Young Mom

Young Mom
PART 24


__ADS_3

Suasana dalam mobil terasa hening, Airin duduk dengan gugup, tangannya mengepal dikedua pahanya dengan duduk tegak menatap kedepan.


"Santai saja, tubuhmu akan pegal jika duduk seperti itu," Ucap Agas saat melihat Airin yang terlihat tegang.


Dengan perlahan Airin menyandarkan tubuhnya, tangan yang terkepal kini sudah seperti biasa, "Kenapa tiba tiba sih om?"


"Tiba tiba apa?" Tanya Agas bingung.


Airin mengehala nafas pelan, "Kerumah om."


Agas menganggukkan kepalanya, "Santai saja, lagian kamu sudah bertemu orang tua saya."


"Tapikan ini beda om! serasa mau seleksi menantu," Ucap Airin diakhiri lirihan diakhir kalimatnya, tapi memang dasarnya Agas yang memiliki pendengaran yang tajam, dia bisa mendengar lirihan Airin.


"Jika itu benar kenapa?"


Airin melotot rupanya Agas mendengar lirihan nya, "Hah?"


Airin sedari tadi tersenyum canggung, tetapi matanya melirik lirik Agas tajam, "Terkutuk kau duda setan!" Pekik Airin dalam hati.


Ingin rasanya dia menangis sekarang, katanya yang hanya makan malam bersama orang tuanya menjadi makan malam bersama keluarga besarnya.


"Airin masih SMA ya?" Tanya seorang wanita manis yang duduk disamping Airin sambil menggendong bayi laki laki. Dia Nova menantu kedua keluarga Agas dan anak di gendongan nya bernama Riel cucu keempat keluarga Xaverius.


"Ah, iya kak," Jawab Airin gugup.


"SMA dimana Airin? kelas berapa?" Tanya seorang wanita didepannya yang terlihat sombong. Dia kakak Agas yang ketiga, namanya Laila, wajahnya memang seperti itu jadi tak heran jika tidak banyak orang yang dekat dengannya.


"Sesekolah sama Azrel, sekarang kelas dua belas," Ucap Airin lalu tersenyum canggung.


Sedangkan Agas hanya duduk dengan tenang disampingnya, dia juga tidak tau kalau keluarga besarnya akan datang hari ini, setahunya mereka akan datang besok.


"Airin lulus sekolah mau langsung nikah atau kuliah?" Tanya seorang lelaki yang terlihat lebih tua dari Agas. Dia Deon kakak kedua Agas dan suami dari Nova.


"Kuliah kak, nikah nya nanti kalau ada jodohnya," Ucap Airin berusaha tenang.


Gina tersenyum manis lalu menatap Airin lembut, "Ngapain nyari nyari jodoh lagi, itu jodohnya udah ada disamping kamu."


Airin tersenyum paksa saat semua orang menyoraki dirinya, "Buruan halalin kak, cewek cantik jangan digantung, nanti banyak yang nikung," Ucap Seorang lelaki dewasa yang sepertinya lebih muda dari Agas, namanya Reyhan sepupu Agas.


"Gak usah sok ngomong kayak gitu, urus aja mantan kamu yang seribu itu," Ucap Agas dengan tenangnya.


Lelaki itu merengut kesal dengan fitnah Agas, mana ada mantannya seribu, yang ada cuman satu, "Fitnah."


Agas hanya menghedihkan bahunya acuh lalu melihat kesampingnya, terlihat Airin yang dengan canggung menjawab setiap pertanyaan pertanyaan dari keluarganya.


"Mommy!" Alga berlari dari tangga menuju ruang keluarga saat mendengar suara mommy nya.

__ADS_1


"Ya ampun Alga, hati hati!"


"Buset bocil jatuh mampus lo!"


"Alga hati hati sayang, jangan berlarian ditangga!"


Semua orang terpekik kaget saat melihat Alga yang berlarian ditangga yang sangat banyak, Alga tidak menghiraukan ucapan mereka. Kakinya semakin cepat berlari menghampiri Airin.


Airin yang khawatir pun langsung beranjak dari duduknya lalu menyusul Alga yang hampir sampai ditangga terakhir.


Hap.


Alga melompat langsung kepelukan Airin, "Mommy Alga lindu."


"Kemarin kan ketemu," Jawab Airin sambil menggendong Alga, lalu berjalan kembali ke tempat duduknya.


"Tapikan hali ini nggak," Ucap Alga sambil meletakan kepalanya dileher jejang Airin yang terekspos sebelah.


