
Setelah kejadian kemarin yang memalukan, Airin segera pulang kerumahnya bersama Agion. Saat ini Airin sedang berkumpul bersama kedua sahabatnya.
Minggu sore adalah waktu yang cocok untuk berkumpul, mau dengan keluarga, sahabat, ataupun pacar.
"Lo kemarin kemana lagi Rin? perasaan hilang Mulu dah lo," Tanya Azila heran.
"Hooh, gue udah koar koar di grup. Tapi lo nggak muncul muncul," Timpal Ayla.
Sruut
Airin menghabiskan minumannya terlebih dahulu, lalu melihat kearah dua sahabatnya, "Gue dari kemarin gak pegang handphone."
"Tumben," Ucap Azila.
"Kemarin gue kerumah si Azrel, niatnya mau jenguk adeknya yang sakit. Eh, malah disuruh nginep," Jelas Airin.
"What! Lo nginep di rumah si Azrel?" Tanya Azila dengan nada sedikit keras.
Ayla menutup mukanya malu saat sadar bahwa mereka sedang menjadi sorotan, "Suara Lo kurang kenceng Zil, asli," Sindirnya.
Azila terkekeh pelan, lalu bertanya kembali pada Airin, "Gimana Rin, rasanya satu atap sama sugar daddy?"
"Bapakmu sugar daddy," Ucap Airin sinis.
"Bapak gue mah jelek, gak cocok jadi sugar daddy," Ucap Azila lalu terkekeh pelan.
"Astaghfirullah Azila, gini nih ciri ciri anak durhaka," Ucap Ayla.
Airin menggelengkan kepalanya, "Rasanya tidur seatap sama sugar daddy tuh enak."
Azila dan Ayla mengerutkan dahinya bingung, sedangkan Airin tersenyum jahil, dengan polosnya Ayla bertanya pada Airin, "Enak apanya Rin?"
"Ranjangnya," Ucap Airin lalu tertawa ngakak melihat muka kedua sahabatnya.
"Wah gila! istighfar Rin! masih bocah aja berlaga ranjang ranjangan," Ucap Ayla heboh.
"Wah Airin udah gak suci ya bun," Ucap Azila dengan santainya.
Tak
"Aws," Ringis Azila lalu mengusap dahinya yang menjadi sasaran jitakan Airin.
"Bercanda elah, tenang aja kok gue masih suci bersih berseri," Ucap Airin.
"Alhamdulillah, kirain gue Lo udah dipolosin," Gumam Ayla.
"Tapi," Ucap Airin dengan serius, seketika kedua sahabatnya itu memajukan wajahnya mendekat.
__ADS_1
"Tapi apa!" Tanya Azila.
Airin tersenyum jail, lalu membisikan sesuatu kepada kedua sahabatnya, setelah itu buru buru pergi keluar cafe. Sedangkan Azila dan Ayla terbengong ditempat, pikiran keduanya traveling sampai ke ujung dunia.
Ucapan Airin terngiang ngiang di otak mereka, hingga keduanya saling menatap tak percaya.
Airin tertawa terbahak bahak didalam mobilnya, wajah tak percaya kedua sahabatnya itu sangat lucu menurutnya. Ingatannya kembali saat dia membisikan sesuatu pada sahabatnya.
"Leher gue udah gak polos, kalian tau saat bibir si om nyentuh leher gue, beuh lembut, geli, dan hangat."
Tiba tiba tangan Airin menyentuh leher kanannya, rasanya kejadian kemarin masih terasa membekas, Airin tidak bohong kepada sahabatnya saat lehernya dipolosin si om kang modus itu.
Airin bergidik ngeri saat masih merasakan hembusan nafas si om kang modus itu, "Ih sadar Airin, jangan ngelamun. Ntar kepikiran lagi, terus kalo lo mau lagi kan bahaya."
...~o0o~...
Agas sedari tadi tersenyum, tak peduli dengan tatapan kebingungan Alga. Yang pasti kemarin dan hari ini, hatinya sedang senang entah kenapa.
"Daddy kok senyum senyum telus sih, buluan itu keljain keljaannya bial cepet selesai, Alga mau ketemu mommy," Ucap Alga dengan menatap daddy nya jengah.
Agas pun tersadar lalu mulai mengerjakan kerjaan yang menumpuk dimeja kerjanya, "Mau ngapain ketemu mommy?"
"Alga kangen lah!"
Agas menghentikan pekerjaannya lalu menyimpan dokumen yang sudah dia periksa, Agas berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati Alga.
