Young Mom

Young Mom
PART 13


__ADS_3

Teet teet


"Pembelajaran telah selesai sampai jumpa di esok hari dengan semangat belajar yang baru."


Suara Bel tanda pulang menggema diseluruh sekolah, Airin berjalan beriringan bersama kedua sahabat nya menuju gerbang sekolah.


"Eh eh stop!" Pekik Azila sambil merentangkan kedua tangannya, dengan reflek yang cepat Airin dan Ayla berhenti berjalan bersamaan.


"Kenapa sih?" Tanya Ayla.


"Tuh lihat, ada si om," Ucap Azila sambil menunjuk kearah depan gerbang dimana Agas yang dengan gaya cool nya duduk di kap mobil mewahnya.


"Yaelah kirain ada apa," Ucap Airin malas, lalu kembali berjalan meninggalkan kedua sahabatnya.


"Eh eh tunggu dulu Rin," Cegah Azil sambil menarik tangan Airin.


Airin menengok dengan malas, "Apasih?"


"Lo pulang sama siapa? kan berangkat nya sama gue," Ucap Azila, Airin mengetuk kepalanya pelan.


"Lupa gue, yaudahlah gue naik ojek aja," Ucap Airin dengan muka lesunya.


Merasa ada yang tidak beres, Ayla memegang kening Airin, "Lo sakit Rin!"


"Siapa yang sakit elah, badan gue cuman sakit sakit dong," Elak Airin.


Azila menggandeng tangan Airin menuju mobilnya yang berada didepan sekolah, "Udah, yuk gue anterin."


"Yaudah buruan, gue pengen cepet-cepet sampe rumah," Ucap Airin lalu berjalan duluan, sedangkan kedua sahabatnya hanya menggelengkan gelengkan kepalanya.


"Gue yakin pasti si Airin malam nanti ngericuh nih," Batin Ayla dan Azila bersamaan.


"Eh, Airin," Belum sempat Airin masuk kedalam mobil Azila, seseorang terlebih dahulu memanggilnya.


"Kenapa om?" Tanya Airin saat Agas menghampiri nya.


"Kamu liat Azrel?" Tanya Agas.


"Dia udah pulang om," Timpal Azila yang baru saja datang bersama Ayla.


"Hah? kapan?" Tanya Agas bingung, pasalnya baru saja anaknya itu bilang jika ingin dijemput pulang sekolah.


"Jam 10," Jawab Airin.


Dahi Agas menyerngit bingung, "Maksud kamu Azrel bolos?"


Airin menganggukkan kepalanya, "Iya, sama si Agion dan 3 kurcaci."


"Wah gak bisa dibiarkan," Gumam Agas.


"Udah kan om, saya mau pulang nih," Ucap Airin dengan tidak sopannya, sedangkan kedua sahabatnya menepuk jidatnya pelan.

__ADS_1


Beginilah jika Airin sedang sakit, bawaannya badmood.


"Pulang sama saya aja," Ajak Agas.


"Ngg-"


"Yaudah om, silahkan bawa aja Airin. Lagian kalo sama saya lama soalnya nganterin si Ayla dulu, Airin juga kayaknya lagi sakit om, jadikan harus cepat cepat sampe rumah, kalo nggak takutnya ada apa apa dijalan," Cerocos Azila, Airin menatap Azila tajam.


"Nggak usah, saya pulang sama sahabat saya aja," Tolak Airin.


"Eh gak boleh gitu Rin, gak baik nolak rezeki, ayok buru gue anterin ke mobil si om," Ucap Azila sambil menggandeng tangan Airin, "Eh om, mobilnya gak dikunci kan?"


"Nggak," Jawab Agas dengan muka yang masih mudeng.


Ayla tertawa pelan melihat tingkah Azila, sepertinya jiwa jiwa Mak comblang Azila keluar saat ini. Agas pun dengan segera masuk kedalam mobilnya.


"Hati hati ya om bawanya, titip sahabat saya ya, jangan dibawa kemana mana om, antarkan dengan selamat sampai tujuan, babay," Ucap Azila lalu melambaikan tangannya saat mobil perlahan berjalan.


"Emang cocok jadi Mak comblang," Puji Ayla dengan badan yang bersender dipintu mobil.


Azila menepuk nepuk dadanya bangga, "Gue gituloh hahaha, sepertinya gue udah cocok dipanggil Nyoco."


"Pfft hahaha, buset apaan tuh nyoco?" Tanya Ayla dengan tawa yang menggelar tak peduli dengan orang orang yang melihatnya aneh.


"Nyonya comblang hahaha, lagian gemes gue sama si Airin. Udah tau si om tuh mulai ada rasa rasa gitu ya, masih aja gak ditanggepin kan sayang," Ucap Azila sambil terkikik geli.


Ayla menggelengkan kepalanya, heran dengan sikap Azila yang tak tau malu dan aneh.


...~o0o~...


"Kamu sakit?" Tanya Agas dengan pandangan yang masih mengarah kedepan.


"Nggak," Jawab Airin, tubuhnya yang dia sandarkan dengan pandangan yang menatap kearah jendela.


Agas mengangguk lalu kembali menjalankan mobilnya, suara dari radio menjadi satu satunya penghilang keheningan di dalam mobil.


