
'REUNI'
Itulah yang terpajang di dinding cafe favorit Airin dkk, kini mereka bertiga berada di ruang privat dengan dekorasi bak seperti ada yang sedang ulang tahun.
Ketiga perempuan itu asik berbincang, entah itu mengenai idol favorit, hibah tentang tetangga sebelah, teman semasa SMA mereka juga membicarakan tentang pernikahan Ayla yang akan datang sebulan lagi.
Sedangkan ketiga pria dewasa dengan jengahnya duduk berjejer memperhatikan pasangan mereka. Agas duduk seperti orang malas sambil memakan sate nya, Arsen yang duduk di samping Agas diam dengan menumpang kan dagunya pada tangannya yang berada di atas meja sedangkan Joshua menatap tak minat ke arah gadis gadis itu dengan merebahkan kepalanya pada lipatan tangannya.
"Sebenarnya, ini acara siapa?" Tanya Agas entah ke siapa.
"Reuni persahabatan," Jawab Arsen.
"Bagaimana bisa mereka terus berbicara selama kurang lebih dua jam," Ucap Joshua sambil melihat jam tangannya.
"Betina akan lupa segalanya jika berhadapan dengan circle pergihabannya," Sahut Arsen.
"Sepertinya, mereka senang sekali berbuat dosa," Celetuk Agas, Arsen dan Joshua pun seketika meliriknya lalu mengangguk kan kepalanya bersamaan.
"Jika begini aku tidak akan datang kesini, kasian sekali tugasku menumpuk," Ucap Agas kala memingat jika dirinya terpaksa meninggalkan pekerjaan yang menumpuk itu untuk datang melihat wanitanya bergibah.
"Sungguh menyebalkan," Gumamnya.
"Kita pergi saja, aku bosan disini," Usul Joshua.
Arsen dan Agas pun saling melirik lalu mengangguk kepalanya bersama, dengan pelan mereka bertiga beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar ruangan. Ajaibnya, Airin dkk tidak menyadari akan pasangan mereka yang pergi meninggalkan nya.
"Pfft hahaha, sumpah! ngakak banget gue liat pak RT kejedot tiang listrik," Ucap Ayla kala mengingat jika pak RT baru di pemukimannya yang menabrak tiang listrik akibat terlalu genit dengan mbak mbak jamu.
"Jangan bilang pak RT yang baru itu pak Jamal!" Pekik Azila.
"Pak Jamal? yang duda tak punya buntut itu? yang suka genitin lo kalo kerumah Ayla?" Tanya Airin tak percaya.
"Iya, gue aja bingung. Manusia kurang akhlak mana yang pilih pak Jamal jadi pak RT," Ucap Ayla sedikit meringis miris.
"Sumpah, gue yakin pemukiman Lo itu bakal ancur lebur kalo di pimpin sama pak Jamal yang minim akhlak juga minim kewarasan itu," Ucap Azila prihatin.
"Makanya gue pengen cepat cepat nikah terus pindah ke perumahan elite kayak lo lo pada. Bosen gue tinggal di perumahan itu, orang orangnya minim akhlak semua. Kayaknya blok yang gue tinggalin itu blok pembuangan manusia manusia otak setengah," Ucap Ayla.
Memang Ayla berada di blok paling ujung yang menyatu dengan pemukiman warga biasa sedangkan Joshua berada di blok C, dimana rumah rumah megah nan mewah berada sedangkan Ayla ada di blok dimana hanya ada rumah rumah sederhana dengan penghuni nya yang sangat merakyat serta minim akhlak.
"Fiks sih, Lo haru buru buru pindah biar tidak terkena virus coblos pak RT," Ucap Azila.
"Haus banget gue, gue minum dulu," Ucap Ayla lalu berjalan ke arah meja panjang dimana makanan dan minuman berada tetapi matanya seketika membulat kala tak melihat para pria pria itu di kursinya.
__ADS_1
"WOY! INI MY BEBEB GUE KEMANA? SUAMI SUAMI LO JUGA KAGAK ADA!"
Sedangkan yang tengah di bicarakan kini berada di salah satu mall terbesar di ibu kota, mereka bertiga kini dengan santainya bermain di time zone dengan gelak tawa mereka yang membuatnya semakin menjadi pusat perhatian.
Tetapi seperti yang baru di ucapkan Joshua "Tenang aja, kita kan tampan. Orang tampan mau seaneh apapun itu tetap akan mendapatkan respon positif".
Sesat memang tapi ucapan Joshua layaknya motivasi Agas dan Arsen untuk tidak peduli dengan tatapan netizen, abaikan mereka yang penting kita bisa bahagia.
"Yak! payah! begitu saja kau tak bisa?" Ucap Arsen sinis kala melihat Agas yang sedang memainkan capit boneka.
"Haish, bisa kau diam? konsentrasi ku pecah akibat suara tidak enakmu itu," Ucap Agas.
"Awas awas bapak bapak tua, sini biar gue contohin. Gini aja ribut Lo berdua," Ucap Joshua sambil memisahkan Agas serta Arsen.
Joshua terlihat serius menatap tumpukan boneka mini di dalam sana, senyumnya mengembang saat melihat boneka beruang madu yang terlihat lucu, "Ah, boneka itu cocok untuk gadisku. manis dan menggemaskan," Ucapnya dalam batin.
