Young Mom

Young Mom
PART 7


__ADS_3

Hari Jum'at adalah hari yang menyenangkan, suasana yang selalu nyaman dan juga waktu istirahat lebih banyak dari hari hari biasanya. Airin duduk dengan tenangnya dimeja kantin sambil menikmati rujak pak Soleh.


"Rin, kemarin Lo kemana?" Tanya Ayla.


Airin menegakan tubuhnya lalu menatap Ayla yang berada di depannya, "Ayah sama bunda pindah ke Lampung, kemarin gue ngantar ke bandara sama Agion."


"Tumben Lo gak ikut?" Tanya Azila, karena biasanya Airin dan Agion selalu ikut jika kedua orang tuanya pergi ataupun pindah.


"Bentar lagi ujian, gue juga males pindah pindah sekolah mulu," Terang Airin sambil sesekali memakan rujaknya.


"Bener juga sih, cape juga pindah sana pindah sini," Azila mengangguk anggukan kepalanya, "Eh ngomong ngomong, gimana lo sama si om om itu?"


"Buset Rin, lo main sama om om!" Pekik Ayla, dengan geram Airin pun menjitak kepalanya keras.


"Suara lo! siapa juga yang main sama om om!"


"Lah, itu bapaknya si Azrel Lo kemanain Rin?" Tanya Azila dengan jailnya.


"Kenapa nama Azrel disebut sebut!" Tanya Azrel tiba tiba sambil duduk disamping Airin.


"Setan, ngagetin aja lo," Pekik Airin, sedangkan Azrel hanya cengengesan tak jelas.


"Oh itu Zrel, bapak lo punya istri?" Tanya Azila, Ayla dan Airin mengerutkan dahinya bingung dengan petanyaan Azila, sedangkan Azrel masih terdiam santai sambil sesekali mencoba rujak Airin.


"Kenapa emang? kakak mau jadi ibu sambung Azrel?" Tanya Azrel, Azila mengendus pelan.


"Ngaco! mana ada. Buruan jawab pertanyaan gue, bapak lo punya istri kagak?" Tanya Azila dengan kesal.


"Nggak, masih brondong," Ayla tertawa keras mendengarnya, "Salah woy, bapak lo itu om om, kalo Lo baru brondong."


"Ya itu maksudnya, emang kenapa sih pake tanya tanya tentang daddy Azrel?" Tanya Azrel bingung.


"Si Airin mau mencalonkan diri menjadi istri untuk daddy lo, kalo si Airin jadi mommy lo, lo setuju kan?" Airin melotot mendengar fitnah Azila, mana mau dia sama om om.


Azrel melipat kedua tangannya didepan dadanya, lalu menumpang kan kakinya, tatapannya seolah berfikir, "Setuju setuju aja, asal jangan kakak aja yang jadi mommy Azrel."


"Bocah! siapa juga yang mau jadi mommy lo!" Ucap Azila keras sambil menendang kaki sebelah Azrel.


Azrel memekik keras kala merasakan kakinya yang berdenyut sakit, "Aaakh, sakit kak! galak banget sih, pantas jomblo."


"Tolong berkaca, lo juga jomblo ya," Ucap Azila tak terima.


"Jomblo sama jomblo diam aja, kagak usah ribut," Lerai Airin.


...~o0o~...

__ADS_1


Saat ini Agas dibuat pusing dengan semua orang, mulai dari anaknya Alga yang tidak sembuh sembuh, bundanya yang tidak bisa menjaga Alga, serta cabang perusahaan nya yang sedang bermasalah. Dia bingung, bagaimana dia bisa pergi mengatasi kekacauan perusahaannya dengan meninggalkan Alga yang sedang sakit.


"Hah," Helaan nafas kasar menandakan ke frustasian, Agas mengacak acak rambutnya kesal lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kekuasaannya.


"Tari," Teriak Agas dengan mata yang tertutup.


Terdengar suara langkah kaki berjalan dengan terburu buru, lalu pintu terbuka, seorang perempuan manis masuk dengan langkah pelan, kepalanya dia tundukan saat berhadapan dengan bos-nya.


"Iya pak, bapak butuh apa?" Tanya Tari.


Agas membuka kedua matanya lalu menatap Tari serius, "Kau pergi ke kantor cabang bersama pak Riza besok pagi, sementara atasi kekacauan di kantor bersama Riza, nanti sorenya saya menyusul."


"Baik pak, apa bapak mau dipesannya tiket pesawatnya sekalian?" Tanya Tari.


"Tidak, pesankan saja tiket untuk mu dan Riza, dan jangan lupa nanti bawakan berkas berkas yang sudah saya kasih, jangan sampai ada yang ketinggalan," Jelas Agas.


Tari menganggukkan kepalanya mengerti, "Apa ada yang lain pak?"


"Tidak, kau bisa keluar."


"Baik pak, kalau begitu saya pamit undur diri," Ucap Tari lalu berlalu meninggalkan ruangan bos-nya.