Airin memejamkan matanya kala suara dalam radio berganti dengan segmen pembacaan surat surat.


"Ok guys, kita ke penutupan dalam acara sore ini, yaitu segmen UKT yaitu ungkapkan kata hatimu. sebelumnya yang mau mengungkapkan kata hati kalian bisa kirim dalam akun media sosial kami."


"Ekhm, surat pertama. Judulnya, Menemani tapi tak bisa memiliki, wah yang kirim surat ini kayaknya lagi patah hati ya guys."


Airin melipat tangannya didepan dada dengan mata yang menutup, suara kendaraan yang saling bersautan tak dia hiraukan, telinganya dengan fokus mendengarkan suara Radio didalam mobil.


"Bertahun tahun kita bersama, menghadapi susah dan senang dengan tangan yang saling bergandengan, berjalan melewati kerikil tajam tanpa sandal, menikmati air sungai yang mengalir dengan tenang. sampai akhirnya, badai menerjang tanpa memberi peringatan, kesalahpahaman yang berujung perpisahan yang menyakitkan, dan akhirnya tuhan hanya mengijinkan kau untuk menemaninya tanpa bisa memilikinya. Halo Cia ku, ini salam terakhir dari pangeran mu."


"Wah guys, sedih banget sampai mimin sesek bacanya, sabar ya mas mbak. oke guys ini ada surat terakhir yang akan mimin bacakan untuk para jomblo yang sedang berusaha mendapatkan hati si doi."


Agas seketika duduk dengan tegak, pandangan fokus mengarah kedepan dengan telinga yang mendengarkan radio dengan serius.


"Jika aku tau patah hati sesakit ini, mungkin aku akan lebih cepat untuk menjadikanmu milikku. Andai aku sadar bahwa meng-klaim mu menjadi milikku itu saja tidak cukup, andai aku sadar bahwa menyatakan apa yang aku rasakan, itu jauh dari kata cukup, andai aku sadar bahwa kau terlalu lama menunggu hingga hatimu luluh dengan yang baru. Sayangnya, Andai yang diandai andaikan itu tidak akan pernah terjadi lagi."

__ADS_1


"Penyesalan memang selalu datang diakhir, dan sayangnya itu terjadi pada diriku."


Agas terdiam mendengarnya, seketika tatapan matanya mengarah pada Airin yang sepertinya tertidur.


Agas meminggirkan mobilnya, lalu membuka jas yang melekat pada tubuhnya. Dengan hati hati Agas menyelimuti tubuh Airin dengan jasnya.


"Ntah sudah berapa kali saya bilang bahwa kamu cantik," Gumam Agas sambil memperlihatkan muka Airin yang sedang tertidur.


Setelah merasa puas memandangi wajah Airin, Agas kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


...~o0o~...


Agion menggerutu dalam hati, sumpah serapah dia berikan kepada Azrel yang dengan teganya meninggalkan dirinya sendirian ditaman yang sedikit sepi ini.


Awalnya mereka berlima bolos menuju warung buncit (Bunda Cinta) tetapi Azrel malah mengajak mereka bermain ditaman yang penuh dengan anak anak.


"Sialan! awas aja lo, besok gue gorok mampus!"


Agion menatap nanar dirinya sendiri, bagiaman dia bisa pulang jika dompet serta handphonenya berada dalam tas, dan sialnya tasnya dia tinggalkan dimobil Giri.


Bruk.


"Aws,"


Seketika Agion tersedar dari lamunannya saat merasa dirinya menabrak sesuatu. Agion melihat kebawah nya, terdapat seorang perempuan yang duduk dengan memegang lututnya tak lupa ice cream yang sudah jatuh mengenai bajunya.


Agion pun berjongkok, "Lo gak papa?"


"Aku gak papa, tapi ice cream aku yang kenapa napa," Ucapnya dengan nada lirih, tak lupa pandangannya melihat pada ice cream yang sudah habis mengenai bajunya.


Agion meringis mendengarnya, apa cewek didepannya ini waras? kenapa dia selalu bertemu dengan perempuan perempuan aneh?


"Berdiri, ice cream lo nanti gue ganti," Ucap Agion.


Seketika perempuan tersebut mengangkat wajahnya. Agion terdiam sebentar, dadanya kembali memberontak saat melihat sepasang mata bulat yang berbinar binar.


"Agion," Panggil perempuan tersebut dengan pelan.


"Hm."


"A-aku gak bisa berdiri," Ucapnya dengan Ragu.


Agion pun dengan gesit menggendong perempuan itu dengan gaya bridal style, perempuan tersebut menundukan kepalanya saat merasa jarak wajahnya dengan wajah Agion terasa dekat sangat dekat.


"Em, makasih," Ucapnya saat Agion mendudukkannya di kursi taman.


"Hm."


Perempuan tersebut semakin menunduk takut, tak lama suara teriakan seseorang terdengar dengan suara hentakan kaki seperti berlari.


"Ya ampun Cindy, lo kenapa lagi?" Tanyanya dengan geram.

__ADS_1


Agion hanya melihatnya tanpa minat, lalu pergi tanpa pamitan terlebih dahulu, sedangkan hanya Cindy menatapnya sendu.


__ADS_2