Young Mom

Young Mom
PART 23


__ADS_3

Azrel duduk di sofa ruang kepala sekolah dengan bosan, "Pak, beneran gak liat bidadari Azrel?"


"Nggak."


Azrel menunduk lesu, dia rindu dengan Airin. Sudah seharian ini dia mencari Airin disekitar sekolah tapi tetap saja tidak menemukannya.


"Bapak gak bohong kan?" Tanya Azrel sambil melihat kepsek nya dengan mata menyipit.


"Menurutmu?"


Azrel mendengus kesal dengan kepseknya, "Tapi saya tadi liat di cctv bidadari Azrel tadi masuk kesini."


"Dia sudah keluar."


"Kemana?"


"Mana saya tahu."


"Harusnya bapak tanyak dong," Ucap Azrel kesal.


"Buat apa? gak guna."


"Nyebelin banget sih pak!" Teriak Azrel kesal.


Sedangkan sang kepsek menatapnya datar, "Pintu keluar ada dibelakang sana."


Azrel menatap kepseknya tajam, lalu beranjak dari duduknya, "Awas aja kepsek edan, kalo ketahuan sembunyikan bidadari Azrel, Azrel aduin sama daddy."


Azrel berbicara dengan penuh penekanan lalu berjalan keluar dengan menutup pintu kencang, sang kepsek hanya menatap datar.


"Murid gila."


Sedangkan di ruangan dinas kepsek, Azila dan Airin terbangun karena suara gebrakan pintu.


"Aish kepala gue," Desis Airin saat merasakan kepala sedikit berputar.


"Siapa yang pindahin gue kekasur?" Tanya Azila dengan wajah linglung nya.


"Si kepsek kali."


Azila langsung berdiri dari duduknya seketika pandangannya berkunang kunang, "Darah rendah menyebalkan."


"Lo keluar duluan gue mau bangunin si Ayla," Ucap Airin yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Azila mengangguk sebelum keluar dia terlebih dahulu mencuci mukanya, "Eh ada kepsek."


Sang kepsek hanya menatap Azila datar lalu tak lama datang Airin dan Ayla, dengan santainya mereka duduk disofa.


"Nyaman ya? seperti rumah sendiri," Ucapnya yang lebih tepatnya menyindir.


"Lah kan emang gitu, guru guru bilang sekolah itu rumah kedua," Ucap Azila dengan santainya.


Sang kepsek hanya memutar bola matanya malas, "Oh iya Airin, tadi Azrel mencarimu."


"Mau ngapain pak?" Tanya Airin.

__ADS_1


"Mana saya tahu."


Airin mengangguk lalu beranjak dari duduknya, "Yaudah kalo gitu gue duluan ya. Eh pak, makasih loh cemilannya."


Airin tersenyum singkat lalu segera keluar saat tatapan datar kepseknya mengarah padanya, "Tidak tau diri."


Ayla pun berdiri sambil membawa setoples kacang, "Yaudah deh Ayla juga duluan, saya minta ini ya pak." Ucap Ayla sambil mengacungkan toples berisi kacang goreng.


Ayla langsung keluar sebelum mendapatkan penolakan, sedangkan sang kepsek hanya mengelus dadanya sabar mempunyai murid murid minus akhlak.


"Yaelah, kalo gitu saya juga pamit deh."


Azila beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar ruangan, baru satu langkah, tangannya ditarik paksa hingga dirinya kembali duduk disofa.


"Apasih pak."


"Kamu masih ada urusan sama saya," Ucapnya sambil berdiri didepan Azila.


"Urusan apaan pak? saya gak punya eh ralat gak mau dan gak akan pernah mau punya urusan sama bapak Arsen yang terhormat, sekian terima kasih."


Azila beranjak setelah mengucapkan itu, tapi sekali lagi tangannya ditarik kembali hingga dia duduk kembali.


"Apasih pak elah, saya lapar nih mau kekantin!" Sentak Azila sambil mengusap usap perutnya yang rata.


"Kau besok ikut denganku," Ucap Arsen.


"Mau ngapain sih pak, saya gak mau!"


"Kamu harus mau. Jika tidak, saya tidak akan mengijinkan mu untuk keruangan saya lagi," Ucap Arsen.


Azila terlihat berfikir keras terbukti dahinya yang mengerut dalam, bibir yang digigit tandanya dia sedang menimbang nimbang sesuatu dengan tangan yang menompang dagunya.


Azila pun mengangguk anggukan kepalanya kala pertimbangannya telah berhasil ditentukan, sedangkan Arsen masih berdiri dengan santainya menatap Azila.


