
Malam hari, Eka pamit pulang ke rumah. Malam ini Eka sendirian di rumah. Ayah ditemani oleh paman dan adik ayah yang lainnya.
Sampai di rumah, Eka membuka pintu dan tiba-tiba Eka merasa seperti ada angin yang membuat Eka hampir jatuh.
"Assalamu'alaikum."
Eka mengucap salam dan menyalakan semua lampu. Kemudian Eka mandi dan sholat. Selesai sholat, Eka merebahkan dirinya di tempat tidur setelah mematikan lampu. Hanya cahaya dari lampu di luar rumah yang menerangi kamar Eka.
Antara sadar dan tidak. Eka melihat sesosok nenek-nenek yang berdiri di dekat kakinya.
"Hihihi, malam ini kita akan bermain. Karena kamu sendirian."
Eka mendengarkan suara orang yang sedang berbicara di ruang tamu dan suara mereka berisik sekali. Eka berusaha bangun tetapi ternyata tangan dan kakinya dipegang oleh makhluk yang sangat pendek dan menjijikkan.
Eka mau berteriak minta tolong, tetapi mulut Eka tiba-tiba di tutup oleh kain putih seperti tali.
Eka hanya bisa berdoa dan membaca semua surat yang ia sering lakukan dalam hati. Eka berusaha memanggil mbah Kakungnya. Eka berusaha memanggil om nya untuk datang.
Eka melihat dengan jelas, banyak makhluk dengan segala bentuk keluar masuk kamarnya. Dan mereka semua tertawa menyeringai melihat Eka yang tidak perdaya.
"Hihihi, ternyata kamu tidak sehebat yang kami kira. Kamu hanya anak kecil yang sombong."
Eka tidak mau mendengar omongan dan tertawa mereka yang menyeramkan.
Ya Allah, kenapa Eka lupa, kakek, nenek dan tante pulang ke rumah. Paman jaga ayah. Om balik pulang. Eka takut ya Allah, karena Eka tidak pernah melihat sebanyak ini dan mereka menyeramkan semua. Lindungi Eka ya Allah.
Eka merasakan bulu kuduknya berdiri semua. Handphone Eka berbunyi tetapi Eka tidak bisa bangun. Yang memegang tangan dan kaki Eka semakin banyak.
"Assalamu'alaikum Eka."
Eka mendengar ketukan di pintu. Om datang.
Eka seperti mendapat kekuatan. Eka berteriak sekuat tenaga
"Allahu Akbar!! Oooommmmm masuk! Tolong Eka!"
Om yang mendengar teriakan Eka segera masuk ke dalam.
Om mencium bau melati, bau sedap malam, bau anyir, bau busuk emuanya menjadi satu membuat om ingin muntah.
Om masuk ke dalam kamar Eka.
"Ya Allah, Eka, Eka kamu kenapa Eka!"
Om seperti merapal sesuatu. Makhluk-makhluk itu semuanya pergi.
Eka merasakan lemas di seluruh badannya.
"Eka, kamu jangan di rumah ini lagi. Maaf om datang telat karena tadi harus antar tantemu ke dokter dulu. Ini diminum. Ini air yang biasanya dipakai sama mbah Kakung."
__ADS_1
"Iya om, tapi badan Eka lemas banget om. Kenapa mereka semua ingin mencelakai Eka. Memangnya Eka salah apa?'
"Makhluk-makhluk itu yang dulu pernah dikalahkan oleh Mbah Kakung. Mereka tahu bahwa kamu adalah keturunan mbah Kakung dan kamu bisa seperti mbah Kakung."
"Om, tadi om merapal sesuatu. Itu apa Om?"
"Itu yang diajarkan oleh mbah kakung. Om tidak bisa seperti kamu yang bisa melihat langsung. Karena itu mbah Kakung memberikan bacaan dan bacaan itu menggunakan bahasa Jawa kuno karena mbah Kakung kan Kejawen."
"Iya om. Terus sekarang bagaimana? Apakah kita keluar dari rumah ini malam ini juga?"
