
Eka merasa terganggu karena Adi mengikuti dirinya terus.
"Adi, kamu kenapa sih ngikutin aku terus!"
"Eka, bolehkah aku menjadi pacar kamu?" Muka Adi yang pucat terlihat tersenyum dan mrngiba.
"Adi! Aku sudah bilang berapa kali sama kamu kalau dunia kita berbeda. Kita ngga mungkin pacaran!"
"Eka, selama aku hidup, aku belum pernah mencintai perempuan. Tapi entah kenapa sama kamu aku merasakan jatuh cinta."
"Adi, susah sekali bicara sama kamu. Mana mungkin orang yang sudah meninggal punya perasaan cinta sama manusia. Ngga ada ceritanya kecuali jika manusia itu mau mencari pesugihan, mau cari elmu bukan ilmu. Sudah sekarang pikirkan saja bagaimana caranya supaya kamu bisa tenang di atas sana!"
"Ijinkan aku sekali saja untuk mencintai kamu Eka. Aku tahu bahwa aku tidak satu alam dengan kamu. Tapi apakah salah jika aku yang sudah meninggal mencintai seorang perempuan yang masih hidup?"
Eka tertawa mendengar omongan Adi.
"Adi, kamu tahu bahwa aku diberikan gift oleh Tuhan dan ditambah lagi gift ini adalah warisan turun temurun dari keluarga ayahku. Jadi wajar kalau aku bisa lihat kamu dan makhluk-makhluk yang tak kasat mata tapi bukan berarti aku mencintai orang yang sudah meninggal seperti mencintai sepasang kekasih. Aku hanya mencintai bunda dan kedua kakakku yang sudah meninggal."
"Tolong Eka, aku mohon sama kamu. Agar aku boleh mencintai kamu. Aku sudah bicara sama mbah kakung mu. Dan ia mengijinkan aku untuk dekat sama kamu dan mbah kakung mau aku menjaga kamu dari makhluk-makhluk yang akan mencelakai kamu."
Kening Eka berkerut mendengar omongan Adi dan menggeleng karena tidak percaya.
"Hahahah, Adi. Kamu sudah meninggal. Aku hanya tahu dari mbah kakung bahwa orang yang sudah meninggal akan diberikan kesempatan untuk berbuat baik supaya menghapus dosa-dosanya sewaktu mereka masih hidup. Dan diberi waktu selama 1000 hari setelah itu mereka termasuk kamu yang sudah meninggal akan ditempatkan sesuai dengan amal ibadahmu selama masih hidup dan selama waktu 1000 hari itu. Paham!"
"Iya Eka, aku tahu. Aku memang diberikan kesempatan selama 1000 hari untuk berbuat baik sebelum aku ditempatkan ke neraka atau ke surga. Tapi aku mau membantu kamu, aku mau mencintai seorang perempuan."
"Kenapa kamu tidak membantu orang tuamu, keluargamu yang masih hidup. Itu akan lebih baik dan akan mengurangi dosamu sewaktu kamu hidup."
"Aku tetap membantu keluargaku khususnya orang tuaku."
"Datangilah orang-orang yang sudah kamu sakiti dan minta maaflah kepada mereka melalui mimpi. Jangan datang menampakkan diri kamu seperti saat ini. Yang ada mereka akan ketakutan melihat kamu dan mengira kamu hantu."
"Iya, aku tahu. Jadi bagaimana? Apakah permohonanku akan kamu kabulkan?'
" Tidak bisa. Tapi aku bisa jadi teman kamu. Dan itu cukup fair karena sekali lagi aku ingatkan bahwa kamu dan aku beda dunia."
"Ok, aku mengerti. Tapi bisakah kamu datang ke rumah orang tuaku pada saat acara tahlilan 40 harinya aku?"
"Aku tidak janji ya Adi. Tapi akan aku usahakan dan aku akan ajak kakek juga nenek ku untuk 40 harinya kamu."
"Ok Eka. Aku temani kamu mulai saat ini ya. Dan aku tidak akan ganggu kamu!"
__ADS_1
"Hmmm, ok lah." Eka menarik napas panjang.
Ada ya orang pacaran salah satu pasangannya meninggal? Ada-ada saja permintaan Adi. Tidak masuk di nalarku sama sekali. Tapi biarlah setidaknya ada yang menemani aku. Tapi Allah selalu menemani dan menjaga aku setiap saat.
