
Malam selepas isya, ada tahlilan untuk bunda dan Fani.
Eka melihat Alice tertawa penuh kemenangan karena Fadli, Fani dan bunda bersamanya.
"Ya Allah, mereka di penjara oleh Alice. Apa yang sebenarnya sudah dilakukan oleh kak Fadli sampai bunda dan Kak Fani harus ikut menanggung beban ini."
Eka merasakan sesak di dadanya. Selesai tahlilan, Eka masuk ke kamarnya. Ada Bunda dan kak Fani, muka mereka terlihat sedih.
"Bunda, kak Fani kenapa harus dengan cewek hantu itu?"
"Eka, bunda minta Eka jaga ayah. Hanya Eka yang bisa menyelamatkan ayah dari jebakan Alice. Fadli sudah sama seperti Alice. Bunda gagal mendidik Fadli. Ternyata Fadli bermain jelangkung dan memanggil Alice."
"Astaghfirullah, kenapa kak Fadli begitu?"
"Fani yang tahu sebenarnya. Makanya bunda dan Fani ikut Fadli agar Fadli bisa lepas dari cengkeraman mereka."
"Tapi harusnya bunda tidak seperti itu? Bunda dan kak Fani lupa untuk berserah diri kepada Allah. Bunda dan kak Fani sama dengan kak Fadli. Eka tidak Terima!!!"
Eka berteriak dikamar membuat adik ayah yang bungsu masuk ke kamar Eka tanpa mengetuk pintu.
"Eka, kamu kenapa? Teriak seperti itu? Ada siapa?"
"Maaf om, tidak ada siapa-siapa. Hanya Eka masih belum bisa terima bunda dan kak Fani pergi seperti ini."
"Eka, kamu harus ikhlas. Ini semua kehendak Allah. Kamu doa buat mereka agar jalan mereka dilapangkan."
"Eka tidak ikhlas karena jiwa bunda, kak Fadli dan kak Fani terjebak dengan cewek hantu yang bernama Alice."
"Maksudnya gimana tho?"
"Kak Fadli main jelangkung terus yang datang cewek hantu yang bernama Alice. Eka belum lihat lagi sebenarnya bagaimana. Bunda pergi saat ayah jemput Eka dan kak Fani. Eka kalah cepat om. Harusnya bunda bisa diselamatkan tapi sampai rumah bunda sudah pergi. Terus Eka masih lihat kak Fani telpon semua orang kasih tahu kalau bunda meninggal. Eka sibuk melihat banyak yang datang selain manusia ada manusia jadi-jadian dan ternyata Fani ikutan diambil."
"Ya om ngerti. Apalagi kamu bisa lihat mereka dan bicara dengan mereka. Tetapi ingat jangan jadikan amarah kamu membuat mereka senang karena mereka akan terus mengganggu kamu. Mulai hari ini, om dan tante akan tinggal disini untuk menemani kamu dan ayahmu."
"Iya om. nenek dan kakek rencananya juga akan tinggal disini."
"Eka, om keluar dulu ya. Atau kamu keluar dari kamar, jangan di kamar sendirian."
"Iya om. Eka keluar."
Om dan Eka keluar kamar dan Eka merasa ada yang mencengkram pundaknya.
__ADS_1
"Astaghfirullah, pergi kamu cewek hantu" Eka menepis tangan yang mencengkram pundak Eka. Om melihat yang Eka lakukan. Dan Om merangkul Eka.
"Hihihi, keluargamu akan aku bawa semua dan nantinya kamu akan sendiri untuk berhadapan dengan aku. hihihihi."
"Eka, biarkan saja. Kita punya Allah yang melindungi dan menjaga kita."
"Iya om."
Eka berkumpul bersama om, tante dan nenek dan kakek.
"Mas Abi, nanti kamu tidur dekat aku yah. Atau nanti kita tidur semua di ruangan ini. Bagaimana? Untuk malam ini saja."
"Wah boleh, sudah lama kita tidak tidur bareng-bareng."
