Warisan

Warisan
Mereka


__ADS_3

Sara tampak kebingungan dengan rasa takut yang amat terasa sangat besar


" apa yang sebenarnya terjadi ? jadi kalau bukan rena jadi itu siapa ? " batin sara


" hah... " keluh sara


Setelah beberapa menit sara mulai tenang dan melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.


" sara pulang oma... " kata nisa lemas berbaring di sofa, oma pun menghampirinya


" kok lemas sekali , ada apa ? jam segini baru pulang apa ada kelas tambahan ? " tanya oma


" nggak ada oma , nggak tau kayak nya sara capek. Hari ini banyak banget kejadian aneh " kata sara


" kejadian aneh apa sara... eh dimana cincin yang oma berikan kemarin , kok nggak dipakai " tanya oma menyadari jari tangan sara tidak memakai cincin yang diberikan oma kemarin


" em.. hehe sara tadi kesiangan jadi lupa nggak dipakai , ada di kamar kok " jawab sara


" hah... sudah oma bilangin harus selalu dipakai, apalagi kalau ke luar rumah. Ya sudah cepat ganti baju sana..! " suruh oma


" iya iya.. " jawab sara berjalan ke kamar


Setelah selesai mandi sara membuka kado dari rena atas hari ulang tahunnya. Karena rena adalah satu-satunya teman sekaligus sahabat sara , mempunyai keluarga yang cukup kaya . Kedekatan mereka juga dikarenakan orang tua sara dan rena dulu adalah teman kuliah , hadiah yang diberikan berupa jam tangan wanita ber merk, sara menanggapinya biasa karena sejak kecil tidak terlalu peduli dengan barang-barang mahal.


Malam pun tiba, nisa mulai tertidur lelap. sekitar jam 00.00 wib tepat , setengah sadar sara mendengar langkah kaki anak kecil berlarian yang membuat sara terganggu. Suara itu berasal dari samping kamar sara dimana disitu adalah halaman samping rumah tetangganya yaitu bu eko


" jam segini berisik banget hah... " batin sara.


Dia berusaha tidur lagi dengan menutupi telinganya dengan bantal


" pagi oma " kata sara


" pagi sara " sahut oma


Mereka sarapan pagi bersama dimeja makan

__ADS_1


" oma.. anak bu eko apa nggak tidur sih.. semalem berisik banget , sara nggak bisa tidur nyenyak " omel sara


Deggg.... sontak oma kaget mendengar perkataan sara


" nak.. kamu baik-baik saja kan , anak bu eko selama 1 minggu tidak sadarkan diri dirumah sakit, sampai sekarang belum pulang " jelas oma. Sara yang mendengar itu tak bisa berfikir jernih lagi akhirnya bercerita apa yang telah dialaminya disekolah kemarin , tak peduli neneknya percaya atau tidak.


" apa sara sakit oma ? kemarin-kemarin sara nggak seperti ini kan , halusinasi sara seperti kenyataan oma.. " kata sara merengek ketakutan


" hah.... jadi semua itu sudah dimulai sara " kata oma


" maksudnya..? sara nggak ngerti " tanya sara


" sudah hampir siang nanti kamu telat , pesan oma kamu pakai cincin pemberian oma kemarin , nanti sore akan oma jelaskan semuanya " jawab oma


" baik oma " sahut sara


Sara akhirnya memakai cincin pemberian neneknya , sampai disekolah dia selalu berusaha menyembunyikan cincin yang dia pakai dari teman-teman sekolahnya.