Eka mendengar pintu kamarnya di ketuk
"Masuk aja."
"Eka, ayo bantu nenek dan tante untuk masak-masak. Nanti sore tante mu akan dilamar."
"Hah! Kok Eka tidak tahu kalau tante akan dilamar?"
"Ini dadakan Eka. Tantemu baru saja telpon kalau nanti selepas maghrib akan dilamar oleh pacarnya."
"Nanti dulu deh nek. Memang nenek tahu dan sudah kenal pacarnya tante. Jangan-jangan."
"Sudah jangan mikir macam-macam. Walaupun nenek sendiri juga tidak pernah tahu siapa pacarnya tante mu itu. Ayo bantu masak saja."
"Iya nek."
Eka keluar kamar dan membantu nenek juga mbak Asih juga tante Neni masak untuk acara nanti malam.
"Eka, Eka. Hati-hati dengan pacar tante mu. Karena laki-laki itu bukan orang baik. Tante mu akan menjadi tumbal."
"Kamu cari jantung pisang dan digantung di depan pintu rumah sekarang."
"Buat apa mbah?"
"Sudah jangan banyak tanya, nanti kamu akan tahu sendiri. Sekalian kamu siapkan kembang tujuh rupa dan kemenyan."
"Iya, tapi nanti kalau nenek dan kakek tanya itu untuk apa bagaimana?"
"Kakek dan nenek tidak akan bertanya. Karena penglihatan mereka akan ditutup oleh laki-laki itu. Dan nanti yang datang bukan orang tuanya tetapi orang yang dibayar dan mengaku sebagai orang tuanya. Sekarang ya. Setelah sudah lengkap, mbah akan minta kamu melakukan hal yang lain lagi."
"iya mbah."
Eka pamit kepada nenek setelah mbah kakung pergi.
"Eka, ini belum selesai loh. Kamu mau kemana? Bantu Asih dulu membersihkan ayam hitam itu."
"Kok aneh sih nek. Kenapa harus masak ayam hitam?"
__ADS_1
"Ngga tahu permintaan tante mu."
"Eka mau ke pasar bunga mau beli bunga untuk dihias nanti. Kalau kesorean takutnya tutup."
"Oh iya bunga hias. Ya sudah sana pergi ke pasar bunga. Tapi kenapa pasar bunga kenapa bukan toko bunga?"
"Sama aja kali nek, yang penting ada penjual bunga."
"Ya sudah, Hati-hati di jalan."
"Iya nenek. Eka pamit ya. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam. Minta diantar pak supir biar cepat sampai rumah lagi."
"Iya nek."
Eka bergegas keluar rumah.
"Pak, antarin Eka ke pasar bunga ya. Eka mau beli bunga."
"Iya non. Ayo."
Eka dan pak supir segera berangkat ke pasar bunga. Eka membeli semua yang diminta oleh mbah kakung.
"Ayo pak, kita ke pasar dulu ya. Eka mau cari jantung pisang."
"Hah! Buat apa jantung pisang? Memangnya mau buat lodeh tuntut?"
"Kok lodeh tuntut? Eka baru dengar?"
"Tuntut itu sebutan jantung pisang non. Tapi tidak semua jantung pisang bisa dimasak. Non Eka kenapa mau beli jantung pisang?"
"Hmmm, Eka aneh aja pak. Kok tiba-tiba tante mau lamaran. Eka tidak tahu sejak kapan tantr punya pacar. Selama ini tante pulang kerja ya langsung pulang ke rumah. Sabtu Minggu hanya dirumah saja. Terus kapan pacarannya."
"Ya siapa tahu tante pacaran saat di kantor. Kan kita tidak tahu."
"Kantor itu buat kerja pak. Bukan buat pacaran."
"Eh maksud bapak, saat jam makan siang, mereka bertemu. Jadi kalau sudah ketemuan saat siang kenapa harus ketemuan lagi pas pulang kerja."
"Iya juga sih. Tapi Eka heran saja, apa benar laki-laki yang mau melamar tante orangnya baik?"
__ADS_1
"Jangan suudzon dulu sama orang, non."
"Iya pak."