Alga menggeleng gelengkan kepalanya, "No daddy, daddy keljaannya belum selesai. Belesin dulu keljaan daddy ntal kalo selesai balu ketemu mommy."
Agas mengendus keras, lalu duduk kembali dikursi kerjanya. Agas menatap meja kerjanya dengan malang, beberapa tumpukan dokumen membuat Agas frustasi dibuatnya.
"Pekerjaan menyebalkan!" Batin Agas menggerutu.
Alga hanya melihat wajah lesu daddynya dengan polos, tubuh kecilnya dia sandarkan di sofa, kedua tangannya menahan dagunya.
"Kasian, daddy pasti capek kelja tiap hari. Tapi, kalo gak kelja Alga gak bisa jajan dong. Maaf ya daddy, sepeltinya daddy halus kelja sampai Alga besal kayak om Adit," Ucap Alga dalam batinnya.
Seketika ide cemerlang muncul di otak mungil Alga, Alga pun mengambil handphone nya dan mengetikan sesuatu di sana.
"Belguna juga Alga punya handphone hihihi," Gumam Alga pelan.
...~o0o~...
Sedangkan diisi lain Airin menyumpah serapahi om om kang modus itu, setelah berperang dengan benda benda yang ada di dapur, akhirnya Airin selesai memasak. Airin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Citt.
Suara decitan mobil terdengar nyaring di parkiran bawah sebuah gedung, Airin keluar dengan pakaian kasual nya. Tangannya membawa Tote bag berisi makanan yang dimasaknya.
__ADS_1
"Berasa jadi istri gue," Gumam Airin sambil mengecek kembali penampilannya.
Merasa tidak ada masalah, Airin berjalan dengan sopan di lobby kantor. untung hari ini hari Minggu, jadi tidak banyak yang melihatnya.
"Beda emang kantor besar mah, yang lain hari Minggu itu istirahat, hangout, lah ini? malah kerja, heran," Gumam Airin saat melihat beberapa karyawan yang masih bekerja di hari Minggu.
"Permisi, ruangan CEO dimana ya mbak?" Tanya Airin pada HRD dilantai satu.
"Ah maaf mbak, apa mbak sudah membuat janji?" Tanya sang HRD dengan sopan, sedangkan Airin hanya mengangguk saja.
"Kalau begitu, silahkan mbak lewat jalan sana. Ruangan CEO ada dilantai 37," Jelas HRD tersebut sambil menunjuk jalan kearah lift.
"A, baik terima kasih," Ucap Airin lalu berjalan menuju lift.
Tak lama kemudian, Airin sampai di lantai tiga puluh tujuh. Sepi, itulah yang pertama dia rasakan, terlihat disebelah kirinya terdapat lorong menuju perpustakaan besar yang hanya dibatasi skat skat kaca.
Lalu disebelah kanannya, terdapat ruangan yang sepertinya untuk pegawai, lalu Airin berjalan kearah kanan tak lama terlihat ruangan dengan pintu besar.
Tok tok tok
...~o0o~...
"Daddy belum makan kan Dali siang?" Tanya Alga.
"Belum kenapa?"
Alga memiringkan kepalanya," Daddy gak lapar?"
"Daddy lapar, tapi kerjaan daddy banyak. Kenapa nanya nanya? Alga mau bantuin daddy kerja?" Tanya Agas, sedangkan Alga menatapnya kesal. Mana ada bocah 4 tahun kerja di perusahaan!
"Daddy," Panggil Alga kembali.
"Hm."
"Menulut daddy, mommy Ailin gimana? telus kenapa waktu itu Daddy bolehin Alga manggil kakak cantik mommy?" Tanya Alga tiba tia, sedangkan Agas hanya terdiam seolah memikirkan sesuatu.
"Jawaban jujur atau bohong?" Tanya balik Agas.
Alga mengendus kesal, kenapa daddynya menyebalkan sekali, "Daddy yang benel dong ih!"
Agas terkekeh melihat muka Alga yang sangat menggemaskan. Agas berdiri dari duduknya lalu duduk disebelah Alga.
"Alga tau, daddy suka sama orang baik, Alga juga tau bukan kalau daddy gak suka orang baru," Ucap Agas, Alga hanya mengangguk.
"Nah itu dia. Menurut Daddy, mommy Airin itu baik, ramah, penyayang, manis, keras kepala, jadi mungkin dengan kelebihan yang dimiliknya bisa mendidik Alga dengan baik dan juga membuka hati Alga kembali."
Alga terdiam lalu tersenyum manis, sedangkan tanpa mereka sadari. Seseorang terdiam mendengar ucapan itu.
__ADS_1