Warisan

Warisan
Hutan kesunyian


__ADS_3

Tooloonnggggg... terdengar suara melengking ditelinga sara.


Sara diam dalam ketakutan yang amat sangat besar, dia menutup matanya erat. Keringat dingin keluar dari wajah sara


" aku mohon pergilah.. jangan kanggu aku " batin sara


Setelah itu seperti tidak terjadi apa-apa suasana malam itu sepi senyap dengan sara yang tertidur seperti orang pingsan.


" sar... bangun sar... udah pagi nih " terdengar suara rena sedang membangunkan sara


" em... masih ngantuk banget , hoaammm..." udah pagi aja ren kata sara


" matamu kenapa gitu , kayak orang kurang tidur aja " balas rena


" nggak tau nih , kayaknya mimpi buruk tadi malam " jelas sara


Pagi itu para siswa sarapan berkumpul bersama , panitia membacakan jadwal hari ini. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok , diadakannya acara penjelajahan menyusuri hutan untuk menemukan bendera kecil yang sudah ditandai. Siapa yang menang akan mendapatkan hadiah dari sekolah.


Sara mempunyai kelompok ber anggota kan 4 orang yaitu rena , sara , ezra dan ilham dari kelas ips 1. Mereka mendapatkan giliran berjalan nomer 3 karena harus ada jeda panjang untuk peserta lain.


" kalian harus hati-hati dalam melangkah, kita tidak tau panitia sudah memasang jebakan apa " kata ilham sambil berjalan


" siap pak ketua , hehe... cocok juga ilham jadi ketua kali ini " kata rena tertawa.


Ilham anak yang berbadan tinggi tapi tidak terlalu gemuk , dia termasuk anak-anak yang pintar namun agak bandel ketika disekolahan. Tidak banyak siswi wanita yang menyukai dia , karena ilham termasuk laki-laki cuek pada wanita.


Sedangkan ezra anak yang tingginya hampir sama dengan ilham , menggunakan kaca mata dan terbiasa menundukkan kepalanya. Teman-temannya hanya tau kalau dia bisa melihat hal-hal gaib dan termasuk anak yang terlihat aneh. Di samping itu ezra sebenarnya anak yang pintar dikelas ips 1 , dia hanya sedikit tertutup pada teman-temannya.

__ADS_1


Mereka berjalan sudah cukup jauh dari kamp tenda , hutan yang begitu luas dan cukup rindang. Tanah yang mereka pijak pun tidak terlalu sulit , di pertengahan jalan banyak pohon-pohon besar yang membuat sara merasa tidak nyaman ditempat itu.


" hei... kenapa ada banyak sesajen di ditempat ini ? diletakkan dibawah pohon lagi , aku liatin ada makanan sama buah-buahan juga. " kata rena


" Kalau di tempat lain katanya buat sesajen penunggu pohonnya. Ngapain percaya hal tahayul kaya gitu , kaya nggak ada kerjaan. " jawab ilham


" tapi bukan kah ini hutan , pasti ada banyak binatang. Harusnya penciuman mereka tajam kalo disini ada buah-buahan juga " balas sara


" iya nih... harusnya ni buah-buahan udah abis dimakan binatang lain " kata rena


" hah.. ini tu pasti kerjaan panitia , sebelum kita berangkat ditaruh dulu disini. Biar kita semua pada takut " jelas ilham agak ketus


" Bukan , ini asli sesajen dari warga yang berniat ke sini " sahut ezra tiba-tiba


Mereka yang dengar ezra berkata seperti itu , sontak diam begitu saja , sara melanjutkan perjalanan dengan terlihat aneh hanya menundukkan kepalanya sembari memegang cincin dijarinya. Sara tidak tau apa yang terjadi , dia tidak pernah melepaskan cincin pemberian nenek nya. Tapi kali ini disepanjang perjalanan ketika ada pohon besar dia melihat sosok tinggi hitam besar yang mengerikan , rena yang pada saat itu juga merasa bulu kuduknya merinding menoleh melihat sara yang begitu aneh.


