Young Mom

Young Mom
PART 72


__ADS_3

"GUE HARUS GIMANA BESTIE?" Teriak Ayla.


"Berisik lo, untung kita pesan ruang privat," Ucap Airin.


Saat ini, mereka bertiga ditambah dengan Alga kini berada di salah satu cafe terkenal. Pagi pagi sekali Ayla menelepon mereka berdua untuk berkumpul di cafe biasa mereka tempati.


"Gue kan bingung Rin, malam tadi gue mau langsung jawab. Eh, nyokap malah nelpon. Jadi ya begitulah, gak kesampaian," Jelas Ayla.


"Yasudah bilang saja sekarang, begitu saja ribet," Ucap Azila yang masih fokus dengan makanan ngidamnya, yaitu steak dengan bumbu rujak. Untung saja mereka sudah kenal dengan pegawai cafe ini jadi tidak sulit untuk memesan menu aneh Azila.


"Tapi kan...aneh aja kali kalau gue tiba tiba bilang tentang jawaban gue, "Ucap Ayla.


"Aneh dari mananya? lagian kalau si Joshua sungguh-sungguh pasti dia tanya jawaban lo," Ucap Airin.


Airin yang sedang menyuapi Alga ice cream pun terhenti lalu menatap Ayla yang kini memasang wajah lesu, "Kalau nggak. Coba lo pancing dia tentang kejadian malam tadi. Kali aja si Joshua langsung tanya jawaban lo."


"Gue setuju, lo tenang aja nanti gue bantu lo kok. Tapi cuman bantuan di balik layar," Ucap Azila.


"Gak papa huaa, makasih banyak sahabat sahabatku!" Pekik Ayla sambil memeluk kedua sahabatnya dengan erat.


"Uhuk uhuk lepasin gue woy! kasian ini anak gue pengap!" Teriak Azila, Ayla hanya cengengesan sambil melepaskan pelukannya.


"Eh, hehehe maaf."


"Mommy, mau lagi ice cream nya," Ucap Alga sambio menyodorkan mangkuk kecilnya kedepan Airin.


"Tidak sayang, kamu tadi sudah makan dua cup besar. Sekarang makan nasinya, bukankah tadi Alga janji setelah makan ice cream akan memakan nasinya?" Ucap Airin sambil mengelus mulut Alga yang belepotan ice cream.


"Tapi Alga pengen ice cream lagi," Ucap Alga lesu.


"Harus ijin sama daddy dulu," Ucap Agas yang tiba tiba datang dengan Arsen di belakangnya. Mereka berempat secara serempak melihat ke arah pintu masuk.


"Daddy!"


Agas duduk di samping Airin dengan Alga yang duduk di pahanya, sedangkan Arsen langsung duduk di samping Azila lalu mencium pelipis Azila pelan.


"Baby nya tidak rewel kan?" Tanya Arsen sambil mengelus perut buncit Azila.


"Tidak, tadi dia hanya menginginkan steak dengan bumbu rujak," Ucap Azila sambil memperlihatkan steaknya yang tersisa seperempat, "Kamu mau?"


Arsen tersenyum manis," Tidak, kamu makan saja sampai habis biar baby kita puas."


Azila hanya mengangguk sambil tersenyum, "Emm kamu sudah makan siang?"


Arsen menggelengkan kepalanya, "Belum."


"Yaudah yuk pesan, sekalian antar aku ke kamar mandi," Ajak Azila sambil menarik lengan Arsen agar berdiri, Arsen hanya mengangguk menurut saja.


"Lo mau apa?" Tanya Arsen pada Agas yang sedang menyuapi Alga.


Agas mendongak menatap Arsen, "Menu yang harus ada nasinya dengan air putih dan jus jeruk."

__ADS_1


"Eh, aku juga mau," Ucap Airin tiba tiba.


"Hm, mau apa?" Tanya Arsen," Cake yang rainbow sama milkshake strawberry."


