Warisan

Warisan
Pindah Kamar


__ADS_3

"Om, Eka mau tanya. Apa maksud om menyuruh temannya Mbah Kung untuk menutup Eka?"


"Eka dapat ini bukan karena ngelmu atau mencari ilmu hitam atau belajar untuk jadi dukun atau jadi paranormal. Tetapi Eka dapat karena keturunan dari mbah Kung."


"Bukan menutup Eka. Tapi om mau kamu jangan terlalu terforsir. Kamu sendiri yang akan capek nantinya. Setelah kejadian bunda dan Fani. Om pikir tidak akan ada lagi ternyata ayahmu kecelakaan."


"Om, ayah bukan kecelakaan. Tapi sengaja menabrakkan dirinya. Karena ayah ingin menyusul bunda."


"Alhamdulillah Eka bisa melihat lagi. Karena Eka bingung setelah kejadian bunda dan kak Fani kok Eka tidak bisa melihat film nyata lagi."


"Iya Eka, maaf kalau om salah."


"Om tidak salah. Om hanya mau memastikan supaya Eka tidak sakit dengan kemampuan yang Eka punya tapi Eka dapat ini juga dari mbah Kung. Orang tuanya ayah dan om. Eka ngga minta om."


"Iya Eka, om ngerti dan om tahu. Pada akhirnya kamu yang dapat. Karena kakak kembarnya tidak akan pernah bisa menerima warisan dari leluhur Mbah Kung. Karena kakak kembarmu bisa dibilang anak ambar."


"Maksud om anak ambar itu apa?"


"Jadi ayah dan bunda ingin punya anak tapi susah mendapatkan anak. Dikarenakan kondisi bunda yang sakit-sakitan. Karena itu Mbah Kung mengambil arwah dari anak kembar yang meninggal dan hanya Mbah Kung yang tahu caranya. Akhirnya arwah anak kembar itu diberikan ke bunda. Setiap ulang tahun mereka berfia, bunda dan ayah harus pergi ke laut untuk melepaskan ikan hidup yang sudah mereka beli ataupun melepaskan burung ke udara sesuai dengan umur mereka. Dan sepertinya ayah bunda lupa ritual saat mereka umur 17 tahun. Ayah dan bunda harus melepaskan 17 ekor ikan untuk Fadli dan 17 ekor ikan untuk Fani."


"Jadi?"


"Iya, ulang tahun Fani dan Fadli tahun lalu sebelum Fadli meninggal dan ayah serta bunda lupa melakukan itu."


"Jadi maksudnya semacam pesugihan gitu?"


"Bukan, bukan seperti itu tapi lebih kepada ucapan syukur karena diberikan anak."


"Itu bukan ucapan syukur om. Itu namanya musyrik. Karena mengambil arwah bayi kembar yang akhirnya bunda bisa hamil dan melahirkan anak kembar."


"Bukan musyrik Eka. Tapi memberikan kesempatan kedua untuk hidup kepada dia bayi kembar yang sudah meninggal."


"Itu namanya reinkarnasi om. Tapi tetap saja dengan setiap tahun ayah dan bunda harus melepaskan hewan hidup ke laut dan ke udara. Eka masih belum mengerti dimana korelasinya."


"Ya, keluarga dari ayahmu termasuk om kan dalam 2 kehidupan. Kehidupan secara nyata dan kehidupan secara spiritual."


"Tapi om. Anak ambar itu pasti punya orang tua, dimana mereka mendoakan agar bayi kembar mereka ke surga tapi diambil paksa untuk hidup kembali. Dan walaupun dirawat, dilindungi dan dipelihara tetapi tetap saja itu sudah menyalahi takdir dari Allah SWT."


"Eka, om memang tidak bisa menjelaskan bagaimana mengenai anak ambar itu. Mbah Kung yang tahu. Dan ayah bundamu tidak musyrik. Mereka tetap melakukan kewajibannya untuk sholat, berdzikir, bersedekah, mengadakan pengajian, berbuat baik."


"Ya sudah om. Gini saja. Allah menciptakan manusia dari tanah dan akan kembali ke tanah. Biar om jelas dan tidak bingung. Intinya kak Fadli dan kak Fani adalah anak yang dipaksakan untuk hidup kembali lewat ayah dan bunda dan pada akhirnya harus kembali ke asalnya."


"Eka, Eka."

__ADS_1


Ayah sudah siuman dari pingsan dan memanggil Eka.


"Ya ayah. Sudah jangan banyak bergerak. Ayah harus istirahat biar cepat sembuh."