Satu persatu mereka mulai mencari tempat untuk tidur. Tinggal Eka, ayah, om dan kakek, dan sepupu juga tante dari bunda yang masih di dapur membersihkan yang kotor di dapur. uang belum tertidur. Mereka sedang berbicara di ruangan yang sama.
"Om, Eka mau ke kamar mandi."
"Ayo, om temani kamu."
"Ngga usah om, Di dapur kan ada tante. Masih ada orang di dapur."
"Ya."
Salah seorang sepupu bunda melihat Eka dan berlari ketakutan.
Om yang melihat saudara dari bunda berlari dari dapur langsung peka. Iya segera berdiri dan berjalan ke arah dapur.
Eka baru saja keluar dari dapur.
"Kenapa om?"
"Kamu ngga papa?"
"Aku ngga papa."
Om melihat ada seseorang yang berdiri di belakang Eka hendak meraih pundak Eka.
"Jalan terus, jangan lihat ke belakang. Bude, Bulik, ayo ke depan semua jangan dj dapur semua. Ini sudah hampir jam 12 malam."
"Tanggung, tinggal sedikit lagi."
__ADS_1
"Ngga papa, bisa dilanjutkan besok. Ayo cepat."
Eka mengikuti apa yang diminta om nya.
"Ada apa Eka, kenapa bude dan tante? Om mana?"
"Ngga papa Mas. Sudah malam, aku suruh besok saja selesaikan bersihkan dapur. Mas sama bapak mau kopi? Biar aku yang buatkan."
"Ngga usah, bapak mau tidur sudah ngantuk. Eka ayo tidur. Mata kamu sudah ngantuk itu."
"Nanti saja kakek. Eka mau menemani ayah dan om dulu."
Om menutup pintu depan sebelumnya om menabur garam krasak, bawang putih lanang dan kunyit.
Om bergegas ke dapur mengambil termos air panas, gelas, kopi hitam dan gula
Om tidak mau membuat kopi di dapur. Karena ia merasa nyawa mas nya dan Eka terancam saat ini. Om memang tidak bisa melihat seperti Eka yang dapat melihat jelas makhluk itu tapi om bisa merasakan kehadiran mereka ada dimana saja. Om sudah menaburkan garam krasak, bawang putih lanang dan kunyit antara dapur dan ruang tamu yang dipakai untuk tidur dan juga dibawah tangga. Semua akses yang memungkinkan akan datang gangguan dipagari oleh om.
Eka melihat banyak yang datang. Alice dan keluarganya, kak Fadli, kak Fani dan bunda juga makhluk yang lainnya. Tapi mereka tidak bisa melewati pagar yang sudah dibuat oleh om.
"Om, itu yang om taburi sebagai pagar ya om?"
"Iya Eka. Om dikasih tahu sama almarhum mbah kakung. Kalau ada yang mengganggu buat pagar, baru besoknya paginya buat pagar yang permanen."
"Oh, Eka ngga tahu om."
"Om hanya dikasih tahu seperti itu sama almarhum mbah kakung dan om juga sudah bawa sapu lidi dari pohon kelapa."
"Fungsinya apa om?"
"Untuk menyapu hal-hal yang tak kasat mata seperti kita hendak menyapu halaman dengan sapu lidi biasa yang dikotori oleh daun-daun kering."
"Ayahmu sudah tertidur. Kamu kalau ngantuk tidur saja. Biar om yang jaga kalian."
"Ngga om, Eka belum ngantuk. Eka baru tahu yang garam, bawang putih, kunyit dan sapu lidi. Mbah kung tidak pernah kasih tahu Eka."
"Ya, karena mbah Kakung tahu, kamu bisa melawan mereka hanya saja kondisimu saat ini sedang tidak sehat. Badanmu capek, dan kanu sedang marah karena mereka telah mengambil bunda, kak Fadli dan kak Fani."
"Jujur om, kadang Eka merasa capek untuk melihat mereka dan kadang ada rasa takut. Tapi Eka harus melawan mereka semua agar tidak menganggu."
"Iya Eka, akan ada saatnya kamu bisa melakukan sesuatu hal dan kamu harus bijak untuk menghadapinya."
__ADS_1
"Iya om"