih alamat rumahnya!" Bu Tuti tidak suka dengan Eka karena kejadian tadi pagi.


"Eka, Pak Hadi dan Pak Panji akan temani Eka, sekarang kita berangkat ya".


"Bu Tuti, maaf jika saat pelajaran Bu Tuti, Eka tidak memperhatikan Ibu yang sedang menerangkan".


Sepanjang perjalanan ke rumah Ina, Pak Hadi dan Pak Panji tidak banyak bicara, mereka mencari alamat rumah Ina.


" Assalamu'alaikum". Pak Hadi mengetuk rumah Ina.


"Wa'alaikumussalam"


"Perkenalkan saya dengan Hadi dan ini Pak Panji juga anak murid saya, Eka". Pak Hadi memperkenalkan diri kepada ayah Ina yang baru sampai di rumah setelah selesai jualan di pasar.


"Saya mau tanya, anak bapak ada yang bernama Ina Rahayu?".


"Iya benar, anak saya Ina Rahayu, ada apa Pak?

__ADS_1


"Istri bapak dan bapak?"


"Saya Ajid".


"Pak Ajid dan istri bisa ikut saya? Nanti saya jelaskan".


"Nah, itu Ibunya Ina baru datang habis nyuci baju di tetangga".


Setelah dijelaskan ke Ibunya Ina untuk ikut dengan Pak Hadi dan Pak Panji. Orang tua Ina dibawa ke rumah sakit Medika Lestari.


Setelah bertanya di bagian pendaftaran dan mengenai kejadian korban kecelakaan tadi pagi. Orang tua Ina masih tanda tanya kenapa mereka dibawa ke rumah sakit. Setelah menunggu, datang 2 orang polisi dan membawa mereka ke kamar jenazah setelah ditanya anaknya sekolah dimana?


"Sebenarnya ada apa ini Pak Polisi? Ada apa dengan anak saya?


"Kami mohon maaf, kami minta Bapak dan Ibu melihat jenasah anak perempuan yang tadi pagi kecelakaan ditabrak bisa. Karena kami sedang mencari alamat anak tersebut ke pihak sekolah setelah kami datangi katanya sudah pindah rumah. Mohon Bapak dan Ibu lihat dulu, apakah ini anak Bapak dan Ibu?" Polisi mempersilahkan Pak Ajid dan istri melihat jenazah anak perempuan.


Istri Pak Ajid langsung menangis histeris dan pingsan karena ternyata anaknya yang meninggal. Pak Ajid menangis meratapi kepergian anaknya yang meninggal karena kecelakaan. Pak Panji dan Pak Hadi serta Eka melihat jenazah Ina.


Setelah situasi terkendali, salah satu Polisi memanggil Pak Hadi dan Pak Panji untuk dimintai keterangan.


"Saya ingin menanyakan kepada Bapak berdua, bagaimana bisa mengetahui mengenai kecelakaan ini".


"Begini Pak Polisi, kejadian kecelakaan tadi terjadi di depan sekolah kami. Saya melihat saat kejadian, polisi sudah datang dan membawa anak itu dengan ambulance. Yang saya dengar ada kecelakaan apakah masih hidup atau sudah meninggal, saya tidak tahu pastinya. Saat jam istirahat, salah satu anak didik kami, namanya Eka memberitahu bahwa ia mendapat alamat rumah orang tua Ina dari Ina nya sendiri. Bisa dibilang Eka, ini anak indigo Pak Polisi. Mungkin untuk lebih jelasnya bagaimana ceritanya biar Eka yang menceritakan. Saya dan Pak Hadi menemani Eka, karena pernah ada kejadian di sekolah kami dan Eka yang memberitahukan"


Eka menceritakan semuanya kepada Pak Polisi semua informasi yang Eka dapat dari Ina.


"Terima kasih Eka, atas bantuannya, karena tadi kami masih mencari alamat rumah orang tua Ina yang baru".


"Sama-sama Pak Polisi, Ina sekarang sudah tersenyum karena akhirnya orang tuanya datang menjemputnya. Sama-sama Pak Polisi, saya cuma bisa membantu, semoga Ina tenang".

__ADS_1


__ADS_2