"Eka, ayah minta maaf karena sudah melakukan hal bodoh dengan menabrakkan diri ayah. Ayah tidak bisa hidup tanpa bunda. Tadinya ayah mau menyusul bunda dan kedua kakakmu."


"Ayah, ada saatnya nanti ayah akan menyusul bunda tapi tidak dengan cara seperti itu. Bunda pun akan sedih jika ayah meninggal dengan cara bunuh diri. Ayah sudah melakukan bunuh diri. Tapi Allah punya rencana. Ayah bisa selamat karena tugas ayah masih panjang. Ayah masih ada Eka. Ayah tidak sendiri. Ayah masih punya adik dan saudara."


Tiba-tiba Eka melihat Alice yang tertawa menyeringai dan memekakkan telinga Eka.


"Ayahmu sebentar lagi akan menyusul bunda dan kedua kakakmu. Inilah yang harus dibayar lunas oleh kedua orang tuamu."


"Pergi kamu! Kamu tidak boleh ada disini. Karena tempatmu bukan disini!"


"Pergi!" Om komat kamit tapi Eka tidak mendengar secara jelas apa yang om katakan.


Alice menghilang sambil meneriakkan ancaman kepada Eka.


"Jam 1 malam, kamu tunggu saja. Ayahmu akan ikut sama aku!"


"Eka, dia bilang apa?"


"Ngga papa om."


"Iya om."


"Eka, om mau urus administrasinya dulu. Kamu temani ayahmu ya."


"Iya om."


"Eka, ayah sekali lagi minta maaf sama kamu."


"Sudah ayah ngga usah diulang-ulang lagi. Sebentar lagi ayah akan dipindah ke ruang perawatan."


Suster datang dan mendorong tempat tidur ayah.


"Mbak, yang ada kamar kosong kelas 3 ya."


"Iya suster tidak papa."


Suster, ayah dan Eka naik ke lantai 5. Om masih mengurus administrasi.


"Mbak, nanti kalau butuh bantuan, tinggal pencet saja tombol ini."

__ADS_1


Eka merasa aneh dengan kamar ini. Ada 5 tempat tidur dan yang 4 sudah terisi. Ayah mendapat tempat tidur dekat dengan pintu.


Saat Eka akan menutup kain pembatas, Eka melihat ada sesosok orang yang sedang berdiri menatap ke luar jendela. Dari bayangan jendela Eka bisa melihat bahwa orang tersebut mukanya hancur.


Eka tahu bahwa salah satu pasien yang ada di kamar itu sedang menunggu ajalnya.


Saat om masuk, beberapa suster ikut masuk dan menghampiri tempat tidur yang disebelah jendela.


"Ada apa om?"


"Pasien yang paling ujung meninggal. Mukanya terbakar. Kamu ngga papa kan Eka."


"Ngga papa om, cuma tadi saat Eka mau menutup gordyn, Eka melihat ada orang yang menatap keluar jendela. Dan dari bayangannya di jendela, mukanya hancur."


"Ya, kita hanya bisa mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan menerima dengan tabah dan diberikan kekuatan."


"Amin. Om. Eka mau keluar kamar. Om tolong jaga ayah jangan sampai sedetik pun om tertidur. Eka hanya sebentar saja. Bisa om?"


"Bisa Eka. kamu tidak usah kuatir. Ayahmu kan kakaknya om, masa om akan tinggal tidur apalagi kondisinya ayahmu baru saja kecelakaan tadi."


"Ya sudah ya om."


Eka keluar kamar dan Eka melihat ada orang yang memakai jubah hitam dan tinggi sedang berkeliling. Eka merasakan hawa yang tidak enak.


Saat Eka akan berbelok ke ruang suster jaga, Eka melihat seorang suster yang kepalanya terbelah. Eka melanjutkan kembali ke ruang suster jaga, tetapi tidak ada satupun suster yang bisa Eka temui.


"cari siapa mbak?"


Eka dikejutkan oleh suara di belakang badannya.


Saat Eka membalikkan badannya. Ternyata tidak ada siapa-siapa.


Eka segera kembali ke ruangan ayahnya.


"Om, gimana ayah?"


"Sudah tertidur. Eka kalau mau tidur tidak papa, biar om yang jaga ayah"


"Tidak om, Eka tidak tidur. Om saja yang istirahat."


"Tidak Eka, om juga akan temani kamu untuk menjaga ayahmu."


Eka melihat jam tangannya 10 menit lagi jam 1. Eka berjaga dan membaca ayat Al-Quran.

__ADS_1


__ADS_2