
"Eka, sini duduk dekat Bunda."
"Iya Bunda."
"Eka, kamu yakin besok berangkat naik gunung. Bunda kuatir nanti kamu kenapa-kenapa?"
"Tenang Bunda, ngga usah kuatir, Allah jaga aku. Dan aku juga sudah diajari cara-cara supaya tidak mengganggu penghuni di sana."
"Iya, Bunda ngerti pasti kamu sudah diajari sama pembinamu. Tapi kamu beda sayang. Kamu bisa melihat hal-hal yang tak kasat mata. Orang lain belum tentu bisa melihat yang tak kasat mata."
"Aku ngerti bunda kuatir. Aku baik-baik saja Bunda."
"3 hari 2 malam, Bunda kuatir."
"Iya Bunda, Eka ngerti."
Eka sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk naik gunung. Mereka berangkat setelah pulang sekolah.
"Eka, kamu sudah siap?"
"Siap kak Abdul."
"Ok, ayo kita doa bareng sebelum berangkat."
Eka dan Abdul menghampiri teman-teman yang lain Total yang ikut ada 10 peserta dan 5 pembina.
Mereka berdoa bersama dan berangkat ke cibodas. Mereka akan naik gunung gede.
Mereka sampai jam 8 malam di cibodas. Setelah mendaftar, kakak pembina membagi jadi 2 kelompok. Kelompok 1 akan naik jam 10 malam dengan selang waktu 30 menit, kelompok 2 akan naik.
Eka berada di kelompok 2 dengan kakak pembina Ari dan Abdul.
Eka menikmati jalan naik ke gunung tanpa hambatan. Sepanjang malam Eka melihat banyak hal yang membuat merinding tetapi Eka tidak mengindahkan kehadiran mereka.
Mereka berhenti di pos kandang babi. Eka ingin buang air kecil yang sudah di tahan saat 10 menit naik.
Ada 2 orang kakak pembina yang perempuan. Eka menghampiri mereka.
"Kak Ratri dan Kak Tina, boleh temenin Eka, mau buang air kecil."
"Ya, ayo kita ke belakang bangunan itu. Kamu bawa tissue basah dan kering dan bawa kantong plastik hitam untuk taruh tissue basah dan keringnya? Jangan di buang sembarangan."
Ratri, Tina dan Eka berjalan ke belakang pos kandang babi.
"Eka, kamu bisa buang air kecil disini. ucapkan permisi, permisi."
"Iya kak."
Sementara Eka buang air kecil. Ratri dan Tina menunggu.
"Ratri, aku juga mau buang air kecil. Tapi aku takut. Aku sedang haid."
"Hadeuh, kamu kalau lagi haid kenapa ikutan?"
"Ketahuannya tadi saat di tempat pendaftaran. Untungnya aku memang selalu pakai kalau naik gunung."
"Tapi kamu bawa persediaan?"
__ADS_1
"Bawa."
"Kalau sampai ketahuan Ari, habislah kamu. Kamu seperti anak baru naik gunung saja sih."
Eka sudah selesai dan saat membetulkan celana panjangnya, Eka melihat sekelebatan."
Eka ingat kata-kata bunda. Eka langsung doa dalam hati.
"Kak, Eka sudah selesai."
"Ya, sampahnya kamu kemanakan?"
"Eka masukkan ke kantong plastik hitam dan Eka bawa. Ini." Eka menunjukkan plastik hitam yang sudah ia tutup."
Dan mereka kembali ke rombongan.
Ari melihat Eka, Ratri dan Tina dari arah belakang. Dan menghampiri mereka bertiga.
"Kalian darimana?"
"Ini habis mengantarkan Eka yang buang air kecil."
"Ok."
Ari melihat seorang kakek di belakang Eka. Dan ada sesosok perempuan di belakang Tina. Ari tahu bahwa yang di belakang Eka adalah yang menjaga Eka, tetapi siapa yang dj belakang Tina.
"Tina, aku mau tanya? Kamu lagi datang bulan?"
"Ngga Ri, aku ngga datang bulan."
"Yakin kamu?"
"Ok."
Setelah beberapa menit rombongan kembali berjalan. Dan mereka berjalan beriringan. Abdul berjalan paling depan sebagai penyisir. Dan Ari paling belakang. 2 anak di depan Ari ada Eka.
Jam 4 kurang mereka sudah tiba di surya kencana dan dapat melihat sunrise.
Setelah puas melihat sunrise, mereka membuka tenda. Mereka berencana akan bermalam dan besok akan turun.
