
Koridor sekolah terlihat ramai dengan siswa/siswi berlalu lalang, hari Jum'at ini semua kelas free, hanya sholat Dhuha dan mengaji Yasin saja.
Airin seperti biasa jika free class mereka akan berada dikantin seharian, ntah itu numpang wifi, makan makan, ataupun hanya sekedar nongkrong.
"Rin sabtu main yuk kerumah lo," Ajak Azila.
"Mau ngapain ke rumah gue?" Tanya Airin sinis.
Azila cengengesan tak jelas, "Sok lupa lo, ya numpang makan lah!"
"Gak ada akhlak," Ucap Airin sambil memukul jidat Azila, Azila merengut kesal.
"Pokoknya fiks, hari sabtu kita kerumah lo," Ucap Azila sambil mengacungkan garpunya.
"Mau gue larang pun, kalian berdua bakalan nerobos masuk kerumah gue, abis itu kedapur bawa semua cemilan gue, berasa kayak rumah sendiri," Ucap Airin santai.
"Gue sih nggak ya, yang suka nerobos itu si Azila, ruang kapsek pun dia terobos," Ucap Ayal.
Airin mengangguk angguk setuju, sedangkan Azila hanya mendengarkan dengan santai. Lalu seketika otak cerdiknya merencanakan sesuatu.
Azila berdiri dari duduknya, "Eh, ngadem yuk."
"Emang si kapsek ada?" Tanya Ayla.
"Kagak ada, udah buruan mau ikut kagak lo pada," Ucap Azila.
Airin dan Ayla pun mengangguk lalu beranjak dari duduknya. Kini mereka bertiga berada didepan ruang kepala sekolah, Airin dan Ayla celingukan kekanan dan kekiri lalu mengacungkan jari jempolnya.
Dengan segera Azila membuka pintu ruang kepala sekolah, lalu memasukan kepalanya ke ruang kapsek celingak-celinguk kekanan dan kekiri.
"Aman woy, buru masuk," Ucap Azila pelan.
Dengan segera mereka bertiga masuk keruangan kepala sekolah, hawa dingin mulai terasa, wangi maskulin menyeruak didalam hidung.
Mereka bertiga berjalan pelan sampai disamping pintu wc, Azila menggeser pigura yang ada di dinding, terlihatlah sebuah rubik dengan angka angka dikotaknya.
"Woy apa kodenya gue lupa?" Tanya Azila sambil berbisik.
"120327," Jawab Airin, Dengan cepat Azila memasukan kodenya.
Drrt.
Suara tembok yang bergeser terdengar lembut, lalu terlihat lah pintu kaca yang menghubungkan ruangan kepala sekolah dengan ruangan dinas rahasia.
Mereka bertiga segera memasuki ruangan tersebut, lalu secara otomatis pintu tembok tertutup kembali. Airin duduk disofa dengan santai sambil memakan cemilan yang ada di meja, Azila yang langsung berlari depan tv memainkan ps, dan Ayla membaringkan tubuhnya di kasur empuk belakang sofa.
"nyaman banget, gue pengen tidur ntar bangunin gue kalo mau keluar," Ucap Ayla dengan mata tertutup.
"Iya ntar gue bangunin," Ucap Airin.
__ADS_1
"Eh tumben si kapsek nggak ada?" Tanya Airin.
"Lah mana saya tau, saya kan bukan emaknya," Ucap Azila dengan santai, tatapan matanya masih mengarah pada layar didepannya dengan jari jari tangan yang dengan lincahnya menekan nekan tombol remote PS ditangannya.
"Lah kan lo sugar baby-nya," Ucap Airin dengan nada jahil.
"Amit amit jadi sugar baby si kapsek, dia kan bokek," Ucap Azila.
"Bokek apanya? lo gak liat ke sekolah aja pake Lamborghini," Ucap Airin.
Azila memutar bola matanya malas, "Iya Lamborghini nya di utang."
Airin tertawa ngakak, "Sok tau lo Markonah!"
"Gue gak sok tau, si kapsek sendiri yang bilang sama gue," Ucap Azila sinis, sedangkan Airin menatap tak percaya.
...~o0o~...
Azrel berjalan kesana kemari, raut wajahnya terlihat kesal karena tidak menemukan bidadari nya. Sedangkan Mario mentap Azrel bosan, entah sudah beberapa kali Azrel berjalan mondar-mandir di koridor sekolah.
"Nyari siapa sih Azrel?" Tanya Mario kesal.
"Gue nyari bidadari gue kribo, lo liat gak?" Tanya Azrel.