"Oke deh, nanti saya ikut bapak."


...~o0o~...


Airin berjalan menuju gerbang depan sendirian, bel pulang sudah berbunyi lima menit lalu, Ayla dan Azila tadi sudah pulang duluan dan jadilah dia pulang sendirian.


"Airin," Panggil Agas.


Airin melihat ke pinggir nya, terlihat Agas melambaikan tangan padanya. Airin pun segera menghampirinya.


"Kenapa om?" Tanya Airin.


"Pulang bareng saya," Ucap Agas lalu dengan segera menarik tangan Airin menuju pintu mobilnya.


Belum sempat menolak, Agas terlebih dahulu menyuruhnya masuk kedalam mobilnya. Dengan terpaksa Airin masuk kedalam mobil Agas.


Agas pun berjalan mengelilingi depan mobilnya lalu masuk kedalam mobilnya, menjalankan mobilnya dengan keheningan.


"Lain kali gak usah jemput jemput om," Ucap Airin.


"Kenapa?" Tanya Agas dengan menatap Airin sekilas.

__ADS_1


Airin menyandarkan kepalanya dikursi mobil sambil melihat kearah jendela, "Om kan sibuk, buat apa juga jemput Airin."


"Saya tidak sesibuk itu," Sanggah Agas.


"Ya pokoknya jangan jemput Airin, capek capek."


Lampu lalu lintas berganti menjadi merah, Agas menghentikan kendaraannya lalu menatap Airin yang sedang menatap kearah jendela mobil.


"Jadi kamu tidak suka saya jemput?"


Airin menghela nafas lalu menjawab sambil memalingkan wajahnya menghadap Agas, ucapannya terhenti kala wajah mereka hanya berjarak satu jengkal saja, "Bukan git--."


"Terus gimana hm?"


Airin gugup seketika, matanya dengan polosnya mengerjap ngerjap lucu.


"Em, pokoknya jangan."


Agas menatap Airin heran, "Iya kenapa?"


Airin menunduk kala Agas menatapnya dengan tatapan yang meminta penuh penjelasan, "Em, Airin gak enak suka ngerepotin om."


"Apa kamu ingat perkataan saya waktu itu?" Tanya Agas.


Airin mengingat ucapan Agas waktu membantunya mengelap badannya, "Tidak apa apa, hanya denganmu, saya suka direpotkan."


"Ingat," Ucap Airin lirih.


"Jadi, tidak usah sungkan. Mengerti," Ucap Agas, tangannya menyingkirkan rambut Airin yang menghalangi wajah cantiknya.


Tak terasa kini mereka sudah sampai dirumah Airin, Airin berdiri didepan pagar rumahnya serta Agas yang berdiri santai disamping mobilnya, "Makasih om."


"Hm, sama sama."


"Em, kalau begitu Airin masuk dulu," Ucap Airin lalu membuka kunci pagarnya.


"Tunggu," Airin menghentikan gerakan tangannya lalu berbalik menatap Agas yang sedang mengambil sesuatu didalam mobilnya.


"Ini, nanti saya jemput jam 7 malam, pakai bajunya."


Airin terlihat bingung saat melihat Agas menyerahkan sebuah paper bag berwarna hitam dengan tulisan merek terkenal.


"Eh, mau ngapain om?" Tanya Airin bingung.


"Nanti saya beritahu jika sudah waktunya, ini terimalah," Ucap Agas lalu menyimpan paper bag nya di pelukan Airin.


Sedangkan Airin masih terdiam tidak mengerti, Agas kembali berdiri disamping mobilnya, "Jangan lupa dandan yang cantik, saya akan disini pada jam 7 tepat, dan tidak ada kata terlambat."


Setelah itu Agas masuk kedalam mobilnya, sebelum pergi, dia terlebih dahulu melambaikan tangannya pada Airin. Sedangkan Airin hanya menatapnya cengo lalu menatap paper bag dipeluknya dengan penasaran.


Aiirn segera masuk kedalam rumahnya lalu berlari menuju kamarnya, tangannya dengan segera membuka paper bag yang tampak elegan itu.


Matanya membola saat terdapat gaun hitam legam dengan sedikit ornamen putih dipinggang nya, "Gila bagus banget!"


Srak.

__ADS_1


Airin melihat kebawah kala merasakan sesuatu yang terjatuh dan benar saja sebuah kertas hitam kecil terjatuh disamping kakinya. Dengan segera Airin mengambilnya lalu membacanya pelan, matanya melotot saat sadar dengan tulisannya.


"Undangan bertemu calon mertua!"


__ADS_2