" sara... kamu ngapain sih dari tadi aneh banget nutupin tangan kamu mulu nggak capek apa ? " tanya rena


" nanti jam makan siang aku ceritain " jawab sara


" hari ini aku bawa bekal lauk ikan nila , kamu mau nggak ? " tanya rena


" iya aku mau dikit aja tapi " jawab sara


" nih..( menyodorkan makanan ). oh iya baru kelihatan ternyata kamu nutupin cincin itu dari tadi , ngapain ditutupin segala " kata rena


" ya kali kamu liat aja ini cincin buat orang tua. Kemarin aku ulang tahun oma yang kasih , bilangnya harus dipakai terus " jelas sara


" coba liat " kata rena mengambil cincin dari jari tangan sara


" Duuh... kok tiba-tiba mataku kabur ya " kata sara sambil mengucek ke dua matanya, setelah dirasa matanya jernih sesaat sara membuka matanya


ssttt.... tatapan sara langsung tepat melihat ujung koridor kantin , dia melihat perempuan ber baju putih panjang dengan rambut tak terawat. Wanita itu terlihat pucat dengan hanya berdiri di samping salah satu siswa laki-laki yang sedang makan siang

__ADS_1


" ren..ren... kamu percaya hantu nggak.? " tanya sara ketakutan


" apasih... ya percaya lah, aku kan fansnya alam lain dari acara youtube kemarin " jawab rena


" oh ya... itu. em.. bagaimana bisa wanita itu melihat hantu ren ? " tanya sara


" katanya sih dia punya mata batin, semacam indra ke 6 bawaan dari lahir " jawab rena


" begitu ya... " kata sara


Waktu istirahat dan pelajaran terakhir telah usai , sara pulang dengan perasaan cemas. Dia mandi dan ber istirahat, menjelang sore waktu makan malam di meja makan


" oma... bisa jelasin kejadian soal kemarin ? tadi disekolah sara melihat hal aneh lagi " tanya sara


" disekolah , kejadian apa ? " tanya balik oma


" waktu di kantin sara melihat sosok perempuan baju putih pucat oma " jawab sara


" kok bisa... kamu tadi pagi kan sudah pakai cincin pemberian oma , itu adalah cincin yang bisa membuat kamu tidak melihat hal-hal seperti itu " jelas oma


" cincin..? oh iya tadi rena pinjam sebentar sih , jadi karena itu." sara terdiam


" haaaa..... sebentar , maksud oma apa ni , sara bisa melihat hantu gitu ? " tanya sara kaget


" ah... harus dari mana oma mulai , dari lahir kamu sudah punya warisan melihat makhluk seperti itu yang orang lain tidak bisa lihat. Ibumu dulu tidak pernah hidup tenang karena mereka selalu meminta bantuan " jelas oma


" sebentar sebentar , warisan ? apasih oma. Mana ada warisan kaya gitu , yang ada seperti misal rumah, uang, tanah. Terus kalau ini warisan kenapa baru sekarang sara bisa lihat lagi " tanya sara


" oma juga tidak terlalu paham waktu itu sara , oma cuma diberitahu setelah umurmu akan menginjak dewasa harus selalu pakai cincin itu. Katanya itu hanya cincin sementara, ketika kamu mulai melihat mereka maka sedikit demi sedikit mata batin kamu akan terbuka dengan sempurna " jawab oma


" hah.... nggak bisa dipercaya , jadi sekarang sara harus pakai cincin ini terus agar sara nggak bisa melihat hal-hal aneh " pungkas sara


" iya nak... dulu mereka bilang kamu harus bisa mencari cara mengendalikan itu semua. Ibumu berharap kamu tidak seperti dia yang hampir setiap hari diikuti oleh mereka " jelas oma


Malam itu sara terus memikirkan apa yang telah terjadi dengannya, membuka situs internet tentang anak indigo dan semacamnya. Dari penjelasan itu sara tidak menemukan titik terang, dia pasrah dan mencoba menerima apa yang akan terjadi kedepannya. Sejak saat itu sara tidak pernah melepaskan cincin pemberian oma, dimana pun dan kapan pun, tapi tetap saja meski untuk sementara tidak bisa melihat mereka , sesekali sara selalu merasakan kehadirannya yang membuat bulu kuduk berdiri.

__ADS_1


Terimakasih teman-teman yang sudah membaca cerita dari saya, jangan lupa like dan komen juga ya... untuk kedepannya ikuti terus pengalaman sara yang semakin hari akan semakin membuat bulu kuduk berdiri. Masih banyak misteri yang harus sara pecahkan dalam hidupnya.


Selamat membaca


__ADS_2