Warisan

Warisan
Teman baru


__ADS_3

Kematian Mbah Kakung membuat Eka lebih tenang. Eka sudah SMP dan ia tidak punya teman ataupun sahabat. Eka lebih banyak menyendiri. Teman-teman Eka menganggap bahwa Eka aneh. Ada anak baru di sekolah Eka namanya Wisnu. Wisnu beda kelas dengan Eka. Saat jam istirahat, Eka yang terbiasa duduk di taman sedang mengobrol dengan "teman" nya.


Wisnu melihat Eka yang sedang duduk di taman. Wisnu menghampiri Eka.


"Hai, boleh aku duduk di sebelahmu? Kenalkan namaku Wisnu". Wisnu mengulurkan tangannya kepada Eka.


Eka tersenyum kepada Wisnu dan menganggukkan kepalanya


"Aku Eka. Kamu anak baru?"


"Iya aku anak baru, aku dikelas 2B. Kamu dikelas berapa?"


"Aku dikelas 2A".


"Kenapa kamu tidak bermain sama teman-teman yang lain?"


"Aku lebih suka disini menemani dan berbicara dengan mereka?"


"Mereka? Aku tidak melihat ada orang duduk didekat kamu. Saat keluar kelas aku lihat kamu duduk disini".


"Maksudnya mereka itu, ada tanaman, ada rumput tuh ada kupu-kupu yang sedang terbaik mencari bunga untuk diambil serbuk sarinya". Eka tersadar bahwa yang bisa. melihat hanya Eka sedangkan Wisnu dan teman-teman yang lain maupun orang tua dan kakak kembarnya tidak melihat "mereka"


"Oh, aku pikir kamu... "


"Gila... seperti anggapan teman-teman dan mereka tidak mau berteman dengan aku? Eka tersenyum menanggapi omongan Wisnu.


"Bukan gitu, aku pikir kamu sonbong tadinya. Maaf yah Eka. Eh udah bel masuk. Wisnu berlari ke kelasnya. Sedangkan Eka berjalan.


Eka masih di sekolah, teman-temannya sudah dijemput oleh orang tuanya. Sedangkan bunda belum datang. Eka akhirnya ke kamar mandi, ia ingin buang air kecil. Saat masuk ke kamar mandi, ada satu pintu tertutup


"Eka, kamu belum dijemput?. Ini Bu Agnes


"Oh, belum Bu Agnes". Suaranya seperti suara Ibu Agnes, guru bahasa Inggris. Eka segera masuk ke salah satu kamar mandi. Setelah ia keluar., ia melihat pintu yang pojok belum terbuka. Mungkin Bu Agnes masih didalam.


"Ibu Agnes, Eka duluan yah".


"Iya".


Eka melewati ruang guru, karena untuk ke kamar mandi memang melewati ruang guru. Eka melihat ke ruang guru, masih ada beberapa guru, Eka berdiri mematung karena melihat Bu Agnes sedang berbicara dengan Pak Galih.


"Jadi yang dikamar mandi tadi siapa? Bu Agnes ada di ruang guru. Dan tadi aku ngga dengar Bu Agnes keluar kamar mandi. Jadi?!" Eka membalik badannya melihat kembali lorong dan ia sempat melihat ada wajah muncul dari kamar mandi dan tersenyum menyeramkan. Saat Eka akan ke kamar mandi lagi. Bu Agnes menghampiri Eka yang masih berdiri didepan pintu ruang guru.


"Eka, kok kamu belum pulang? Muka kamu pucat, kamu sakit?


"Ngga papa Bu, Eka masih nunggu bunda, mungkin masih dalam perjalanan".

__ADS_1


"Ya sudah, di tunggu saja dulu"


"Iya Bu, Eka ke luar yah, takutnya bunda sudah sampai".


" Iya, hati-hati".


Sesampainya di gerbang sekolah, bunda juga sudah sampai. Bunda minta maaf karena telat jemput Eka, karena tadi melihat rumah yang akan ditempati nantinya. Rumah keluarga Eka terkena gusuran.


Beberapa hari ini ayah dan bunda sibuk mencari rumah.


"Eka, kamu kenapa kok dari tadi noleh ke belakang terus?"


"Ngga papa bunda. Sekarang kita jemput kakak?


"Kakak nanti pulang sore karena ada ekstra kurikuler".


Bunda, aku lapar, aku mau makan bakso yah.