"Manja banget sih ponakan om," Ucap Reyhan yang tadi berdebat dengan Agas.


"Kenapa? suka suka Alga dong, om jangan ganggu waktu Alga sama mommy Alga deh," Ucap Alga sinis.


"Heh gak boleh gitu," Tegur Airin, Alga menunduk lalu memeluk erat Airin.


"Maaf mommy."


"Lengket banget sama mommy nya," Sindir Nova sambil mengayun ayun Riel yang masih berumur 11 bulan.


Alga tidak menggubrisnya, matanya terpejam menikmati kehangatan pelukan mommy nya, sedangkan Airin mengelus elus punggung Alga.


"Sejak kapan Alga lengket sama kamu Rin?" Tanya Laila.


"Kalo gak salah, waktu Airin pertama kesini kak," Jawab Airin.


"Tumben ya Alga bisa langsung lengket gitu sama perempuan, biasanya nggak," Ucap wanita Nova.


Semua orang mengangguk setuju, lalu tak lama tangisan Riel terdengar nyaring, "Aduh maaf ya, kayaknya Riel ngantuk, aku tidur duluan ya semuanya."


Nova berdiri sambil mengayun ayun Riel. "Gak papa, buruan kekamar gih, kasian Riel pengen asi kayaknya," Ucap Gina.


Nova pun pergi setelah berpamitan, "Kamu gak nyusul Nova bang?" Tanya Gina pada anak keduanya, Deon.


"Nanti, katanya papa mau ngobrol sama Deon dulu," Ucap Deon.


Airin merasakan deru nafas Alga yang teratur, "Om, kayaknya Alga tidur deh."


Agas melihat kebelakang Airin, dan benar saja Alga tertidur sambil menghadap leher Airin, "Sini saya gendong."

__ADS_1


"Eung, hiks mommy," Rengek Alga saat pangkuannya terasa berbeda.


Airin segera memangku Alga kembali lalu mengusap ngusap punggungnya, "Syut, bobo lagi ya."


"Pindahin aja kekamar nya sama kamu aja Rin," Saran Gina.


"Em, yaudah. Kalau gitu Airin keatas dulu ya semuanya," Ucap Airin lalu beranjak dari duduknya diikuti Agas.


"Loh kamu ngapain ngikut ngikut?" Tanya Damian sambil menatap Agas dengan senyum miringnya.


Agas tak mempedulikan ucapan Ayahnya, langkahnya berjalan mengikuti Airin dari belakang, "Hati hati bang, jangan apa apain anak orang," Teriak Reyhan.


Cklek.


Pintu kamar Alga terbuka, Airin berjalan menuju ranjang Alga lalu membaringkan Alga pelan pelan takut Alga akan terbangun kembali, tapi sepertinya percuma dia melakukan itu jika baru saja melepas tangannya Alga sudah terbangun sambil menangis.


"Hiks mommy," Rengek Alga dengan mata tertutup.


Airin dengan terpaksa berbaring disamping Alga tetapi terlebih menutup kakinya yang terekspos dengan selimut, "Syut syut mommy disini, bobo lagi ya."


Airin mengusap usap rambut lebat Alga, tak lama datang Agas dengan mengambil segelas air putih, "Kebangun?"


"Iya," Jawab Airin tanpa melihat Agas.


"Sudah lepas saja, ayok pulang kasian Agion sendiri dirumah," Ucap Agas setelah duduk dipinggir Airin.


"Tapi Alga?"


"Tidak apa apa, sepertinya tidurnya juga sudah nyenyak, lepas saja pelan pelan," Ucap Agas, Airin mengangguk lalu melepas pelukan Alga dengan pelan dan berhasil, Alga tidak terbangun lagi.


"Nih minum dulu," Ucap Agas sambil menyerahkan segelas air putih ke Airin.


"Makasih om."


"Eh om, ngomong ngomong Azrel kemana? kok gak keliatan dari tadi?" Tanya Airin.


"Dia berada dirumah Mario, ntah sedang apa. Mungkin menginap,"Jawab Agas.


Airin menganggukkan kepalanya paham, "Yaudah yuk pulang."


Airin beranjak pelan pelan takut membangunkan Alga, lalu merapikan rambut serta bajunya. Tanpa Airin ketahui Agas menatapnya intens.


"Kamu cantik."


"Hah?" Airin menatap Agas cengo.


"Dan saya suka."

__ADS_1


__ADS_2