"Hm yaudah kita keluar dulu," Ucap Arsen lalu menuntun Azila keluar dengan hati hati.


"Enak ya kalo udah punya suami," Ucap Ayla tiba tiba dengan kepala yang direbahkan di meja.


Airin menengok ke arah Ayla lalu terkekeh, "Kenapa? lo mau?"


"YAIYALAH! Siapa yang gak mau punya suami, apalagi yang perhatian, PEKA, peduli, tanggung jawab. Beuh, idaman banget tuh yang kayak gitu," Ucap Ayla.


"Kalau gitu, ajak aja si Joshua kawin," Ucap Airin sambil mengotak Atik handphone nya.


"Mana bisa? hubungan kita aja sekarang gak jelas, hih! Gue penasaran deh dengan isi otak si Jojo. Tingkat kepekaan nya tuh berapa persen sih? gue yang suka dari jaman Zigot aja di gak tau, padahal kan gue udah mencoba dengan memberikan perlakuan yang berbeda," Cerocos Ayla dengan muka yang selalu berubah ubah ekspresi.


Airin hanya mengangguk anggukan kepalanya dengan tawa yang di tahannya, "Mampus dah loh, bentar lagi ke KUA nih," Gumam Airin.


Agas yang mendengar gumaman Airin pun menyerngit lalu melihat ke arah handphone Airin, dan akhirnya mengangguk mengerti, "Tante Ayla Kenapa sih? ngomel mulu dari tadi?" Tanya Alga sambil mengunyah makanannya.


"Tante lagi ada pada fase galau cil, huhuhu liat kalian gini gue jadi ngebet nikah dah," Ucap Ayla dramatis.


"Ouh lo pengen langsung gue nikahin ya? pantes aja malam tadi lo gak jawab pernyataan dan pertanyaan gue. Lo siap siap, malam ini gue keumah lo."


Ayla melotot mendengar suara Joshua, lalu matanya secara tajam menatap Airin yang memperlihatkan panggilan telepon dengan Joshua.


"AIRIN GEBLEK!"


...~o0o~...


Ayla berjalan mondar mandir di depan kaca balkon kamarnya dengan menggigit bibir bawahnya cemas, ternyata ucapan Joshua tadi siang bukan bercandaan. Doi bener bener ada di rumah Ayla dengan membawa kedua orang tuanya dan sangat kebetulan juga orang tua Ayla baru saja pulang dari dinas kerja mereka.


"Alamajang! macemana nih? gue keluar gak ya?"


Ayla berjalan menuju kaca full bodynya, "Tapi kalau keluar, gue terlihat buluk!"


Ayla mengacak acak rambutnya frustasi melihat keadaan tubuhnya yang hanya memakai baju tidur bergambar panda, rambut yang dicepol dan sepertinya belum dia sisir, muka tanpa memakai apa apa dengan bibir sedikit pucat. Dia terlalu malas untuk berdandan.


"Gue kek anak yang gak keurus, dekil kucel kulehe! padahal gue udah mandi, gini amat nasib," Gumamanya.


Tok tok tok.


Ayla menatap pintu kamarnya dengan tatapan bingung, "Bukannya gue udah bilang terserah sama mama ya? kenapa mama balik lagi? kan dia tahu gue gak mau keluar!"


"Siapa?" Tanya Ayla.


Hening, tidak ada jawaban. Ayla pun dengan terpaksa berjalan menuju pintu kamarnya, membuka kunci dengan perlahan lalu membuka pintu kamarnya dengan pelan pelan.


"J-jojo?" Ucap Ayla terkejut melihat Joshua yang berdiri sambil menatapnya datar.


Ayla dengan cepat menutup pintu kamarnya tetapi sepertinya keberuntungan tidak berada di pihak nya, Joshua berhasil masuk sebelum pintu tertutup rapat. Ayla menatap Joshua dengan susah payah menelan salivanya gugup apalagi tatapan datar Joshua yang membuatnya gentar.