"Kamu itu kalo ngga sehari saja ngga makan bakso kayaknya ngga bisa. Kita makan di tempat biasa saja yah.


"Iya bunda".


Mobil bunda baru berjalan 20 menit. Eka melihat ada bapak yang mukanya berdarah dan kepalanya terbelah dua sedang duduk di kursi belakang.


Eka yang masih melihat ke belakang, "Ada kecelakaan di depan bunda, yang meninggal bapak-bapak, kepalanya terbelah".


"Maksudnya Eka, kan Eka ngga lihat dan ini macet loh".


"Nanti bunda tanya saja sama orang-orang yang lewat".


"Kamu lihat apa sih dibelakang?"


"Bapaknya yang kecelakaan duduk di kursi belakang bun, mukanya berdarah, kepalanya kebelah dua".


"Istighfar Eka",


"Sudah dan masih bunda".


Bunda langsung menurunkan kaca jendela saat melihat ada laki-laki yang berjalan, karena mobil jalannya pelan.


"Mas, maaf mau tanya, di depan ada apa ya?


"Ada kecelakaan Bu, mayatnya masih ada dan di tutup koran, kepalanya kebelah dua, Bu, Mobil ambulan belum datang".


"Oh, makasih Mas".

__ADS_1


"Sama-sama Bu".


"Benarkan bun, yang Eka bilang tadi? Eka ngga bohong sama bunda. kasihan si bapaknya".


"Maaf Eka, bukan bunda ngga percaya sama kamu, kadang apa yang kamu lihat itu, bunda masih kaget. Kita doain bapaknya yah Eka, semoga diterima di sisi Allah dan keluarganya di berikan kekuatan dan ketabahan".


"Iya Ma".


Setelah melewati kejadian kecelakaan akhirnya mereka tiba di tempat tukang bakso langganan mereka.


Di tempat tukang bakso itu, Eka bertemu dengan Wisnu, anak baru yang tadi mengajak bicara saat jam istirahat di sekolah.


"Eka, ketemu lagi disini. Sini duduk sama aku dan mamaku". Karena meja sudah penuh semua, akhirnya bunda dan Eka duduk satu meja dengan Wisnu dan mamanya.


Mama Wisnu dan bunda nya sedang mengobrol sambil menunggu pesanan bakso mereka datang.


"Eka, kamu suka makan bakso disini?".


"Iya, ini tempat langganan keluargaku".


*Oh iya Eka, rumahku ngga jauh dari sini. Itu ada gang masuk di seberang warung bakso, sekitar 100meter sudah rumahku. Kamu boleh main ke rumahku kalau mau? Eka, aku sudah bilang mamaku, aku mau pindah kelas biar sekelas sama kamu. Kata mamaku besok mamaku ke sekolah".


Eka tidak memperhatikan apa yang diomongin Wisnu. Eka lalu menarik bundanya dan membisikkan ke bunda.


"Bunda, si Wisnu tinggal beberapa hari lagi, Wisnu akan meninggal bunda. Eka lihat ada orang yang pakai baju hitam dan di dekat Wisnu".


Bunda kaget saat Eka membisikkan bahwa Wisnu akan meninggal, karena sudah beberapa kali kejadian.


"Tahan mulutmu, Eka, jangan seperti itu! Tidak baik".


'Aku kan kasih tahu bunda, ngga doain Wisnu mati cepat. Aku malah senang akhirnya ada yang mau ngobrol sama aku selama aku sekolah".


"Eka, ada apa? Kok aku dengar namaku disebut?


"Wisnu, tadi Eka bilang, rumahku Wisnu dekat sini, jadi kapan-kapan Eka mau main ke rumah Wisnu".


"Boleh tante, Wisnu senang kalo tante sama Eka mau main sekarang".


"Iya Jeng Lyla, mampir yuk ke rumah, ngga jauh kok, itu di depan gang". Mama Wisnu mengajak Eka dan bunda untuk datang main ke rumah mereka


"Ngga bisa hari ini, karena mau jemput kakak kembarnya Eka. Terima kasih sudah diajak untuk mampir, mungkin next time yah Jeng Rina". Bunda menolak secara halus ajakan mamanya Wisnu.


Sedangkan Eka menatap Wisnu sambil memakan baksonya membuat muka Wisnu merah karena ditatap Eka. Wisnu tidak tahu bahwa Eka menatap mahluk hitam yang berdiri di sebelah Wisnu.


"

__ADS_1


__ADS_2