" sara.. kamu kenapa ? " tanya rena dengan suara lirih


" sebaiknya kita berjalan agak lebih cepat " kata ilham yang sepertinya juga merasa tidak nyaman ditempat itu.


Mereka semua diam tidak sekalipun saling mengobrol seperti diawal perjalanan. Diujung belokan terlihat seperti gapura besar dari kejauhan , disana terdapat tulisan Klampis Ireng. Gerbang depan terdapat 2 patung semar bercat hitam sebelah kanan kiri seperti menyambut siapa saja yang datang ditempat itu.


" ayo kita masuk " kata ilham


" sebelum kita masuk sebaiknya kita lakukan dari kaki kiri dahulu , dan ketika keluar menggunakan kaki kanan " tegas ezra


Mereka yang menyadari berada ditempat yang sepertinya terlihat seram , menuruti perkataan ezra.

__ADS_1


" didepan batu itu ada kertas tulisan, kita liat dulu yuk.. " kata rena berjalan menghampiri


*** kalian harus mencari gulungan berwarna emas yang akan membawa kalian di perjalanan berikutnya *** kata rena membacakan isi tulisan kertas dari panitia


" oke kita berpencar mencari " suruh ilham


Sara tidak merasakan hawa jahat ditempat itu , malahan angin yang segar seperti menyambut kedatangan mereka. Disela-sela mencari , sara yang berada dibawah patung wanita memakai pakain kebaya sontak tiba-tiba melihat bayangan perempuan muda cantik. Wanita itu berbicara namun sama sekali tidak menunjukkan mimik dari bibirnya


" ada dibawah belakang patung " terdengar suara yang sepertinya dari bayangan gadis muda tadi. Sara yang ketika itu hanya merasa kaget tapi tidak takut sekalipun langsung mencari apa yang wanita itu katakan. Benar saja , dibelakang patung tadi terdapat gulungan berwarna emas.


" hei.. teman-teman. Aku sudah dapat " teriak sara berlari menghampiri yang lainnya


" wah.. buka-buka , apa tulisannya " kata rena


*** setelah keluar dari tempat ini , kalian berjalan ke arah kanan untuk menemukan bendera selanjutnya *** kata sara membacakan tulisan tersebut


" oke lanjuuttt... " kata ilham berjalan duluan. Ketika keluar dari tempat itu sara merasakan hawa sedih terdapat pada wanita yang ditemuinya tadi , entah karena apa. Mereka juga keluar menggunakan kaki kanan duluan , seperti yang ezra katakan sebelumnya. Ezra yang mengetahui teman-temannya menuruti perkataannya tadi terlihat tersenyum bahagia


" wahhh.... ezra kalau senyum manis sekali ya ternyata " kata rena pada teman-temannya


" aku tidak menyangka kalian bakal dengerin omonganku tadi " sahut ezra


" yah walaupun aku tidak dekat denganmu sekolahan , aku percaya dengan apa yang kamu katakan " kata ilham. Merekapun tersenyum tanda kecocokan dalam kelompok


" eh tapi , kenapa harus seperti itu zra ? kita kalau kemana-mana juga biasa pakai kaki mana aja buat melangkah duluan " tanya rena penasaran


" itu beda dengan tempat lain , tempat tadi sangat sakral bagi penduduk desa pulau ini. Kalau kita punya niat baik , kita akan disambut dengan baik begitupun sebaliknya. " jelas ezra

__ADS_1


" iya kenapa tadi setelah masuk ke dalam rasanya aman dan nyaman , jadi seperti itu " kata ilham


" eh... apa kalian merasakan hal aneh sebelum kita sampai ke gapura ? " tanya rena tiba-tiba. Mereka yang mendengar pertanyaan rena terkejut saling bertatap melihat satu sama lain , dihutan yang jauh dari kamp tenda dan jauh dari pengawasan panitia. Mereka harus menyelesaikan tantangan dan keluar dari dalam hutan yang begitu banyak hal mengerikan sedang memantau mereka , terlepas dari itu semua mereka harus saling kompak dalam segala hal. Kesabaran dan kepercayaan


__ADS_2