Ratri, Tina dan Eka, satu tenda. Dan ada 3 tenda untuk yang laki-laki.
Menjelang sore, Tina merasakan kedinginan. Tetapi tidak dengan Eka. Tina sempat buang air kecil dan mengganti penbalutnya. Ia memasukkan pembalutnya yang kotor ke dalam kantong plastik hitam dan Ia menutup sisa buang air kecilnya dengan tanah. Tina lupa membawa bungkusan plastik hitam yang ada pembalut bekas pakai. Ia langsung masuk ke dalam tenda dan merasakan kedinginan. Tina masuk ke dalam sleeping bagnya.
Eka yang dari luar masuk ke dalam tenda. Dan melihat Tina yang menggigil kedinginan.
"Kak Tina, kenapa?"
"Aku kedinginan Eka. Tadi habis buang air kecil."
Eka melihat sesosok perempuan di sebelah Tina.
"Kamu siapa? jangan ganggu Kak Tina."
Eka melihat perempuan itu tidak mau pergi. Eka tidak mau meninggalkan Tina sendirian. Eka berteriak kencang.
"Kak Ratri, tolong kak Tina. Kakak-kakak semua tolong bantu kak Tina."
__ADS_1
Ratri segera berlari ketika Eka berteriak minta tolong diikuti oleh Ari dan Abdul juga Iksan..
"Ada apa dengan Tina, Eka kenapa Tina!"
Ratri melihat Tina yang sudah pucat dan kedinginan.
"Tina... Tina... kamu kenapa?"
Ari dan Abdul hendak membantu Tina tiba-tiba Eka bilang bahwa ada perempuan di sebelah Tina dan memegang tangan Tina.
Ratri tidak percaya dengan omongan Eka
"Hei, kamu tahu apa? Jangan asal bicara ya!"
"Maaf kakak-kakak semua. Kak Tina apakah bungkusan pembalutnya lupa Kak Tina bawa? Masih ada di sana?"
Ari yang sudah menduga-duga dari kemarin langsung bertanya kepada Tina yang sudah semakin pucat.
"Bilang di sebelah mana Tina! Kamu mau selamat tidak?"
"Kak Ari, kita ambil saja. Tolong jaga kak Tina. Ajak bicara terus."
Ari, Eka dan Iksan keluar dari tenda dan pergi ke tempat tadi Tina buang air kecil.
Eka menemukan kantong plastik hitam yang masih baru dan membukanya ternyata di dalamnya ada pembalut bekas pakai.
Eka segera mengikatnya dan membawa kantong plastik hitam.
Eka mengambil sesuatu dari kantong celananya dan menaburkan di tempat yang tadi Tina buang air kecil.
Ari dan Iksan melihat apa yang dilakukan oleh Eka.
Setelah selesai Eka, Ari dan Iksan balik ke tenda Tina.
Mereka melihat perubahan di wajah Tina yang semula sudah pucat berangsur memerah.
"Kak Tina masih kedinginan?"
Tina hanya menganggukkan kepalanya.
"Maaf kak Tina. ini kantong plastik hitam milik kak Tina. Lain kali jangan lupa di bawa. Mohon maaf kak Ratri jika tadi Eka membuat kak Ratri marah. Eka hanya mau mengusir perempuan yang ada di sebelah kak Tina."
Ratri yang tidak percaya dengan penjelasan Eka meminta penjelasan dari Ari.
Mereka berempat tahu bahwa Ari bisa melihat hal-hal yang tak kasat mata.
"Iya Ratri. Yang di bilang Eka benar. Dan kamu tidak bisa menyalahkan Eka. Karena tadi yang menunjukkan tempatnya Eka dan Eka juga yang mengambilnya. Aku sama Iksan hanya menemani dan melihat apa yang Eka lakukan di sana."
Ratri memandang ke Iksan dan Iksan menganggukkan kepalanya.
"Kita tadi tidak tahu dimana Tina buang air kecil. Dan dari tadi Eka mengikuti acara bersama kita."
Eka keluar dari tenda dan tidak berapa lama memberikan air hangat kepada Tina.
Tina meminum air yang diberikan Eka dan berangsur Tina keluar dari sleeping bag nya.
"Maaf kakak-kakak semua, sebentar lagi maghrib, kita sholat. Dan untuk kak Tina duduk saja saat kita sholat tapi duduk di sebelah Eka yah."
__ADS_1
"Iya Eka, terima kasih sudah menolong aku."
"Sama-sama kak Tina, ber terima kasihlah sama Allah. Eka hanya kepanjangan tangan saja untuk membantu."