Mario menghela nafas pelan, sudah berapa kali dia bilang pada Azrel bahwa jangan memanggilnya dengan sebutan Kribo.
"Ruang kepsek," Ucap Mario lalu dengan santainya meminum susu kotak nya.
"Aduh Pak maaf hehe," Ucap Azrel diiringi kekehan diakhir.
"Ngapin kamu lari lari? kayak anak TK saja," Ucapnya sambil berdecak pinggang.
"Lah lari lari bukan untuk anak TK aja nenek kakek juga ada yang suka lari lari," Sanggah Azrel.
"Oh jadi kamu kakek kakek gitu?" Tanyanya dengan satu alis yang mengangkat.
"Bukan pak saya buyutnya!" Ucap Azrel kesal.
"Pak mau keruangan kan? yuk bareng sama saya," Ucap Azrel lalu berjalan mendahului, tetapi baru satu langkah kaki, kerah belakangnya ditarik seperti anak kucing.
"Aish pak apaan sih!"
"Mau ngapain kamu keruangan saya?" Tanyanya sinis.
"Mau cari bidadari pak," Jawab Azrel sambil tersenyum senyum.
"Gila, mana ada bidadari di ruangan saya. Kalo mau ketemu bidadari sana mati, itupun kalau masuk surga," Ucapnya pedas.
"Ya Allah mulutnya pak, pedas banget kek sambal Mak Erot," Ucap Azrek sambil mendramatisir.
__ADS_1
"Ngawur."
Azrel pun kesal dibuatnya, waktunya terbuang sia sia karena harus adu mulut dengan kepsek narsisnya.
"Pak, gak usah banyak bacot ya! waktu saya itu berharga!"
Plak.
"Adaw!" Pekik Azrel saat pantat nya dipukul dengan keras.
"Buset sakit pak! wah pelecehan ini! awas aja pak saya aduin sama presiden!" Pekik Azrel ngawur.
Sang kepsek hanya menatap Azrel datar, lalu berjalan dengan santainya tetapi sebelum itu dia berucap pelan, "Murid gila!"
Mulut Azrel menganga lebar, lalu berdesis keras, "Kepsek edan!"
Sedangkan tanpa keduanya sadari Mario duduk dikursi koridor sambil meminum susu kotaknya, "Dunia yang aneh."
...~o0o~...
Suasana ruangan yang awalnya ramai dengan teriakan Azila yang bermain PS dan Airin sang suporter kini hening, sebab mereka sudah menyelam kealam mimpinya.
Dengan tv yang menyala, meja yang penuh dengan bekas snack dan minuman. Airin yang tertidur disofa dan Azila yang tertidur dengan kepala diatas meja.
Drrt.
Pintu terbuka dengan pelan, terlihat seorang lelaki dewasa dengan tubuh proporsional itu menatap ruangannya dengan wajah kesal.
"Dasar anak anak nakal!" Geramnya.
Dia bingung, bagaimana ketiga orang ini masuk kedalam ruangan rahasianya? padahal sandinya sudah dia ganti.
"Mereka menghabiskan cemilanku?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
Langkahnya berjalan pelan menuju kulkas kecilnya, lalu membukanya dengan pelan. Wajah tak terbaca terlihat jelas pada raut mukanya. Kulkas yang tadinya penuh dengan makanan, kini hanya tersisa beberapa kaleng soda beserta beberapa botol air putih.
"Huft, Ingin rasanya membunuh mereka," Gumamnya.
Tubuhnya berputar melihat keadaan meja depan sofanya yang terliaht kotor, lalu dengan terpaksa dia membereskan mejanya dari bekas snack dan minuman.
Setelah memasukan semua sampah kedalam kantong plastik hitam, lalu membuangnya pada tempat sampah.
"Dengan santainya mereka tidur di ruangan ku," Ucapnya sambil melihat lihat keadaan murid murid nakalnya yang tertidur dengan gaya khas masing masing.
Kaki jenjangnya berjalan kearah Azila yang tidur dengan posisi yang tidak enak, "Menyusahkan saja."
Dengan pelan dia menggendong Azila menuju kasurnya lalu membaringkan tubuh Azila disamping Ayla, "Tubuhnya kecil tapi beratnya seperti kudanil saja."
"Emm, kepsek bokek," Ucap Azila dengan mata tertutup.
__ADS_1
"Sedang tidur saja kau berani mengatai ku," Ucapnya sinis.
Tangannya menyilang didepan dadanya lalu menatap Azila sinis, "Enak sekali mengatai ku bokek. Lihat saja nanti, akan ku tunjukan semua kekayaan ku."