__ADS_1


"L-lo mau ngapai?" Cicit Ayla.


Joshua tidak menjawab malah berjalan mendekati Ayla dengan perlahan, Ayla dengan otomatis mundur hingga punggungnya menempel di pintu kamarnya.


Brak.


Ayla terlonjak kaget saat kedua tangan Joshua berada di sisi pinggangnya, Ayla memalingkan wajahnya ke samping menghindari dari tatapan Joshua.


Kini jarak mereka sangat dekat, Joshua memegang dagu Ayla lalu mengarahkan wajahnya agar menatap dirinya.


"Kenapa?" Tanya Joshua dengan suara rendahnya.


"A-apa ya-ng kenapa?" Tanya balik Ayla dengan gugup.


Joshua melingkarkan tangan satunya di pinggang Ayla, sementara Ayla meraskan pasokan udara nya menipis apalagi dengan Joshua yang mendekatkan wajahnya dengan wajah Ayla.


Sret...


Dengan otomatis tangan Ayla mendorong dada Joshua saat tubuhnya yang di dorong menempel dengan tubuh Joshua, "L-lo mau ngapain?"


"Menurut mu?" Tanya Joshua, Ayla hanya terdiam dengan kedua pipi yang memerah malu.


"Dengar ini Ayla, malam ini. Kamu sudah terikat denganku, semua yang kamu lakukan harus dengan pengawasan ku. Apapun yang menjadi milikku, itu juga akan menjadi milikmu. Jangan sekali kali membantah semua perkataan ku, karena aku tidak suka itu," Bisik Joshua tepat di depan wajah Ayla.


Joshua menangkup sebelah pipi Ayla dengan mengelusnya lembut, dahinya di tempelkan dengan dahi Ayla yang membuat hidung mereka bersentuhan. Joshua tersenyum miring, "Kamu milikku Ayla, selamanya akan menjadi milikku. Ini adalah pilihanmu untuk masuk ke dalam kehidupan ku, dan saat itu pula aku tidak akan melepaskan mu dari dunia dan istana ku."


Ayla menegang dengan mata yang mengerjap ngerjap lucu, pipi serta telinganya memanas seketika.


"May I?" Tanya Joshua sambil mengelus bawah bibir Ayla.


"A-apa?" Tanya Ayla dengan gugup.


"Mencium mu," Bisiknya.


Cup...


Ayla terlonjak kaget saat Joshua yang tiba tiba mencium bibirnya, Ayla masih terdiam kaku tak tahu apa yang harus dia lakukan sementara Joshua terlihat sangat menikmati dengan bola mata indahnya itu menatap Ayla dalam.


"Balas aku Ayla," Bisik Joshua di sela sela ciumannya.


Entah setan seperti apa yang merasukinya, Ayla dengan spontan mengikuti alur Joshua dengan mata yang terpejam tak lupa kedua tangannya melingkar di leher Joshua. Joshua tersenyum tipis lalu memejamkan matanya, kedua tangannya melingkar dengan erat di pinggang Ayla.


Merasa Ayla butuh pasokan udara, Joshua melepaskan pungutan bibirnya dengan dahinya tetap menempel pada dahi Ayla. Bibirnya tersenyum manis dengan mata yang menatap mata Ayla intens sedangkan Ayla menggigit bibir bawahnya gugup.


"Syuut jangan di gigit, itu akan melukai bibirmu baby," Ucap Joshua sambil mengelus bibir Ayla yang kini memerah dengan sedikit bengkak.


Ayla menunduk dalam dengan pipi yang memanas sedangkan Joshua hanya tersenyum tipis, "Terima kasih."


"Atas?" Cicit Ayla.


Joshua tersenyum dengan tangannya yang mengelus rambut Ayla sesekali mengecup nya lembut, "Ciumannya, dan juga jawabannya. Bibirmu manis, dan itu akan menjadi canduku."

__ADS_1


__ADS_2