"Apa aku meminta bantuannya saja," Gumam Agas.


Tanpa pikir panjang tangannya segera mengambil handphone nya lalu mengetika pesan kepada seseorang.


...~o0o~...


"Ngapain sih kita harus kesini segala," Gerutu Agion kala mereka berada di mansion Azrel.


"Berisik banget sih lo," Ucap Azrel risih.


Agion memutar bola matanya malas, sedangkan Airin hanya diam sambil terus berjalan menuju kamar Alga yang berada dilantai dua.


"Daddy lo belum pulang Zrel?" Tanya Airin saat tidak melihat Agas dirumah ini.


"Belum, biasanya daddy pulang malam mungkin jam sembilan malam," Jawab Azrel.


Airin pun mengangguk, lalu membuka pintu kamar Alga saat mereka sampai didepan kamarnya. Mereka bertiga masuk kedalam kamar Alga yang sedikit panas karen AC nya tidak dinyalakan.


"Halo Alga," Sapa Airin kala melihat Alga yang sedang memakan buah buahan.


Alga melihat ke arah Airin dengan semangat, "Kakak cantik!"


Airin duduk dipinggir tempat tidur Alga, "Gimana Alga, kepalanya masih pusing gak?"

__ADS_1


Alga menggelang juga mengangguk membuat Airin bingung, Airin pun menempelkan punggung tangannya di dahi Alga, "Panasnya udah turun, berarti Alga bentar lagi sembuh."


"Yey, belalti Alga bisa makan es klim," Pekik Alga tak lupa senyum yang merekah ditampilkan nya.


"Gak boleh," Sanggah Azrel, seketika raut muka Alga menjadi murung.


Airin menatapa Azrel tajam, Azrel pun menghela nafas pelan, "Yaudah kalau adek mau es krim, tapi nanti daddy marah, abang gak mau bantuin."


"Abang, abang kok jahat sih, Alga kan cuman mau es klim, satu aja," Ucap Alga dengan mengacungkan jari telunjuknya.


"Tetap gak boleh, kalau mau es krim izin sama daddy dulu," Ucap Azrel lalu meninggalkan kamar Alga.


Alga menundukan kepalanya lesu, Airin yang tak tega pun mencoba membujuk Alga, "Alga tenang aja oke, nanti kalo Alga udah sembuh total, kak Airin traktir Alga es krim."


Alga mengangkat kepalanya lalu memekik dengan senyum di bibirnya, "Benel kak?"


"Iya, makanya Alga harus cepat sembuh, biar bisa makan es krim," Alga senyum senyum dibuatnya, "Oke!"


Airin tersenyum manis melihat antusiasme Alga, Alga menarik narik ujung baju Airin lalu menunjuk Agion yang sedang tidur di sofa kamar Alga, "Kakak cantik, abang itu tidul."


Airin melihat kearah belakangnya, dan benar saja dia melihat Agion yang tidur dalam keadaan duduk, "Abang nya, balingin aja di samping Alga."


"Emang boleh?" Tanya Airin sambil mengelus rambut Alga.


"Gak papa kakak cantik, kalo tidul sambil duduk itu sakit, Alga juga pelnah kok," Ucap Alga dengan polosnya, sedangkan Airin tertawa pelan, pintar sekali anak didepannya ini.


"Yaudah deh, makasih ya Alga," Alga tersenyum manis, " Sama sama kakak cantik."


Airin membopong Agion dengan pelan pelan, tubuhnya yang kecil ini sulit untuk membopong badan Agion yang besar, setelah sampai dipinggir kasur, Airin pun membaringkan Agion dengan pelan.


"Abang ini siapa kakak cantik?" Tanya Alga.


"Dia adek kakak, namanya Agion," Ucap Airin sambil melepaskan kemeja sekolah yang dikenakan Agion.


"Oh bang Gio."


"Bang Gio?" Tanya Airin, Alga mengangguk, lalu menatap Airin dengan tatapan memelas, "Iya, Alga mau panggilnya bang Gio, boleh kan Kakak cantik?"


Airin tersenyum gemas melihat tingkah Alga, tangannya mencubit pipi Alga yang tembem, "Boleh kok, apasih yang nggak buat Alga."


Alga tertawa saat Airin mencubit pipinya, lalu tatapannya kembali melihat ke arah Agion dan menatap Airin kembali dengan serius, "Kalo abang Gio tidur, berarti kakak cantik nginap dong dirumah Alga?"


"Em, gak tau."


"Nginap ya kakak cantik, cuman kali ini aja kok," Bujuk Alga dengan puppy eyes nya, Airin bingung ingin menjawab ya atau tidak, tapi melihat tatapan Alga, rasanya dia ingin bilang iya.

__ADS_1


"Huft, yaudah deh kak Airin nginap."


Alga tersenyum senang, lalu kembali menatap Airin dengan serius, "Alga lupa, kamal tamunya gak ada kasulnya, belalti kakak cantik tidul di kamal daddy dong."


__ADS_2