"Lihat ini," Ucap Joshua pada Agas dan Arsen, seketika dua A itu menatap setiap pergerakan Joshua dengan lekat.
Joshua menggerakan Capitan itu lalu berhenti di atas boneka yang akan di bawanya, Tak... Agas dan Arsen melongo melihat Joshua yang dengan mudahnya mencapit boneka kecil yang terselip oleh boneka boneka lainnya.
"Ini baru namanya permainan, mainan bocil kayak ginian aja kagak bisa. Situ laki bukan!" Ucap Joshua sambil mengambil boneka beruang itu, sedangkan Agas dan Arsen berdecih pelan.
"Awas, aku mau coba," Ucap Agas lalu mencoba sekali lagi dengan cara yang dia perhatian dari Joshua.
Senyum tipis itu terbit kala boneka yang di inginkan nya tercapit keatas, "Ah, kelinci? cocok untuk wanitaku yang imut dan menggairahkan," Ucapnya dalam hati lalu mengambil boneka kelinci gembul berwarna putih yang sedang memakan wortel.
"Sekarang giliran ku," Ucap Arsen.
Mata tajamnya melihat setumpuk boneka dengan teliti lalu lengkungan tipis terlihat di bibir Sexy nya, "Bayi singa? ah seperti wanitaku, galak nan menggemaskan."
Arsen pun mengambil boneka yang berhasil di dapatkannya lalu memamerkannya pada Agas, Sedangkan Agas hanya berdecak tak suka. Joshua menghela nafas melihat tingkah kekanak Kanakan orang tua di depannya ini.
"Lalu sekarang kita akan kemana?" Tanya Joshua.
Arsen tampak berfikir lalu menjentikkan jarinya, "Mau minum wine?"
"Ide bagus," Sahut Agas.
Joshua melongo mendengarnya, "Ya! orang tua, yang benar saja siang siang begini minum wine. Lagian aku tidak minum itu."
"Yasudah jika tidak mau, kau diam saja di sini," Ucap Arsen sambil berjalan meninggalkan Joshua.
"Woy, tungguin elah. Gue ikut!" Teriak Joshua sambil berlari mengejar Arsene dan Agas.
__ADS_1
"KEMANA SIH MEREKA? MENYEBALKAN SEKALI!" Teriak Airin frustasi.
Kini mereka bertiga berada di salah satu taman yang populer sudah tiga jam mereka mencari pasangannya, di telpon juga tidak aktif. Azila duduk di bangku taman dengan tubuh yang lelah, matahari sudah tenggelam dan mereka belum menemukan tiga lelaki itu.
"Cih, awas saja jika nanti bertemu. Aku akan membuat nya remuk hingga tak sanggup berdiri," Oceh Azila dengan nada penuh dendam.
"Hah, melelahkan," Gumam Ayla sambil menselonjorkan kakinya di atas rerumputan halus.
Drrt...drrt...
Ponsel Azila terlihat menyala, dengan cepat Azila mengambil ponselnya. Matanya membulat kala melihat suaminya menelpon, "YAK! AKHIRNYA PONSELMU AKTIF JUGA! DIMANA KAU?" Teriak Azila setelah menjawab teleponnya.
"Aaaa~ sayang kenapa teriak terika hm? hihi, sini sayang...aku pengen peluk, hm."
Azila mengerutkan dahinya bingung mendengar rengekan Arsen, "Kau, mabuk?"
"Hah? siapa? aku pakai sabuk kok," Jawab Arsen di sebrang sana.
Azila memejamkan matanya menahan emosi yang akan meluap bagaikan gunung berapi yang siap mengeluarkan lahannya, "Dimana?"
"Eum~ aku? dimana ya? hehe, aku disini. Tinggi banget~ ada harimau kamu juga," Oceh Arsen.
Tut.
Azila dengan cepat mematikan panggilannya lalu menyuruh kedua sahabatnya agar mengikutinya, setiap langkahnya terlihat aura hitam serta tatapan yang datar. Airin yakin jika sahabat nya ini tengah marah, tapi apa yang membuatnya marah. Apa karena kelakuan Arsen?
"Kenapa kita ke apartemen?" Tanya Ayla.
Azila tidak menjawab, dia masih terdiam dengan kaki yang terus berjalan di lorong apartemen mewah ini.
Cklek...
Pintu Apartemen terbuka lebar, Azila serta Airin dan Ayla berjalan masuk, mereka bertiga terdiam melihat Agas, Arsen dan Joshua yang sudah terlihat tak sadarkan diri.
"Mereka minum?" Tanya Ayla tak percaya saat melihat botol serta kaleng minuman memabukkan itu berserakan.
Sedangkan Airin dan Azila tampak berdecak pinggang dengan tatapan membunuh, "Kali ini, aku akan menjadi singa betina liar," Gumam Azila.
Kretek...kretek...
Airin meregangkan otot-otot kakunya dengan tatapan datar, "Ah, aku sudah lama tidak berolahraga. Ini waktu yang pas," Airin dan Azila saling menatap lalu mengangguk.
Brak...
__ADS_1
Byur...