"Iya Eka, lebih baik kita keluar dari rumah ini. Karena rumah ini tidak baik untuk ditinggali.2 Dan nanti saat ayahmu keluar dari rumah sakit tidak balik ke rumah ini. Bisa ke rumah om atau rumah kakek dan nenekmu."
"Iya om. Eka coba bangun om."
"Ya, pelan-pelan saja."
Eka berusaha bangun dan akhirnya di papah oleh om untuk jalan.
Om dan Eka pergi meninggalkan rumah itu.
"Om, di belakang ada yang duduk. Eka melihat ada mbak cantik."
"Iya biarkan saja. Sebentar lagi akan ganti orang."
"Ya kamu lihat saja sebentar lagi."
"Om, Eka boleh minta sesuatu?"
"Minta apa?"
"Om, Eka mau lepasin semua ini om. Eka capek, mereka semua itu licik om. Dan Eka masih marah dengan cewek hantu itu yang sudah mengambil bunda, kak Fadli dan kak Fani."
"Kamu tidak bisa lepasin keturunan dari mbah Kakung. Karena itu sudah turun temurun. Om tahu Eka capek dan kadang takut menghadapi mereka."
"Iya om, Eka merasa sepertinya badan Eka di kasih tali yang tidak kelihatan."
"Ya kamu harus sabar. 7 senin dan 7 kamis belum tuntas kamu jalani kan?"
"Ya om, belum."
"Ya coba dijalanin lagi. Bukan untuk kamu menjadi sakti tapi kamu belajar untuk menghargai diri kamu dan orang lain. Dan diajak untuk lebih peka mengenai hidup yang akan kamu jalani."
"Iya om, besok Senin Eka akan mulai 7 senin, 7 kamis dan terakhirnya ngablang."
"Iya Eka. Kita sudah sampai di rumah nenek dan kakek."
"Loh kita kesini om? Bukan ke rumah om."
"Maaf Eka, om tidak bisa bawa kamu ke rumah om. Tante lagi hamil dan om takut nanti ada yang ikut sama kamu dan akan ganggu tante."
__ADS_1
"Iya om, Eka ngerti."
Om dan Eka turun dari mobil. Saat akan masuk ke halaman rumah nenek. Eka melihat ada seseorang tinggi besar dan memakai peci berwarna putih juga baju yang berwarna putih semua.
"Om berhenti. Eka melihat di depan pintu ada orang tinggi besar. Dan dia tinggi sekali. Kepalanya hampir kena plafon."
"Ngga papa Eka. Kakekmu juga bisa. Dan itu adalah penjaga kakekmu. Makanya nenek, kakek dan tante tidak pernah diganggu oleh makhluk-makhluk yang tak kasat mata."
"Oh gitu."
Om dan Eka masuk.
Orang tinggi besar itu mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam,'
Om mengetuk pintu.
Saat om mengetuk pintu. Eka yang berdiri di belakang om berputar tanpa Eka bisa menghentikan badannya yang seperti baling-baling karena terus berputar.
" Om, Eka kenapa lagi ini! Om, tolongin Eka. Eka pusing ini om."
Om tidak mendengar teriakan Eka. Om masih mengetuk rumah kakek."
Akhirnya pintu dibuka.
"Malam Pak. Saya mau minta tolong Pak. Eka biarkan menginap di rumah bapak. Karena tadi dia di rumah sendirian dan di ganggu oleh makhluk-makhluk di rumah."
"Iya ayo masuk dulu."
"Eka, ayo masuk."
Om menengok ke belakang. Ternyata Eka tidak ada di belakang hanya ada tas yang tadi dibawa Eka.
"Inalilahi, kemana Eka!"
"Kenapa?"
"Eka tadi ada di belakang saya. Dan sekarang tidak ada."
Kakek keluar rumah.
Om dan kakek mencari Eka dj sekeliling rumah kakek. Tapi tidak ketemu. Akhirnya mereka balik. Dan baik om juga kakek kaget ternyata Eka sedang duduk di bangku dan tertunduk
"Eka, kamu dari mana? Om dan kakek cari kamu."
Eka mendongakkan kepalanya dan tersenyum. Kemudian menundukkan kepalanya lagi.
__ADS_1